Dinda Ifah, ini testimoni yang tulus dari Dilla. Senang membaca ungkapannya ini. Salam untuk Dilla dan selamat tlah punya ibu yang selalu juara 1.
Dia pintar juga menulis kaya ibunya. *-----------------------------------------------------------------------------------------------* *"Komunitas RN Harus Hidup Terus Melebihi Usia Kami Yang Tua-tua Ini" (Bunda Nizmah pada acara HUT RN 20 Tahun)* Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli - Jakarta - Sterling, Virginia USA ------------------------------------------------------------ 2013/12/26 Hanifah Damanhuri <[email protected]> > Catatan Putriku tentang Ibunya > > > > Tak kusangka > > Dalam rangka hari ibu > > Aku dapat kiriman dari putriku > > > > Rasa kemaren baru dia protes > > “Mama itu tak seperti mama temanku yang ajari anaknya” > > Protes yang tak pernah kugubris > > > > Siapa nyana jadi tulisan yang indah > > Subhanallah, Alhamdulillah > > Nanar mataku membacanya > > > > Salam > > > > Hanifah (Padang, 24 Desember 2013) > > > > *Mimpi dan kenyataan seorang ibu bernama hanifah* > > Posted on December 24, > 2013<http://fadillaazeaza.wordpress.com/2013/12/24/mimpi-dan-kenyataan-seorang-ibu-bernama-hanifah/>by > fadillaazeaza <http://fadillaazeaza.wordpress.com/author/fadillaazeaza/> > > “Keajaiban dalam hidup adalah terlahir dari rahim mama Hanifah Damanhuri. > Seorang wanita yang telah memberi kami cinta, pengorbanan, dan pelajaran > mengenai mengelola keuangan” -fauzul azmi zen. > > Kutemukan kalimat tersebut di wall facebook ku dari seorang pria yang > satu-satunya terlahir dari rahim yang sama. Kalimat tersebut memang tak > berlebihan, menjadi anak seorang hanifah sungguhlah membuat kami sangat > beruntung. > > Panggil saja ifah, dilahirkan di agam (sungai tanang) 15 agustus 1962 dari > rahim seorang ibu cantik bernama djasidar. Ifah merupakan seorang pemimpi > besar yang amat pemalu. Dikalangan teman-temannya, beliau dikenal tak bisa > marah dan termasuk sekumpulan orang introvert. Ifah merupakan seorang > wanita yang memiliki iq diatas rata-rata dan pernah mendapatkan nilai TEst > potensi akademik (tertinggi) mengalahkan laki-laki pada zamannya. Membaca > adalah hobinya, dan beliau merupakan anak IPA sejati ( sangat menyukai > hal-hal berbau eksak seperti matematika dan sejenisnya) > 20 Juli 1986, menikahlah beliau dengan seorang ekstrovert super ceria dan > super lucu dan bukan merupakan anak IPA melainkan anak Sastra ..Super > kebalikan dari dirinya, Muhammad Zen, yang kelak pada akhirnya menjadi ayah > super hebat bagi keluarganya. > > Hanifah pernah bermimpi untuk kuliah di salah satu 100 universitas terbaik > dunia. Bermimpi menuntut ilmu tanpa batas. Beliaupun melanjutkan kuliah ke > ITB jurusan matematika, pada masa itu si sulung masih bawel-bawelnya, > maklumlah anak balita. Hanifah pun menjadi tak tenang, hingga akhirnya > beliau kubur mimpinya sejenak untuk melanjutkan kuliah.. > Kemudian lahirlah anak ke2 yang nantinya menjadi anak yang paling bawel > dibandingkan anak pertama. Setelah si bungsu beranjak memasuki usia 6 > tahun, Hanifah kembali mengejar mimpinya untuk menuntut ilmu tanpa batas… > Mungkin mimpi untuk sekolah di 100 universitas besar harus dilupakan, demi > anak dan keluarga tercinta. Hingga UI (Universitas Indonesia) Fakultas Ilmu > Komputer pun menjadi pilihannya. Saat itu rezim suharto sedang di ujung > tanduk. Si bungsu yang sedang liburan ke Jakarta pun menyaksikan secara > langsung kejadian 13 mei itu.. Dilihatnya banyak orang berunjuk rasa.. Dan > saat itu dilihatnya pula mamanya di ajak.. Kejadian tersebut membekas di > kepala si bungsu yang bernama dilla itu. > Hingga sepulang ke Bengkulu, si dilla mengajak abangnya yang biasa dia > panggil Ijul, untuk berunjuk rasa. unjuk rasa kenaikan uang jajan.. Saat > itu dilla kecil masih duduk di kelas 2 SD. Dilla kecil memang anak yang > bandel, percaya tak percaya.. Umur 3 tahun, gagang ember jadi bengkok > dibuatnya.. Tetua tetua bilang, tangan si dilla itu “magis”. Ah lupakan > tentang itu.. Maaf out of topic. > Pernahkah engkau melihat seorang ibu memarahi anaknya ketika anaknya tidak > dapat rangking? Atau malah anda sendiri pernah mengalaminya? Pernahkah > engkau lihat seorang ibu mengerjakan PR anaknya? Atau malah anda pernah > mengalaminya? Pernahkah orang tua anda menasihati anda untuk jangan > mencontek? Berbuatlah jujur…? > > Alhamdulillah.. Hanifah merupakan seorang ibu yang mendidik anaknya dengan > cara membuat anaknya berpikir. Sekalipun tak pernah ia kerjakan PR anaknya > pun tak pernah ia memarahi anaknya bila anaknya tidak dapat rangking.. Tapi > jangan sekali-kali tidak jujur apalagi mencontek.. Beliau bisa muntab!! > “Untuk apa kamu rangking kelas bila hasilnya mencontek, bagi mama > kejujuran itu paling penting” > > Beruntung rasanya punya ibu seperti itu. > Ada yang berkata pada dilla remaja, > “Mama mu itu dulu selalu juara, gak pernah gak juara.. Tapi lihat sekarang > siapa yang sukses. Mamamu karirnya hanya sebatas dosen. Lihat aku.. Gak > pernah juara semasa sekolah.. Tapi sekarang.. Bisa dilihat siapa yang lebih > sukses” > Dilla remaja hanya diam dan tertawa dalam hati. Bagi seorang anak.. Ibu > yang sukses adalah ibu yang tak pernah meminta perannya digantikan orang > lain.. > Bagu seorang anak ibu yang sukses adalah ibu yang selalu membuat anaknya > mandiri, memasak masakan untuk keluarganya, bukan digantikan oleh > pembantu.. Apa gunanya sukses di dunia kerja versi orang itu bila keluarga > terlantar.. Masak untuk keluarga tak sempat..mendidik anak lebih dekat ke > pembantu.. Di mana letak suksesnya? > Ya. Ibu kami tak pernah rela menghabiskan uangnya untuk sekedar mempoles > anaknya agar terlihat cantik dan tampan.. Tapi beliau tak pernah segan > untuk mengeluarkan uang seberapapun demi sesuatu yang menambah pengetahuan > anaknya.. > > Beruntung kami kan? > Kurang sukses apalagi beliau? > Di mata kami, beliau adalah ibu juara 1. Yang apabila mengaji, walau mata > kami terpejam, kami tau itu adalah beliau.. (Hanifah mempunyai nada unik > saat mengaji. Dan satu satunya di dunia). Beliau selalu menegur, bila > sehari saja tak ada suara lantunan alquran di rumah. Selalu menegur bila > dalam sebulan tak solat malam. > Di mana bisa kami cari lagi duplikat ibu seperti itu? > Bahkan ketika beliau dalam kondisi berdarah-darah akibat terkena tumor > rahim (miom) masih sempat beliau mengajar mahasiswanya di kelas. > Di mana lagi kami dapat mencari sosok yang akan sangat muntab bila melihat > mahasiswanya tidak jujur atau tidak disiplin. > Dimana lagi dapat kami temukan sosok manusia yang ketika di fitnah oleh > orang lain, dia tidak membalasnya dan berdoa kebaikan untuk orang itu.. > Dimana lagi kami dapat menemukan orang yang polos meskipun usianya telah > 51 tahun. > Dan bahkan kini di usia 51 tahun, tetap saja beliau semangat menuntut ilmu > meskipun alasan lainnya adalah menemani si bungsu kuliah.. > Ah jadi teringat. Tanpa hijrahnya beliau ke kota yang sama dengan si > bungsu, mana mungkin si bungsu mampu kuliah 4 Tahun di salah satu jurusan > teknik itu. > Ah jadi teringat, si bungsu menangis tersedu-sedu melihat abangnya > menikah.. Tak rela abangnya diambil orang.. Tapi hanifah tetap berdiri > tegar, menguatkan si sulung untuk menjadi pemimpin dalam keluarga barunya. > Harusnya bukan pada cinta rangga bersajak “Baru sekali ini aku melihat > karya surga dari mata seorang hawa” harusnya pada ibu lah dia bersajak.. > > Maka sekali lagi, sungguh benarlah… > > “Keajaiban dalam hidup adalah terlahir dari rahim mama Hanifah Damanhuri. > Seorang wanita yang telah memberi kami cinta, pengorbanan, dan pelajaran > mengenai mengelola keuangan” -fauzul azmi zen. > > Dari negeri tertimur di garis lintang utara – menebus mimpi mu yang > tertunda- > > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
