Assalamu'alaikum w.w. Sanak Darwin Bahar dan para sanak sa palanta,
Dalam rapat Tim Perumus yang pertama tanggal 5 Maret yang lalu masalah ini sudah dikemukakan oleh pak Bachtiar Abna dengan menanyakan apakah yang akan dirumuskan itu adalah norma hukum [yang akan pakai sanksi] atau norma etika.
Secara pribadi saya setuju dengan saran Sanak agar kita mempergunakan pendekatan kultural, yang berarti membahas dan merumuskan masalah ABS SBK ini melalui pembahasan sistem nilai serta kelembagaan yang akan melaksanakan nilai itu.
Saran Sanak ini layak masuk sebagai DIM 35 PENDEKATAN HUKUM ATAU PENDEKATAN KULTURAL.
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, 70+6+28, Jakarta) 'Taqdir di tangan Allah, Nasib di tangan
Manusia'
'Ya Allah, tunjukilah selalu aku jalan yang lurus dan Engkau ridhoi' ''Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya' 'Mari berlomba berbuat kebaikan'
'Puji syukur aku sampaikan pada-Mu ya Allah, atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada aku dan keluargaku'. 'Setiap manusia adalah baik, sampai terbukti sebaliknya' 'Jangan pernah berhutang dan jangan mudah berpiutang'
--- On Sun, 3/9/08, Darwin Bahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Darwin Bahar <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Fw: RE: [EMAIL PROTECTED] DIM 34: TIDAK ADA MASALAH DENGAN AB SBK. R To:
[email protected] Date: Sunday, March 9, 2008, 11:37 PM
Angku Syaf dan Sidang Palanta yang Terhormat
Sato Ambo Sakaki,
Kebudayaan dapat didefinisikan secara sederhana sebagai identitas dari suatu suku atau bangsa yang membedakannya suku atau bangsa yang lain. Barangkali kita sependapat bahwa ruh Islam masuk sangat dalam kepada kebudayaan Minang, yang tercermin pada adagium ABSSBK, suatu hal yang juga terjadi pada suku Aceh, yang berbeda cara mengartikulasikannya karena pengalam sejarah kedua suku yang berbeda.
Upaya-upaya untuk mengkodifikasikasikan ABSSBK paling sedikit mempunyai dua manfaat. Pertama untuk memperkuat memori kolektif kita tentang jatidiri kita sebagai orang Minang, kedua kita punya acuan dalam upaya membumikan dan melestarikan ABSSBK. Yang kita tidak boleh lupa bahwa apa yang kita pahami dengan ABSSBK adalah pemehaman yang terikat pada ruang dan waktu, dengan
kata lain sebuah pemahaman yang tidak sempurna. Jadi kalau ada perbedaan pemahaman antara kita pada waktu ini, atau pemahaman kita saat ini dengan pemahaman generasi mendatang jangan membuat kita risau.
Dalam perspektif tersebut di atas upaya-upaya untuk membumikan ABSSBK hendaknya tidak dilakukan dengan pendekatan kekuasaan, misalnya dengan PERDA, tetapi dengan pendekatan kultural, karena orang Minang, sesuai dengan pengalaman kolektif orang Minang tidak mudah didekati dengan pendekatan kekuasaan. Kalau orang Minang dikatakan "susah diatur" bagi saya ada benarnya karena itulah kita. Itu mungkin dapat dikatakan sebagai kelemahan tetapi tidak salah pula dikatakan di sanalah kekuatan kita. Demokrasi dan egalitarinisme bahkan Islam tidak mungkin tumbuh subur di tengah masyarakat yang "pak turut".
Wassalam, H Darwin Bahar St Bandaro Kayo
65-
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
=============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
|