Data penderita HIV /AIDS di sumbar manuruik KPAP ( Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sumbar) dan Disnakertrans Sumbar Dari tahun 2002 - 2013 ( Januari 2014) HIV. 152 , AIDS 843 , nan ala maningga 128 urang .... , wss Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Syafruddin AL <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 21 May 2014 08:08:59 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] HIV/AIDS di Ranah. Pak Saaf dan adidunsanak di Palanta, nah! Tahun 1995 ambo pernah ikut workshop tentang HIV dan AIDS di Jogyakarta selama seminggu. Salah seorang penceramahnyo Ibu Menkes nan kini ko. Pulang dari Jogya, ambo sangajo pulang ke Padang melakukan investigasi tentang kehidupan malam di kota Padang, mencari tahu parangai trantib, wawancara dengan wanita penghibur yang dikandangkan di sukarami, dan mencari data apakah sudah ada benih HIV di Sumatra Barat. Hasil yang ambo dapek, ado muncikari yang berkeliaran di hotel-hotel manjojokan wanita malam yang berasal dari berbagai daerah di Sumbar. Bisnis lendir ini sudah berlangsung lama di Sumbar. Waktu itu juga menjamur panti pijat di Padang dan nan punyo di antaronyo adalah Kapalo Trantib Kota Padang sendiri. Wanita-wanita malam yang terjaring razai dan kemudian dibawa ke Sukarami, namun di perjalanan, di sekitar Ladang Padi, banyak di antara mereka yang 'digarap' oleh petugas sendiri sebelum diserahkan ke panti rehabilitasi Sukarami, Solok. Dari hasil wawancara waktu itu, umumnya para poyok iko tidak mengerti dan tak takut dengan HIV/AIDS. "Sudahlah da, panyakik tu kalau diteliti-teliti, banyak macamnyo. Mungkin HIV dan AIDS ko baru batamu," kato mereka. Maaf, mereka juo mengakui kalau pakai kondom kurang sero (maaf sekali lagi). Kemudian, dari data di Dinkes Sumbar, waktu itu baru diketahui 1 penderita HIV di Sumbar. Diduga seorang poyok yang selama ini beroperasi di Batam dan kemudian pulang kampung. Setelah terdeteksi petugas, poyok ko menghilang. Waktu itu ambo lah tulih di Singgalang bahwa HIV dan AIDS bakal mengancam Sumbar. Pemerintah dan masyarakat harus waspada. Kini, hampir 20 tahun kemudian, jumlahnya ternyata sudah 1.785 penderita. Sia nan kadisalahan? Salam, Syaf AL, 51, Bogor Pada 16 Mei 2014 14.43, Dr. Saafroedin Bahar <[email protected] > menulis: > Para sanak sekalian, nampaknya gejala seks bebas sudah menjadi hal yg > biasa di Ranah, dengan segala akibatnya. Menurut data BK3AM, di Padang dan > Bukittinggi tercatat sebanyak 1.785 kasus pd tahun 2013 yg lalu. > Ada tanggapan ? > SB, 77, Jkt. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
