Hebat Jakarta kini, Monorel, Bus Pariwisata, Bus TransJakarta dan alat berat
nan di bali DKI sado no badatang kan dari Cino, 90 Bus baru tibo alun
bapakai lah rusak.

Merek no pu antah barantah, asa jan samo sen pulo nasib no jo mocin mocin
dulu

Kini program balas budi lah mulai jalan, tapi kambiang itam harus di cari
kan, pitih rakyat ratusan milyar nan jadi korban.

 

Wassalam

Tan Ameh (55+)

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak terungkapnya kerusakan pada komponen bus
transjakarta dan bus kota terintegrasi busway (BKTB), PT San Abadi muncul di
media menjelaskan mengapa hal itu terjadi. 

Belakangan terungkap bahwa PT San Abadi rupanya bukan pemenang tender
pengadaan bus baru. Lantas, siapa sebenarnya PT San Abadi tersebut? 

Informasi yang dihimpun Kompas.com, Senin (10/2/2014) kemarin, ada 5
perusahaan yang menjadi pemenang tender pengadaan transjakarta dan BKTB. PT
San Abadi bukan satu di antaranya. Berikut daftar pemenang tender pengadaan
bus:

- Nomor bus TJ 01-30, PT Korindo Motor dengan pabrikan China Yutong Bus,
nilai kontrak Rp 113,856 miliar. 
- Nomor bus TJ 31-60, PT Ifani Dewi dengan pabrikan China Ankai, nilai
kontrak Rp 110,520 miliar. 
- Nomor bus TJ 61-90, PT Saptaguna Dayaprima dengan pabrikan China Ankai,
nilai kontrak Rp 108,745 miliar. 
- PT Putriasi Utama Sari dengan pabrikan China BCIBus, nilai kontrak Rp
40,536 miliar (masih dalam proses akan beroperasi). 
- PT Mobilindo Armada Cemerlang dengan pabrikan China Zhongthong Bus, nilai
kontrak Rp 110,265 miliar (masih dalam proses akan beroperasi). 

Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono membenarkan bahwa PT San Abadi
bukanlah pemenang proyek pengadaan bus. Menurutnya PT San Abadi adalah
vendor PT Saptaguna Dayaprima. 

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan
mempertanyakan mekanisme tersebut. Bagaimana bisa PT Saptaguna sebagai
pemenang tender tersebut malah menyerahkan pekerjaannya kepada pihak lain.
Apalagi yang diserahkan tersebut adalah bus utuh, bukan komponen bus saja. 

"PT San Abadi itu siapa? Kok bukan pemenang tender malah dia bertindak
sebagai importir? Memang itu tidak diatur dalam undang-undang, tapi itu
sudah menunjukkan bahwa ada penyelewengan proses tender," ujarnya. 

Seluruh proyek yang diserahkan seutuhnya kepada pihak ketiga, lanjut Tigor,
patut diduga ada penggelembungan dana. Tigor berharap Jokowi dan Basuki
turun langsung mengaudit proses tender melalui tim independen, bukan melalui
inspektorat Pemprov DKI Jakarta, seperti yang sekarang ini dilaksanakan. 

Sebelumnya diberitakan, beroperasinya 90 dari 310 bus transjakarta dan 18
dari 346 bus kota terintegrasi busway (BKTB) baru di Jakarta ternoda.
Sebanyak 5 bus transjakarta dan 10 BKTB mengalami kerusakan di sejumlah
komponennya. Misalnya, banyak komponen berkarat, berjamur, dan beberapa
instalasi tidak dibaut. Bahkan ada yang tidak ada fan belt mesin. 

Direktur Utama PT Sun Abadi, Indra Krisna selaku pihak ATPM (agen tunggal
pemegang merek) mengatakan hal itu terjadi ketika proses pengapalan.
Pengiriman bus dilakukan dua kali. Pertama awal bulan November 2013 serta
yang kedua pertengahan bulan November 2013. Pengiriman pertama, lanjut
Indra, tidak ada masalah. Sementara itu, pengiriman kedua terkendala cuaca
berkabut serta gelombang tinggi. 

Alhasil bus yang sesuai jadwal dikirim 20 November dari Pelabuhan Shanghai
dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok tanggal 3 Desember jadi molor hingga
berangkat tanggal 29 November dan tiba 2 Januari 2014. Pada saat terapung di
lautan dengan cuaca badai itulah, proses korosi komponen bus-bus terjadi. 

Indra juga menegaskan bahwa segala barang kiriman yang rusak akibat proses
pengapalan bukan tanggung jawabnya, melainkan pihak pelayaran. Atas
komunikasinya dengan pihak pelayaran, komponen bus yang rusak tersebut bakal
segera diganti baru.

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke