Sanak Sri Yansen Tanjuang nn rang Painan,Pessel n sanak palanta nn baik.
    Sabananyo curito 'foto Tuangku Saliah(TS)' ko lah pernah di pacilotehkan di 
media RN ini, JB lupo thn nn pasti tapi kiro2 alah satahun or duo thn nn lalu.
     Tentang Tuangku  Saliah(TS)ko nn ughang Sungai Sariak tu bagi kami di 
Piaman khusus nyo waarga Muhammadyiah n warga Tapi Lauik sampai ka Padang,indak 
picayo apa n siapa TS ko.Ndak menjadi perhatian. 
    TS cuma 'di-gadang2kan' di Sungai Sariak dgn ajaran suluk n khalwatnya 
sasudah maningga n mereka sanggat tertutup.                   Ketertutupan ini 
dimanfaatkan dgn sebaik-baiknya oleh orang2 kominis dgn PKInya utk membina TS n 
pengikut nya.
    Akhirnya Sungai Sarik menjadi basis PKI nn kuat di Pariaman thn 1950 an,n  
berakhir kejayaannya ketika penumpasan G30S/PKI oleh massa anti PKI n ABRI.     
   Nasib baik bagi TS beliau selamat dari amukkan massa n mengakkhiri hidupnya 
thn 1974 n dikubur di Sungai Sarik.
    JB sendiri baru mancaliak foto TS ko digantuangkan di beberapa kedai nasi 
di Jakarta satahun nn lalu n mereka pemilik kedai nasi tu baasa dari desa2 di 
Sungai Sarik n sekitarnya.
   Dapat dipastikan kalau pemilik kedai nasi tu dari Kota Madya Piaman apalagi 
pengikut Muhammadyia,indak ka mamasang kodak TS tu.
    Fenomena mengkultuskan n mempopulerkan kembali TS ini via menjual kodak TS 
menjadi tando tanyo,apo maksud dari sipengedar kodak TS ini,apa betul utk 
pelaris kedai nasi itu? atau ada maksud pengumpulan dana bagi kegiatan 
pembangunan mesjid di Sungai Sarik? or ado udang dibaliak batu utk dana 
kegiatan 'membangkitkan' kembali elemen2 pki nn tidak sepenuhnya habis di 
Sungai Sarik?.
   Sampai kini JB io kalam mukasuik pemsangan kodak TS ko krn ndak ado 
penjelasan baik dari si pengedar kodak TS or dari aparat Pemda di VII Koto 
Sungai Sarik.
    JB,DtRJ,75thn,ughang IV Angkek Padusunan,Piaman Ti mur,Bonjer,Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Sri Yansen Tanjung <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 6 May 2014 00:48:16 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Cerita di balik foto kakek-kakek tua di rumah makan Padang

Dunsanak sadonyo,,,

iko nyato atau carito muluik ka muluik sajo? dan di dalam kehidupan ABS SBK 
ba'a pulo hukumnyo picayo bisa manjadi "jimat pelaris dagangan" dek ma 
masang poto angku ko?

mohon pencerahannyo....

http://www.merdeka.com/peristiwa/cerita-di-balik-foto-kakek-kakek-tua-di-rumah-makan-padang.html
 

*Merdeka.com - *Saat berkunjung ke rumah makan padang, kedai, atau tempat 
yang pemiliknya orang Minang acap kali kita menemukan foto seorang kakek 
berkopiah hitam terpajang di dinding rumah makan tersebut? Barangkali anda 
berpikir bahwa si kakek ini memiliki anak atau cucu segudang yang memiliki 
usaha di semua profesinya.

Atau mulut mulai terasa gatal untuk bertanya pada pemilik rumah makan atau 
kedai yang dikunjungi, 'Hei Uda, siapa kakek itu?' atau 'Uda, apakah 
bersaudara dengan rumah makan ini atau rumah makan itu, sebab di sana ada 
foto kakek itu juga'

Selanjutnya jika mulai membuka pertanyaan itu, maka si pemilik rumah makan 
akan bercerita panjang mengenai si kakek tersebut. Selesai mengetahui 
cerita siapa kakek tersebut, kesimpulan berikutnya adalah siapapun yang 
memajang foto kakek tersebut, mereka adalah orang Pariaman, Sumatera Barat.

Penasaran dengan siapa kakek yang ada di dalam foto tersebut? kenapa dia 
begitu dihormati oleh banyak perantau yang berasal dari Pariaman. Mari kita 
mulai bercerita.

Kakek yang fotonya sering terpajang di beberapa rumah makan padang atau 
kedai yang pemiliknya berasal dari Pariaman itu seringnya tidak memiliki 
hubungannya dengan si pemilik rumah. Mereka bukan keturunan dari kakek 
tersebut, mereka hanya pengagum atau orang-orang yang mengikuti ajaran yang 
dianut kakek tersebut. Orang-orang percaya, bahwa memajang foto kakek itu 
akan membawa keberuntungan, rizki dalam usaha mereka. Sebab, kakek tersebut 
dikenal keramat oleh mereka.

Nama si kakek itu adalah Syech Kiramatulla Ungku Saliah, namun lebih 
dikenal dengan sebutan Angku Saliah atau Ungku Saliah. Ungku Saliah 
merupakan ulama yang berasal dari Kabupaten Padang Pariaman khususnya 
Kecamatan VII Koto Sei Sarik. 

Menurut berbagai sumber yang dihimpun, Ungku Saliah lahir sekitaran tahun 
1887 dan merupakan penganut Mazhab Syafi'i. Nama Saliah sendiri merupakan 
sebuah gelar yang beliau dapati saat mempelajari ilmu tarekat dari gurunya 
karena beliau merupakan anak yang rajin belajar dan beribadah. Beliau 
memiliki murid dan pengikut yang sangat banyak.

Semasa hidupnya, dari cerita orang-orang tua dulu dan pengikutnya, Ungku 
memiliki keistimewaan khusus layaknya wali Allah. Bila ada yang minta obat 
kepada Ungku Saliah terkadang beliau hanya mengambil sembarangan apa yang 
tampak di depan matanya. Seperti misalnya daun, rumput, batu atau yang 
lainnya. Ajaibnya benda-benda yang diambilnya mujarab jadi alat penyembuh.

Cerita lain yang beredar adalah soal kehebatan Angku dalam memecah raga. 
Ungku disebut-sebut bisa menghadiri acara beberapa tempat yang berbeda di 
waktu yang bersamaan. Dan cerita yang paling dikenang oleh orang-orang tua 
adalah beliau pernah melempar batu kerikil saat air bah datang di sebuah 
kampung, air bah tersebut berbelok arah dan tidak jadi mengenai kampung.

Ungku Saliah wafat 3 Agustus 1974 di Sungai Sariak, Pariaman. Makamnya 
dibuat gobah yang sampai sekarang tetap dikunjungi oleh para penziarah.

Para pengagum dan orang-orang yang mengetahui cerita serta seluk beluk 
beliau pun ikut mengkramatkan foto beliau. Fotonya pun sering dijadikan 
'jimat pelaris' dagangan. 

"Ungku tuh sakti. Inyo bisa mahilang. (Ungku itu sakti, dia bisa 
menghilang)" cerita Doni (32) pemilik rumah makan Padang di Pesakih, 
Kalideres, Selasa (6/5) saat diminta keterangan mengenai foto Ungku Saliah 
yang terpajang di dinding Kedai Nasinya.

Doni merupakan salah satu pengagum dan penganut ajaran dari Ungku Saliah 
dan berasal dari Pariaman. Alasannya memajang foto Ungku saliah adalah 
identitas sebagai perantau orang Pariaman dan pengangum dari Ungku itu 
sendiri. 

Terlepas dari orang-orang yang memajang fotonya berharap dapat pelaris, 
menghormati Ungku Saliah dengan mengamalkan ajarannya jauh lebih baik bukan?
 


[hhw]

wassalam
Sri Yansen/lk/42/tanjuang/asa Painan

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke