Mengenai Basco dan CIMB paralu hati2 bana awak. Ado pulo proyek Mall Basco nan indak jalan labiah kurang 2 tshun iko di Pakanbaru. Apokah ado kaitan 2 proyek iko. BI dan OJK sangat mengawasi kucuran dana bank iko.
Darwin Chalidi On Jan 31, 2014 8:58 AM, "iqbal rahman" <[email protected]> wrote: > Pak Syaff al : " Yang tajadi kemudian, Lippo dan Walikota Padang menuding > Basko yng mengompori demo anti Lippo. Akibatnyo, CIMB Niaga yang sebagian > sahamnyo dimiliki Lippo, menarik rencana kredit ke Basko. " > > Nan taraso di ambo : > Apo ala pasti nan mangompori adalah " Basko" , sampai-sampai kredit dari > bank CIMB (JR) dibatalkan , kalau baitu iyo sangat bakuaso (chauvinist) > bana JR ko dan apakah aturan Bank memperkenankan membatalkan rencana kredit > dengan alasan diateh > > Anta lah , .......? > Wasalam > Iqbal Rahman > LK 61 pdg > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: * [email protected] > *Sender: * [email protected] > *Date: *Fri, 31 Jan 2014 00:11:11 +0000 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Bls: Re: [R@ntau-Net] Begitu Sangat Agresifnya Kristenisasi di > Aceh > > Pak Saaf, mungkin pasnyo urang awak tu ilmu "koncek", bagitu takajuik > langsuang malompek. Kok akhirnyo masuak lakuak alias jurang nan dalam, beko > lo di etong. > > Contohnyo, ndak suko jo Lippo, lah digagas lo RSII di kaki bukik. Padohal > persoalan ndak sesederhana itu. Wak ambek Lippo dek takuik kristenisasi, > tapi bahwa surau ko lah lamo langang wak pura2 ndak tahu se, bahwa baju > anak gadih lah lamo senteng malah ditonton pulo, bahwa orgen tunggal lah > maharaja lela dengan goyang inulnyo, wak basipakak sajo. > > Nan marasai dari cara penolakkan Lippo ko adolah Pak Basko sendiri yg awak > gasang2 jo investasi mallnyo di By Pass. Yang tajadi kemudian, Lippo dan > Walikota Padang menuding Basko yng mengompori demo anti Lippo. Akibatnyo, > CIMB Niaga yang sebagian sahamnyo dimiliki Lippo, menarik rencana kredit ke > Basko. Mako tabangkalai lo lah barang tu. > > Mestinyo ado strategis yang pas dan halus. Tidak membabi buta. Seperti nan > disarankan beberapa anggota RN dulu, ndak usah soal dugaan kristenisasinyo > yg ditonjolkan, tapi usut sajo IMB dan tata ruangnyo karena di kawasan tu > ndak buliah dibangun mal. > > Wassalam, > > Syaf AL, 50, Bogor > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > ------------------------------ > *From: * "Dr. Saafroedin Bahar" <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Fri, 31 Jan 2014 04:35:37 +0700 > *To: *[email protected]<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Cc: *[email protected]<[email protected]> > *Subject: *Re: [R@ntau-Net] Begitu Sangat Agresifnya Kristenisasi di Aceh > > Dinda, urang awak ko baru dalam taraf " tagalenjek ", alun sampai ka taraf > manyusun rencana pertahanan nan basifaik manyaluruah lai. Bahkan tantang > paralunyo rencana pertahanan nan basifaik manyaluruah itu sajo susah bana > manjalehkan ka urang awak. Kito biaso bapikia sacaro sakuduang- sakuduang. > Wassalam, > SB, 77, Sby. > > Sent from my iPad > > On 31 Jan 2014, at 00.26, ajo duta <[email protected]> wrote: > > Sanaks, ibaratnya kita senang bermain catur dengan para misionaris yang > didukung dengan dana yang tak terbatas. > Pion2 terus digerakkan mengepung pertahan umat Islam. > Mulai dari gerakan pendangkalan aqidah melalui media dan entertainment, > berlanujt kepada penguasaan bisnis dan opini menyestakan. Apakah Islam akan > skak-mat? Semua tergantung dengan pertahanan aqidah umat Islam. > > Masalahnya apakah kita sadar? sudah terkepung? > > Wassalaamu'alaikum WW > > Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), > 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo > Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli - > Jakarta - Sterling, Virginia USA > ------------------------------------------------------------ > > > 2014-01-30 Aryandi|L|40th+|Tangerang <[email protected]>: > >> >> >> http://m.voa-islam.com/news/indonesiana/2014/01/28/28847/begitu-sangat-agresifnya-kristenisasi-di-aceh/ >> >> >> Begitu Sangat Agresifnya Kristenisasi di Aceh >> >> BANDA ACEH (voa-islam.com) - Begitu agresifnya para missionaris Kristen >> memurtadkan bangsa Aceh sejak negeri ini dijajah oleh Portugis, Belanda, >> dan Jepang. >> >> Sekalipun usaha-usaha kristenisasi itu sangat bertentangan dengan SKB >> Tiga Menteri dan UU Penodaan Agama No.1 Tahun 1945, menyebutkan setiap >> pemeluk agama yang disahkan oleh Negara Indonesia, tidak boleh diajak >> memeluk agama lain dengan cara apapun. >> >> Sejumlah mahasiswa Unsyiah yang tergabung dalam Koalisasi Mahasiswa >> Anti-Pemurtadan (Komandan) menjelaskan dihadapan Gubernur Aceh soal >> kegiatan kristenisasi itu. >> >> "Komandan" memperlihatkan sejumlah bukti yang ditemukan di dsejumlah >> lokasi kamp-kamp pengungsi kepada Gubernur, seperti buku bacaan berjudul >> "Roh Kudus Pembaruan" (Yayasan Kemanusian Bersama), buku bacaan siswa SLTA >> berjudul "Dewasa dalam Kristus Gaya Hidup Kristenan", kemudian "Popo" yang >> di dalamnya ditemukan berisi mainan anak-anak, berupa kalung berlambang >> palang salib. >> >> Termasuk copy buku kumpulan doa-doa Hanan el-Khouri berjudul "Rahasia >> Doa-Doa Yang Dikabulkan". Dalam buku tersebut berisikan doa-doa yang >> dikutip dari Injil bertulisan Arab, bahkan di Aceh Jaya juga telah >> ditemukan 500 injil, kata Irwansyah sebagai representatif mahasiswa >> (Serambi, 13/7/2005). >> >> Masyarakat Desa Lhok Geulanggang, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh >> Jaya, Oktober 2005 silam menemukan sejumlah tablet obat bergambar 'Bunda >> Maria`. Tablet tersebut dibagikan kepada anak-anak di desa itu (Serambi, >> 30/11/2005). >> >> Selain itu, saat silaturahmi yang sengaja diadakan untuk melaporkan fakta >> pemurtadan di Aceh, sejumlah fakta berupa Injil dalam bahasa Aceh, selimut >> bergambar salib, boneka atau mainan anak-anak bergambar Sinterklas, >> booklet, brosur, pamflet berciri Islam tetapi isinya tentang agama Kristen >> diperlihatkan kepada publik di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh >> (Republika, 27/12/2005). >> >> Selain itu ada juga LSM tertentu yang sengaja membagikan bahan logistik >> tepat pada waktu umat Islam sedang shalat. Pada masa rehabilitasi >> pascatsunami 26 Desember 2004, banyak 'perilaku jahat' kaum kristiani yang >> dibalut dengan bantuan kemanusiaan terkuak di Aceh. >> >> Media massa sudah engekspos bagaimana gigihnya para missionaris mencuri >> anak-anak Aceh. Ada yang dibawa ke luar negeri dan ada pula yang >> 'disembunyikan' di Medan atau Pulau Jawa. Perihal penculikan itu >> disaksikan oleh para aktivis dan wartawan (Serambi, 19/12/2005). >> >> Terdapat beberapa LSM yang menjalankan missi Kristenisasi dibalut dengan >> missi kemanusiaan, umpamanya boneka yang diberikan kepada anak-anak Aceh, >> jika dipencet akan mengeluarkan bunyi dalam bahasa Inggris berisi doa-doa >> tidur, jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, bermakna "penyatuan >> roh-roh manusia dengan roh-roh kudus" (Serambi, 19/12/2005). >> >> Selanjutnya, bukti-bukti lainnya upaya-upaya kristenisasi di Aceh, >> seperti apa yang terjadi di Bener Meriah (Serambi Indonesia, 21/6/2013), di >> mana dua orang Islam Aceh diambil untuk belajar kursus pertanian di Medan, >> ternyata mereka dibabtis di Berastagi. Di Durong Aceh Besar (Serambi, >> 31/5/2012), di mana seorang Kristen le >> Powered by Telkomsel BlackBerry(R) >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
