Tarimo kasih AL, masukan AL bagus, nan alah dimulai pamarentah bagus.

Pandidikan masuak Jorong tantu sajo nanti mungkin akan beda dengan sistim
diknas / dikti yang sekarang ini diterapkan.

Nan dicari labiah dulu, ado atau tidak  kesepahaman kito pendidikan
SLTP/SLTA/PT/UN ko masuak jorong.

Wass,

Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau


Pada 10 Februari 2014 21.15, <[email protected]> menulis:

> Mak MD Yth. Iyo agak ideal ide menjadikan mesjid tampek sikola calon
> sarjana, atau SMA tu mah. Tapi, apo kah mungkin Unand atau UNP bisa disebar
> ka kampuang2. Baa kiro2 kecek dosennyo yg samolo jo seorang dokter. Praktek
> di mano2.
>
> Ciek lai, kalau disebar, tantu satiok musajik harus ado pustakanyo. Untuk
> menghilangkan biaya kos dan transportasi, tantu dicari calon mahasiswa di
> ciek kampuang tu sajo. Ndak mungkin anak dari kampuang lain amuah jalan
> kaki ka suatu tampek nan lain karano di situ ndak ado rumah ranggaeknyo.
>
> Yo agak jauah rasonyo panggang dari api. Tapi pemerintah sudah bebuat
> sabalun awak mamikiakan. Alah dibuka kesempatan di daerah kabupaten dan
> kota untuk pendidikan tinggi komunitas, setingkat D-3. Itu lah mulai di
> Piaman, Solok Selatan (ciek lai ambo lupo daerahnyo). Terserah jo daerah
> bersangkutan, apo sekolah tinggi komunitas pertanian, atau sekolah
> perikanan. Yang jaleh, tamatannyo bisa dimanfaatkan untuk daerah
> bersangkutan (bukan untuk PNS).
>
> Sampai kini baru tigo daerah tu yg maadokan, masih tabuka untuk daerah
> lain.
>
> Salam,
>
>
> Syaf AL/50, Bogor
> Sent from my BlackBerry(R) smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> ------------------------------
> *From: * Maturidi Donsan <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Mon, 10 Feb 2014 17:34:31 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [R@ntau-Net] Penarikan SLTP/SLTA/SMK, PT/UN ke
> jorong/nagari
>
> Nak Bot Sosani (BS) dan sanak dipalanta n.a.h
>
> Tarimo kasih untuak masukan nak BS.
>
>  Untuak mambarikan sedikit jawaban atas masukan nak BS , walaupun mungkin
> kurang memuaskan, termalah.
>
> Ambo ambiakan potongan dari tulisan ambo yang dikirim wakatu ULTAH / HBH
> RN ke 20 tahun 2013 nan lalu, mudah-mudahan bisa sedikit memberi jawaban
>
>
>
> "2.     SUMBER DAYA MANUSIA-SDM
>
>
>
> Untuk menyongsong masa keterbatasan diatas (maksudnyo keterbatasan SDA -
> tambahan Maturidi 10/02/2014 ),  SDM kita harus dipersiapkan dari sekarang
> dengan menggunakan  ruang pendidikan  biaya murah.
>
> Caranya: Mungkin banyak tapi yang paling praktis ialah dengan memindahkan
> ruang kelas pendidikan Tinggi, Menengah Atas dan menegah pertama itu ke
> Desa.
>
>
>
> Ruang pendidikan ini kita pindahkan ke mesjid, surau/langgar/mushala
> dengan menambah ruang dan  berbagi waktu tidak tabrakan acara satu sama
> lain. Menambah ruang mesjid,surau / langgar/mushala tidaklah bersifat
> komersil seperti penambahan ruang pendiikan di kota-kota.
>
>
>
> Kalau ini terlaksana ada beberapa keringan bagi peserta didik:
>
> 1.Meringangkan, mungkin menghilangkan  sama sekali biaya transport.
>
> 2.Menghilangkan biaya kos-kosan
>
> 3.Menghilangkan biaya pembangunan gedung.
>
>     Ketiga beban inilah yang menyebabkan pendidikan berbiaya tiunggi
>
> .
>
> Dengan pindahnya ruang belajar dari  gedung-gedung  batu di kota ke
> mesjid/surau/langgar/musala di desa,  yang tadinya  merenggangkan anak
> dengan orang tuanya dan  kebanyakan  menjauhkan mereka dari surau dan
> mesjid sehingga menipisnya  rasa ABS-SBK dalam diri mereka, insyaallah
> bisa direhabilitasi kembali.
>
>
>
> Yang perlu dibantu oleh pemerintah ialah penyediaan tempat praktek dengan
> sarana yang memadai.
>
>
>
> Dengan demikian para penerus kita kedepan tidak lagi dipersiapkan untuk
> mendapatkan  IP tinggi  untuk selanjutnya dijajakan ke pasar kerja tapi
> disiapkan untuk menjadi bos-bos dalam  bidang agraris lahannya sendiri.  Dalam
> keadaan SDA habis kecil sekali  harapan  untuk baradu untung di pasar
> kerja.
>
>
>
> Kedepan petani kita  diranah diharapkan  siap menghadapi era
>
>  keterbatasan itu.
>
>
>
> Meskipun mereka sebagai petani tapi petani yang sudah teknokrat, bila ada
> kerusakan dengan mesin giling cabe misalnya, yang berkapasitas 100 kg/jam
> itu mereka tidak lagi mendatangkan montir dari kota kecamatan/kabupaten
> atau membawa sendiri motor mesin itu  ke kota-kota diatas untuk
> diperbaiki tetapi mereka perbaiki sendiri karena sudah ada bekal untuk
> memperbaikinya.
>
> Begitu jugalah akan berkembang kesemua bidang.
>
>
>
> Mungkin kita kawatir siapa guru/dosennya.
>
> Kulau sudah pengembangan ilmu di mesjid dan surau /langgar/musala
> mudah-mudahan tak banyak guru/dosen yang materialistis seperti sekarang.
> Bersamaan dengan itu bagi  yang punya harta lebih sumbanglah pembangunan
> ruang belajar untuk  mesjid dan surau / langgar / mishalla ini.
>
>
>
> Kalau melihat perkembangan 2013 ini sudah banyak sarjana yang tidak lagi
> berminat menuju pasar kerja, selesai pendidikan mereka kembali kekampung
> dan berusaha dikampung.
>
>
>
> Caro badoncek  ala RN ko tapek bana kalau kita taruihkan dalam manambah
> bangunan  mesjid/surau/langgar/musahala untuk ruang pendidikan nanti. "
>
>
> Wass,
>
>
> Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
>
>
>
>
> Pada 10 Februari 2014 16.27, Bot S Piliang <[email protected]> menulis:
>
>> Assalamualaikum Wr Wb
>>
>> Sedikit Pertimbangan saja Mamak dan Bundo, terkait judul Thread nan ko
>> Menurut ambo, yang diperlukan Sumbar saat ini adalah cara pandang
>> terhadap pendidikan tinggi itu sendiri. Maaf saja, Pendidikan tinggi saat
>> ini hanya dipandang sebagai tiket masuk untuk jadi PNS, Pegawai BUMN, atau
>> pegawai di MNC dan perusahaan-perusahaan besar lainnya.
>> Sarjana yang dicetak tidak berorientasi ilmu, atau berorientasi
>> pengabdian. Sehingga tidak aneh ketika kasus Buah Naga diserang hama,
>> pemerintah kelabakan karena ternyata kekurangan sarjana Pertanian yang
>> dilapangan, dan ternyata Sarjana Pertanian sudah tidak mau lagi jadi Petani
>> tapi lebih banyak memilih menjadi marketing Bank. Dan saya rasa jumlah
>> Sarjana yang dicetak oleh pendidikan tinggi di Sumbar juga alangkah
>> banyaknya, tapi hanya beberapa persen yang terserap lapangan kerja.
>> Alih-alih yang disalahkan instansi yang kurang bonafide, dll, tapi jarang
>> yang mengukur bagaimana daya saing lulusan Perguruan Tinggi di Sumbar.
>> Kalau kemudian dengan pola yang ada saat ini, kemudian di ciptakan sebegitu
>> banyak perguruan tinggi yangs ama ditiap Nagari, bisa dibayangkan berapa
>> banyak sarjana di Sumbar yang hanya menunggu pengumuman CPNS di Kantor Pos.
>> Menurut hemat saya, yang perlu diperbanyak di Sumatera Barat adalah
>> Sekolah2 keahlian/Skill yang berorientasi Enterpreneur, seperti College
>> atau Politeknik. Dan tiap-tiap kabupaten menjadi sentra pendidikan
>> politeknik sesuai dengan potensi sumbar daya kabupaten tersebut.
>> Misalnya; Payakumbuh menjadi sentra Politeknik Pertanian (alhamdulillah
>> sudah dilakukan), Pariaman atau Painan menjadi sentra Politeknik Perikanan,
>> Dharmasyraya menjadi sentra pendidikan Pelatihan Perkebunan, dan
>> sebagainya. Khusus untuk Perguruan Tinggi Negeri Keilmuan, ambo raso, kita
>> tinggal memperkuat kualitas UNAND dan Perguruan Tinggi Keilmuan yang sudah
>> ada di Sumbar. Kita punya UNAND, Univ Bung Hatta, UNP dan Perguruan Tinggi
>> yang secara historis sudah punya nama dan sejarah panjang dalam dunia
>> pendidikan tinggi Nasional.
>> Itu saketek pandangan dari ambo nan mudo matah.
>> Oh ya.. bagaimana dengan gagasan Dana Sosial Rantau Net, ambo masih nio
>> sato agak 'sabenggo' kok jadi direalisasikan. Mudah-mudahan niat aksi nyata
>> tsb tidak tenggelam oleh banyaknya thread2 di Palanta Rantau Net yang
>> dimuliakan ini.
>>
>> Salam
>> Bot SP
>> Jakarta - 33 thn
>>
>> Bot Sosani Piliang
>> Life is a never ending journey
>> www.botsosani.wordpress.com
>> Hp. 08123885300
>>
>>
>>   On Monday, February 10, 2014 3:24 PM, Ahmad Ridha <
>> [email protected]> wrote:
>>   2014-02-10 15:17 GMT+07:00 Maturidi Donsan <[email protected]>:
>>
>>
>>
>> Kalau dapek tolong kopaskan ambo UU 12 tahun 2013, tarimo kasih
>> sabalumnyo.
>>
>>
>> Baru saja saya kirimkan via japri, Pak, karena ukuran failnya lebih dari
>> 200 KB.
>>
>>
>> --
>> Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
>> (l. 1400 H/1980 M)
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>    --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke