Ralat  saketek : baa lo kok jadi duo tulisanko sakali hadir, maaf,  mungkin
ambo salah pencet.
          Ciek sajolah pakai


Pada 7 Mei 2014 18.43, Maturidi Donsan <[email protected]> menulis:

> Nak Fitrianto dan sanak dipalanta n.a.h
>
>
>
> Terima kasih data dari nak Fetrianto.
>
> Penjelasan dari pak Amidhan, bu Siti Zuhro , Ustad Ngabalin itu jelas,
>
>  Kegiatan seperti itu dimana masing-masing caleg/capres bisa menggunakan
> mesjid untuk kampanye, jelas harus dilarang.
>
>
>
> Yang saya kedepankan kusus kutbah jumat.
>
> Kutbah jumat ini yang saya katahui ada syarat rukunnya yang sudah
> dilaksanakan selama ini oleh para khatib di mimbar tiap jumat seperti :
>
>
>
> Untuak manjago agar akidah umat islam tatap terpaliharo  dan ikhtiar
> untuak  kemajuan Islam kedepan termasuklah mungkin  manantukan sia nan
> kamamimpin umat ko ke depan tapi tidak meyebut personal, dan memperingatkan
> umat agar takutlah kepada Allah, jangan melangggar ketentuan-ketentuan
> Allh, mako mesjid sasuai jo syarat rukun kutbah nan harus dipenuhi
>  tamasuaklah mambicarokan hal actual yang berlaku diantara jumat kejumat,
> masalah aktual ko bisa dibaokan pado kutbah mesjid.
>
> INi yang saya ketahui yang dikatahui kawan-kawan, kita juga ingin
> mendengarnya.
>
>
> Apakah syarat rukun kutbah jumat ini akan terkunci juga dengan keterangan
> pak Amidhan dan Ustad Ngabalin diatas kita tunggggullah tanggapan dari  
> sanak-sanak
> dipalanta.
>
>
>
> Penmbicaraan kita dibatasi kusus mengenai kutbah jumat untuk kebaikan umat
> islam, bukan yang lain.
>
>
>
> Itu penjelasan ambo namun ambo tetap menghargai penjelasan dan data dari
> sanak-sanak kito dilapauko.
>
>
>
> Wass,
>
>
>
> Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau.
>
>
> Pada 7 Mei 2014 09.27, 'Harman' via RantauNet 
> <[email protected]>menulis:
>
>> Assalamu'alaikum,
>>
>> Sederhana saja pak, Gereja BUKAN Masjid, Gereja TIDAK PERNAH SAMA dengan
>> masjid. Yang menyamakannya hanya satu, sama2 disebut rumah ibadah.
>>
>> Bisa dibayangkan jika di satu masjid pengurus punya kecenderungan untuk
>> satu partai/capres sebut saja partai A dengan capres Fulan1 maka isi
>> kutbah, kultum tentu tidak jauh dari jualan itu. Di masjid warga lain,
>> pengurus hingga imam masjid sudah "dipengaruhi" juga oleh partai B dengan
>> Capresnya Fulan2. Tidak semua warga disekitar masjid itu punya pendapat dan
>> pemahaman yang sama dengan pengurus dan imam masjid di dekat rumahnya, bisa
>> bapak bayangkan kan bagaimana kondisinya, bisa-bisa warga di sekitar masjid
>> yg dukung partai A krn dia punya orientasi politik B, akan lebih nyaman
>> berjamaan dan mengaji di masjid yg seidiologi dengannya.
>>
>> Fungsi masji memang bukan sekedar tempat ibadah tapi juga untuk pembinaan
>> ummat dalam hal ini meliputi akhlak, sosial dan politik. Tapi politik di
>> sini bukanlah politik MURAHAN. Yang saya maksud politik MURAHAN adalah
>> politik yg menjual partai atau orang tertentu, tapi politik dlm bentuk
>> pemahaman kepada jama'ah politik yang sesuai syar'i, politik dlm bentuk
>> kisah2 para nabi/Rasul hingga era kekhalifahan. Jika ini yang diberikan
>> maka selanjutnya merupakan hak tiap2 muslim memutuskan apakah memilih atau
>> mungkin saja tidak memilih.
>>
>> Politisasi masjid ini pernah membuat persinggungan ormas Muhammadiyah
>> dengan partai tertentu, kasus ini bukan isapan jempol, kasus ini dimuat
>> juga di majalah bulanan Muhammadiyah, hingga akhirnya PP Muhammadiyah
>> mengeluarkan semacam surat edaran hingga ke ranting untuk kembali melakukan
>> inventarisasi amal usaha  muhammadiyah mana saja yang sudah / akan beralih
>> fungsi sebagai media kampanye partai tersebut. Ini tidak hanya terjadi pada
>> amal usaha Muhammadiyah saja, tapi jg terjadi pada ormas terbesar NU. Tapi
>> ada hikmah dibalik kasus ini, yaitu Muhammadiyah mulai melakukan penguatan
>> kembali idiologi kemuhammadiyahannya pada setiap kader.
>>
>> Di masjid dekat rumah saya, dinding masjid yang seharusnya berisi asma
>> ulhusna atau hiasan2 kaligrafi ayat qur'an, malah terselip gambar sebuah
>> partai, hingga akhirnya gambar itu dilepas krena mendapat teguran dari
>> seorang penceramah yg mengatakan, bhw apakah masjid ini memang hanya
>> kontribusi partai tertenu atau ada juga kontribusi jamaah yang lain?
>>
>> Jadi ingat apa kata buya Syafi'i Ma'rif tentang politik dan dakwah.
>> Politik itu bersifat memecah, sementara Dakwah bersifat menyatukan.
>> Fungsi utama masjid adalah sebagai sarana DAKWAH bagi para DA'I, bukan
>> sarana kampanye bagi Caleg atau capres, apalagi jika mengarah pada
>> penyampaian isyu negatif kepada lawan politik dimana isyu itupun belum
>> tentu benar.
>>
>>
>> Wassalam,
>> Harman St Idris, 42
>>
>>
>>   On Wednesday, May 7, 2014 7:08 AM, Maturidi Donsan <
>> [email protected]> wrote:
>>  Nak Fitrianto, baliau-baliau tu memang belabel islam tapi
>> masiang-masiang kapal nan baliau kamudikan, atau na baru masih jadi
>> penumpang, kompasnyo indak islam, samo tahulah awak kama painyo beko.
>>
>> Tapi awak sangek basadiah, kapa-kapa nan tadinyo awak tumpangi, lah naik
>> awak kateh, kiniko awak  awak alah dibao maikuik armada urang.
>>
>> Tapi io sudahlah tak dapek goreang ayam,  sambalado di makan.
>>
>> Tapi nan ambo tuju samulo : Apoko Musajik indak bisa dipakai saketek
>> untuak manyuluah jamaah tarutamo wakatu jumat agar mamiliah urang nan
>> islamnyo agak memadai.
>>
>> Ambo ingin tanggapan dari para ustad dan cendekia nan ado di lapauko.
>>
>> Musajik dikunjungi urang ramai tanpa disuruah tiok jumat. Pesan ke jamaah
>> di musajik sampai kakaluarga, sampai ka pamiliah pemula, tapi iko nan indak
>> dimanfaatkan di awak. Tiok jumat labiah efektif. Kalau di wirid-wirid
>> urangnyo bapiliah.
>>
>> Gareja sangek aktif manyuluah jamaahnyo, baa diawak kok...
>>
>> Kalau musajik indak lo aktif, io miskin bana sarana umat islam untuk
>> Pamilu.
>>
>> Pamilu baik pileg maupun pilpres ,  menentukan nasib umat islam kedepan
>>
>> Kenyamanan beribadah di Mesjid pun nanti  ditentuka dari Sanayan dan
>> Merdeka Utara tu.
>>
>> Kalau baitu apo indak paralu musajik basuaro ikuik manantukan nan
>> kaduduak di Sanayan jo Merdeka Utara tu.
>>
>> Pengalaman maso orde baru. Bahan  nan kadi baokan Ustad-ustad nan
>> bakhutbah /bacaramah di musajik ditantukan dari  Sanayan dan Merdeka Utara
>> tu.
>>
>> Nak  Fitrianto masih banyak waktu untuk meneliti kedepan, mudah-mudahan
>> menemukan yang terbaik.
>>
>> Wass,
>>
>> Maturidi (L/75) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau
>>
>>
>>
>>    --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke