Assalamu'alaykum,
Mohon permisi ka mamak-mamak jo dunsanak untuak malewakan nan ambo dapek
dari internet ko...
Karano nagari awak manjunjuang tinggi ABSSBK, iko ransonyo cocok juo jadi
referensi untuak ka mamiliah bisuak...

Mungkin mamak-mamak nan mantan TNI bisa maagiah pandangan kebenanrannyo...


Jasa Prabowo bagi Ummat Islam di Era Militer Anti-Islam
Jumat, 9 Mei 2014 (9:19 am) / Politik<http://news.fimadani.com/report/politik/>

Bakal calon presiden dari Partai Gerindra dinilai berjasa bagi ummat Islam
di masa militer anti Islam (Orde Baru) di bawah menteri Pertahanan Leonardus
Benyamin Moerdani atau yang dikenal dengan LB Moerdani atau Benny Moerdani.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam 1999-2001,
Fakhrudin.

"Prabowo adalah prajurit yang secara terbuka berani berhadapan dengan faksi
militer yang fasis dan anti Islam, di bawah mendiang Benny Moerdani,"
jelasnya seperti dikutip *Inilah.com*

Prabowo-lah, kata Fakhrudin, yang berani mengambil risiko di saat kelompok
Moerdani tengah kuat-kuatnya. "Dia tak rela umat Islam terus dikorbankan
demi kepentingan politik mereka," kata dia.

Saat itu ada istilah ABRI hijau yang diisi perwira yang dekat dengan Islam
dan pesantren. Ada juga ABRI merah putih, mereka yang nasionalis dan bukan
beragama Islam. Kedua kelompok ini selalu bersinggungan.

Mayjen (Purn) Kivlan Zen, salah satu jenderal pendukung Prabowo,
menjelaskan awalnya hubungan Prabowo dan Benny Moerdani sangat dekat. Namun
hal itu berubah saat Benny berniat menghancurkan gerakan Islam secara
sistematis. Benny juga dinilai ingin menguasai Indonesia dan menjadi
presiden menggantikan *Soeharto*.

"Prabowo Subianto merasa tidak cocok dengan langkah-langkah tersebut dan
melaporkan langkah-langkah Benny, pada mertuanya, Presiden
*Soeharto**,*termasuk rencana Jenderal Benny Moerdani menguasai
Indonesia atau menjadi
Presiden RI," kata Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen Kivlan Zen dalam buku
Konflik dan Integrasi TNI AD terbitan Institute for Policy Studies tahun
2004.

Berkenaan dengan penculikan sejumlah aktivis, Fakhrudin juga yakin segala
sesuatu harus dilihat dalam kontek kekuasaan saat itu. "Ada dua faktor;
pertama karena pesanan rezim yang berkuasa, kedua karena adanya pertarungan
di elite militer. Jadi faksionalisasi di internal militer menjadi pemicu
untuk saling mendiskeditkan sesama mereka."

Keyakinan Fakhrudin bahwa isu HAM sudah jadi sekadar dagangan politik,
karena waktu Megawati berkuasa, toh soal itu tak dimasalahkan. Ia menilai,
mungkin karena Megawati pun tak lepas dari kedekatan dengan militer.
Sayangnya, kata dia, Megawati lebih akomodatif kepada sayap militer yang
anti-Islam. "Lihat figur-figur tentara yang di lingkaran Mega. Hampir
sebagian besar loyalis Beny ada di sana. Ini menunjukkan bahwa PDIP kurang
sensitif terhadap perasaan ummat Islam," kata dia.

Menurutnya, kalau Megawati konsisten dengan penegakan HAM, kenapa dia tidak
tampil untuk menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM saat mendapat
mandat dari rakyat. "Jangankan pelanggaran HAM, penculikan, kasus priuk,
tragedi lampung, kejadian di Aceh dan lain lain, kasus 27 Juli saja dia
tidak bisa selesaikan dengan tuntas."

Jurnalis Islam Nuim Hidayat, mengatakan bahwa  *Majalah Media Dakwah* yang
diterbitkan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia edisi Februari 1998 yang
berjudul: Melawan Pengkhianat Bangsa. Di situ dilaporkan tentang
tokoh-tokoh Islam, baik dari MUI, ICMI, Muhammadiyah, Dewan Dakwah, dan
lain-lain saat itu berkumpul di markas Kopassus untuk mendukung Prabowo
bertindak mengamankan negara seperti saat kudeta G30S/PKI.
http://news.fimadani.com/read/2014/05/09/jasa-prabowo-bagi-ummat-islam-di-era-militer-anti-islam/

Prabowo Berjasa di Era Militer Anti-Islam

*INILAHCOM, Jakarta - Aktivis 98 yang juga Ketua Umun PB HMI 1999-2001,
Fakhrudin, mengatakan sebaiknya umat Islam tidak gampang terprovokasi
gencarnya pemberitaan yang menyudutkan capres dari Gerindra, Prabowo
Subianto. Bagaimanapun ada peran besar Prabowo saat militer Indonesia
cenderung anti-Islam.*

"Jangan gampang dikecoh," kata Fakhrudin dalam pembicaraan telepon dengan
Inilahcom. Menurut dia, umat Islam Indonesia sejatinya berutang budi kepada
Prabowo. "Prabowo adalah prajurit yang secara terbuka berani berhadapan
dengan faksi militer yang fasis dan anti Islam, di bawah mendiang Benny
Moerdani."

Prabowo-lah, kata Fakhrudin, yang berani mengambil risiko di saat kelompok
Moerdani tengah kuat-kuatnya. "Dia tak rela umat Islam terus dikorbankan
demi kepentingan politik mereka," kata dia.

Berkenaan dengan penculikan sejumlah aktivis, Fakhrudin juga yakin segala
sesuatu harus dilihat dalam kontek kekuasaan saat itu. "Ada dua faktor;
pertama karena pesanan rezim yang berkuasa, kedua karena adanya pertarungan
di elite militer. Jadi faksionalisasi di internal militer menjadi pemicu
untuk saling mendiskeditkan sesama mereka."

Keyakinan Fakhrudin bahwa isu HAM sudah jadi sekadar dagangan politik,
karena waktu Megawati berkuasa, toh soal itu tak dimasalahkan. Ia menilai,
mungkin karena Megawati pun tak lepas dari kedekatan dengan militer.
Sayangnya, kata dia, Megawati lebih akomodatif kepada sayap militer yang
anti-Islam. "Lihat figur-figur tentara yang di lingkaran Mega. Hampir
sebagian besar loyalis Beny ada di sana. Ini menunjukkan bahwa PDIP kurang
sensitif terhadap perasaan ummat Islam," kata dia.

Menurutnya, kalau Megawati konsisten dengan penegakan HAM, kenapa dia tidak
tampil untuk menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran HAM saat mendapat
mandat dari rakyat. "Jangankan pelanggaran HAM, penculikan, kasus priuk,
tragedi lampung, kejadian di Aceh dan lain lain, kasus 27 Juli saja dia
tidak bisa selesaikan dengan tuntas." [dsy]
http://nasional.inilah.com/read/detail/2098519/prabowo-berjasa-di-era-militer-anti-islam#.U4Kj3SjWrcs




*----- Rapat Rutin Pengurus Serikat Harus Tetap Ada. **Karena Disitulah
Hati, Jiwa Dan Semangat Pengurus Dipertemukan, Diingatkan Dan Dipersatukan
-----*

*Salam dan Terima Kasih,*
*Dedi Suryadi*

_____________________________________________________________________________
                       *****    Sukses Seringkali Datang Pada Mereka Yang
Berani Bertindak Dan   *****
      ******Jarang Menghampiri Penakut Yang Tidak Berani Mengambil
Konsekuensi (Jawaharlal Nehru**)* *****
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
          "The Best Human Being Among of You is The Most Beneficial for The
Others" (Hadith by Bukhari)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
****...."Kasihilah Yang Di Bumi, Maka Yang Di Langit Akan Mengasihimu...
".....*****
                  "Love What On Earth, Then What On Sky Will Love You ..."

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke