Coba sanak baca dulu dari awal thread-nya.

Was salaam 
Fitr

Sent from my iPad

> On May 19, 2014, at 6:57 PM, hrees_iie via RantauNet 
> <[email protected]> wrote:
> 
> *Ukuran tertib atau tidak tertib itu bukan/ tidak bisa langsung dilihat dari 
> agamanya pak
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> From: hrees_iie via RantauNet <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Mon, 19 May 2014 22:53:59 +0000
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] (OOT) Seislami Apakah Kita?
> 
> السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
> Ukuran tertib atau tidak tertib itu bukan tidak bisa langsung dilihat dari 
> agamanya pak. Tapi sejauh mana masyarakat suatu tempat dapat menerapkan 
> aturan di negaranya itu. Termasuk didalamnya ketaatan dalam menerapkan 
> nilai-nilai luhurnya dan agamanya.
> 
> Coba anda bayangkan jutaan ummat muslim masih bisa diatur saat pelaksanaan 
> haji. Dilihat dari jumlahnya, ini sangat tertib. Dan ini suatu pertemuan 
> terakbar di dunia setiap tahunnya.
> 
> Jadi jangan anda sama kan ummat islam secara umum dengan orang jepang yang 
> segelintir itu.
> 
> Kalo anda mau membandingkan orang indonesia dengan orang jepang mungkin masih 
> bisa saya terima.
> 
> Tulisan anda "Jadi ya, mereka juga gak perfect.
> Tapi memang masih lebih baik dalam banyak hal (amar ma'ruf) dibanding umat 
> Islam."
> 
> Maaf kalau begini cara berfikir anda, sama dengan menyalahkan agamanya. 
> Padahal semua itu tergantung pada orang yang melaksanakan ajaran agamanya.
> 
> Astaghfirullah...
> 
> Wassalam
> Haris Jumadi
> 37 tahun
> Sikumbang, Batagak
> Di Palembang
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> From: Fitrianto <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Mon, 19 May 2014 18:28:30 -0400
> To: rantaunet<[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] (OOT) Seislami Apakah Kita?
> 
> AslmWrWb
> 
> Wah, susah juga menjawabnya karena bukan pakar sosiologi apalagi pakar 
> Budha/Shinto...:)
> 
> Yang terasa adalah, masyarakatnya memang sangat disiplin dan pekerja keras. 
> Dan nilai moral yg merata dirasakan dari anak kecil sampai nenek2 adalah 
> Jangan 'MEIWAKU' (mengganggu/menyusahkan orang lain).
> Ini tampak sampai misalnya, untuk minta cuti kerja (yg memang jatahnya) pun, 
> mereka mikir, apakah gak bikin susah koleganya jika dapat kerja tambahan 
> gara2 dia libur.
> Bersedia antri, tepat waktu, bekerja sungguh2 dll mungkin bisa dilihat 
> sebagai turunan dari sikap moral di atas. 
> 
> Ada juga yg bilang karena jepang berdasarkan shame society (tahu malu/'HAJI').
> Atau karena masyarakatnya homogen, satu bangsa di bawah satu Tenno (Kaisar).
> Btw, kata survey terbaru, 1/3 masyarakatnya gak punya feeling khusus dgn 
> Kaisar, 1/3 lagi positif/suka dan 1/3 lagi sangat hormat. Gak ada yg gak suka.
> 
> Tidak menyusahkan orang, tahu malu dan taat aturan kalau mau disebut Islami 
> tentu juga Islami.
> Tapi orang Jepang gak bakalan mau dibilang mereka Islami karena menjalankan 
> itu.
> Mereka akan menyebutnya Jepangi....;))
> 
> Reaksi masyarakat Jepang thd gempa/tsunami memang menakjubkan dan manjadi 
> catatan tersendiri di seluruh dunia.
> Mereka mempraktekkan sabar pada pukulan pertama.
> Hampir di semua negara, termasuk AS, Inggris, China, Indonesia dll saat 
> menghadapi musibah seperti itu akan menghasilkan kekacauan dan amuk masa.
> Kita dengar saat ada banjir di Ina, korban banjir masih mencela kalau diberi 
> nasi bungkus yg gak sesuai seleranya.
> Di Jepang, korban gempa/tsunami malah menyuruh sukarelawan untuk mencari dulu 
> orang yg lebih membutuhkan makanan dari dirinya.
> 
> Tapi tetap ada contoh2 buruk saat itu.
> Ada yg memanfaatkan dana rehabilitasi untuk kepentingan pribadinya.
> Banyak daerah2 menolak dijadikan tempat penambungan tumpukan sampah/bangunan 
> rusak dll karena takut radiasi dari barang2 tsb.
> Dan Tokyo Denryoku (pemilik PLTN Fukushima yg hancur) sering sekali 
> memanipulasi data kebocoran radiasinya.
> 
> Jadi ya, mereka juga gak perfect.
> Tapi memang masih lebih baik dalam banyak hal (amar ma'ruf) dibanding umat 
> Islam.     
> 
> Wassalam
> fitr 
>  
> 
> 2014-05-18 19:32 GMT-04:00 Akmal Nasery Basral <[email protected]>:
>> Kemungkinan nyo lampangnyo apak jo payuangnyo tu, atau minimal barubah aia 
>> mukonyo, karano inyo melakukan hal itu atas dasar ajaran Budha, atau Shinto 
>> atau ajaran moral universal dari sajak TK, bukan dari Islam.
>> 
>> ANB:
>> 
>> Dinda Fitr, 
>> kenapa dasar ajaran Budha atau Shinto bisa mengubah perilaku manusia menjadi 
>> tertib (seperti saat warga Fukushima antre begitu rapi waktu mereka triple 
>> disaster kena tsunami, gempa bumi dan kebocoran reaktor nuklir pada 2011) 
>> sementara muslim susah sekali tertib meski juga sudah diajarkan agama sejak 
>> kecil?  
>> 
>> Wass,
>> 
>> ANB
>> 46, Cibubur
>> 
>> 
>> * * *
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> --- 
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke