Iko ciek lai second opinion yg bisa dibaco sebagai referensi mengenal
Universitas Paramadina:

Rektor, Mahasiswa Paramadina dan Isue JIL

Oleh: Gheisz Chalifah

(Sumber:
http://edukasi.kompasiana.com/2013/12/10/rektor-mahasiswa-paramadina-dan-isue-jil--617253.html
)

Tadi malam  saya  berbincang dgn keluarga, dua anak saya  pulang di hari
yang bersamaan. Luthfi Chalifah kembali ke Jakarta dalam rangka liburan
semester dan Hamzah Chalifah kembali ke Jakarta setelah survey berbagai
kampus untuk program S2 di Os. Mereka bercerita tentang pengalaman di negri
yg mereka tinggali. Yang menarik adalah cerita Hamzah, dalam satu
kesempatan Hamzah memenuhi sebuah undangan makan malam di sebuah komunitas.
Sehabis makan malam sebagaimana biasanya yg diperbincangkan adalah masalah
agama, dan Hamzah hanya mendengarkan saja apa yang mereka perbincangkan,
namun di tengah perbincangan terlontar berbagai pernyataan bahwa Paramadina
itu JIL, Anies Baswedan itu JIL.

Anak saya yg satu ini biasanya tidak suka banyak omong apa lagi berdebat
dia selalu menghindar untuk hal semacam itu, namun krn yg disebut adalah
kampusnya maka dia ikut berkomentar.
Hamzah bertanya: anda  tau Paramadina dimana kampusnya.? anda  tau apa yg
diajarkan di Paramadina? Atau  pernah melakukan penelitian di kampus
Paramadina ? Sebagian yang sedang berbincang itu menjawab dengan meyakinkan
bahwa Paramdina memang Kampus JIL tanpa menjawab pertanyaan.

Hamzah bertanya lagi : kalu gitu kasih tau ana dimana alamat kampus
Paramadina itu.? org itu ga bisa jawab. Lalu Hamzah menyatakan : Saya
kuliah di Paramdina dan saya  tidak pernah diajarkan hal- hal yang berbau
JIL. Kok ente orang bisa lebih tau dari saya ?
Mahasiswa paramadina tidak berurusan dgn yang kalian katakan, kita kuliah
sesuai dgn program kuliah bukan kuliah agama, kuliah ekonomi yang diajarkan
masalah Ekonomi. Asal kalian tau, Dosen saya awalnya kuliah di Paramdina
setelah lulus dia mengajar di Paramadina dan dosen saya itu bilang: kampus
ini sejak Pak Anies jadi Rektor lebih seperti pesantren dibanding
sebelumnya emangnya ente lebih kenal Anies Baswedan dari pada dosen ana.?

Tiba2 Luthfi yang dari tadi mendengarkan memotong : Tumben lo Zah mau
ngeladenin yang begituan..

Hamzah : gue kesel aja ada orang sok lebih tau dari gue yang kuliah di situ.

Saya tertawa mendengar pembicaraan malam ini, anak itu memberi perlawanan
terhadap orang 2 yang jauh lebih dewasa  disebabkan kampusnya disorot dgn
negatif tanpa ada argumen pendukung.

Hamzah masih bersemangat menceritakan pengalamannya itu disamping
keterkejutannya menemui orang 2 yang bicara dgn yakin tanpa data dan mudah
memvonis.  Kemudian dalam diskusi itu Hamzah bertanya kembali: darimana
ente dapat info itu?  satu orang menjawab : ana membaca dimedia online
sambil menyebutkan nama media tersebut..
Hamzah : Ooohhh pantesann.

Saya serempak bersama Luthfi yg berada di meja makan gerrrrrrrrr…
mendengarnya.

Lain yang dialami Hamzah lain pula yang dialami oleh Sulis, Dalam satu
kesempatan Sulis diminta untuk tampil bernyanyi disebuah pesantren, ketika
menjelang tampil seorang anak  pemilik pesantren itu bertanya. Kamu kuliah
dimana ?  “aku kuliah di paramadina.” jawab Sulis.
kemudian laki laki itu berucap : Rektor kamu Anies Baswedan bukannya Syiah.?
Belum sempat Sulis melanjutkan kisahnya saya sudah tertawa ngakak.

Habis nyanyi aku langsung pulang, aku milih makan diluar dari pada masih
ada disitu, Sotoy banget ada orang bicarakan rektor ku tapi ga tau apa -
apa.  Masih muda sok tau  otaknya kosong.  lanjut Sulis sambil terus
menggerutu, “Sebelumnya aku agak sering mengisi acara di Pesantren itu tapi
sejak sianak pemilik pesantren  ngomong seenaknya,  aku Illfeel banget, aku
ga mau lagi ngisi acara dipesantren itu,  lo cari aja orang lain… gue ogah.


Pada 30 Desember 2013 13.55, Andri Satria Masri <[email protected]>menulis:

> Assalamualaikum sado nan di Palanta R@ntaunet...
>
> Pak MM*** begitu yakin mengecek Anies Baswedan sebagai seorang tokoh JIL
> penerus paham Nurcholis Madjid.
> Apakah pak MM*** sudah tahu luar dalam tentang beliau?
> Ambo alun berani "manuduah" AB sbg orang JIL walau alah mambaco beberapa
> carito ttg beliau.
> Dari penelusuran ambo ttg AB ko ambo cubo lewakan di siko supayo awak ndak
> manuduah tanpa bukti2 yg otentik.
>
>
> UNIVERSITAS PARAMADINA
> (Sumber;
> http://rofiuddarojat.wordpress.com/2012/04/14/paramadina-kampus-liberal-sebuah-tabayun/
> )
>
> Di pemahaman sebagian umat Islam, terutama yang konservatif dan radikal,
> kampus Paramadina dianggap sebagai kampus ‘nyeleneh’ dan ‘sesat’. Kampus
> ini sering dihubungkan dengan pemikiran Islam Liberal yang diusung
> Jaringan Islam Liberal, dll. Bahkan dulu ketika saya masih di pondok dan
> mengutarakan ingin mencoba beasiswa di Paramadina, hampir satu angkatan
> geger. Mereka menganggap keputusanku pada saat itu adalah keputusan yang
> tidak masuk akal, bahkan ada yang menganggap konyol. Guru (di sana
> disebutnya ustadz) konseling ku sampai mengatakan, “*ngapain* kamu ke
> Paramadina? Kaya nggak ada kampus lain aja”. Ustadz *tahfidz*-ku juga
> berkata, “selama masih ada kampus yang bisa menyelamatkan aqidah kita, buat
> apa ke Paramadina”. Tidak heran, orang yang kuliah di Paramadina sampai
> sekarang masih dianggap melenceng dan nyeleneh.
>
> Anggapan itu tidak mengherankan, karena kampus Paramadina didirikan oleh
> cendekiawan muslim yang kontroversial, Nurcholish Madjid alias Cak Nur.
> Pemikiran Cak Nur, yang terkenal sebagai penganut neo-modernis ala Fazlur
> Rahman, terkenal sebagai Ketua Umum PB HMI dua periode 1966-1969.
> Kontroversinya muncul ketika berpidato dengan judul  ”Keharusan
> *Pembaharuan* Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat” pada tahun
> 1970. Pada isi pidatonya tersebut, Cak Nur mengkritik umat Islam yang
> terbelakang. Islam di Indonesia menurutnya sedang stagnan. Dalam pidato
> tersebut, dia menyarankan kepada umat Islam agar melakukan pembaharuan
> dengan melakukan empat hal: sekulerisasi, kebebasan berpikir, terbuka, dan 
> *idea
> of progress*. Pidato tersebut mendapatkan banyak kritikan sekaligus
> makian dari beberapa umat Islam. Setelah menyeleseikan studi doktoralnya
> di Chicago University, Cak Nur membuat lembaga keagamaan bernama Yayasan
> Paramadina bersama beberapa intelektual muda pada saat itu yaitu Djohan
> Effendi, Utomo Dananjaya, Fahmi Idris, Emil Salim, Dawam Rahardjo, dll. Di
> dalam yayasan tersebut, diadakan beberapa kegiatan kajian keagamaan seperti
> Klub Kajian Agama (KKA). Setelah terjadinya reformasi di Indonesia pada
> 1998, Yayasan Paramadina membuat sebuah universitas yang diharapkan akan
> menjadi kampus alternatif di Indonesia. Awalnya kampus ini bernama
> Universitas Paramadina Mulya. Namun saat ini bernama Universitas Paramadina
> saja. Melihat hubungan historis yang begitu kuat, tidak heran bila kampus
> ini dihubung-hubungkan dengan pemikiran “liberal” Cak Nur. Namun apakah
> benar kampus Paramadina dijadikan tempat indoktrinasi gagasan-gagasan
> neo-modernisnya?
>
> Mungkin kata liberal itu sendiri harus dijelaskan terlebih dahulu, apa
> yang dimaksud dengan liberal. Bila ‘liberal’ yang dimaksud adalah makna
> asli liberal itu sendiri yaitu adanya kebebasan berpikir dan berpendapat
> dalam lingkup akademis, saya kira betul Paramadina adalah kampus liberal.
> Semua paham dari yang kiri ekstrem sampai kanan ekstrem ada dan dilindungi
> kebebasannya di Paramadina. Bahkan semua kampus progressif di dunia ini
> adalah kampus liberal dalam arti tersebut. Kampus adalah wadah intelektual
> dimana segala pendapat dan ekspresi harus dijaga, agar gagasan yang bagus
> tidak terdominasi karena berbagai faktor. Tentu saja, sesuai dengan
> filsafat kebebasan ala J.S Mill, kebebasan yang tidak mengganggu kebebasan
> orang lain.
>
> Di Paramadina, dalam hal gerakan memang terdapat tradisi yang berbeda
> dengan kampus lain. Politik kampus yang terjadi  di kampus-kampus besar, di
> Paramadina cenderung tidak ada. Banyak faktornya, salah satunya adalah
> ketidakadaan pemikiran itu sendiri. Selain itu, kampus Paramadina yang
> sudah terlanjur dicap “liberal” membuat pemikiran-pemikiran yang berbeda
> sulit masuk kesana. Disamping karena biaya *ngampus* di Paramadina yang
> tidak kecil, membuat gagasan Cak Nur hanya bisa disaingi mayoritasnya oleh
> anak-anak hedon yang tentu saja apatis terdapat pemikiran dan gerakan
> politik.
>
> Namun perubahan terjadi setelah Anies Baswedan menjadi rektor pada tahun
> 2007. Anies sebagai tokoh muda yang baru saja menyeleseikan doktor di
> Amerika Serikat (AS), membuat banyak perubahan berarti di Paramadina. Salah
> satunya adalah membuka Paramadina Fellowship (PF) yaitu program beasiswa
> kuliah gratis sekaligus tempat tinggal bagi anak kurang mampu. Program yang
> dimulai pada tahun 2008 ini menuai banyak apresiasi positif. Karena selain
> memberikan kesempatan belajar kepada anak kurang mampu, tapi juga
> menambahkan daya saing prestasi mahasiswa Paramadina. Tak heran, karena
> penerima beasiswa ini melewati seleksi yang sangat ketat.
>
> Dampak lainnya adalah infiltrasi pemikiran ke Paramadina. Salah satunya
> adalah pemikiran tarbiyah/PKS dengan didirikannya KAMMI komsat gabungan
> yang meliputi kampus Paramadina, Bidakara, dan Sampoerna. Ketua
> komisariatnya adalah mahasiswa penerima beasiswa PF angkatan 2008 untuk
> jurusan Teknik Informatika. Selain itu, ada juga mahasiswa PF 2009 yang
> aktif di pengajian Majlis Rasulullah. Kajian tentang ekonomi syariah pun
> tidak ketinggalan. Celana ngatung dan jenggot tipis jilbab lebar kini mulai
> bermunculan di Paramadina walaupun tidak dominan. Adanya kelompok-kelompok
> yang tidak “khas Cak Nur” ini tidak mendapat resistensi yang berarti.
> Kalaupun ada, ini berkaitan dengan eksistensi KAMMI secara organisasi dan
> hanya kurangnya komunikasi antara petinggi masing-masing organisasi. Secara
> umum, Paramadina mulai menerima hadirnya pemikiran-pemikiran lain ini.
>
> Selain adanya infiltrasi pemikiran melalui jaringan beasiswa, Paramadina
> di bawah Anies juga mulai mengalihkan marketisasi mereka dengan lebih
> menonjolkan aspek kampus umum dan modern, daripada sebagai kampus Cak Nur.
> Strategi ini tidak mengherankan, karena kampus Paramadina sering disalah
> pahami sebagai kampus liberal ala Cak Nur. Masyarakat Indonesia pun kini
> mulai mengenal Paramadina sebagai kampusnya “Anies Baswedan” daripada
> kampus “Cak Nur”. Anies yang sering tampil di TV, mulai populer di kalangan
> masyarakat terutama sejak meluncurkan Indonesia Mengajar yang diapresiasi
> banyak pihak.
>
> Jadi apakah kampus Paramadina adalah kampus liberal? Jawabannya
> tergantung. Liberal secara makna aslinya yang memerdekakan manusia, iya.
> Liberal sebagai stereotype dan stigma buruk, tentu saja tidak. *Wallahu
> a’lam.*
>
>
>
> Pada 30 Desember 2013 10.29, Muchwardi Muchtar 
> <[email protected]>menulis:
>
>
>> ---------- Pesan terusan ----------
>> Dari: Zulharbi Salim <[email protected]>
>> Tanggal: 30 Desember 2013 08.59
>> Subjek: JIL
>> Kepada: RantauNet <[email protected]>
>> Cc: Hanifah Damanhuri <[email protected]>
>>
>>
>> *(--)Anis Baswedan etnis Arab salah seorg tokoh JIL. Penerus paham
>> Nurcholis Majid..*
>> HZS
>>
>>
>> (+) Yes...!!!!!!!!!!!!!!!!!
>> (Hari ko wanyo masih jadi rektor Univ Paramadina. Dan sacaro sistemik
>> mancetak cendiakiawan Islam baru nan bapaham JIL, nan manyatokan bahaso
>> kasado agamo tu samo. Samo-samo manyambah ciek kekuatan/kekuasaan nan
>> banamo T-U-H-A-N).
>>
>> Hati-hati mambali galeh urang (di 9/4/14 nan manuju ka 20/10/14) sabalun
>> tabali puteh untuak kadimakan anak cucu awak nantik.
>>
>> Salam & maaf..............................,
>> *mm****
>>
>>  --
>> .
>> .
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>
>
> --
>
>
> Andri Satria Masri, S.E., M.E.
>
> Kasubag Sistim Informasi, Aplikasi dan Persandian
>
> Bagian Pengolahan Data Elektronik Setdakab Padang Pariaman
>
> L/41/Koto/Nagari Sungai Sariak/Kecamatan VII Koto/Kab. Padang Pariaman
>
>
>  *Hidup Adalah Pengabdian Seumur Hidup Kepada Sang Maha Pemberi
> Kehidupan.*
> My profiles: [image: Facebook] <http://www.facebook.com/andri.masri> [image:
> Blogger] <http://andrimasri.blogspot.com> [image: 
> WordPress]<http://andrisatria.wordpress.com> [image:
> Twitter] <http://twitter.com/AndriSatria>
> Contact me: [image: Google Talk] [email protected] [image: Y!
> messenger] [email protected]
>   Get a signature like this.
> <http://r1.wisestamp.com/r/landing?promo=17&dest=http%3A%2F%2Fwww.wisestamp.com%2Femail-install%3Futm_source%3Dextension%26utm_medium%3Demail%26utm_campaign%3Dpromo_17>
>  CLICK
> HERE.<http://r1.wisestamp.com/r/landing?promo=17&dest=http%3A%2F%2Fwww.wisestamp.com%2Femail-install%3Futm_source%3Dextension%26utm_medium%3Demail%26utm_campaign%3Dpromo_17>
>
>



-- 


Andri Satria Masri, S.E., M.E.

Kasubag Sistim Informasi, Aplikasi dan Persandian

Bagian Pengolahan Data Elektronik Setdakab Padang Pariaman

L/41/Koto/Nagari Sungai Sariak/Kecamatan VII Koto/Kab. Padang Pariaman


 *Hidup Adalah Pengabdian Seumur Hidup Kepada Sang Maha Pemberi Kehidupan.*
My profiles: [image: Facebook] <http://www.facebook.com/andri.masri> [image:
Blogger] <http://andrimasri.blogspot.com> [image:
WordPress]<http://andrisatria.wordpress.com> [image:
Twitter] <http://twitter.com/AndriSatria>
Contact me: [image: Google Talk] [email protected] [image: Y! messenger]
[email protected]
 Get a signature like this.
<http://r1.wisestamp.com/r/landing?promo=17&dest=http%3A%2F%2Fwww.wisestamp.com%2Femail-install%3Futm_source%3Dextension%26utm_medium%3Demail%26utm_campaign%3Dpromo_17>
CLICK
HERE.<http://r1.wisestamp.com/r/landing?promo=17&dest=http%3A%2F%2Fwww.wisestamp.com%2Femail-install%3Futm_source%3Dextension%26utm_medium%3Demail%26utm_campaign%3Dpromo_17>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke