Ronald,
tanpa bermaksud mengabaikan pendapat Ust. Fillah (ambo penggemar
ceramah-ceramah beliau di YouTube, terutama seri ceramahnyo di Australia
dan ambo follow akun twitternya juo), tapi bukan "tafsir Pancasila" yang
sedang menjadi inti thread awak kini.

Inti diskusi awak adalah:

1. Apakah memang bayangan (kerinduan) sebagian pecinta Masjumi kini (dalam
konteks Pemilu 2014)  ada *landasan historisnya* sesuai dengan kiprah
Masjumi 1955?

2. Atau jangan-jangan Masjumi hanya dijadikan *justifikasi* untuk sebuah
keinginan lain yang bahkan tak pernah dinyatakan (secara tertulis) oleh
para pimpinan Masjumi sendiri dalam Pemilu 1955 itu.

Kalau ambo agak kritis ba iko, jangan pulo dicap "anti Masjumi".  Dek
 mungkin ambo nan "paling Masjumi" dari seluruh palanta dek ambo alah
manulih duo novel historis tentang pemimpin Masjumi dan kebesaran mereka:
Mr. Sjafruddin Prawiranegara (*Presiden Prawiranegara*) dan Buya HAMKA
(*Tadarus
Cinta Buya Pujangga*).

Wassalam,

ANB
45, Cibubur


Pada 2 April 2014 11.30, Ronald P Putra <[email protected]> menulis:

> Uda Akmal, Prof MN, Pak Zorion, Mak Tan Ameh dan dunsanak palanta nah
>
> Sebagai panambah, ambo kutipkan saketek kultit dari Ustadz Salim A Fillah
> (@salimafillah) mengenai Pancasila, semoga bermanfaat :
>
> 70) Bahwa kita bercita mewujudkan Maqashidusy Syari'ah, yang dharuriyatnya
> telah diambil sebagai dasar negara oleh para Bapak Bangsa. #ks
>
> 71) Mereka merumuskan pancasila; Menjaga Agama dengan ketuhanan esa;
> Menjaga Jiwa dengan kemanusiaan; Menjaga Turunan dengan persatuan.. #ks
>
> 72) ..Menjaga Akal dengan hikmat kebijaksanaan, serta Menjaga Hak Milik
> Insan dengan keadilan sosial. Kini tugas kita tuk mewujudkannya. #ks
>
> Wassalam
> Ronald - Depok
> On Apr 2, 2014 11:05 AM, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]>
> wrote:
>
>> Prof. MN, sanak Ronald, Pak Zorion, kanda Tan Ameh, dan dunsanak palanta
>> RN,
>> membaca thread ini hari-hari terakhir, awalnyo ambo indak amuah
>> berkomentar.
>> (Bukan takuik "disemprit" Buya JB nan alah "menyemprit" Uni Ifah, meski
>> ambo bingung juo manga hanyo Uni Ifah dan PKS-nyo yang disemprit tapi nan
>> kampanye PPP & PBB indak disemprit Buya JB, baa tu Buya? Hehehe...)
>>
>> Tapi akhianyo ambo putuihkan ikuik sato untuk mengajak dunsanak agar
>> indak hanyo mengandalkan ingatan (nan gampang lupo) apolai dengan
>> glorifikasi nan balabihan nan indak sasuai jo catatan sejarah yang lebih
>> bisa diverifikasi.
>>
>> Sabalun iko pernah disabuik Masjumi sebagai satu-satunyo partai Islam di
>> Pemilu 1955, bahkan sebagai "pemenang" pulo. Itu alah ambo koreksi, bahwa
>> Masjumi no. 2 di bawah PNI, dan nan jaleh BUKAN SATU-SATUNYO partai Islam
>> di Pemilu 1955 (ado NU, PSII, Perti). Iko fakta sejarah, bahkan peroleh
>> kursi masing-masing partai alah pulo ambo cantumkan saat manjawek posting
>> Buya Zulharbi beberapa waktu lalu.
>>
>> Tapi melihat "bias Masjumi" (antara ekspektasi dan kenyataan sejarah)
>> tampaknya masih juga ada, ada baiknya kita mulai dengan sebuah kalimat
>> pendek dari  Rémy Madinier tentang Masjumi sebagai "Sejarah Rumit dan
>> Kurang Dikenal, Warisan Yang Mengundang Pertikaian".
>>
>> Rémy Madinier adalah peneliti Prancis yang menulis buku  L'Indonésie,
>> entre démocratie musulmane et Islam intégral. Histoire du parti Masjumi
>> (1945-1960)<http://www.amazon.fr/LIndon%C3%A9sie-d%C3%A9mocratie-musulmane-int%C3%A9gral-1945-1960/dp/2811105204/ref=la_B004MSYJ4Y_1_2/277-9630316-9221616?s=books&ie=UTF8&qid=1396409380&sr=1-2>
>>  yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi *Partai Masjumi:
>> Antara Godaan Demokrasi & Islam Integral* (Forum Jakarta-Paris dan
>> Mizan, Desember 2013). Selain tesis Harun Nasution (Negara Islam dalam
>> Ideologi Masjumi) atau tesis Deliar Noer (sejarah Masjumi), penelitian
>> Madinier ini menurut ambo yang paling komprehensif.
>>
>> Kita langsung masuk saja pada Chapter 4 hasil penelitian Madinier pada
>> anak judul
>> "Ilusi dan Kontradiksi Kampanye", yang ambo cuplik beberapa bagian saja
>> sbb:
>>
>> 1. Kampanye Masjumi tak pernah menyempatkan waktu untuk merancang
>> strategi elektoral yang jelas. Jusuf Wibisono termasuk salah satu yang
>> mengeluhkan itu kepada *pimpinan lainnya.* (efek *bold* pada kalimat
>> ini, dan kalimat lain selanjutnya dari ambo -- ANB). Kealpaan itu,
>> menurutnya, mungkin terjadi karena keyakinan berlebihan pada kedudukan
>> Masjumi sebagai organisasi politik terbesar di Tanah Air.  (hal. 194).
>>
>> 2. Sebagai representasi tulen nilai-nilai keislaman, Masjumi justru
>> melucuti hampir semua acuan keagamaan di masa kampanye. (hal. 195).
>>
>> 3. *Tak satu pun isyarat* terungkap dari pewarta corong Masjumi yang
>> menyiratkan "kampanye berapi-api untuk mendirikan Negara Islam." (hal. 196).
>>
>> 4. Pada satu kesempatan di Manado, Juni 1955, Natsir menyinggung soal
>> agama dalam pidatonya, *khusus untuk menegaskan  sikap toleransi Islam
>> serta mengimbau umat Islam untuk tidak hanya melindungi dan mempertahankan
>> agamanya sendiri tetapi juga agama umat-umat lain seperti umat Kristen*.
>> (hal. 196 berdasarkan artikel dari majalah mingguan *Hikmah* No. 29,
>> edisi 16 Juli 1955).
>>
>> 5.  Sebulan kemudian, Mohammad Roem, ketika berkunjung ke Bali,
>> mempertegas bahwa, "Negara jang berasaskan Islam *bukanlah hak milik
>> umat Islam *hanya karena alasan penduduknya  80 djuta." (hal. 196 dari
>> *Hikmah* No. 32, 6 Agustus 1955).
>>
>> 6. Program resmi satu-satunya yang diterbitkan partai selama kampanye
>> sama sekali tak mencantumkan acuan keislaman. Ada 55 butir pijakan dalam
>> program itu ... Program tersebut diawali dengan proklamasi prinsip-prinsip
>> dasar yang, meski tidak bernama sama, bisa disebut sebagai "Pancasila
>> Masjumi". Tujuan utama partai adalah "Menegakkan Negara Hukum yang
>> mendjamin keselamatan djiwa dan harta benda semua penduduk Indonesia, baik
>> warga negara maupun asing." (hal. 197, dari *Hikmah* No. 39, 24
>> September 1955).
>>
>> Masih panjang uraian Madinier yang mengacu pada dokumen-dokumen sejarah
>> dan liputan media saat itu, namun ambo cukupkan hanya pada 6 butir ko dulu.
>>
>> Kesimpulan ambo: BEDA BANA realitas obyektif Masjumi 1955 dengan "harapan
>> penggemar" Masjumi saat ini, seperti terefleksi lewat judul thread iko atau
>> nan sejenis. Ternyata Pak Natsir dkk pimpinan Masjumi tak pernah menyatakan
>> Negara Islam sebagai tujuan Masjumi untuk mengikuti Pemilu 1955, apalagi
>> sesuai dengan tujuan utama partai di atas (poin no. 5) yang menginginkan
>> Indonesia sebagai Negara Hukum yang menjamin semua penduduk Indonesia, baik
>> warga negara maupun asing, dan karena itu yang  tersirat adalah, jaminan
>> baik bagi penduduk muslim maupun non-muslim.
>>
>> Jadi dari mana munculnya kesimpulan Masjumi menginginkan tegaknya Negara
>> Islam di Ibu Pertiwi kalau semua rekaman data sejarah jaman itu tak ada
>> yang mendukung?
>>
>> Marilah kita hormati jasa para pendiri dan tokoh Masjumi, Pak Natsir dkk,
>> dengan mengutip sejarah secara benar, melalui sumber-sumber yang bisa
>> diverifikasi (meski tak harus selalu disetujui jika ada sumber lain yang
>> lebih valid).
>>
>> Wassalam,
>>
>> ANB
>> 45, Cibubur
>>
>>
>>
>> Pada 31 Maret 2014 19.44, Ronald P Putra <[email protected]>menulis:
>>
>>> Pak MN nah
>>>
>>> Mungkin bisa disigi berita berikut :
>>>
>>>
>>> http://news.fimadani.com/read/2013/04/23/seluruh-partai-islam-di-indonesia-usung-caleg-non-muslim/
>>>
>>> Wassalam
>>> Ronald - Depok
>>>  On Mar 31, 2014 7:28 PM, "Mochtar Naim" <[email protected]> wrote:
>>>
>>>>      Dari kesemua partai Islam yang ada, tinggal 2 yang masih mau
>>>> memperjuangkan tegaknya syariat Islam di tengah2 masyarakat Islam di bumi
>>>> pertiwi ini. Satu, PPP, dan dua, PBB. Yang lain2nya: PKB, PAN, PKS, sudah
>>>> menyatakan dirinya sebagai partai terbuka untuk semua macam anutan agama.
>>>> Mereka menyatakan diri sebagai partai inklusif dan tidak lagi eksklusif
>>>> muslim. Dengan demikian, partai PKB, PAN dan PKS bukan lagi partai Islam.
>>>>      Bagi kita yang masih mau memperjuangkan tegaknya syariat Islam di
>>>> tengah2 masyarakat ummat, atau bahkan tegaknya Negara Islam Indonesia ke
>>>> masa depan, pilihan yang tinggal hanya dua itu: PPP dan/atau PBB.
>>>>      Silahkan beristikharah untuk memilih mana yang mau dipilih. Ini
>>>> berlaku untuk Capres, Caleg di DPR, DPD dan DPRD.
>>>>      Salam, MN
>>>>
>>>> --
>>>> .
>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>>> ===========================================================
>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>>> * DILARANG:
>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>> 3. Email One Liner.
>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>>> serta mengirimkan biodata!
>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>>> mengganti subjeknya.
>>>> ===========================================================
>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>> ---
>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>>> Grup.
>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>>> kirim email ke [email protected].
>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>>
>>>  --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>> Grup.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke [email protected].
>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke