Ajo Duta n.h.h Alhamdulillah Dilla malah labiah pandai manulih dari amakno Sanano amakno pernah juaro tapi labiah acok jadi rato-rato Amakno indak sarajin anakno baraja sangkek mudo Hari amakno sapulang sikola .... Kalau indak ado di rumah carilah ka lapangan volly Kalau indak ado dilapangan volly carilah ka kolam ranang Kalau indak basuo disinan carilah karumah kawan nan punyo novel/majalah Puncak gunuang Marapi jo puncak gunuang Singgalang ditaklukkan .... Doa nenek jo doa kakekno nan manyalamaikkan amakno ... Itulah baa mangko nanar mato hanifah mambaco tulisan si Dilla
Pernah juo di kampus Nilai TPA amakno tinggi dari rato2 Jadi takana-kana katiko anak akan ikuik TPA Jadi takana-kana katiko kini alah susah bana bapikia Kini kok sato TPA antah lai tamasuak rato2 antah indak Taraso bana dan jadi palajaran baharago Indak ado nan abadi Murah di Allah mambolak-baliakno .... Pujian dari anak-anak taraso balabiahan Mudah-mudahan ado nan bisa diambiak jadi palajaran Salam Hanifah Pada 26 Desember 2013 20.41, ajo duta <[email protected]> menulis: > Dinda Ifah, ini testimoni yang tulus dari Dilla. > Senang membaca ungkapannya ini. Salam untuk Dilla dan > selamat tlah punya ibu yang selalu juara 1. > > Dia pintar juga menulis kaya ibunya. > > > *-----------------------------------------------------------------------------------------------* > *"Komunitas RN Harus Hidup Terus Melebihi Usia Kami Yang Tua-tua Ini" > (Bunda Nizmah pada acara HUT RN 20 Tahun)* > > Wassalaamu'alaikum > Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), > 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo > Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli - > Jakarta - Sterling, Virginia USA > ------------------------------------------------------------ > > > 2013/12/26 Hanifah Damanhuri <[email protected]> > >> Catatan Putriku tentang Ibunya >> >> >> >> Tak kusangka >> >> Dalam rangka hari ibu >> >> Aku dapat kiriman dari putriku >> >> >> >> Rasa kemaren baru dia protes >> >> “Mama itu tak seperti mama temanku yang ajari anaknya” >> >> Protes yang tak pernah kugubris >> >> >> >> Siapa nyana jadi tulisan yang indah >> >> Subhanallah, Alhamdulillah >> >> Nanar mataku membacanya >> >> >> >> Salam >> >> >> >> Hanifah (Padang, 24 Desember 2013) >> >> >> >> *Mimpi dan kenyataan seorang ibu bernama hanifah* >> >> Posted on December 24, >> 2013<http://fadillaazeaza.wordpress.com/2013/12/24/mimpi-dan-kenyataan-seorang-ibu-bernama-hanifah/>by >> fadillaazeaza <http://fadillaazeaza.wordpress.com/author/fadillaazeaza/> >> >> “Keajaiban dalam hidup adalah terlahir dari rahim mama Hanifah Damanhuri. >> Seorang wanita yang telah memberi kami cinta, pengorbanan, dan pelajaran >> mengenai mengelola keuangan” -fauzul azmi zen. >> >> Kutemukan kalimat tersebut di wall facebook ku dari seorang pria yang >> satu-satunya terlahir dari rahim yang sama. Kalimat tersebut memang tak >> berlebihan, menjadi anak seorang hanifah sungguhlah membuat kami sangat >> beruntung. >> >> Panggil saja ifah, dilahirkan di agam (sungai tanang) 15 agustus 1962 >> dari rahim seorang ibu cantik bernama djasidar. Ifah merupakan seorang >> pemimpi besar yang amat pemalu. Dikalangan teman-temannya, beliau dikenal >> tak bisa marah dan termasuk sekumpulan orang introvert. Ifah merupakan >> seorang wanita yang memiliki iq diatas rata-rata dan pernah mendapatkan >> nilai TEst potensi akademik (tertinggi) mengalahkan laki-laki pada >> zamannya. Membaca adalah hobinya, dan beliau merupakan anak IPA sejati ( >> sangat menyukai hal-hal berbau eksak seperti matematika dan sejenisnya) >> 20 Juli 1986, menikahlah beliau dengan seorang ekstrovert super ceria dan >> super lucu dan bukan merupakan anak IPA melainkan anak Sastra ..Super >> kebalikan dari dirinya, Muhammad Zen, yang kelak pada akhirnya menjadi ayah >> super hebat bagi keluarganya. >> >> Hanifah pernah bermimpi untuk kuliah di salah satu 100 universitas >> terbaik dunia. Bermimpi menuntut ilmu tanpa batas. Beliaupun melanjutkan >> kuliah ke ITB jurusan matematika, pada masa itu si sulung masih >> bawel-bawelnya, maklumlah anak balita. Hanifah pun menjadi tak tenang, >> hingga akhirnya beliau kubur mimpinya sejenak untuk melanjutkan kuliah.. >> Kemudian lahirlah anak ke2 yang nantinya menjadi anak yang paling bawel >> dibandingkan anak pertama. Setelah si bungsu beranjak memasuki usia 6 >> tahun, Hanifah kembali mengejar mimpinya untuk menuntut ilmu tanpa batas… >> Mungkin mimpi untuk sekolah di 100 universitas besar harus dilupakan, demi >> anak dan keluarga tercinta. Hingga UI (Universitas Indonesia) Fakultas Ilmu >> Komputer pun menjadi pilihannya. Saat itu rezim suharto sedang di ujung >> tanduk. Si bungsu yang sedang liburan ke Jakarta pun menyaksikan secara >> langsung kejadian 13 mei itu.. Dilihatnya banyak orang berunjuk rasa.. Dan >> saat itu dilihatnya pula mamanya di ajak.. Kejadian tersebut membekas di >> kepala si bungsu yang bernama dilla itu. >> Hingga sepulang ke Bengkulu, si dilla mengajak abangnya yang biasa dia >> panggil Ijul, untuk berunjuk rasa. unjuk rasa kenaikan uang jajan.. Saat >> itu dilla kecil masih duduk di kelas 2 SD. Dilla kecil memang anak yang >> bandel, percaya tak percaya.. Umur 3 tahun, gagang ember jadi bengkok >> dibuatnya.. Tetua tetua bilang, tangan si dilla itu “magis”. Ah lupakan >> tentang itu.. Maaf out of topic. >> Pernahkah engkau melihat seorang ibu memarahi anaknya ketika anaknya >> tidak dapat rangking? Atau malah anda sendiri pernah mengalaminya? >> Pernahkah engkau lihat seorang ibu mengerjakan PR anaknya? Atau malah anda >> pernah mengalaminya? Pernahkah orang tua anda menasihati anda untuk jangan >> mencontek? Berbuatlah jujur…? >> >> Alhamdulillah.. Hanifah merupakan seorang ibu yang mendidik anaknya >> dengan cara membuat anaknya berpikir. Sekalipun tak pernah ia kerjakan PR >> anaknya pun tak pernah ia memarahi anaknya bila anaknya tidak dapat >> rangking.. Tapi jangan sekali-kali tidak jujur apalagi mencontek.. Beliau >> bisa muntab!! >> “Untuk apa kamu rangking kelas bila hasilnya mencontek, bagi mama >> kejujuran itu paling penting” >> >> Beruntung rasanya punya ibu seperti itu. >> Ada yang berkata pada dilla remaja, >> “Mama mu itu dulu selalu juara, gak pernah gak juara.. Tapi lihat >> sekarang siapa yang sukses. Mamamu karirnya hanya sebatas dosen. Lihat >> aku.. Gak pernah juara semasa sekolah.. Tapi sekarang.. Bisa dilihat siapa >> yang lebih sukses” >> Dilla remaja hanya diam dan tertawa dalam hati. Bagi seorang anak.. Ibu >> yang sukses adalah ibu yang tak pernah meminta perannya digantikan orang >> lain.. >> Bagu seorang anak ibu yang sukses adalah ibu yang selalu membuat anaknya >> mandiri, memasak masakan untuk keluarganya, bukan digantikan oleh >> pembantu.. Apa gunanya sukses di dunia kerja versi orang itu bila keluarga >> terlantar.. Masak untuk keluarga tak sempat..mendidik anak lebih dekat ke >> pembantu.. Di mana letak suksesnya? >> Ya. Ibu kami tak pernah rela menghabiskan uangnya untuk sekedar mempoles >> anaknya agar terlihat cantik dan tampan.. Tapi beliau tak pernah segan >> untuk mengeluarkan uang seberapapun demi sesuatu yang menambah pengetahuan >> anaknya.. >> >> Beruntung kami kan? >> Kurang sukses apalagi beliau? >> Di mata kami, beliau adalah ibu juara 1. Yang apabila mengaji, walau mata >> kami terpejam, kami tau itu adalah beliau.. (Hanifah mempunyai nada unik >> saat mengaji. Dan satu satunya di dunia). Beliau selalu menegur, bila >> sehari saja tak ada suara lantunan alquran di rumah. Selalu menegur bila >> dalam sebulan tak solat malam. >> Di mana bisa kami cari lagi duplikat ibu seperti itu? >> Bahkan ketika beliau dalam kondisi berdarah-darah akibat terkena tumor >> rahim (miom) masih sempat beliau mengajar mahasiswanya di kelas. >> Di mana lagi kami dapat mencari sosok yang akan sangat muntab bila >> melihat mahasiswanya tidak jujur atau tidak disiplin. >> Dimana lagi dapat kami temukan sosok manusia yang ketika di fitnah oleh >> orang lain, dia tidak membalasnya dan berdoa kebaikan untuk orang itu.. >> Dimana lagi kami dapat menemukan orang yang polos meskipun usianya telah >> 51 tahun. >> Dan bahkan kini di usia 51 tahun, tetap saja beliau semangat menuntut >> ilmu meskipun alasan lainnya adalah menemani si bungsu kuliah.. >> Ah jadi teringat. Tanpa hijrahnya beliau ke kota yang sama dengan si >> bungsu, mana mungkin si bungsu mampu kuliah 4 Tahun di salah satu jurusan >> teknik itu. >> Ah jadi teringat, si bungsu menangis tersedu-sedu melihat abangnya >> menikah.. Tak rela abangnya diambil orang.. Tapi hanifah tetap berdiri >> tegar, menguatkan si sulung untuk menjadi pemimpin dalam keluarga barunya. >> Harusnya bukan pada cinta rangga bersajak “Baru sekali ini aku melihat >> karya surga dari mata seorang hawa” harusnya pada ibu lah dia bersajak.. >> >> Maka sekali lagi, sungguh benarlah… >> >> “Keajaiban dalam hidup adalah terlahir dari rahim mama Hanifah Damanhuri. >> Seorang wanita yang telah memberi kami cinta, pengorbanan, dan pelajaran >> mengenai mengelola keuangan” -fauzul azmi zen. >> >> Dari negeri tertimur di garis lintang utara – menebus mimpi mu yang >> tertunda- >> >> >> >> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
