Prof. MN, sanak Ronald, Pak Zorion, kanda Tan Ameh, dan dunsanak palanta RN,
membaca thread ini hari-hari terakhir, awalnyo ambo indak amuah berkomentar.
(Bukan takuik "disemprit" Buya JB nan alah "menyemprit" Uni Ifah, meski
ambo bingung juo manga hanyo Uni Ifah dan PKS-nyo yang disemprit tapi nan
kampanye PPP & PBB indak disemprit Buya JB, baa tu Buya? Hehehe...)

Tapi akhianyo ambo putuihkan ikuik sato untuk mengajak dunsanak agar indak
hanyo mengandalkan ingatan (nan gampang lupo) apolai dengan glorifikasi nan
balabihan nan indak sasuai jo catatan sejarah yang lebih bisa diverifikasi.

Sabalun iko pernah disabuik Masjumi sebagai satu-satunyo partai Islam di
Pemilu 1955, bahkan sebagai "pemenang" pulo. Itu alah ambo koreksi, bahwa
Masjumi no. 2 di bawah PNI, dan nan jaleh BUKAN SATU-SATUNYO partai Islam
di Pemilu 1955 (ado NU, PSII, Perti). Iko fakta sejarah, bahkan peroleh
kursi masing-masing partai alah pulo ambo cantumkan saat manjawek posting
Buya Zulharbi beberapa waktu lalu.

Tapi melihat "bias Masjumi" (antara ekspektasi dan kenyataan sejarah)
tampaknya masih juga ada, ada baiknya kita mulai dengan sebuah kalimat
pendek dari  Rémy Madinier tentang Masjumi sebagai "Sejarah Rumit dan
Kurang Dikenal, Warisan Yang Mengundang Pertikaian".

Rémy Madinier adalah peneliti Prancis yang menulis buku  L'Indonésie, entre
démocratie musulmane et Islam intégral. Histoire du parti Masjumi
(1945-1960)<http://www.amazon.fr/LIndon%C3%A9sie-d%C3%A9mocratie-musulmane-int%C3%A9gral-1945-1960/dp/2811105204/ref=la_B004MSYJ4Y_1_2/277-9630316-9221616?s=books&ie=UTF8&qid=1396409380&sr=1-2>
 yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi *Partai Masjumi:
Antara Godaan Demokrasi & Islam Integral* (Forum Jakarta-Paris dan Mizan,
Desember 2013). Selain tesis Harun Nasution (Negara Islam dalam Ideologi
Masjumi) atau tesis Deliar Noer (sejarah Masjumi), penelitian Madinier ini
menurut ambo yang paling komprehensif.

Kita langsung masuk saja pada Chapter 4 hasil penelitian Madinier pada anak
judul
"Ilusi dan Kontradiksi Kampanye", yang ambo cuplik beberapa bagian saja sbb:

1. Kampanye Masjumi tak pernah menyempatkan waktu untuk merancang strategi
elektoral yang jelas. Jusuf Wibisono termasuk salah satu yang mengeluhkan
itu kepada *pimpinan lainnya.* (efek *bold* pada kalimat ini, dan kalimat
lain selanjutnya dari ambo -- ANB). Kealpaan itu, menurutnya, mungkin
terjadi karena keyakinan berlebihan pada kedudukan Masjumi sebagai
organisasi politik terbesar di Tanah Air.  (hal. 194).

2. Sebagai representasi tulen nilai-nilai keislaman, Masjumi justru
melucuti hampir semua acuan keagamaan di masa kampanye. (hal. 195).

3. *Tak satu pun isyarat* terungkap dari pewarta corong Masjumi yang
menyiratkan "kampanye berapi-api untuk mendirikan Negara Islam." (hal. 196).

4. Pada satu kesempatan di Manado, Juni 1955, Natsir menyinggung soal agama
dalam pidatonya, *khusus untuk menegaskan  sikap toleransi Islam serta
mengimbau umat Islam untuk tidak hanya melindungi dan mempertahankan
agamanya sendiri tetapi juga agama umat-umat lain seperti umat Kristen*.
(hal. 196 berdasarkan artikel dari majalah mingguan *Hikmah* No. 29, edisi
16 Juli 1955).

5.  Sebulan kemudian, Mohammad Roem, ketika berkunjung ke Bali, mempertegas
bahwa, "Negara jang berasaskan Islam *bukanlah hak milik umat Islam *hanya
karena alasan penduduknya  80 djuta." (hal. 196 dari *Hikmah* No. 32, 6
Agustus 1955).

6. Program resmi satu-satunya yang diterbitkan partai selama kampanye sama
sekali tak mencantumkan acuan keislaman. Ada 55 butir pijakan dalam program
itu ... Program tersebut diawali dengan proklamasi prinsip-prinsip dasar
yang, meski tidak bernama sama, bisa disebut sebagai "Pancasila Masjumi".
Tujuan utama partai adalah "Menegakkan Negara Hukum yang mendjamin
keselamatan djiwa dan harta benda semua penduduk Indonesia, baik warga
negara maupun asing." (hal. 197, dari *Hikmah* No. 39, 24 September 1955).

Masih panjang uraian Madinier yang mengacu pada dokumen-dokumen sejarah dan
liputan media saat itu, namun ambo cukupkan hanya pada 6 butir ko dulu.

Kesimpulan ambo: BEDA BANA realitas obyektif Masjumi 1955 dengan "harapan
penggemar" Masjumi saat ini, seperti terefleksi lewat judul thread iko atau
nan sejenis. Ternyata Pak Natsir dkk pimpinan Masjumi tak pernah menyatakan
Negara Islam sebagai tujuan Masjumi untuk mengikuti Pemilu 1955, apalagi
sesuai dengan tujuan utama partai di atas (poin no. 5) yang menginginkan
Indonesia sebagai Negara Hukum yang menjamin semua penduduk Indonesia, baik
warga negara maupun asing, dan karena itu yang  tersirat adalah, jaminan
baik bagi penduduk muslim maupun non-muslim.

Jadi dari mana munculnya kesimpulan Masjumi menginginkan tegaknya Negara
Islam di Ibu Pertiwi kalau semua rekaman data sejarah jaman itu tak ada
yang mendukung?

Marilah kita hormati jasa para pendiri dan tokoh Masjumi, Pak Natsir dkk,
dengan mengutip sejarah secara benar, melalui sumber-sumber yang bisa
diverifikasi (meski tak harus selalu disetujui jika ada sumber lain yang
lebih valid).

Wassalam,

ANB
45, Cibubur



Pada 31 Maret 2014 19.44, Ronald P Putra <[email protected]> menulis:

> Pak MN nah
>
> Mungkin bisa disigi berita berikut :
>
>
> http://news.fimadani.com/read/2013/04/23/seluruh-partai-islam-di-indonesia-usung-caleg-non-muslim/
>
> Wassalam
> Ronald - Depok
>  On Mar 31, 2014 7:28 PM, "Mochtar Naim" <[email protected]> wrote:
>
>>      Dari kesemua partai Islam yang ada, tinggal 2 yang masih mau
>> memperjuangkan tegaknya syariat Islam di tengah2 masyarakat Islam di bumi
>> pertiwi ini. Satu, PPP, dan dua, PBB. Yang lain2nya: PKB, PAN, PKS, sudah
>> menyatakan dirinya sebagai partai terbuka untuk semua macam anutan agama.
>> Mereka menyatakan diri sebagai partai inklusif dan tidak lagi eksklusif
>> muslim. Dengan demikian, partai PKB, PAN dan PKS bukan lagi partai Islam.
>>      Bagi kita yang masih mau memperjuangkan tegaknya syariat Islam di
>> tengah2 masyarakat ummat, atau bahkan tegaknya Negara Islam Indonesia ke
>> masa depan, pilihan yang tinggal hanya dua itu: PPP dan/atau PBB.
>>      Silahkan beristikharah untuk memilih mana yang mau dipilih. Ini
>> berlaku untuk Capres, Caleg di DPR, DPD dan DPRD.
>>      Salam, MN
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke