http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/02/09/28782/mafiawar-18-stanley-greenberg-konsultan-yahudi-jokowitainment
MafiaWar (18): Stanley Greenberg, Konsultan Yahudi Jokowitainment

*JAKARTA (voa-islam.com <http://voa-islam.com>)* - Luar biasa hebat
konspirasi James Riady cs dalam mengorbitkan Jokowi ke puncak popularitas
demi terwujudnya mimpi mereka untuk memiliki seorang presiden Indonesia
yang berada di bawah kendali dan pengaruh mereka.

Tapi, disisi lain betapa bodohnya negeri ini, tulis Raden Nuh. Pertanyaan
seperti judul di atas selalu mengganggu pikiran Raden Nuh jika melihat
fenomena yang terjadi di tengah–tengah masyarakat kita yang latah memuja
memuji tokoh tertentu padahal sosok tokoh itu tidak layak diberikan puja
puji.

Begitu bodohkan bangsa kita ini yang terlalu mudah terkecoh dengan
pencitraan dan opini sesat yang direkayasa oleh pihak tertentu untuk
memberikan kesan baik terhadap figur yang sesungguhnya tidak baik.

Begitu bodohkah bangsa Indonesia yang tidak pernah mau belajar dari
pengalaman pahit ditipu para penjahat bertopeng malaikat. Banyak tokoh yang
semula disanjung dan diteladani, kemudian terbukti tidak lebih dari seorang
penipu. Ketika mereka kabur, tinggalah rakyat korban penipuannya menangis
menderita meratapi kerugiannya.

Begitu bodohkah rakyat Indonesia hingga terlalu mudah percaya berita dan
opini yang dibentuk pemberitaan media mengenai karakter, integritas dan
kredibiltas seorang tokoh. Tidak adakah mekanisme check and recheck yang
semestinya dilakukan sebelum memberi kepercayaan besar atas sebuah amanah
yang sangat menentukan nasib dan masa depan seluruh rakyat Indonesia.

Tidakkah sesuatu pencitraan yang berlebihan semestinya membuat kita lebih
hati – hati dalam menilai figur tersebut. Bagaimana mungkin kita
mempercayai bahwa tidak ada udang di balik batu dari sebuah realitas
pencitraan sedemikian banyak media terhadap seseorang tanpa terlebih dahulu
kita menganalisa apa sebenarnya tujuan pencitraan tersebut dan siapa pelaku
atau sutradaranya.

Begitu kasat mata rekayasa pencitraan yang dibangun secara sistmatis,
masif, terencana dan pasti menghabiskan uang yang sangat besar untuk
pencitraan Joko Widodo atau Dahlan Iskan. Bahkan untuk Jokowi, nama akrab
Joko Widodo, rekayasa pencitraan dirinya perlu diwaspadai.

Pencitraan terhadap Jokowi dilakukan oleh sebuah tim pencitraan yang
lengkap, berpengalaman, terdiri dari berbagai kelompok yang bertugas dan
bertanggungjawab untuk membentuk citra diri Jokowi sesuai dengan keinginan
rakyat atau target yang ditetapkan tim konsultan pencitraan Jokowi.

Berdasarkan pengamatan kami yang sudah lama mencurigai adanya maksud jahat
terselubung dari pihak tertentu terkait pengorbitan Jokowi sebagai ‘tokoh
nasional, tokoh terpopuler, calon presiden terbaik’ dan seterusnya,
terlihat jelas rekayasa pencitraan Jokowi dilakukan melalui cara – cara
sebagai berikut :

   1. Ratusan media nasional dan lokal (koran, majalah, TV, radio, media
   online dll) dikontrak dan dibayar untuk setiap hari memuat berita positif
   tentang Jokowi. Pada media cetak yang dikontrak dan dibayar tersebut,
   disediakan halaman atau kolom khusus yang memuat berita positif tentang
   Jokowi. Pada media online, ditargetkan pemuatan berita Jokowi sampai
   sebanyak – banyaknya. Detik online misalnya, memuat berita tentang Jokowi
   bisa sampai 50 kali atau 50 judul per hari dan selalu ditayangkan setiap
   saat. Begitu tingginya target frekwensi menaikan berita tentang Jokowi,
   sampai – sampai semua aktifitas Jokowi dimuat dan diberitakan media.

Jokowi akan naik sepeda ke kantor, jokowi lari maraton, jokowi akan mudik
ke Solo, Jokowi akan ke Pluit, Jokowi nonton film, Jokowi nonton wayang,
jokowi makan banyak sebelum nonton, Jokowi antar makanan ke Megawati,
Jokowi bertemu si anu, Jokowi hebat, Jokowi luar biasa, Jokowi berniat,
Jokowi tertawa, jokowi dikawal, Jokowi bersedih, Jokowi disambut warga,
Jokowi bagi – bagi uang, Jokowi blusukan, Jokowi bermimpi, dan seterusnya…

Mungkin hanya ketika Jokowi buang angin, Jokowi buang hajat, Jokowi mimpi
basah atau Jokowi sedang cebok, yang tidak dimuat oleh media massa – media
massa bayaran dan kontraktor pencitraan Jokowi tersebut.

   1. Sejumlah pengamat dan akademisi kampus disewa oleh sutradara dibalik
   pencitraan Jokowi untuk memberikan pendapat, penilaian dan kesan baik
   tentang Jokowi. Sesuai informasi yang diterima banyak staf pengajar dari
   Fisip UI Depok yang dibayar untuk mendukung pencitraan Jokowi. Mereka ini
   rutin memberikan pendapat atau komentar positif terhadao sosok Jokowi.
   Perilaku akademisi seperti ini dulu kami juluki ‘pelacur intelektual’.
   Menggadaikan rasionalitas dan keilmuannya demi rupiah.
   2.

   Jaringan internasional digunakan untuk memberikan ‘legitimasi’
   pencitraan positif tentang Jokowi. Bayangkan saja, seorang gubernur di
   Indonesia yang belum membuktikan kemampuannya sebagai pemimpin, belum ada
   prestasi kerjanya, tetapi sudah dipuja puji melalui pemberitaan berbagai
   media di luar negeri. Informasi yang kami terima, pemuatan berita tentang
   jokowi ini adalah hasil dari rekayasa James Riady, Stan Greenberg cs dan
   jaringan Arkansas Connection yang diduga sebagai otak dari semua rekayasa
   pencitraan diri Jokowi.

James Riady adalah tokoh konglomerat pemilik grup Lippo yang merupakan
teman baik mantan presiden AS Bill Clinton selama puluhan tahun, sejak 1986
sampai sekarang. James memiliki banyak catatan buruk mengenai sepak
terjangnya di dunia bisnis dan politik, baik di Indonesia atau pun di dunia
internasional.

Sejak menganut agama kristen evangelis, kedekatan James dengan tokoh
evangelis AS Pat Robertson sudah menjadi pengetahuan umum. Hal tersebut
menempatkan James sebagai sosok yang selalu dicurigai umat Islam mengingat
Pat Robertson, Menton James Riady dikenal sebagai tokoh fanatik dan sangat
membenci Islam/anti Islam.

Sementara itu Stan Greenberg adalah seorang yahudi zionist. Partner
sekaligus pemilik konsultan politik terkemuka AS, Greenberg Quinlan Rosner,
konsultan politik yang selalu digunakan Partai Demokrat AS dan
berpengalaman menjadi konsultan ratusan politisi terkenal di dunia. James
dan Greenberg keduanya adalah anggota utama Arkansas Connection.

   1. Ratusan orang baik tenaga honor mau pun karyawan organik yang
   dipekerjakan di perusahaan – perusahaan Lippo Grup dan perusahaan para
   konglomerat tionghoa yang menjadi pendukung pencitraan Jokowi, dikerahkan
   untuk membentuk citra palsu Jokowi melalui sosial media (socmed). Ribuan
   akun di berbagai socmed (twitter, facebook, dll) dikerahkan untuk
   mendongkrak popularitas dan kesan positif tentang sosok Jokowi. Mereka juga
   bertugas melindungi Jokowi dari segala bentuk kritik, termasuk pengungkapan
   kebenaran tentang siapa sebenarnya Jokowi.


   -

   Rekayasa pencitraan Jokowi tidak hanya didukung oleh James Riady,
   Stangreeberg dan Arkansas Connection, melainkan juga oleh mayoritas
   konglomerat tionghoa Indonesia, jaringan etnis China dunia/internasional,
   segelintir tokoh dan konglomerat pribumi serta dari berbagai kalangan
   /lembaga / insititusi non muslim, gereja, mayoritas komunitas tionghoa
   Indonesia dan seterusnya. Benar – benar sebuah konspirasi tingkat tinggi
   yang dibentuk dan dijalankan dalam rangka mensukseskan Jokowi sebagai
   presiden boneka di Indonesia.
   -

   Pencitraan Jokowi yang luar biasa, menghabiskan sumber daya uang, waktu
   dan tenaga yang sangat besar itu, juga berhasil menutupi fakta – fakta yang
   sebenarnya tentang karakter, kinerja dan track record Jokowi. Masyarakat
   tidak lagi berfikir logis dan tidak skeptis dalam menilai sosok Jokowi.
   Begitu banyak catatan buruk tentang Jokowi yang diabaikan atau terlindas
   oleh tsunami informasi dan opini yang dijejalkan konspirasi tingkat tinggi
   ini. Fakta bahwa Jokowi sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) atau
   penilaian kinerja Kemendagri yang membuktikan prestasi Jokowi biasa – biasa
   saja, malah lebih buruk dibanding kinerja rata – rata kepala daerah se –
   Indonesia, tidak menjadi perhatian rakyat.

Fakta bahwa Jokowi patut diduga terlibat korupsi pelepasan aset pemda Solo
(Hotel Maliyawan), korupsi dana KONI Solo sebesar Rp. 5 miliar, korupsi
hibah dana rehabilitasi pasar dari Pemda Jawa Tengah Rp. 1 miliar, korupsi
dana bantuan siswa miskin Solo, korupsi proyek pengadaan videotron Manahan
Solo, korupsi renovasi THR Sriwedari Solo, dan lain – lain, diabaikan
begitu saja oleh rakyat Indonesia. Belum lagi dugaan korupsi Jokowi sebagai
Gubernur DKI Jakarta pada Program KJS dan KJP, KKN pada penunjukan pemenang
dan pelaksana proyek MRT/Monorail Jakarta, korupsi pengadaan sumur resapan
dan lain – lain.

[image: 20131222-215858.jpg]
<http://yudisamara.files.wordpress.com/2013/12/20131222-215858.jpg>

Setiap jaman baik dalam kondisi normal atau pun dalam krisis politik,
selalu menghasilkan dua alternatif: kehancuran dan kebangkitan. Setiap
krisis politik akan melahirkan pahlawan dan bajingan. Bagi mereka yang
berpandangan fatalis, krisis melulu dianggap sebagai malapetaka.
Sebaliknya, bagi mereka yang penuh harapan, krisis bukan berarti celaka.

Krisis bisa berarti proses berat penuh tantangan yang harus dilalui sebelum
“melahirkan”. sesuatu. Krisis ibarat perjuangan seorang ibu sebelum
melahirkan “bayikebahagiaan” yang segera mengganti semua tangis menjadi
derai tawa.

Krisis kepemimpinan bisa secara alamiah namun bisa juga dengan rekayasa
penciptaan opini palsu melalui media – media seperti yang terjadi di
Indonesia saat ini.

Sekelompok konglomerat cina bersatu padu, bergabung dengan jaringan
internasional seperti Arkansas Connection dan Jaringan China dunia yang
didukung penuh pemerintah China melalui China Military Intellegence (CMI)
atau dukungan dana tak terbatas dari perusahaan kedok / samaran bernama
China Resources Corporation Ltd yang selama puluhan tahun memberikan
bantuan finansial ke kelompok Lippo Grup di seluruh dunia.

Dengan anggaran tidak terbatas, jaringan dan penguasaan media yang
mayoritas, kemampuan teknis rekayasa komunikasi politik dan opini, kelompok
ini mampu menghancurkan semua tokoh yang potensial mengalahkan Jokowi dan
mengantarkan Jokowi menjadi primadona tunggal di media – media dan ruang
publik.

Untuk mencapai prestasi ini, tidak tanggung – tanggung, turut bergabung
sebagai pemain utama di balik Jokowi, pakar konsultan politik terkemuka
Stan Greenberg, yang terbukti sukses mengantarkan Bill Clinton menjadi
presiden AS untuk dua periode dan 11 pemimpin (presiden dan perdana
menteri) lainnya di negara masing – masing

Memang tidak pernah terjadi dalam sejarah sebelumnya, bisa hadir sosok
seorang James Riady yang dalam dirinya bisa menyatu dua kekuatan utama
dunia yakni China dan Amerika Serikat yang dalam hal ini diwakili oleh
Arkansas Connection.

Meski bukan organisasi resmi negara AS, Arkansas Connnetion, dimana James
Riady sebagai salah satu elitnya, adalah organisasi yang sangat berpengaruh
terhadap kebijakan pemerintahan Obama, presiden AS yang sangat menghormati
dan mendengar saran – saran Arkansas Connection.

Krisis, karenanya, juga selalu menghasilkan pecundang dan pahlawan. Para
pecundang adalah mereka yang mau melakukan apa saja, terutama dengan
imbalan bayaran sebagaimana terjadi pada tokoh – tokoh dan selebriti
Indonesia.

Mereka rela melacurkan pendapat dan hati nurani mereka, ikut – ikutan
memuja seorang anak manusia yang bernama Jokowi, meski sadar sepenuhya
bahwa Jokowi itu belum layak dan tidak semestinya mendapat apreasiasi luar
biasa seperti itu karena kapasitas, integritas, kapabilitas dan kredibiltas
Jokowi yang sebenarnya jauh dari memadai untuk dapat disebut pemimpin yang
berhasil.

Mereka yang berdiri di belakang Jokowi dengan menggadaikan akal sehat dan
hati nuraninya itu adalah para pecundang, pelacur intelektual.

Mereka termasuk para oportunis politik yang mau mengambil keuntungan di
tengah-tengah luka bangsa yang menganga, dominasi kebodohan pada mayoritas
rakyat Indonesia yang seharusnya mereka bimbing dengan memberikan penilaian
atau pendapat yang rasional dan objektif.

Mereka malah memainkan peran sebagai penjerumus mayoritas rakyat Indonesia
yang menaruh kepercayaan kepada mereka.

Mereka menjadi pencundang bukan karena kalah dalam pertarungan. Tapi,
karena mereka memilih untuk takluk pada kepentingan pribadinya, di kala
bangsa dan negara masih membutuhkan pengorbanan, kejujuran dan contoh
teladan.

Sementara itu, para pahlawan adalah mereka yang rela menanggung derita,
kecewa, bahkan kesempatan untuk menjadi populer karena berani berbeda
pendapat dengan opini arus utama (mainstream). Para pahlawan adalah mereka
yang berani bersikap tegas dan konsisten membela kebenaran dan menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadinya.

Sejatinya mereka yang berani bersikap tegas dan menjunjung tinggi
objektifitas ini adalah para pemenang, bukan untuk dirinya sendiri, tapi
untuk rakyat banyak meski konsekwensinya mereka diserang oleh pasukan
khusus pembentuk opini yang berjumlah ribuan orang banyaknya.

Pasukan khusus nasi kotak ini bersiaga 24 jam sehari, 7 jam seminggu dan 30
hari sebulan, siap membully siapa saja yang berani berpendapat berbeda
apalagi mengecam sang tokoh boneka bernama Jokowi yang diagung – agungkan
laksana santo atau nabi.

Para pecundang adalah mereka yang mandi kekayaan dari uang bayaran yang
diterimanya dari para cukong penyandang dana pencapresan Jokowi. Begitu
banyak uang yang digunakan penyandang dana Jokowi untuk mendukung
kesuksesan rencana mereka menjadikan Jokowi sebagai presiden boneka yang di
bawah kendali mereka.

Tujuan akhirnya, tentu saja keuntungan yang berlipat ganda yang akan mereka
peroleh, ekonomi dan politik, jika nanti Jokowi berhasil mereka dudukan
sebagai presiden boneka.

Para pecundang adalah mereka yang terdiam meski banyak korupsi besar gila –
gilaan di depan mata. Misalnya dalam kasus PLN dan Pertamina yang coba
dirampok habis Dahlan Iskan dengan cara licik dan memakai perisai opini
media sebagai pelindungnya.

Bukan itu saja, para pecundang adalah yang memanfaatkan konspirasi media
untuk menjatuhkan citra para tokoh lawan potensial jagoan mereka dengan
menyebar fitnah – fitnah keji. Mereka tak segan-segan gunakan segala macam
isu untuk menghantam lawannya.

Mula dari isu SARA hingga tuduhan korupsi. Mereka melakukan pemutarbalikan
fakta yang didukung oleh media – media dan strategi komunikasi politik
canggih yang disusun secara masif, sistematis, terencana dengan baik dan
didukung dana yang luar biasa besar.

Kita semua bisa menjadi pecundang. Bisa pula menjadi pahlawan. Sebab
predikat demikian sangat situasional dan tergantung siapa yang memberikan.
Seorang pahlawan hari kemarin, bisa menjadi pecundang hari ini. Begitu pula
sebaliknya.

Celakalah mereka yang terus-menerus memainkan peran pencundang dari hari
kemarin hingga kini.

Sebab itu kita perlu memberikan penghargaan yang tulus bagi Megawati
Soekarnoputri yang dengan gigih melindungi partainya dari tekanan dahysat
langsung atau tidak langsung dari para konglomerat hitam yang ingin
memaksakan Jokowi Si Boneka Glembuk menjadi calon presiden dari PDIP.

Upaya Megawati melindungi partainya dari infiltrasi para konglomerat cina
yang ingin menguasai PDIP dan Indonesia dengan bantuan kader – kader PDIP
pengkhianat patut diapresiasi dan didukung oleh seluruh rakyat Indonesia.

Upaya Megawati menyelamatkan partainya, sesungguhnya juga mengandung makna
telah menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia dari penguasaan para
konglomerat cina hitam, sebagian tokoh mantan jendaral yang ambisius dan
buta mata hatinya dan para politisi pengkhianat bangsa yang tega melihat
negara ini hancur demi memuaskan syahwat kekuasaan dan kekayaan pribadi.
[jabir/rn/tm2r/voa-islam.com]
- See more at:
http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/02/09/28782/mafiawar-18-stanley-greenberg-konsultan-yahudi-jokowitainment/#sthash.q8XUbaKm.dpuf

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke