Tarimo kasih ateh tambahan info Mak AA tentang KZ . Ambo lai mengikuti 3-4 kali diskusi terbatas (antaro wartawan majalah berita tampek ambo karajo dulu) jo KZ sejak mulainya era Reformasi sampai menjelang pemilu 2004, dalam berbagai kesempatan. Paranah pulo ambo shalat bajamaah jo KV di mushalla *Tempo* nan sampik (waktu kantua masih di Proklamasi).
Kalau sinyalemen "12 Kelompok Anti Islam Kuasai DPR" itu kalua dari Prof. Deliar Noer, misalnyo, ambo picayo. Wass, ANB 45, Cibubur Pada 31 Maret 2014 10.09, Asmardi Arbi <[email protected]> menulis: > > > Nakan Akmal jo kanda Maturidi, > > Ambo mengenal dakek Kivlan Zen sajak adiak angkatan kami tu manggantikan > ambo manjadi Komandan Kontingen Garuda XVII/B ( ambo Komandan Kontingen > Garuda XVII/A ) nan bamarkas di Zamboanga City., Mindanao Barat , Filipina > Selatan. Tugas Pokok Kontingen Garuda XVII adolah manjago jo mangamati > berjalan nya Persetujuan Damai antaro Pemerintah Filipina jo MNLF ( Moro > National Liberation Front). > Dalam proses serah terima Tugas dan Tanggungjawab sebagai Komandan > Kontingen Garuda XVII pado tahun 1995 itu nan balansuang sekitar satu > minggu ambo mengenal dakek pribadi Kivlan Zen. Sabananyo Kivlan aslinyo > urang Bukit Tinggi, sahinggo ado tadanga protes ,kok Padang lagi gantinyo.. > > Memang bana, Kivlan mengorbit karano kedekatannyo jo Prabowo. Manuruik > caritonyo Kivlan berperan dalam menjembatani proses pengangkatan Faisal > Tanjuang Komandan Seskoad waktu itu sampai manjadi Panglima ABRI jo > R.Hartono manjadi KASAD. Sajak itulah muncul istilah "ABRI HIJAU" jo "ABRI > MERAH PUTIH". Ambo sendiri ikuik dituduah tamasuak pok "ABRI HIJAU" dan > pandukuang ICMI dikalangan Perwira BAIS ABRI dek kelompok nan ciek lai ( > sabananyo labiah cocok disabuik Pok LBM ) , dek karano tapiliah jadi > Komandan Kontingen GARUDA XVII. M.DIN Syamsuddin memang acok maso itu > ikuik badiskusi di BAIS ABRI. Fadli Zon pernah bakunjuang di Markas kami di > Zamboanga nan nampaknyo dakek jo KASAD R.Hartono. Ambo sendiri ndak tau apo > misinyo di Zamboanga. > > Kivlan Zen memang perwira pemberani ( buliah disabuik nekad ), dia pernah > masuk ke Camp Abu Bakar MILF ( Moro Islamic Liberation Front ) dalam > perjalanan darat dari Zamboanga City tanpa pengawalan kecuali hanyo supir > nan anggota Marinir Filipina nan diperbantukan di Kontingen Garuda XVII > sampai ka Davao City di wilayah Timur Mindanao.. Dubes RI di Manila Mayjen > Purn.P.Damanik ( POK LBM) pernah mambisiakkan ka ambo nan waktu itu > batugeh manjadi Konjen RI di Davao City, tolong agiah tau adiak anda itu > jan malabiahi Tugas jo Tangguang Jawab nan diagiahkan pamarentah RI sabagai > Observer perdamaian antaro Pemerintah Filipina jo MNLF jadi indak tamasuak > MILF.., sabab pejabat Militer Filipina pernah menunjukkan ketidak nyamanan > mereka. Memang bana kecek Kivlan bahaso Prabowo dulu pro Islam, tapi kini > indak lai, hanyo mamanfaatkan Islam. Mungkin itu sababnyo Kivlan mamiliah > jadi Caleg PPP bukan Gerindra. Tapi apokah kehadiran Kivlan di PPP nan > mandorong Ketum PPP Surya Dharna Ali merapat ke Prabowo? Wallahu alam. > Sekedar malangkoki sajo. > > Wassalam, > > AA Tangsel. > > > > On 01/04/2014 14:20, Akmal Nasery Basral wrote: > > Mak Maturidi, > kalau disebutkan bahwa Kivlan Zen pernah mengakui akan menembak Amien Rais > jika yang terakhir tetap berani menggelar *People Power* satu juta umat > di Lapangan Monas pada 20 Mei 1998, bagaimana menurut penilaian Mak > Maturidi tentang posisi mantan Kepala Staf Kostrad ini? Saat itu Kivlan > menyatakan tak ragu untuk membuat Monas seperti Lapangan Tiananmen 1989 > (mengacu pada pembantaian aktivis pro-demokrasi Cina). > > Dari sisi sejarah, ambo termasuk yang menyayangkan Amien Rais > membatalkan *people power* itu (sebagai wartawan majalah berita, hari itu > ambo sudah beberapa puluh meter saja dari Monas yang lengang dan banyak > pasukan). Karena sejak itu pulalah kharisma Amien Rais yang awalnya begitu > dipercaya rakyat, perlahan-lahan melorot dan tak pernah kembali ke puncak > lagi sampai dipermalukan dengan telak dalam pilpres 2004. > > Selain itu, sekiranya *people power* yang bertepatan dengan Hari > Kebangkitan Nasional 20 Mei 1998 itu terjadi, kita juga akan melihat apakah > Kivlan Zen konsisten dengan ucapannya untuk menembak Amien Rais, atau hanya > agar "ikut tercatat" dalam arus besar sejarah Indonesia? Memang saat itu > begitu genting (19-20 Mei 1998 ambo dengan pass/ID wartawan majalah berita > bisa berkeliaran di jalan protokol Sudirman-Thamrin yang sangat lengang > untuk meliput), dan dalam hati ambo tidak terlalu percaya bahwa Amien Rais > *betul-betul > *akan ditembak kalau berani melanjutkan rencananya. > > Kalaupun takdir Amien Rais saat itu mati di ujung bedil atas perintah > Kivlan Zen, maka Amien Rais akan menjadi syahid dan para penembaknya > (sampai komandan mereka ke atas) akan mendapat catatan hitam selamanya > dalam sejarah republik. > > Silakan simak artikel di bawah ko, terutama yang *dihighlight *warna > kuning. > > > Serial Konflik > Elite<http://setiyardi.wordpress.com/2009/04/06/serial-konflik-elite/> > Posted on April 6, 2009 by adit20m > > MAYJEN TNI (Purn.) Kivlan Zen, 58 tahun, membuat pentas politik pemilihan > presiden “hangat-hangat kuku”. Soalnya, pensiunan jenderal kelahiran > Langsa, Aceh, ini meluncurkan buku Konflik dan Integrasi TNI AD. Dalam buku > setebal 178 halaman itu, bekas Kepala Staf Komando Strategis Cadangan > Angkatan Darat (Kostrad) ini menulis perihal konflik antarperwira tinggi di > kalangan TNI Angkatan Darat. Termasuk konflik yang melibatkan Jenderal > (Purn.) Wiranto, yang tengah getol berkampanye untuk pemilu presiden. Salah > satu bab dari buku itu mengungkap aktivitas masa lalu Wiranto. Kivlan, > misalnya, menganggap Wiranto harus bertanggung jawab atas tragedi Mei 1998 > dan pembentukan Pam Swakarsa. > > Buku ini disebut Kivlan sebagai “pengembangan atas tesis saya pada saat > mengambil gelar S2 magister social development di pascasarjana Universitas > Indonesia pada tahun 2002″. Tesis yang diterbitkan oleh Fadli Zon, kawan > dekat Letjen (Purn.) Prabowo Subianto, berjudul Hubungan Integrasi Internal > TNI AD dan Integrasi Bangsa Indonesia. Sebagai sebuah karya ilmiah, tesis > Kivlan terbilang “biasa saja”. Spektrum waktu dalam buku ini terlalu lebar. > Kivlan mencoba merangkum konflik TNI-AD sejak 1945 hingga tahun 2000. > Akibatnya, “Tesis ini seperti buku sejarah yang dangkal,” ujar Anhar > Gonggong, sejarawan dari LIPI. Toh tesis ini mengantarkan Kivlan meraih > gelar magister dari Fakultas Pascasarjana UI. > > Berikut beberapa nukilan yang penting. > > * Benny Moerdani Versus Prabowo > > Perseteruan Jenderal L.B. Moerdani dengan Mayor Prabowo Subianto berawal > dari persoalan ideologi dan agama. Menurut Kivlan, konflik ini mulai > terjadi saat Prabowo menjadi staf khusus Menteri Pertahanan dan > Keamanan/Panglima ABRI Jenderal L.B. Moerdani (1982-1985). > > “Sebagai staf khusus, Mayor Prabowo Subianto mendapat penjelasan rencana > menghancurkan gerakan-gerakan Islam secara sistematis. Prabowo memperoleh > informasi ini karena Jenderal Benny Moerdani melihat latar belakang > bapaknya, Prof. Soemitro Djojohadikusumo, seorang sosialis, dan ibunya > seorang penganut Kristen dari Manado. Namun Prabowo Subianto merasa tidak > cocok dan melaporkan langkah-langkah Benny kepada mertuanya, Presiden > Soeharto.” > > Mengetahui rencananya dibocorkan kepada Presiden Soeharto, tutur Kivlan, > Benny Moerdani marah besar. Prabowo, yang telah menjadi Wakil Komandan > Detasemen 81 Kopassus, kesatuan elite antiteror, dimutasi menjadi Kepala > Staf Kodim. > > “Ini menimbulkan kebencian dan ketidakberdayaan sangat mendalam Prabowo > Subianto terhadap Jenderal Benny Moerdani. Prabowo juga melakukan > pendekatan terhadap Komandan Seskoad Mayjen TNI Feisal Tanjung dan Pangdam > Brawijaya Mayjen R. Hartono. Bersamaan dengan itu, Benny menyiapkan > penggantinya, mulai dari Letjen Sahala Radjagukguk, Mayjen Sintong > Panjaitan, Brigjen Theo Syafei, Kolonel Luhut Panjaitan, dan Letkol R.R. > Simbolon.” > > * Feisal Tanjung Versus Hartono > > Setelah tongkat komando ABRI pada 21 Mei 1993 beralih ke pundak Jenderal > TNI Feisal Tanjung, peta persaingan pun berubah. Peran kelompok pendukung > Benny Moerdani, yang dikenal dengan “ABRI merah-putih”, mulai digeser oleh > “ABRI hijau”, yang dekat dengan kelompok Islam. Tak seperti panglima > sebelumnya, Feisal Tanjung lebih dekat ke Ikatan Cendekiawan Muslim > Indonesia, yang dipimpin oleh B.J. Habibie. Tapi persaingan merebut jabatan > dan pengaruh tetap ada. Pangab Jenderal Feisal Tanjung sering tak sepaham > dengan KSAD Jenderal R. Hartono. > > “Konflik juga terjadi antara Jenderal Feisal Tanjung dan Mayjen Prabowo. > Soalnya, Prabowo dinilai dekat dengan Jenderal R. Hartono, yang dianggap > ingin menjadi Panglima ABRI sebelum Sidang Umum MPR 1998. Feisal Tanjung > juga menilai Hartono sering membawa nama ABRI untuk mendukung Golkar.” > > Di lain paragraf: > > “Jenderal Hartono dinilai gagal menghambat naiknya Abdurrahman Wahid > menjadi Ketua Umum PB NU untuk ketiga kalinya. Soeharto tak mau menghadiri > pelantikan Abdurrahman Wahid karena suka mengkritik Soeharto dan pernah > mendukung Benny Moerdani menjadi presiden pada 1993″ > > * Wiranto Versus Prabowo > > Pada Maret 1998 terjadi mutasi besar-besaran di tubuh ABRI. Jenderal > Wiranto, bekas ajudan Presiden Soeharto, diangkat menjadi Menteri > Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI, menggantikan Feisal Tanjung. > Sedangkan Prabowo, menantu Presiden Soeharto, pangkatnya dinaikkan menjadi > jenderal berbintang tiga. Prabowo menempati pos baru sebagai Panglima > Kostrad, yang secara historis merupakan “jalur resmi” menuju kursi KSAD dan > Panglima ABRI. > > Tapi Wiranto dan Prabowo diam-diam bersaing untuk memperkuat posisinya. > Kedua jenderal ini terlibat persaingan merebut simpati Soeharto dan para > perwira ABRI lainnya. > > “Jenderal Wiranto dianggap tidak senang dengan kalangan Islam dan lebih > dekat dengan Benny Moerdani. Kemudian terjadi persaingan antara Letjen > Prabowo dan Jenderal Wiranto untuk mendapatkan perhatian Soeharto. Terutama > ketika gerakan anti-Soeharto semakin kuat dimotori kalangan mahasiswa. > Panglima ABRI Wiranto mengatakan dengan tegas bahwa demonstrasi mahasiswa > tak boleh keluar kampus.” > > Saat kerusuhan Mei 1998, pertikaian antara Wiranto dan Prabowo memuncak. > > “Keadaan semakin kacau ketika meletus peristiwa Trisakti 12 Mei 1998 dan > diikuti kerusuhan massa 13-15 Mei 1998. Jenderal Wiranto tak serius > menanganinya. Padahal ia memegang kekuatan TNI dan Polri. Pada tanggal 14 > Mei, Wiranto tetap berangkat ke Malang untuk menjadi inspektur upacara > serah-terima tanggung jawab Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC). Padahal > sebelumnya Letjen Prabowo telah menyarankan agar Wiranto membatalkan > acaranya di Malang.” > > Proses pembiaran, cerita Kivlan, juga terlihat dari sikap Wiranto yang tak > mendukung upaya pemindahan pasukan Kostrad dari Jawa Timur dan Makassar. > Padahal Kodam V Jakarta Raya saat itu sangat membutuhkan pasukan tambahan > untuk mengamankan Ibu Kota. > > “Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin, Pangdam V Jaya, meminta tambahan pasukan ke > Kostrad. Namun Mabes ABRI tidak memberikan angkutan Hercules untuk membawa > pasukan Kostrad dari Jawa Timur dan Makassar. Karena keadaan mendesak, > Kostrad akhirnya mencarter pesawat milik Mandala di Makassar dan pesawat > milik Garuda di Surabaya untuk membawa pasukan dengan biaya sendiri.” > > Selain mengungkap konflik antarperwira tinggi ABRI, Kivlan Zen juga > mengungkap beberapa kisah menarik. *Kivlan, misalnya, menyatakan pernah > mengancam akan menembak “Tokoh Reformasi” Amien Rais bila pada 20 Mei 1998 > berani melakukan people power di Lapangan Monas.* > > “Pada hari Kebangkitan Nasional itu, Amien Rais merencanakan people power > mengepung Istana Negara. *Namun people power itu tak jadi dilaksanakan > antara lain karena adanya ancaman dari Kepala Staf Kostrad Mayjen Kivlan > Zen. Kepala Staf Kostrad akan menangkap atau terjadi pertumpahan darah > seperti peristiwa Tiananmen di Beijing tahun 1989*. Untuk menghadang > gerak laju massa, aparat keamanan telah menyiapkan kawat berduri pada > jalan-jalan masuk ke Monas. Aparat juga menempatkan tank yang siap > menghalau massa serta tembakan peluru tajam seperti di Tiananmen.” > > Tanggal 21 Mei 1998 menjadi hari bersejarah bagi Republik. Presiden > Soeharto, yang sudah 32 tahun berkuasa, menyatakan berhenti. Wakil Presiden > B.J. Habibie, di hadapan Ketua Mahkamah Agung, disumpah menjadi presiden. > > “Letjen Prabowo menghadap Habibie di rumahnya di Patra Jasa, Kuningan, > pukul 23.00. Prabowo membawa konsep susunan kabinet yang disiapkan oleh > Mayjen Kivlan Zen, Fadli Zon, dan Din Syamsuddin. Calon terkuat Pangab > dalam kabinet Habibie waktu itu adalah Letjen Hendropriyono. Namun Jenderal > Wiranto berhasil mempengaruhi Presiden Habibie dengan mengatakan ada > pasukan liar mengepung rumah Presiden.” > > Pada 10-13 November 1998 MPR mengadakan sidang istimewa. Agenda utamanya > adalah soal percepatan pemilu dari 2002 menjadi 1999. Sidang Istimewa MPR > juga mengubah Ketetapan MPR tentang GBHN. Tapi sidang istimewa itu banyak > ditentang mahasiswa dan tokoh politik. Panglima ABRI Jenderal Wiranto, > menurut Kivlan Zen, meminta dirinya melakukan pengerahan massa untuk > mendukung SI MPR. Dari sinilah kemudian muncul pasukan milisi Pam Swakarsa. > > “Jenderal Wiranto memanggil Mayjen Kivlan Zen pada 4 November 1998 sekitar > pukul 15.30 di Mabes ABRI Jalan Merdeka Barat. Jenderal Wiranto kira-kira > mengatakan, ‘Kiv, kok orang anti-SI semua. Saya dengar kamu bisa > mengalahkan massa untuk masuk MPR. Nah, sekarang kamu kerahkan lagi > mendukung SI. Ini juga perintah dari Presiden Habibie.’ Pertemuan itu > berlangsung empat mata sekitar 15 menit. Soal pendanaan awal, Wiranto > mengarahkan Kivlan untuk bertemu pengusaha Setiawan Djody dan staf wakil > presiden, Jimmly Ashiddiqie.” > > Setelah terbentuk Pam Swakarsa, Wiranto terlibat pertemuan yang > mengkoordinasikan pergerakan pasukan milisi itu. Pada 9 November 1998, > sekitar pukul 09.00-10.00, dilakukan rapat di rumah dinas Wiranto di > Kompleks Menteri, Jalan Denpasar Raya, Jakarta. Hadir dalam pertemuan itu, > ujar Kivlan, antara lain: Pangab Jenderal Wiranto, Pangdam Jaya Mayjen > Djadja Suparman, Kapolda Metro Jaya Mayjen Noegroho Djajoesman, dan Mayjen > Kivlan Zen. > > “Dalam rapat tersebut disepakati bahwa tugas pokok Kodam adalah > mengamankan Pam Swakarsa apabila terjepit. Pola operasinya: Pam Swakarsa di > depan menghadapi massa dan ABRI di belakangnya. Namun dalam prakteknya > tidak jarang Pam Swakarsa malah digebuki pasukan Marinir karena mereka > tidak diberi tahu.” > > Sumber: http://setiyardi.wordpress.com/2009/04/06/serial-konflik-elite/ > > * * * > > Pada 30 Maret 2014 11.25, Maturidi Donsan <[email protected]> menulis: > >> UNTUK RENUNGAN BAGI UMAT ISLAM >> >> Ambo copaskan dibawahko: >> >> *Mayjen (Purn) Kivlan Zen: Waspada! 12 Kelompok Anti Islam Kuasai DPR * >> >> [image: >> http://3.bp.blogspot.com/-_37Q1aQIi3k/UkmEk3twOjI/AAAAAAAAAYs/DWi1ydnfIXU/s320/Kivlan+Zen.jpg]<http://3.bp.blogspot.com/-_37Q1aQIi3k/UkmEk3twOjI/AAAAAAAAAYs/DWi1ydnfIXU/s1600/Kivlan+Zen.jpg> >> >> >> *Mayjen (Purn) Kivlan Zen: Waspada! 12 Kelompok Anti Islam Kuasai DPR* >> >> JAKARTA - Saat menyampaikan sambutannya dalam Pengajian Politik Islam di >> Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Ahad (29/9/2013), mantan Kepala >> Staf Kostrad (Kakostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen mengakui, Ketua Dewan >> Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang pernah menjawab Pangkostrad >> itu dulu pernah dekat dengan Islam. Tetapi kini Prabowo hanya menjadikan >> Islam sebagai alat. >> >> >> >> >> > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
