Dinda Asmardi dan para sanak sapalanta, Sudah barang tentu bisa. Masalahnya adalah doktrin Ketahanan Nasional masih berada dalam tahap wacana, belum bisa dioperasionalkan, oleh karena belum ada perangkat lunaknya, baik dalam bentuk undang-undang, PP, atau petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaannya. Perhatikanlah bahwa walaupun doktrin tsb sudah ada sejak 1965, namun pengelolaan negara ini semakin lama semakin bobrok. Banyak yg menengarai bahwa sebagian dari faktor yg menyebabkan rangkaian bencana alam banjir dan longsor, adalah kebijakan pemerintah yang mengizinkan atau membiarkan eksploitasi hutan dan tambang secara tanpa batas. Dengan segala kekurangannya, khusus untuk Sumatera Barat kita sudah merancang perangkat lunak tersebut secara terpadu, itulah peran dari Pedoman Penghayatan dan Pengamalan ABS SBK, 2010, yg selain mengonsolidasikan doktrin ABS SBK, juga menempatkan Minangkabau sebagai bagian menyeluruh dari NKRI yg berdasar Pancasila dan UUD 1945. Tantangan yg kita hadapi - seperti ditengarai bp. Amir MS Dt Mangguang nan Sati dan Bung Syaf Al - adalah jarak sosial dan jarak psikologis yg terlalu jauh antara Ranah dan Rantau. Bp. Amir MS bahkan menyebut gejala ini sbg " bom waktu Minangkabau ". Oleh karena itulah, kita start dengan mengonsolidasi kita Perantau terlebih dahulu. Bagaimana dgn Ranah ? Kita pantau dahulu, karena masalahnya sudah bagaikan " kusut sarang tempua". Sorry. Wassalam, SB, 77, Sby.
Sent from my iPad > On 31 Jan 2014, at 08.16, Asmardi Arbi <[email protected]> wrote: > > > Kanda Syaaf, bisa ndak Konsep Ketahanan Nasional ( TANNAS ) nan ala kito > miliki dijadikan landasan dalam menyusun rencana pertahanan nan menyeluruh > itu? Kito punyo konsep nan bagus tapi manga kini ndak banyak lai urang > mambicarokan? Konsep ko rasonyo mudah dijalehkan ka urang awak dimulai dari > Ketahanan Keluarga, Jorong, Nagari, Kecamatan , Kabupaten seterusnya jadi > Ketahanan Nasional.. > > Wassalam, > AA,72,Tangsel. > > >> On 31/01/2014 04:35, Dr. Saafroedin Bahar wrote: >> Dinda, urang awak ko baru dalam taraf " tagalenjek ", alun sampai ka taraf >> manyusun rencana pertahanan nan basifaik manyaluruah lai. Bahkan tantang >> paralunyo rencana pertahanan nan basifaik manyaluruah itu sajo susah bana >> manjalehkan ka urang awak. Kito biaso bapikia sacaro sakuduang- sakuduang. >> Wassalam, >> SB, 77, Sby. >> >> Sent from my iPad >> >> On 31 Jan 2014, at 00.26, ajo duta <[email protected]> wrote: >> >>> Sanaks, ibaratnya kita senang bermain catur dengan para misionaris yang >>> didukung dengan dana yang tak terbatas. >>> Pion2 terus digerakkan mengepung pertahan umat Islam. >>> Mulai dari gerakan pendangkalan aqidah melalui media dan entertainment, >>> berlanujt kepada penguasaan bisnis dan opini menyestakan. Apakah Islam akan >>> skak-mat? Semua tergantung dengan pertahanan aqidah umat Islam. >>> >>> Masalahnya apakah kita sadar? sudah terkepung? >>> >>> Wassalaamu'alaikum WW >>> >>> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), >>> 17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo >>> Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli - >>> Jakarta - Sterling, Virginia USA >>> ------------------------------------------------------------ > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
