Da Iqbal, Kalau untuak kabaikan basamo sia pulo nan ka bangih.
Untuak kacontoh, dapek kaba dari notaris ambo, PBB Jakarta taun ko naiak ampia 100% dalam rangka manaiakkan pendapatan pemda DKI. Dan itu cocok jo kenaikan APBD DKI taun ko nan sangat fantastis dari 47 T ka 73T , apo ndak sakik ati kalau awak dicakiak no mambaia pajak sudah tu nyo bali barang abal2 ratusan milyar, dari Cino pulo lai padahal dalam negri kan mampu untuak karoseri bus jo masin rancak merek Mercedes, Volvo dll, manggarik juo lah ekonomi bangsa ko. Kini mancari spare part no sen lah paniang pulo kapalo dek pabirik no indak jaleh, lah tajilapak sen barang tu bantuak motor2 Cino dulu. Terminal Pulo Gebang nan ambo lewakan sabalun iko juo banilai ampia satangah triliun, bangunan gadang, megah, terminal terbesar di Indonesia, tingga jalan akses no sen nan alun salasai tapi ditelantarkan bantuak itu sajo. Tarok lah ndak ado korupsi, tapi pemborosan bantuak iko samo sen dampak no, pitih rakyat tu samo ilang juo. Dan banyak contoh2 lain sabana no nan mamakan biaya gadang tapi ndak ado asia no dek salah atau indak tau ilimu no dan salah pulo caro mangarajokan bantuak ratusan sumur2 resapan nan di buek ditampaik katinggian, diateh trotoar sudah tu batutuik lo jo beton, namo no sumur resapan tapi jalan aia no ndak ado, itu bisa dicaliak di bawah jalan layang non tol Casablanca, jl pemuda dll, biaya no sabana gadang pulo angko no. Dari ma pulo aia kamasuak ka lubang tu. Alun pulo masalah monorel nan sabalun no PT Monorel ko karajo samo jo BUMN, antah baa caro no kini lah beralih sen ka ORTUS milik Edward Suryajaya nan mangecekkan sado barang no gerbong, persinyalan ka di impor pulo dari Cino, samantaro utang PT Monorel ka Adhi Karya nan BUMN berupa tiang2 nan lah tapasang ko ratuh pulo milyar no alun tabaia sampai kini. Padahal BUMN ko lah komit untuak mamakai produksi dalam negri untuak sado nan dipakai. Kini samo2 wak caliak lah babulan pulo alun juo nampak proyek bamuloi, padahal lah baresmikan pengerjaan no bulan Oktober taun lalu. Baa kok ka Edward, baa kok sadono produk Cino, apo iyo balas budi jo urang2 nan mambiayai mereka ko dulu .. Antah lah, saluang sen lah nan kamanyampaikan. Untuang sen lah bara ari ko media lah mulai bagak mamberitakan hal2 nan bantuak iko, kalau dulu balaiau tasasak kanciang sen jadi berita juo. Wassalam Tan Ameh 955+) From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of iqbal rahman Sent: Tuesday, February 11, 2014 5:15 PM To: rantau groups Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT: Sado no dari Cino, limo pemenang ciek supplier Sabanta lai ado urang atau sekelompok urang nan akan membela tanpa tendeng aling-aling ( apo istilah minangnyo ko ) pokek ke jokowi - Basuki Purnama indak salah nan salah pihak lain pemerintahan provinsi nanlamo . J W - BP hebat dll ...Jakarta ala sangat maju dan teratur dek JW-BP ....Banjir ala ampiang abiiiiiiiiiih Powered by Telkomsel BlackBerryR _____ From: "Tasrilmoeis" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 11 Feb 2014 16:44:05 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] OOT: Sado no dari Cino, limo pemenang ciek supplier Hebat Jakarta kini, Monorel, Bus Pariwisata, Bus TransJakarta dan alat berat nan di bali DKI sado no badatang kan dari Cino, 90 Bus baru tibo alun bapakai lah rusak. Merek no pu antah barantah, asa jan samo sen pulo nasib no jo mocin mocin dulu Kini program balas budi lah mulai jalan, tapi kambiang itam harus di cari kan, pitih rakyat ratusan milyar nan jadi korban. Wassalam Tan Ameh (55+) JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak terungkapnya kerusakan pada komponen bus transjakarta dan bus kota terintegrasi busway (BKTB), PT San Abadi muncul di media menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Belakangan terungkap bahwa PT San Abadi rupanya bukan pemenang tender pengadaan bus baru. Lantas, siapa sebenarnya PT San Abadi tersebut? Informasi yang dihimpun Kompas.com, Senin (10/2/2014) kemarin, ada 5 perusahaan yang menjadi pemenang tender pengadaan transjakarta dan BKTB. PT San Abadi bukan satu di antaranya. Berikut daftar pemenang tender pengadaan bus: - Nomor bus TJ 01-30, PT Korindo Motor dengan pabrikan China Yutong Bus, nilai kontrak Rp 113,856 miliar. - Nomor bus TJ 31-60, PT Ifani Dewi dengan pabrikan China Ankai, nilai kontrak Rp 110,520 miliar. - Nomor bus TJ 61-90, PT Saptaguna Dayaprima dengan pabrikan China Ankai, nilai kontrak Rp 108,745 miliar. - PT Putriasi Utama Sari dengan pabrikan China BCIBus, nilai kontrak Rp 40,536 miliar (masih dalam proses akan beroperasi). - PT Mobilindo Armada Cemerlang dengan pabrikan China Zhongthong Bus, nilai kontrak Rp 110,265 miliar (masih dalam proses akan beroperasi). Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono membenarkan bahwa PT San Abadi bukanlah pemenang proyek pengadaan bus. Menurutnya PT San Abadi adalah vendor PT Saptaguna Dayaprima. Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan mekanisme tersebut. Bagaimana bisa PT Saptaguna sebagai pemenang tender tersebut malah menyerahkan pekerjaannya kepada pihak lain. Apalagi yang diserahkan tersebut adalah bus utuh, bukan komponen bus saja. "PT San Abadi itu siapa? Kok bukan pemenang tender malah dia bertindak sebagai importir? Memang itu tidak diatur dalam undang-undang, tapi itu sudah menunjukkan bahwa ada penyelewengan proses tender," ujarnya. Seluruh proyek yang diserahkan seutuhnya kepada pihak ketiga, lanjut Tigor, patut diduga ada penggelembungan dana. Tigor berharap Jokowi dan Basuki turun langsung mengaudit proses tender melalui tim independen, bukan melalui inspektorat Pemprov DKI Jakarta, seperti yang sekarang ini dilaksanakan. Sebelumnya diberitakan, beroperasinya 90 dari 310 bus transjakarta dan 18 dari 346 bus kota terintegrasi busway (BKTB) baru di Jakarta ternoda. Sebanyak 5 bus transjakarta dan 10 BKTB mengalami kerusakan di sejumlah komponennya. Misalnya, banyak komponen berkarat, berjamur, dan beberapa instalasi tidak dibaut. Bahkan ada yang tidak ada fan belt mesin. Direktur Utama PT Sun Abadi, Indra Krisna selaku pihak ATPM (agen tunggal pemegang merek) mengatakan hal itu terjadi ketika proses pengapalan. Pengiriman bus dilakukan dua kali. Pertama awal bulan November 2013 serta yang kedua pertengahan bulan November 2013. Pengiriman pertama, lanjut Indra, tidak ada masalah. Sementara itu, pengiriman kedua terkendala cuaca berkabut serta gelombang tinggi. Alhasil bus yang sesuai jadwal dikirim 20 November dari Pelabuhan Shanghai dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok tanggal 3 Desember jadi molor hingga berangkat tanggal 29 November dan tiba 2 Januari 2014. Pada saat terapung di lautan dengan cuaca badai itulah, proses korosi komponen bus-bus terjadi. Indra juga menegaskan bahwa segala barang kiriman yang rusak akibat proses pengapalan bukan tanggung jawabnya, melainkan pihak pelayaran. Atas komunikasinya dengan pihak pelayaran, komponen bus yang rusak tersebut bakal segera diganti baru. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di <http://goo.gl/MScz7> http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: <http://groups.google.com/group/RantauNet/> http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti <mailto:[email protected]> [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi <https://groups.google.com/groups/opt_out> https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di <http://goo.gl/MScz7> http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: <http://groups.google.com/group/RantauNet/> http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti <mailto:[email protected]> [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi <https://groups.google.com/groups/opt_out> https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
