Nakan Akmal,

Bukankah pemuda Darwis (KHA. Dahlan) justru melakukan pemberontakan thd kultur 
ngengger-ndoroisme itu dengan melahirkan Muhammadiyah. Sebagian orang Jawa yg 
capek manggut-manut akhirnya menerima reformasi kultural Jawa yg digagas pemuda 
Darwis itu.

Sikap kritis Ahmed Dahlan klop dengan kultur Minang. Seperti buku bertemu ruas.




-------- Original message --------
From: Akmal Nasery Basral <[email protected]> 
Date:04/21/2014  9:10 PM  (GMT-05:00) 
To: [email protected] 
Subject: Re: [R@ntau-Net] (OOT) Gempita Shalawat Syekhermania 

Ajo Duta manulih:

"Bedanya kultur Jawa dengan Minangkabau ada pada fanatisme dan akal-fikiran, 
Jawa penuh dengan kepatuhan ngengger-ndoroisme, sementara Minangkabau lebih 
mengutamakan akal-fikiran yang berbuah cristism, kadangkala malah terjadi 
akal-akalan. Karena itu partai yang mengkultuskan pemimpin tidak subur di 
Minangkabau. Karena itu pula Muhammadiyah lebih diterima ketimbang NU."

-----

ANB:
Dikotomi Jawa (ngengger-ndoroisme) vs Minangkabau (akal fikiran yang berbuah 
criticism) ini tidak sepenuhnya valid.

Bukti terkuatnya sederhana saja: Ajo Duta sebagai orang Muhammadiyah tentu 
paham sejarah di mana Muhammadiyah berdiri: di Jawa atau Sumatra? Dan siapa 
yang mendirikan: ulama Jawa atau ulama Sumatra?

Pertanyaan lanjutannya: kalau memang "akal fikiran yang berbuah criticism" itu 
(secara tersirat berarti Minangkabau unggul dari orang Jawa), mengapa 
Muhammadiyah tidak lahir dari "akal fikiran yang berbuah criticism" dari ulama 
Minang? Mengapa Minang justru menjadi penerima (dalam bahasa marketing: 
konsumen) buah pikiran, ijtihad dan ikhtiar dari seorang ulama Jawa dengan 
tradisi "ngengger-ndoroisme" bernama Ahmad Dahlan yang hidup di lingkungan 
kraton Yogya bahkan berangkat berhaji pun atas biaya Sri Sultan dan tinggal di 
Makkah di "wisma negara" Sri Sultan, namun ketika beliau pulang justru membuat 
revolusi pemikiran besar di Tanah Jawa yang akhirnya MERAMBAH ke Minang juga? 
Dari sisi kronologi perkembangan Muhammadiyah, sulit dibantah jika ada pendapat 
yang mengatakan: Minangkabau hanya follower orang Jawa. Tak bisa lain. 

Jadi melihat Jawa hanya sebagai "NU only", pada dasarnya Ajo Duta tanpa sadar 
sedang merendahkan kemuhammadiyahan Ajo Duta sendiri, menganggap tak penting 
sisi lain Jawa yang telah melahirkan mujahid besar berkaliber internasional 
seperti KH Ahmad Dahlan.

Dalam konteks makro, sudah tidak saatnya lagi kita sebagai umat Islam 
melestarikan tipikasi yang awalnya sering dibuat sarjana sosial post-kolonialis 
(yang kebanyakan Barat) itu sebagai pembenar atas ashabiyyah (primordialisme). 
Tugas kita justru untuk memperbesar simpul temu dari semua elemen Islam yang 
ada.

Satu fakta yang menarik dari Bojonegoro: sang Bupati Suyoto (dipanggil Kang 
Yoto) adalah tokoh Muhammadiyah (bekas Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik 
dan Ketua DPD PAN Jawa Timur). Di Jatim yang basis NU, hanya ada dua "orang 
Muhammadiyah" yang sekarang menjadi pejabat (yang lainnya adalah Walikota 
Kediri). 
Saat shalawat di Masjid Al Birru Pertiwi itu, Kang Yoto duduk berdampingan 
dengan Habib Syekh (lihat foto pada artikel). Bahkan pada beberapa bagian 
shalawat, beliau benar-benar menangis (S1 beliau Sastra Arab, jadi paham sekali 
makna lantunan shalawat malam itu).

Wassalam,

ANB


Pada 21 April 2014 19.22, ajo duta <[email protected]> menulis:
Fanatisme umat kalau bersambut dengan pemimpin yang shaleh, tawaddhu', jujur 
dan kapabel. Insya Allah akan membuahkan "negara yang aman sentosa dalam rahmat 
Allah SWT". Repotnya kalau fatanatisme itu bertemu dengan pemimpin yang culas. 
Umat akan jadi korban.

Masalahnya fanatisme yang berujung kepada kepatuhan pada sang pemimpin (Habib) 
itu, apakah juga bisa juga terbukti pada event lain, seperti pada pertandingan 
bola, konser musik dan lain-lain. Atau sebaliknya mereka tetap liar kalau bukan 
pada event religi. Lantas dimana itu rahmatal lil alamin? Apakah agama ada di 
masjid dan acara keagamaan saja? Sementara diluar sana, agama tak ada sama 
sekali, termasuk di politik.

Bedanya kultur Jawa dengan Minangkabau ada pada fanatisme dan akal-fikiran, 
Jawa penuh dengan kepatuhan ngengger-ndoroisme, sementara Minangkabau lebih 
mengutamakan akal-fikiran yang berbuah cristism, kadangkala malah terjadi 
akal-akalan. Karena itu partai yang mengkultuskan pemimpin tidak subur di 
Minangkabau. Karena itu pula Muhammadiyah lebih diterima ketimbang NU.

Antah kok indak?

Wassalaamu'alaikum WW

Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
17/8/1947, suku Mandahiliang, gala Bagindo
Gasan Gadang Pariaman - Tebingtinggi Deli -
Jakarta - Sterling, Virginia USA
------------------------------------------------------------


2014-04-21 0:03 GMT-04:00 Akmal Nasery Basral <[email protected]>:
Assalamu'alaikum Wr. Wb dunsanak palanta RN,

tahun 1924 untuk pertama kalinya Buya HAMKA (masih remaja 16 tahun bernama 
Malik) belajar agama di Tanah Jawa. Salah satu kesannya setelah beberapa bulan 
belajar adalah, "Islam di Minangkabau yang diajarkan ayahku dan para guru yang 
lain, menjadi darah dan nafasku. Tapi Islam di Jawa lah yang membuat mataku 
terbuka melihat persoalan masyarakat dan kaitannya dengan ajaran agama," kata 
beliau.

90 tahun kemudian, pada 2014, persisnya dua pekan lalu, selama beberapa hari 
ambo berkesempatan melihat salah satu "metode pengajaran" Islam di Jawa.

Inilah laporan pandangan mata ringan di sela-sela obrolan berat soal politik 
dan capres. 

http://www.islamindonesia.co.id/detail/1746-Gempita-Shalawat-Syekhermania

Wassalam,

ANB
45, Cibubur
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke