Knkn Syafruddin Al n sanak Palanta nn dihormati.
Mak JB kutip senek."Kini, hampir 20thn kemudian,jum lahnya ternyata sdh
1.785 penderita(HIV/AIDS-jb)". Sia nn kadisalahkan?"
Secara berita jurnalistik tlh Syaf beritakan masalah ini dgn baik.Mauruik
dado memang awak dibueknyo.
Tapi mak JB mancubo manja wab pertanyan Syaf itu keliha tannyo sambia
bagarah.
'Sia nn kadisalahkan' dgn semakin maraknya perkemba ngan Hiv/AIDS di
Sumbar?.
Iko jawabannyo.Supayo AIDS ndak mewaabah di Sumbar ,agar Anunya(milik vi
tal laki2/padusi) Itu-jangan- Digunakan Sembarangan.Seba liknya mewabahnya AIDS
di Sumbar karena Anunya Itu(organ vital laki/padusi) Digunakan/Dipakai
Sembarang an.
Jadi nn dapek dipasalahkan dhi, Pertamo,Si pemilik organ vital itu
sendiri(lk/padusi)krn sangat terlalu gata,,Ka duo,hilangnyo 'tenggang raso'
bagi sipemilik organ vital itu,aratino 'bagaimana kalau nn di 'poyoki' itu
adik/kakak/induak/ayah kandung sendiri nn dipoyoki orang lain? Katigo,beban or
tantangan ekonomi nn ndak kuat ditangguang oleh si pemilik
organ,KaAmpek,sirnanya rasa Keimanan dlm dada si pemilik Organ,Kalimo,adonyo
'peluang untuk berbuat mesum,spt tenda2 gepeng nn aman,shg hasrat nn membuncah
utuk merasakan hubungan intim baik ditingkat remaja kencur or mereka memang
dunianya sdh di bisnis lendir ini.Ka anam,masyarakaik sekitar,sdh tidak peduli
lagi.
Kalau co tu keadaannyo bisnis lendir ini di Sumbar,cq peningkatan
perkembangan HIV/AIDS,tidak tertutup kemungkinan akan muncul 'Dolly2 model
Surabaya or 'Tanah2 Abang Bongkaran' di Jkt Pusat di Sumbar.Semoga tidak
terjadi.Apa mungkin?
Itu je nyeh Syaf. Mak JB sendiri tlh menyaksikan,bertemu dgn
be2rapa pekerja Sex ini di Hotel2 Padang n sekitarnya ukatu pulkam duo thn nn
lalu.Tanpa rasa malu n bersalah mereka becerita dengan genitnya tenntang
pekerjaan nn mereka lakoni n asal usul diri mereka terjerumus dlm bisnis lendir
ini.
JB,DtRJ,75hampia 76thn,sk Mandahiliang,IVAngkek Padusunan,Pariaman
Timur,Bonjer,Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message-----
From: Syafruddin AL <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 21 May 2014 08:08:59
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] HIV/AIDS di Ranah.
Pak Saaf dan adidunsanak di Palanta, nah!
Tahun 1995 ambo pernah ikut workshop tentang HIV dan AIDS di Jogyakarta
selama seminggu. Salah seorang penceramahnyo Ibu Menkes nan kini ko. Pulang
dari Jogya, ambo sangajo pulang ke Padang melakukan investigasi tentang
kehidupan malam di kota Padang, mencari tahu parangai trantib, wawancara
dengan wanita penghibur yang dikandangkan di sukarami, dan mencari data
apakah sudah ada benih HIV di Sumatra Barat.
Hasil yang ambo dapek, ado muncikari yang berkeliaran di hotel-hotel
manjojokan wanita malam yang berasal dari berbagai daerah di Sumbar. Bisnis
lendir ini sudah berlangsung lama di Sumbar. Waktu itu juga menjamur panti
pijat di Padang dan nan punyo di antaronyo adalah Kapalo Trantib Kota
Padang sendiri. Wanita-wanita malam yang terjaring razai dan kemudian
dibawa ke Sukarami, namun di perjalanan, di sekitar Ladang Padi, banyak di
antara mereka yang 'digarap' oleh petugas sendiri sebelum diserahkan ke
panti rehabilitasi Sukarami, Solok. Dari hasil wawancara waktu itu, umumnya
para poyok iko tidak mengerti dan tak takut dengan HIV/AIDS. "Sudahlah da,
panyakik tu kalau diteliti-teliti, banyak macamnyo. Mungkin HIV dan AIDS ko
baru batamu," kato mereka.
Maaf, mereka juo mengakui kalau pakai kondom kurang sero (maaf sekali
lagi). Kemudian, dari data di Dinkes Sumbar, waktu itu baru diketahui 1
penderita HIV di Sumbar. Diduga seorang poyok yang selama ini beroperasi di
Batam dan kemudian pulang kampung. Setelah terdeteksi petugas, poyok ko
menghilang.
Waktu itu ambo lah tulih di Singgalang bahwa HIV dan AIDS bakal mengancam
Sumbar. Pemerintah dan masyarakat harus waspada. Kini, hampir 20 tahun
kemudian, jumlahnya ternyata sudah 1.785 penderita. Sia nan kadisalahan?
Salam,
Syaf AL, 51, Bogor
Pada 16 Mei 2014 14.43, Dr. Saafroedin Bahar <[email protected]
> menulis:
> Para sanak sekalian, nampaknya gejala seks bebas sudah menjadi hal yg
> biasa di Ranah, dengan segala akibatnya. Menurut data BK3AM, di Padang dan
> Bukittinggi tercatat sebanyak 1.785 kasus pd tahun 2013 yg lalu.
> Ada tanggapan ?
> SB, 77, Jkt.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.