Nak Bot Sosani (BS) dan sanak dipalanta n.a.h
Tarimo kasih untuak masukan nak BS.
Untuak mambarikan sedikit jawaban atas masukan nak BS , walaupun mungkin
kurang memuaskan, termalah.
Ambo ambiakan potongan dari tulisan ambo yang dikirim wakatu ULTAH / HBH RN
ke 20 tahun 2013 nan lalu, mudah-mudahan bisa sedikit memberi jawaban
"2. SUMBER DAYA MANUSIA-SDM
Untuk menyongsong masa keterbatasan diatas (maksudnyo keterbatasan SDA -
tambahan Maturidi 10/02/2014 ), SDM kita harus dipersiapkan dari sekarang
dengan menggunakan ruang pendidikan biaya murah.
Caranya: Mungkin banyak tapi yang paling praktis ialah dengan memindahkan
ruang kelas pendidikan Tinggi, Menengah Atas dan menegah pertama itu ke
Desa.
Ruang pendidikan ini kita pindahkan ke mesjid, surau/langgar/mushala dengan
menambah ruang dan berbagi waktu tidak tabrakan acara satu sama lain.
Menambah ruang mesjid,surau / langgar/mushala tidaklah bersifat komersil
seperti penambahan ruang pendiikan di kota-kota.
Kalau ini terlaksana ada beberapa keringan bagi peserta didik:
1.Meringangkan, mungkin menghilangkan sama sekali biaya transport.
2.Menghilangkan biaya kos-kosan
3.Menghilangkan biaya pembangunan gedung.
Ketiga beban inilah yang menyebabkan pendidikan berbiaya tiunggi
.
Dengan pindahnya ruang belajar dari gedung-gedung batu di kota ke
mesjid/surau/langgar/musala di desa, yang tadinya merenggangkan anak
dengan orang tuanya dan kebanyakan menjauhkan mereka dari surau dan
mesjid sehingga menipisnya rasa ABS-SBK dalam diri mereka, insyaallah bisa
direhabilitasi kembali.
Yang perlu dibantu oleh pemerintah ialah penyediaan tempat praktek dengan
sarana yang memadai.
Dengan demikian para penerus kita kedepan tidak lagi dipersiapkan untuk
mendapatkan IP tinggi untuk selanjutnya dijajakan ke pasar kerja tapi
disiapkan untuk menjadi bos-bos dalam bidang agraris lahannya sendiri. Dalam
keadaan SDA habis kecil sekali harapan untuk baradu untung di pasar
kerja.
Kedepan petani kita diranah diharapkan siap menghadapi era
keterbatasan itu.
Meskipun mereka sebagai petani tapi petani yang sudah teknokrat, bila ada
kerusakan dengan mesin giling cabe misalnya, yang berkapasitas 100 kg/jam
itu mereka tidak lagi mendatangkan montir dari kota kecamatan/kabupaten
atau membawa sendiri motor mesin itu ke kota-kota diatas untuk diperbaiki
tetapi mereka perbaiki sendiri karena sudah ada bekal untuk memperbaikinya.
Begitu jugalah akan berkembang kesemua bidang.
Mungkin kita kawatir siapa guru/dosennya.
Kulau sudah pengembangan ilmu di mesjid dan surau /langgar/musala
mudah-mudahan tak banyak guru/dosen yang materialistis seperti sekarang.
Bersamaan dengan itu bagi yang punya harta lebih sumbanglah pembangunan
ruang belajar untuk mesjid dan surau / langgar / mishalla ini.
Kalau melihat perkembangan 2013 ini sudah banyak sarjana yang tidak lagi
berminat menuju pasar kerja, selesai pendidikan mereka kembali kekampung
dan berusaha dikampung.
Caro badoncek ala RN ko tapek bana kalau kita taruihkan dalam manambah
bangunan mesjid/surau/langgar/musahala untuk ruang pendidikan nanti. "
Wass,
Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
Pada 10 Februari 2014 16.27, Bot S Piliang <[email protected]> menulis:
> Assalamualaikum Wr Wb
>
> Sedikit Pertimbangan saja Mamak dan Bundo, terkait judul Thread nan ko
> Menurut ambo, yang diperlukan Sumbar saat ini adalah cara pandang terhadap
> pendidikan tinggi itu sendiri. Maaf saja, Pendidikan tinggi saat ini hanya
> dipandang sebagai tiket masuk untuk jadi PNS, Pegawai BUMN, atau pegawai di
> MNC dan perusahaan-perusahaan besar lainnya.
> Sarjana yang dicetak tidak berorientasi ilmu, atau berorientasi
> pengabdian. Sehingga tidak aneh ketika kasus Buah Naga diserang hama,
> pemerintah kelabakan karena ternyata kekurangan sarjana Pertanian yang
> dilapangan, dan ternyata Sarjana Pertanian sudah tidak mau lagi jadi Petani
> tapi lebih banyak memilih menjadi marketing Bank. Dan saya rasa jumlah
> Sarjana yang dicetak oleh pendidikan tinggi di Sumbar juga alangkah
> banyaknya, tapi hanya beberapa persen yang terserap lapangan kerja.
> Alih-alih yang disalahkan instansi yang kurang bonafide, dll, tapi jarang
> yang mengukur bagaimana daya saing lulusan Perguruan Tinggi di Sumbar.
> Kalau kemudian dengan pola yang ada saat ini, kemudian di ciptakan sebegitu
> banyak perguruan tinggi yangs ama ditiap Nagari, bisa dibayangkan berapa
> banyak sarjana di Sumbar yang hanya menunggu pengumuman CPNS di Kantor Pos.
> Menurut hemat saya, yang perlu diperbanyak di Sumatera Barat adalah
> Sekolah2 keahlian/Skill yang berorientasi Enterpreneur, seperti College
> atau Politeknik. Dan tiap-tiap kabupaten menjadi sentra pendidikan
> politeknik sesuai dengan potensi sumbar daya kabupaten tersebut.
> Misalnya; Payakumbuh menjadi sentra Politeknik Pertanian (alhamdulillah
> sudah dilakukan), Pariaman atau Painan menjadi sentra Politeknik Perikanan,
> Dharmasyraya menjadi sentra pendidikan Pelatihan Perkebunan, dan
> sebagainya. Khusus untuk Perguruan Tinggi Negeri Keilmuan, ambo raso, kita
> tinggal memperkuat kualitas UNAND dan Perguruan Tinggi Keilmuan yang sudah
> ada di Sumbar. Kita punya UNAND, Univ Bung Hatta, UNP dan Perguruan Tinggi
> yang secara historis sudah punya nama dan sejarah panjang dalam dunia
> pendidikan tinggi Nasional.
> Itu saketek pandangan dari ambo nan mudo matah.
> Oh ya.. bagaimana dengan gagasan Dana Sosial Rantau Net, ambo masih nio
> sato agak 'sabenggo' kok jadi direalisasikan. Mudah-mudahan niat aksi nyata
> tsb tidak tenggelam oleh banyaknya thread2 di Palanta Rantau Net yang
> dimuliakan ini.
>
> Salam
> Bot SP
> Jakarta - 33 thn
>
> Bot Sosani Piliang
> Life is a never ending journey
> www.botsosani.wordpress.com
> Hp. 08123885300
>
>
> On Monday, February 10, 2014 3:24 PM, Ahmad Ridha <[email protected]>
> wrote:
> 2014-02-10 15:17 GMT+07:00 Maturidi Donsan <[email protected]>:
>
>
>
> Kalau dapek tolong kopaskan ambo UU 12 tahun 2013, tarimo kasih sabalumnyo.
>
>
> Baru saja saya kirimkan via japri, Pak, karena ukuran failnya lebih dari
> 200 KB.
>
>
> --
> Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
> (l. 1400 H/1980 M)
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.