Assalamualaikum sado nan di Palanta R@ntaunet... Pak MM*** begitu yakin mengecek Anies Baswedan sebagai seorang tokoh JIL penerus paham Nurcholis Madjid. Apakah pak MM*** sudah tahu luar dalam tentang beliau? Ambo alun berani "manuduah" AB sbg orang JIL walau alah mambaco beberapa carito ttg beliau. Dari penelusuran ambo ttg AB ko ambo cubo lewakan di siko supayo awak ndak manuduah tanpa bukti2 yg otentik.
UNIVERSITAS PARAMADINA (Sumber; http://rofiuddarojat.wordpress.com/2012/04/14/paramadina-kampus-liberal-sebuah-tabayun/ ) Di pemahaman sebagian umat Islam, terutama yang konservatif dan radikal, kampus Paramadina dianggap sebagai kampus ‘nyeleneh’ dan ‘sesat’. Kampus ini sering dihubungkan dengan pemikiran Islam Liberal yang diusung Jaringan Islam Liberal, dll. Bahkan dulu ketika saya masih di pondok dan mengutarakan ingin mencoba beasiswa di Paramadina, hampir satu angkatan geger. Mereka menganggap keputusanku pada saat itu adalah keputusan yang tidak masuk akal, bahkan ada yang menganggap konyol. Guru (di sana disebutnya ustadz) konseling ku sampai mengatakan, “*ngapain* kamu ke Paramadina? Kaya nggak ada kampus lain aja”. Ustadz *tahfidz*-ku juga berkata, “selama masih ada kampus yang bisa menyelamatkan aqidah kita, buat apa ke Paramadina”. Tidak heran, orang yang kuliah di Paramadina sampai sekarang masih dianggap melenceng dan nyeleneh. Anggapan itu tidak mengherankan, karena kampus Paramadina didirikan oleh cendekiawan muslim yang kontroversial, Nurcholish Madjid alias Cak Nur. Pemikiran Cak Nur, yang terkenal sebagai penganut neo-modernis ala Fazlur Rahman, terkenal sebagai Ketua Umum PB HMI dua periode 1966-1969. Kontroversinya muncul ketika berpidato dengan judul ”Keharusan *Pembaharuan* Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat” pada tahun 1970. Pada isi pidatonya tersebut, Cak Nur mengkritik umat Islam yang terbelakang. Islam di Indonesia menurutnya sedang stagnan. Dalam pidato tersebut, dia menyarankan kepada umat Islam agar melakukan pembaharuan dengan melakukan empat hal: sekulerisasi, kebebasan berpikir, terbuka, dan *idea of progress*. Pidato tersebut mendapatkan banyak kritikan sekaligus makian dari beberapa umat Islam. Setelah menyeleseikan studi doktoralnya di Chicago University, Cak Nur membuat lembaga keagamaan bernama Yayasan Paramadina bersama beberapa intelektual muda pada saat itu yaitu Djohan Effendi, Utomo Dananjaya, Fahmi Idris, Emil Salim, Dawam Rahardjo, dll. Di dalam yayasan tersebut, diadakan beberapa kegiatan kajian keagamaan seperti Klub Kajian Agama (KKA). Setelah terjadinya reformasi di Indonesia pada 1998, Yayasan Paramadina membuat sebuah universitas yang diharapkan akan menjadi kampus alternatif di Indonesia. Awalnya kampus ini bernama Universitas Paramadina Mulya. Namun saat ini bernama Universitas Paramadina saja. Melihat hubungan historis yang begitu kuat, tidak heran bila kampus ini dihubung-hubungkan dengan pemikiran “liberal” Cak Nur. Namun apakah benar kampus Paramadina dijadikan tempat indoktrinasi gagasan-gagasan neo-modernisnya? Mungkin kata liberal itu sendiri harus dijelaskan terlebih dahulu, apa yang dimaksud dengan liberal. Bila ‘liberal’ yang dimaksud adalah makna asli liberal itu sendiri yaitu adanya kebebasan berpikir dan berpendapat dalam lingkup akademis, saya kira betul Paramadina adalah kampus liberal. Semua paham dari yang kiri ekstrem sampai kanan ekstrem ada dan dilindungi kebebasannya di Paramadina. Bahkan semua kampus progressif di dunia ini adalah kampus liberal dalam arti tersebut. Kampus adalah wadah intelektual dimana segala pendapat dan ekspresi harus dijaga, agar gagasan yang bagus tidak terdominasi karena berbagai faktor. Tentu saja, sesuai dengan filsafat kebebasan ala J.S Mill, kebebasan yang tidak mengganggu kebebasan orang lain. Di Paramadina, dalam hal gerakan memang terdapat tradisi yang berbeda dengan kampus lain. Politik kampus yang terjadi di kampus-kampus besar, di Paramadina cenderung tidak ada. Banyak faktornya, salah satunya adalah ketidakadaan pemikiran itu sendiri. Selain itu, kampus Paramadina yang sudah terlanjur dicap “liberal” membuat pemikiran-pemikiran yang berbeda sulit masuk kesana. Disamping karena biaya *ngampus* di Paramadina yang tidak kecil, membuat gagasan Cak Nur hanya bisa disaingi mayoritasnya oleh anak-anak hedon yang tentu saja apatis terdapat pemikiran dan gerakan politik. Namun perubahan terjadi setelah Anies Baswedan menjadi rektor pada tahun 2007. Anies sebagai tokoh muda yang baru saja menyeleseikan doktor di Amerika Serikat (AS), membuat banyak perubahan berarti di Paramadina. Salah satunya adalah membuka Paramadina Fellowship (PF) yaitu program beasiswa kuliah gratis sekaligus tempat tinggal bagi anak kurang mampu. Program yang dimulai pada tahun 2008 ini menuai banyak apresiasi positif. Karena selain memberikan kesempatan belajar kepada anak kurang mampu, tapi juga menambahkan daya saing prestasi mahasiswa Paramadina. Tak heran, karena penerima beasiswa ini melewati seleksi yang sangat ketat. Dampak lainnya adalah infiltrasi pemikiran ke Paramadina. Salah satunya adalah pemikiran tarbiyah/PKS dengan didirikannya KAMMI komsat gabungan yang meliputi kampus Paramadina, Bidakara, dan Sampoerna. Ketua komisariatnya adalah mahasiswa penerima beasiswa PF angkatan 2008 untuk jurusan Teknik Informatika. Selain itu, ada juga mahasiswa PF 2009 yang aktif di pengajian Majlis Rasulullah. Kajian tentang ekonomi syariah pun tidak ketinggalan. Celana ngatung dan jenggot tipis jilbab lebar kini mulai bermunculan di Paramadina walaupun tidak dominan. Adanya kelompok-kelompok yang tidak “khas Cak Nur” ini tidak mendapat resistensi yang berarti. Kalaupun ada, ini berkaitan dengan eksistensi KAMMI secara organisasi dan hanya kurangnya komunikasi antara petinggi masing-masing organisasi. Secara umum, Paramadina mulai menerima hadirnya pemikiran-pemikiran lain ini. Selain adanya infiltrasi pemikiran melalui jaringan beasiswa, Paramadina di bawah Anies juga mulai mengalihkan marketisasi mereka dengan lebih menonjolkan aspek kampus umum dan modern, daripada sebagai kampus Cak Nur. Strategi ini tidak mengherankan, karena kampus Paramadina sering disalah pahami sebagai kampus liberal ala Cak Nur. Masyarakat Indonesia pun kini mulai mengenal Paramadina sebagai kampusnya “Anies Baswedan” daripada kampus “Cak Nur”. Anies yang sering tampil di TV, mulai populer di kalangan masyarakat terutama sejak meluncurkan Indonesia Mengajar yang diapresiasi banyak pihak. Jadi apakah kampus Paramadina adalah kampus liberal? Jawabannya tergantung. Liberal secara makna aslinya yang memerdekakan manusia, iya. Liberal sebagai stereotype dan stigma buruk, tentu saja tidak. *Wallahu a’lam.* Pada 30 Desember 2013 10.29, Muchwardi Muchtar <[email protected]>menulis: > > ---------- Pesan terusan ---------- > Dari: Zulharbi Salim <[email protected]> > Tanggal: 30 Desember 2013 08.59 > Subjek: JIL > Kepada: RantauNet <[email protected]> > Cc: Hanifah Damanhuri <[email protected]> > > > *(--)Anis Baswedan etnis Arab salah seorg tokoh JIL. Penerus paham > Nurcholis Majid..* > HZS > > > (+) Yes...!!!!!!!!!!!!!!!!! > (Hari ko wanyo masih jadi rektor Univ Paramadina. Dan sacaro sistemik > mancetak cendiakiawan Islam baru nan bapaham JIL, nan manyatokan bahaso > kasado agamo tu samo. Samo-samo manyambah ciek kekuatan/kekuasaan nan > banamo T-U-H-A-N). > > Hati-hati mambali galeh urang (di 9/4/14 nan manuju ka 20/10/14) sabalun > tabali puteh untuak kadimakan anak cucu awak nantik. > > Salam & maaf.............................., > *mm**** > > -- > . > . > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- Andri Satria Masri, S.E., M.E. Kasubag Sistim Informasi, Aplikasi dan Persandian Bagian Pengolahan Data Elektronik Setdakab Padang Pariaman L/41/Koto/Nagari Sungai Sariak/Kecamatan VII Koto/Kab. Padang Pariaman *Hidup Adalah Pengabdian Seumur Hidup Kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan.* My profiles: [image: Facebook] <http://www.facebook.com/andri.masri> [image: Blogger] <http://andrimasri.blogspot.com> [image: WordPress]<http://andrisatria.wordpress.com> [image: Twitter] <http://twitter.com/AndriSatria> Contact me: [image: Google Talk] [email protected] [image: Y! messenger] [email protected] Get a signature like this. <http://r1.wisestamp.com/r/landing?promo=17&dest=http%3A%2F%2Fwww.wisestamp.com%2Femail-install%3Futm_source%3Dextension%26utm_medium%3Demail%26utm_campaign%3Dpromo_17> CLICK HERE.<http://r1.wisestamp.com/r/landing?promo=17&dest=http%3A%2F%2Fwww.wisestamp.com%2Femail-install%3Futm_source%3Dextension%26utm_medium%3Demail%26utm_campaign%3Dpromo_17> -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
