Tarimo kasih pak MN dan sanak di palanta n.a.h. Iko nan ka kito wacanakan pak MN, Tarimo kasih alah ado masukan pambuka jalan dari pak MN.
Kalau acuannyo 100 % sisitim pendididkan nan dianut DIKNAS sampai 2014 ko io mungkin indak pas wacana SLTA/ sederajat/PT/UN masuak jorong/nagari ko do. Kalau awak taringek baa bana sulitnyo pendidikan Sekolah Dasar, dulu na,monyo sekolah Rakyat awal 50-an di Insdonesia termasuak Sumbar , makonyo kiniko ambo marasoan pulo baa bana sulitnyo pendidikan SLTA jo PT/UN bagi rakyat di jorong dan nagari. Caro pak M. Yamin sebagai Menteri P&K waktu itu mengatasi keadaan sulit dalam bidang pendidikan mungkin bisa ditiru untuk diterapkan, kalau dulu SD masuak desa di seluruh Sumatera Tengah (SUMBAR, RIAU, JAMBI), sekarang kita rintis pula SLTA sederajat, PT/UN untuk masuk ke Jorong / Nagari untuk mengatasi kesulitan orang di Jorong/nagari mendapatkan pendidikan setingkat SLTA/PT/UN. Jadi pendidikan SLTA jo Pendidikan tinggi tu indak monopoli orang mampu ekonomis saja do, permudah lo urang di Jorong untuak mandapekannyo. Itu dulu pak MN, tapi jaan dibao galak lo. Kito tunggu baa lo pakar-pakar nan lain tarutamo bidang pendidikan , Sosial, KAN nagari da Bundo Kanduang. Wass, Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau Pada 10 Februari 2014 09.16, Mochtar Naim <[email protected]> menulis: > Pak Maturidi, > Jadi aratinyo, kalau ado 1 univ utk 1 Nagari sajo, mako di Sumbar ko sajo > akan ado 1.000 univ di 1.000 nagari jiko kini ado 1.000 nagari di Sumbar. > A co lah bara banyaknyo Desa di seluruh Indonesia, dan sakitu pulolah > banyaknyo universitas di seluruh Indonesia. > Iyo baitu? Galak ambo ciek lu. > MN > > > > On Monday, February 10, 2014 7:33 AM, Maturidi Donsan < > [email protected]> wrote: > ke rantaunet > > > Penarikan SLTP/SLTA/SMK sederajat dan PT/UN dari KOTA ke JORONG/NAGARI > dengan semboyan "Baliak Ba Nagari, Kembali ba Surau" > > Sanak-sanak di RN n.a.h, silahkan beri komentar > > > Karena mahalnya biaya pendidikan, maka sudah saatnya dipikirkan oleh > pakar pendidikan, pejabat daerah, pemuka msyarakat, KAN dan Bundo > Kanduang di nagari untuk menarik SLTP/SLTA/SMK, Perguruan > Tinggi/Universitas ke Jorong/nagari masing masing. > > SLTP > Sekarang ini memang sudah ada di tingkat nagari, tapi kadang kadang > hanya ada satu SMP (pendidikan dasar menurut UU) untuk 3 dan 4 nagari. > Sedangkan nagari biasanya terdiri dari 3 jorong atau lebih yang > terpencar diarea nagari dengan jarak 2- 3 km > > SLTA/SMK sederajat > Terdapat hampir sudah ada dikota kecamatan namun ada yang berjarak 10 km > dari nagari anak didik. Anak/peserta didik harus kos, kalau tidak harus > menanggung transportasi dengan segala sesikonya. > > PERGURUAN TINGGI / UNIVERSITAS > Perguruan Tinggi Negeri hampir semuanya berada di ibu kota propinsi, > mungkin ada satu dua di ibu kota kabupaten. > > Yang di ibu kota Kabupaten kebanyakan PT/UN Swasta dan yang swasta ini > hampir semuanya bersifat bisnis. > > Biaya pendidikan ini, makin lama akan semakin mahal disebabkan > inflasi, kebutuhan sarana belajar (yang harus didatangkan dari luar) > dan sebagainya, hal ini akan menyulitkan bagi anak nagari yang ingin > mendapatkan mendidikan lanjuta. > > Bagi anak-anak pegawai / PNS , aparat dan yang menerima uang / bulan > dengan SK Negara/pemerintah atau pekerja yang golongan menegah ke > atas, mungkin bisa mengikuti irama mahalnya biaya pendidikan ini. > > Tapi bagi golongan menengah kebawah, baik petani maupun pekerja / buruh akan > sulit mengikuti irama tersebut. Mereka inilah yang terbanyak bermukim di > jorong/nagari, akhirnya anak didik harus putus sekolah, pendidikan yang > dicapai stop sampai disitu. > > Akibatnya yang bisa maju hanya anak-anak golongan menengah keatas. > Anak golongan menengah kebawah akan tetap tertinggal dibawah dari > segala segi gerak kehidupan. > Selanjutnya juga, pembagian jabatan dan kue negeri ini, sebagian besar > hanya akan dinikmati oleh anak-anak golongan menengah keatas itu juga ! > > Untuk bisa penduduk mendapatkan pendidikan yang merata artinya semua > penduduk di jorong/nagari bisa sampai ke PT/UN minimal strata 1, maka, > pemerintah dan masyarakat harus jeput bola yaitu dengan menghadirkan ruang > belajar SLTP, SLTA, PT/UN di desa dengan memanfaatkan area surau dan > mesjid untuk ruang belajar. > Pemerintah hanya membantu tenaga Guru dan Laboratorium. > > Catatan: Banyak surau dan Rumah Gadang yang menganggur ! > > > > Memang sudah ada bea siswa, tapi kalau untuk menembus ke SLTP saja belum > bisa bagaimana akan memanfaatkan beasiswa ini. > > Kalau toh ada golongan menengah kebawah ini yang bisa tembus ke SLTP, SLTA > dan PT/UN namun tetap juga banyak isolasi dan sulit untuk mendapatkan akses > ke bea siswa itu; akhirnya yang banyak dapat bea siwa itu, golongan > menengah keatas juga. > > Apalagi untuk mendapatkan bea siswa luar negeri, ini jauh lebih sulit > lagi. Mungkin ada satu dua, tapi perjuanganya kadang sudah diluar > kewajaran yang ditempuh ana-anak golongan menengah keatas. > > Untuk renungan kita bersama > > Wass, > > Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau. > > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
