Sanak Dunil Zaid n.a.h. Bagaimana kira2 pendapat sanak, apakah RS Siloam LG siap untuk tidak mengambil keuntungan dan akan mengutamakan Pasien? Kalau iya maka harus diwaspadai kemungkinan dia akan memperoleh keuntungan di misinya yang lain bukan? Maaf kalau tidak berkenaan dengan komentar saya..

AA/010114


On 01/01/2014 13:09, Zaid Dunil wrote:
Dokter idealis sebagaimana sanak Rahyussalim sangat diperlukan keberadaannya , setidaknya sebagai penyeimbang. Kesehatan dilihat sebagai peluang bisnis terjadi karena Pemerintah tidak mampu menangani seluruhnya. Ada aspek yang tidak tertangani. Keburuhan (Demand) melebihi supplay. Disitulah pebisnis itu masuk . Itu kenyataan , dan kita tidak bisa menghindar dari kenyataan. Kesenjangan antara kebutuhan dan kesanggupan Pemerintah akan selalu ada , dan suka atau tidak suka sah saja kalau orang bisnis melihatnya sebagai kesempatan.. Orang swasta tidak akan mau menanamkan modalnya pada Rumah Rumah sakit kalau tidak menguntungfkan. Kenyataan pula bahwa biaya yang dikeluarkan seorang dokter untuk sampai pada tingkatr keahlian tertentu tidaklah murah. Maka klop saja kalau dia juga punya pandangan yang sama dengan RS Swasta tempatnya bekerja . Yang baik tentu saja RS dan dokternya lebih mengutamakan pemulihan kesehatan pasien dan suksesnya dalam memenuhi fungsi itu juga berbuah kesejahteraan bagi dokter dan pegawai RS pada umumnya.

Wassalam.
Dunil Zaid.


2014/1/1 <[email protected] <mailto:[email protected]>>

    Pak ZD nan ambo hormati,
    '....kesehatan menjadi ajang bisnis (murni)....'
    Seperti yang dilihat JTR di Padang dengan proyek siloamnya ambo
    raso sangat tidak tepat. Seyogyanya pendirian rumah sakit adalah
    dengan tujuan mengentaskan penyakit, bukan untuk mendapatkan
    keuntungan yang sebesar besarnya seperti yang dipraktekkan oleh
    banyak pengusaha dengan mendirikan 'monopoli' bisnis kesehatan
    yang menguasai perusahaan alkes, asuransi, rs dan karyawannya.

    Memasukkan teori bisnis dibidang kesehatan justru akan
    'memunculkan' penyakit sosial baru.

    Ambo maliek urusan kesehatan biarlah 100% diatur pemerintah, kalau
    pun swasta mau mengurus maka sebaiknya dalam bentuk charity.
    Dengan demikian ketika seorang datang ke rumah sakit maka para
    petugs kesehatan bekerja tanpa beban dan memberikan pelayanan
    terbaiknya bagi penderita.

    rahyussalim L43 jkt



--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke