Assalamu'alaikum wr.wb. 
Sidang Palanta NAH,merujuk kapado nan lah dikatangahkan dek angku-angku jo 
Bundo Kandung kito di Palanta ko ingin pulo ambo sato ciek manambahkan dlm 
rangka realisasi ABS-BSK:
Utk antisipasi RS Siloam ko, ba kalau kito bangun Rumah Sakit Islam 
Internasional [RSII]. Lokasinyo disadiokan sabidang tanah nan bisa dipagunokan 
utk pembangunan RSII di lereng sabuah bukit nan sajuak.

Utk realisasi niat baik ini diperlukan pengelola dan investor. 

Wassalam
HZS Mangkuto 70 plusHZS Mangkuto 70 plus</div>
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 02 Jan 2014 08:24:01 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] kondisi rumah sakit yang memprihatinkan


Assalamualaikum warahmatullah,
Tuo tuo rn nan ambo hormati,


Tarimo kasih banyak alah mananggapi topik iko.
Ambo ingin maajak kito sadonyo bapiki janiah dalam mambangun fasilitas 
pelayanan kesehatan di ranah minang. 


Maa nan labiah elok untuak awak basamo pemkot Padang mambangun dan 
mengembangkan sarancak rancaknyo RSUD Nan di Aie Pacah daripado maagiah izin rs 
siloam tagak megah di jalan khatib Sulaiman?


Awak bisa bayangkan apo nan tajadi pado psikologis dokter dokter nan bakarajo 
di kaduo tampek tadi 20 atau 30 tahun mendatang.


Kalau pandapek ambo...jelas pemerintah Kota seharusnya mengembangbiakan RSUD 
daripado batere tere maagiah izin ka rs takah siloam tuw.


Barangkali Pak Zaid Dunil bisa maagiah pandangan dari sisi bisnis yang 
menguntungkan urang ranah....


Rahyussalim L43jkt

 

 
  
 
 
From: Hayatun Nismah Rumzy
Sent: Thursday, January 2, 2014 04:40
To: [email protected]
Reply To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] kondisi rumah sakit yang memprihatinkan



RS Sloam di Jakarta melayani Askes dan RS Yos Sudarso melayani Askes

@Hayatun Nismah Rumzy#

On 1 Jan 2014, at 23.33, Zaid Dunil <[email protected] <mailto:[email protected]> 
> wrote:



Pak Asmardi n a h


RS Siloan itu RS Komersial. Motifasinya jelas mencari untung. Si JTR itu 
pengusaha. Dia bikin RS itu bukan sebagai pengabdian kepada kemanusiaan, tetapi 
untuk menanamkan modalnya supaya uangnya berkembang terus. RS adalah bisnis 
yang menguntungkan. RS yang dia buat adalah bisnis , walaupun pada tahap tahap 
awal dia tidak akan mengambil keuntungan yang besar, bahkan mungkin saja jual 
murah sebagai strategi awal. . . Karena itu pelayanan kesehatan yang dilakukan 
di RS Siloan itu akan dibungkus dengan 'pelayanan bisnis' . Dia akan pasang 
iklan tentang pelayanan pelayanan yang memuaskan yang bisa diperoleh di RS itu. 
Dia akan menarik pasien agar berobat ke rumah sakit tsb dengan berbagai cara 
(Bisnis marketing) antara lain menonjolkan peralatan peralatan canggih , 
keahlian para dokter nya (Spesialis dan super spesialis ), kenyamanan ruang 
perawatannya , keramah tamahan para dokter dan perawatnya dsb,nya. Pasien yang 
tidak berduit' yang 'nyasar' ke RS itu (umpama pasien yg terkena stroke) dengan 
segala teknik dan cara akan 'diajurkan' agar berobat ke RS Pemerintah.. Mereka 
tidak akan melayani pasien yang diperkirakan tidak akan mampu membayar . 
Seperti itulah kira kira mereka menjalankan bisnis RS Siloan itu.  


Wassalam
Dunil Zaid. 70 + 10/12. Kpg Ujuang Pandan Parak Karanmbia Pdg. Tingga di Jkt. 



2014/1/1 Asmardi Arbi <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >
 
 

 Sanak Dunil Zaid n.a.h. Bagaimana kira2 pendapat sanak, apakah RS Siloam  LG 
siap untuk tidak mengambil keuntungan dan akan mengutamakan Pasien? Kalau iya 
maka harus diwaspadai kemungkinan dia akan memperoleh keuntungan di misinya 
yang lain bukan? Maaf kalau tidak berkenaan dengan komentar saya.. 
 
 AA/010114

 
 
 On 01/01/2014 13:09, Zaid Dunil wrote:
 
 
Dokter idealis sebagaimana sanak Rahyussalim sangat diperlukan keberadaannya , 
setidaknya sebagai penyeimbang. Kesehatan dilihat sebagai peluang bisnis 
terjadi karena Pemerintah tidak mampu menangani seluruhnya. Ada aspek yang 
tidak tertangani. Keburuhan (Demand) melebihi supplay. Disitulah pebisnis itu 
masuk . Itu kenyataan , dan kita tidak bisa menghindar dari kenyataan. 
Kesenjangan antara kebutuhan  dan kesanggupan Pemerintah akan selalu ada , dan 
suka atau tidak suka sah saja kalau orang bisnis melihatnya sebagai 
kesempatan.. Orang swasta tidak akan mau menanamkan modalnya pada Rumah Rumah 
sakit kalau tidak menguntungfkan. Kenyataan pula bahwa biaya yang dikeluarkan 
seorang dokter untuk sampai pada tingkatr keahlian tertentu tidaklah murah. 
Maka klop saja kalau dia juga punya pandangan yang sama dengan RS Swasta 
tempatnya bekerja . Yang baik tentu saja RS dan dokternya lebih mengutamakan 
pemulihan kesehatan pasien dan suksesnya dalam memenuhi fungsi itu juga berbuah 
kesejahteraan bagi dokter dan pegawai RS pada umumnya.  
 
 
Wassalam. 
Dunil Zaid.  

 
 
2014/1/1 <[email protected] <mailto:[email protected]> >
 
 
 Pak ZD nan ambo hormati, 
'....kesehatan menjadi ajang bisnis (murni)....'  
Seperti yang dilihat JTR di Padang dengan proyek siloamnya ambo raso sangat 
tidak tepat. Seyogyanya pendirian rumah sakit adalah dengan tujuan mengentaskan 
penyakit, bukan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya seperti yang 
dipraktekkan oleh banyak pengusaha dengan mendirikan 'monopoli' bisnis 
kesehatan yang menguasai perusahaan alkes, asuransi, rs dan karyawannya.  

 
 Memasukkan teori bisnis dibidang kesehatan justru akan 'memunculkan' penyakit 
sosial baru.  
 
 
Ambo maliek urusan kesehatan biarlah 100% diatur pemerintah, kalau pun swasta 
mau mengurus maka sebaiknya dalam bentuk charity. Dengan demikian ketika 
seorang datang ke rumah sakit maka para petugs kesehatan bekerja tanpa beban 
dan memberikan pelayanan terbaiknya bagi penderita.  

 
 rahyussalim L43 jkt 
 
 
 
 
 

 
 -- 
 .
 * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
 * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
 ===========================================================
 UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
 * DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
 * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
 * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
 * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
 * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
 ===========================================================
 Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
 --- 
 Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
 Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] 
<mailto:[email protected]>  .
 Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 
 -- 
 .
 * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
 * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
 ===========================================================
 UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
 * DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
 * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
 * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
 * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
 * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
 ===========================================================
 Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
 --- 
 Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
 Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] 
<mailto:[email protected]>  .
 Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 
 -- 
 .
 * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
 * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
 ===========================================================
 UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
 * DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
 * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
 * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
 * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
 * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
 ===========================================================
 Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
 --- 
 Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
 Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
 Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke