Pak Darwin, yang bersangkutan tidak sreg dengan berita tersebut, dan berikut ada klarifikasinya:
http://www.jpnn.com/read/2014/04/10/227569/Pembuat-Mobil-Listrik:-Saya-Akan-Terus-Berkarya-untuk-Indonesia Wassalaam, --- Ahmad Ridha On Apr 11, 2014 9:32 AM, "Darwin Chalidi" <[email protected]> wrote: > Indak pulang ka Padang tapi ka Padang Jopang. > > KAMIS, 10 APRIL 2014 , 11:00:00 > > Menteri BUMN Dahlan Iskan saat Melihat Mobil Listrik, Selo. Foto: Jawa Pos > > KARYA anak bangsa yang bisa membanggakan dunia, belum tentu mendapat > tempat di negeri sendiri. Kekhawatiran Ricky Elson, si pembuat mobil > listrik itu akhirnya terbukti. Ia pun tak ingin lama-lama kecewa. Daripada > ilmunya sia-sia, kini si pemuda asli Padang ini memilih ingin kembali ke > negeri Sakura. > > Sekian lama Ricky menunggu izin mobil listrik yang dibuatnya bersama > Menteri BUMN Dahlan Iskan. Berharap mobil listrik bernama Selo dan Gendhis > itu, dapat menjadi inspirasi kelahiran mobil listrik buatan anak negeri. > Namun apa daya, izin mobil listrik buatan pria kelahiran Padang 11 Januari > 1980 itu tak kunjung keluar. Bahkan terkesan digantung oleh Kementerian > Riset dan Teknologi (Kemenristek). > > "Saya tak bisa lagi menahannya (untuk pulang ke Jepang). Dulu saya > bermohon-mohon agar pemuda ini mau kembali ke Indonesia. Ilmunya soal mobil > listrik sangat berguna. Tapi ternyata benar, ilmu itu tidak dihargai di > negerinya sendiri. Dia masih muda, masa depannya masih panjang,". Begitulah > pernyataan kecewa yang diungkapkan Dahlan Iskan, perihal rencana Ricky > kembali ke Jepang. > > Dahlan yang ditemui wartawan di rumahnya di Surabaya, Rabu (9/4) pantas > kecewa. Semangatnya melahirkan mobil masa depan, mobil listrik buatan anak > negeri, ternyata tidak mendapat sambutan baik dari koleganya di > Kemenristek. Padahal untuk membuat mobil listrik, Dahlan mengeluarkan biaya > yang tidak sedikit. Bahkan untuk memaksa Ricky mau kembali ke Indonesia, > Dahlan sampai rela seluruh gajinya sebagai menteri diberikan pada Ricky. > > "Ricky ini sudah 14 tahun di Jepang. Ia sudah memiliki hak paten > internasional mobil listrik di sana. Saya merayunya habis-habisan agar mau > kembali ke Indonesia. Dia sempat takut dengan resiko gajinya turun dan > belum tentu ilmunya dihargai. Saya terus yakinkan dia dan memberikan > seluruh gaji saya tiap bulan untuknya. Saya minta dia membangun mimpi mobil > listrik buatan anak Indonesia, akhirnya dia mau dan kita buat Tucuxi, Selo > dan Gendhis," kisah Dahlan mengenai awal perkenalannya dengan Ricky. > > "Namun ternyata, kekhawatiran Ricky terjadi. Ternyata sambutan dalam > negeri (soal mobil listrik) tidak baik. Tidak ada kepastian dan tidak ada > ketentuan yang jelas. Saya harus minta maaf pada Ricky. Saya bayangkan dulu > orang dari luar negeri kalau pulang bisa dimanfaatkan, ternyata tidak," > tambah Dahlan masih dengan nada kecewa. > > Dahlan seolah kehabisan alasan untuk tetap menahan pemuda cerdas itu > bertahan di Indonesia. Apalagi hingga saat ini, Kemenristek tak jua > memberikan penjelasan, mengapa izin itu belum dikeluarkan. Padahal > mobil-mobil listrik buatan Ricky, sudah pernah mejeng di acara KTT APEC di > Bali. > > "Kalau sampai satu atau dua bulan ini tidak ada kejelasan, saya harus > izinkan dia (Ricky) pulang ke Jepang. Dia ini anak muda yang cerdas. Masa > depannya masih panjang. Saya tidak mau menggantung masa depannya dengan > bertahan di Indonesia," kata Dahlan. > > Izin yang Tak Kunjung Keluar > > Mobil listrik Tucuxi, Selo dan Gendhis telah lama selesai. Mungkin ini > bukan mobil listrik pertama yang dibuat di Indonesia. Namun inilah jajaran > mobil listrik yang pertama kali dikerjakan seluruhnya oleh putra putri > bangsa. > > Untuk mendapatkan izin ketiga mobil listrik ini, pada awalnya Dahlan > meminta surat izin mobil listrik kepada Kementerian Perhubungan, namun > kementerian tersebut tidak bisa memberikan izin. > > "Akhirnya Kemenhub dan Menristek bicara dan akhirnya urus izin di > Menristek. Ini sedang kita urus," kata Dahlan menjawab wartawan beberapa > bulan lalu. > > Namun seiring berlalunya waktu, izin dari Kemenristek tak kunjung ada > kejelasan. Padahal Menristek Gusti Muhammad Hatta pernah memuji mobil > listrik Selo saat melakukan ujicoba. > > Berbagai carapun sudah ditempuh bekas Dirut PLN ini agar mengantongi izin > menggunakan mobil bernama 'Selo' itu. Dari mengirim pesan singkat (SMS), > telephone, hingga mengirimkan surat pribadi pada Kemenristek. Hanya saja, > upayanya hingga kini tak berbuah manis. > > "Saya sudah kirim surat pribadi, sebagai salah satu orang yang bisa > kendarai mobil listrik itu untuk uji coba. Sampai sekarang enggak dibales. > Saya udah SMS, telepon juga sudah. Jawabannya cuma 'ya' saja, tapi tidak > dikasih izinnya," papar Dahlan heran. > > Menteri yang ogah pakai pengawalan ini juga bingung, beberapa bus listrik > yang juga masih nangkring di Kemenristek masih kesulitan keluar izinnya. > Padahal secara tak langsung, bus-bus listrik itu sudah melewati jarak jauh, > dari Jakarta-Bandung-Yogjakarta-Jakarta. > > "Kalau mobil listrik warna hijau waktu itu pernah saya kendarai sendiri > sampai 1000 km. Maksud saya gitu, kalau saya pakai dulu terus baru dikritik > apanya saja yang kurang, tapi ini mau dipakai enggak bisa," sesal mantan > Dirut PLN ini. > > Perkenalan Ricky Elson dengan Dahlan > > Saat kunjungannya ke Balikpapan beberapa waktu lalu, Kaltim Pos (Grup > JPNN) sempat membuat laporan mengenai sosok Ricky Elson. Pemuda kelahiran > tahun 1980 ini menempuh pendidikan sarjana hingga program master di Jepang. > Ia mengambil ilmu spesifikasi Teknik Mesin di Polytechnic University of > Japan. Dia selalu jadi lulusan terbaik hingga dilirik seorang profesor di > sana yang merupakan perancang motor di Nidec Corporation. Ricky pun > memenuhi tawaran itu. > > Meski sempat kesulitan, Ricky berhasil beradaptasi. Bahkan, dia jadi > andalan di perusahaan tersebut. Banyak pelajaran berharga didapatkan Ricky > di sana. Terutama untuk menumbuhkan semangat kerja. Di perusahaan tersebut, > kalimat motivasi jadi cambuk semangat karyawan. Yakni; segera kerjakan, > pastikan kerjakan, dan kerjakan sampai selesai! > > Selain itu, perusahaan-perusahaan di Jepang punya pengertian sendiri bagi > setiap jenjang pendidikan. S-1 misalnya. Artinya jenjang ini sekadar tahu > bagaimana memecahkan masalah. Sedangkan S-2, bagaimana menemukan masalah > dan menyelesaikannya. Terakhir, S-3 adalah bisa membuat masalah dan > memecahkannya sendiri. > > Berbagai filosofi Negeri Samurai ini rupanya membentuk karakter Ricky > menjadi orang yang produktif. Buktinya, enam tahun sejak bekerja di Nidec > Corporation, dia berhasil jadi andalan. Sekitar 80 persen produk perusahaan > ini merupakan karya sang Putra Petir ini. > > Adapun Nidec Corporation bergerak di bidang elektronik, memproduksi elemen > motor presisi alias mikromotor. > > Selama 14 tahun di Jepang, Ricky telah menemukan belasan teknologi motor > penggerak listrik yang sudah dipatenkan oleh pemerintah Jepang. > > Namun demikian, di tengah kariernya yang sedang bagus, Ricky memilih > kembali ke Indonesia. Dia turut membeberkan alasannya pada para mahasiswa > kemarin. Pertemuan Ricky dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) > Dahlan Iskan, ternyata menjadi titik segalanya. > > Bermula dari pertemuan sekitar 3 jam itu, Dahlan melobi Ricky untuk pulang > dan berkarya di Tanah Air. > > Bagi Ricky, pertemuan serupa bukan hal baru. Ada beberapa tokoh nasional > yang sebelumnya menemui Ricky dan menawarkan untuk bekerja di Indonesia. > Dia dijanjikan banyak hal yang barang tentu menggiurkan. Gaji tinggi mulai > puluhan juta sampai ratusan juta rupiah, hingga diberi perusahaan, sudah > biasa didengarnya. Tapi dia selalu menolak. Kenapa kali ini berubah? > > “Yang saya tangkap, Pak Dahlan Iskan itu berbeda. Dia tak kasih > janji-janji. Hanya berkata ‘Sudah cukup Anda kerja di luar negeri. Maukah > ikut dengan saya? Kita bersama-sama berbuat untuk Indonesia’,” ucap Ricky > menirukan percakapan dengan Dahlan Iskan saat itu. > > “Beliau sangat paham. Dia minta saya pulang. Saya pun tak tahu kenapa tak > menolak padahal yang lain berani menggaji hingga dua kali lipat dari yang > saya terima kala itu,” sambungnya. > > Dahlan yang mengetahui bahwa tenaga dan pikiran Ricky dihargai sangat > tinggi, saat itu mengaku tak bisa memberikan hal serupa. > > Namun supaya Ricky mau, Dahlan tanpa pusing-pusing langsung menawarkan > gajinya sebulan sebagai menteri BUMN, untuk menjadi bayaran Ricky tiap > bulan. > > Berkat kesamaan visi membangun Indonesia, akhirnya kesepakatan tercapai. > Apalagi, dia bertekad mau membalas jasa para guru yang membantunya bisa > kuliah hingga ke Jepang. Ricky pun balik ke Indonesia dan memulai proyek > mobil listrik Indonesia. > > Selo dan Gendhis, mobil listrik karya Ricky yang sekarang jadi sorotan. > Karya anak bangsa tak kalah dengan mobil sport buatan luar negeri. Padahal, > durasi pengerjaannya hanya lima bulan. Selo memiliki kecepatan 250 > kilometer per jam sedangkan Gendhis 180 kilometer per jam. “Karena mengejar > untuk ditampilkan di APEC, motor dan controller-nya masih pakai buatan luar > negeri,” sebutnya. > > Menurut Ricky, langkah membuat mobil listrik saat ini sudah tepat. > Beberapa waktu ke depan, dunia diprediksi beralih ke kendaraan listrik. Ini > kesempatan buat Indonesia untuk memulai industrinya. Bahkan, bukan hanya > Indonesia, seluruh negara saat ini turut berproduksi mobil listrik. > > “Jika tidak dari sekarang, puluhan tahun lagi akan dipertanyakan apa > produksi Indonesia,” ucap Ricky. “Indonesia butuh penggagas. Dari sini > diharapkan lahir pengembang mobil listrik lain,” sambungnya. > > Cerita di balik pemberian nama mobil listrik karya Ricky ini turut > dibeberkan. Mulanya, mobil tersebut bakal dinamai Gundala. Nama itu diambil > dari tokoh fiksi pahlawan super yang dijuluki Putra Petir. Tapi, Gundala > terlanjur jadi nama komik. Hingga muncul nama Selo dari legenda Ki Ageng > Selo yang dikenal dapat menangkap petir. Akhirnya nama inilah yang didaulat > jadi nama mobil listrik Indonesia dengan model sedan sport. > > “Kalau Gendhis, memang ingin dicari yang manis untuk mendampingi Selo. > Jadi diambillah Gendhis yang artinya gula dari Bahasa Jawa,” imbuhnya. > > Segera Pulang ke Jepang > > Meski asli Indonesia, prestasi Ricky Elson justru mentereng di negeri > Sakura. Di sana, ia sebenarnya telah menduduki jabatan penting. Yakni > sebagai kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet > motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro > cho388, Jepang. > > Ilmu anak Padang ini, sedikitnya telah menghasilkan sekitar 14 teori > mengenai motor listrik dan telah pula dipatenkan oleh pemerintah Jepang. Ia > telah kembali ke tanah air, namun kini ia berencana untuk segera pulang > kembali ke Jepang. Melalui akun facebooknya, pembuat kincir angin terbaik > di dunia untuk kelas 500 watt peak ini mengaku, perusahaan di Jepang > tempatnya bekerja dulu, terus mengirimi tawaran untuknya kembali. Apalagi > menurutnya, saat ini Indonesia belum bersahabat untuk hasil-hasil > karyanya.Oh Indonesia... (afz/jpnn) > > Copas dari JPPN.Com. > > Darwin Chalidi, Tangsel > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
