Assalamu'alaikum Wr. Wb dunsanak palanta RN, tahun 1924 untuk pertama kalinya Buya HAMKA (masih remaja 16 tahun bernama Malik) belajar agama di Tanah Jawa. Salah satu kesannya setelah beberapa bulan belajar adalah, "Islam di Minangkabau yang diajarkan ayahku dan para guru yang lain, menjadi darah dan nafasku. Tapi Islam di Jawa lah yang membuat mataku terbuka melihat persoalan masyarakat dan kaitannya dengan ajaran agama," kata beliau.
90 tahun kemudian, pada 2014, persisnya dua pekan lalu, selama beberapa hari ambo berkesempatan melihat salah satu "metode pengajaran" Islam di Jawa. Inilah laporan pandangan mata ringan di sela-sela obrolan berat soal politik dan capres. http://www.islamindonesia.co.id/detail/1746-Gempita-Shalawat-Syekhermania Wassalam, ANB 45, Cibubur -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
