Uda Akmal, Prof MN, Pak Zorion, Mak Tan Ameh dan dunsanak palanta nah

Sebagai panambah, ambo kutipkan saketek kultit dari Ustadz Salim A Fillah
(@salimafillah) mengenai Pancasila, semoga bermanfaat :

70) Bahwa kita bercita mewujudkan Maqashidusy Syari'ah, yang dharuriyatnya
telah diambil sebagai dasar negara oleh para Bapak Bangsa. #ks

71) Mereka merumuskan pancasila; Menjaga Agama dengan ketuhanan esa;
Menjaga Jiwa dengan kemanusiaan; Menjaga Turunan dengan persatuan.. #ks

72) ..Menjaga Akal dengan hikmat kebijaksanaan, serta Menjaga Hak Milik
Insan dengan keadilan sosial. Kini tugas kita tuk mewujudkannya. #ks

Wassalam
Ronald - Depok
On Apr 2, 2014 11:05 AM, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]> wrote:

> Prof. MN, sanak Ronald, Pak Zorion, kanda Tan Ameh, dan dunsanak palanta
> RN,
> membaca thread ini hari-hari terakhir, awalnyo ambo indak amuah
> berkomentar.
> (Bukan takuik "disemprit" Buya JB nan alah "menyemprit" Uni Ifah, meski
> ambo bingung juo manga hanyo Uni Ifah dan PKS-nyo yang disemprit tapi nan
> kampanye PPP & PBB indak disemprit Buya JB, baa tu Buya? Hehehe...)
>
> Tapi akhianyo ambo putuihkan ikuik sato untuk mengajak dunsanak agar indak
> hanyo mengandalkan ingatan (nan gampang lupo) apolai dengan glorifikasi nan
> balabihan nan indak sasuai jo catatan sejarah yang lebih bisa diverifikasi.
>
> Sabalun iko pernah disabuik Masjumi sebagai satu-satunyo partai Islam di
> Pemilu 1955, bahkan sebagai "pemenang" pulo. Itu alah ambo koreksi, bahwa
> Masjumi no. 2 di bawah PNI, dan nan jaleh BUKAN SATU-SATUNYO partai Islam
> di Pemilu 1955 (ado NU, PSII, Perti). Iko fakta sejarah, bahkan peroleh
> kursi masing-masing partai alah pulo ambo cantumkan saat manjawek posting
> Buya Zulharbi beberapa waktu lalu.
>
> Tapi melihat "bias Masjumi" (antara ekspektasi dan kenyataan sejarah)
> tampaknya masih juga ada, ada baiknya kita mulai dengan sebuah kalimat
> pendek dari  Rémy Madinier tentang Masjumi sebagai "Sejarah Rumit dan
> Kurang Dikenal, Warisan Yang Mengundang Pertikaian".
>
> Rémy Madinier adalah peneliti Prancis yang menulis buku  L'Indonésie,
> entre démocratie musulmane et Islam intégral. Histoire du parti Masjumi
> (1945-1960)<http://www.amazon.fr/LIndon%C3%A9sie-d%C3%A9mocratie-musulmane-int%C3%A9gral-1945-1960/dp/2811105204/ref=la_B004MSYJ4Y_1_2/277-9630316-9221616?s=books&ie=UTF8&qid=1396409380&sr=1-2>
>  yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi *Partai Masjumi:
> Antara Godaan Demokrasi & Islam Integral* (Forum Jakarta-Paris dan Mizan,
> Desember 2013). Selain tesis Harun Nasution (Negara Islam dalam Ideologi
> Masjumi) atau tesis Deliar Noer (sejarah Masjumi), penelitian Madinier ini
> menurut ambo yang paling komprehensif.
>
> Kita langsung masuk saja pada Chapter 4 hasil penelitian Madinier pada
> anak judul
> "Ilusi dan Kontradiksi Kampanye", yang ambo cuplik beberapa bagian saja
> sbb:
>
> 1. Kampanye Masjumi tak pernah menyempatkan waktu untuk merancang strategi
> elektoral yang jelas. Jusuf Wibisono termasuk salah satu yang mengeluhkan
> itu kepada *pimpinan lainnya.* (efek *bold* pada kalimat ini, dan kalimat
> lain selanjutnya dari ambo -- ANB). Kealpaan itu, menurutnya, mungkin
> terjadi karena keyakinan berlebihan pada kedudukan Masjumi sebagai
> organisasi politik terbesar di Tanah Air.  (hal. 194).
>
> 2. Sebagai representasi tulen nilai-nilai keislaman, Masjumi justru
> melucuti hampir semua acuan keagamaan di masa kampanye. (hal. 195).
>
> 3. *Tak satu pun isyarat* terungkap dari pewarta corong Masjumi yang
> menyiratkan "kampanye berapi-api untuk mendirikan Negara Islam." (hal. 196).
>
> 4. Pada satu kesempatan di Manado, Juni 1955, Natsir menyinggung soal
> agama dalam pidatonya, *khusus untuk menegaskan  sikap toleransi Islam
> serta mengimbau umat Islam untuk tidak hanya melindungi dan mempertahankan
> agamanya sendiri tetapi juga agama umat-umat lain seperti umat Kristen*.
> (hal. 196 berdasarkan artikel dari majalah mingguan *Hikmah* No. 29,
> edisi 16 Juli 1955).
>
> 5.  Sebulan kemudian, Mohammad Roem, ketika berkunjung ke Bali,
> mempertegas bahwa, "Negara jang berasaskan Islam *bukanlah hak milik umat
> Islam *hanya karena alasan penduduknya  80 djuta." (hal. 196 dari *Hikmah*No. 
> 32, 6 Agustus 1955).
>
> 6. Program resmi satu-satunya yang diterbitkan partai selama kampanye sama
> sekali tak mencantumkan acuan keislaman. Ada 55 butir pijakan dalam program
> itu ... Program tersebut diawali dengan proklamasi prinsip-prinsip dasar
> yang, meski tidak bernama sama, bisa disebut sebagai "Pancasila Masjumi".
> Tujuan utama partai adalah "Menegakkan Negara Hukum yang mendjamin
> keselamatan djiwa dan harta benda semua penduduk Indonesia, baik warga
> negara maupun asing." (hal. 197, dari *Hikmah* No. 39, 24 September
> 1955).
>
> Masih panjang uraian Madinier yang mengacu pada dokumen-dokumen sejarah
> dan liputan media saat itu, namun ambo cukupkan hanya pada 6 butir ko dulu.
>
> Kesimpulan ambo: BEDA BANA realitas obyektif Masjumi 1955 dengan "harapan
> penggemar" Masjumi saat ini, seperti terefleksi lewat judul thread iko atau
> nan sejenis. Ternyata Pak Natsir dkk pimpinan Masjumi tak pernah menyatakan
> Negara Islam sebagai tujuan Masjumi untuk mengikuti Pemilu 1955, apalagi
> sesuai dengan tujuan utama partai di atas (poin no. 5) yang menginginkan
> Indonesia sebagai Negara Hukum yang menjamin semua penduduk Indonesia, baik
> warga negara maupun asing, dan karena itu yang  tersirat adalah, jaminan
> baik bagi penduduk muslim maupun non-muslim.
>
> Jadi dari mana munculnya kesimpulan Masjumi menginginkan tegaknya Negara
> Islam di Ibu Pertiwi kalau semua rekaman data sejarah jaman itu tak ada
> yang mendukung?
>
> Marilah kita hormati jasa para pendiri dan tokoh Masjumi, Pak Natsir dkk,
> dengan mengutip sejarah secara benar, melalui sumber-sumber yang bisa
> diverifikasi (meski tak harus selalu disetujui jika ada sumber lain yang
> lebih valid).
>
> Wassalam,
>
> ANB
> 45, Cibubur
>
>
>
> Pada 31 Maret 2014 19.44, Ronald P Putra <[email protected]> menulis:
>
>> Pak MN nah
>>
>> Mungkin bisa disigi berita berikut :
>>
>>
>> http://news.fimadani.com/read/2013/04/23/seluruh-partai-islam-di-indonesia-usung-caleg-non-muslim/
>>
>> Wassalam
>> Ronald - Depok
>>  On Mar 31, 2014 7:28 PM, "Mochtar Naim" <[email protected]> wrote:
>>
>>>      Dari kesemua partai Islam yang ada, tinggal 2 yang masih mau
>>> memperjuangkan tegaknya syariat Islam di tengah2 masyarakat Islam di bumi
>>> pertiwi ini. Satu, PPP, dan dua, PBB. Yang lain2nya: PKB, PAN, PKS, sudah
>>> menyatakan dirinya sebagai partai terbuka untuk semua macam anutan agama.
>>> Mereka menyatakan diri sebagai partai inklusif dan tidak lagi eksklusif
>>> muslim. Dengan demikian, partai PKB, PAN dan PKS bukan lagi partai Islam.
>>>      Bagi kita yang masih mau memperjuangkan tegaknya syariat Islam di
>>> tengah2 masyarakat ummat, atau bahkan tegaknya Negara Islam Indonesia ke
>>> masa depan, pilihan yang tinggal hanya dua itu: PPP dan/atau PBB.
>>>      Silahkan beristikharah untuk memilih mana yang mau dipilih. Ini
>>> berlaku untuk Capres, Caleg di DPR, DPD dan DPRD.
>>>      Salam, MN
>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>> Grup.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke [email protected].
>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke