Pada 4 Jun 2014 15.44, "Muchwardi Muchtar" <[email protected]>
menulis:

>
> http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/02/09/28782/mafiawar-18-stanley-greenberg-konsultan-yahudi-jokowitainment
> MafiaWar (18): Stanley Greenberg, Konsultan Yahudi Jokowitainment
>
> *JAKARTA (voa-islam.com <http://voa-islam.com>)* - Luar biasa hebat
> konspirasi James Riady cs dalam mengorbitkan Jokowi ke puncak popularitas
> demi terwujudnya mimpi mereka untuk memiliki seorang presiden Indonesia
> yang berada di bawah kendali dan pengaruh mereka.
>
> Tapi, disisi lain betapa bodohnya negeri ini, tulis Raden Nuh. Pertanyaan
> seperti judul di atas selalu mengganggu pikiran Raden Nuh jika melihat
> fenomena yang terjadi di tengah–tengah masyarakat kita yang latah memuja
> memuji tokoh tertentu padahal sosok tokoh itu tidak layak diberikan puja
> puji.
>
> Begitu bodohkan bangsa kita ini yang terlalu mudah terkecoh dengan
> pencitraan dan opini sesat yang direkayasa oleh pihak tertentu untuk
> memberikan kesan baik terhadap figur yang sesungguhnya tidak baik.
>
> Begitu bodohkah bangsa Indonesia yang tidak pernah mau belajar dari
> pengalaman pahit ditipu para penjahat bertopeng malaikat. Banyak tokoh yang
> semula disanjung dan diteladani, kemudian terbukti tidak lebih dari seorang
> penipu. Ketika mereka kabur, tinggalah rakyat korban penipuannya menangis
> menderita meratapi kerugiannya.
>
> Begitu bodohkah rakyat Indonesia hingga terlalu mudah percaya berita dan
> opini yang dibentuk pemberitaan media mengenai karakter, integritas dan
> kredibiltas seorang tokoh. Tidak adakah mekanisme check and recheck yang
> semestinya dilakukan sebelum memberi kepercayaan besar atas sebuah amanah
> yang sangat menentukan nasib dan masa depan seluruh rakyat Indonesia.
>
> Tidakkah sesuatu pencitraan yang berlebihan semestinya membuat kita lebih
> hati – hati dalam menilai figur tersebut. Bagaimana mungkin kita
> mempercayai bahwa tidak ada udang di balik batu dari sebuah realitas
> pencitraan sedemikian banyak media terhadap seseorang tanpa terlebih dahulu
> kita menganalisa apa sebenarnya tujuan pencitraan tersebut dan siapa pelaku
> atau sutradaranya.
>
> Begitu kasat mata rekayasa pencitraan yang dibangun secara sistmatis,
> masif, terencana dan pasti menghabiskan uang yang sangat besar untuk
> pencitraan Joko Widodo atau Dahlan Iskan. Bahkan untuk Jokowi, nama akrab
> Joko Widodo, rekayasa pencitraan dirinya perlu diwaspadai.
>
> Pencitraan terhadap Jokowi dilakukan oleh sebuah tim pencitraan yang
> lengkap, berpengalaman, terdiri dari berbagai kelompok yang bertugas dan
> bertanggungjawab untuk membentuk citra diri Jokowi sesuai dengan keinginan
> rakyat atau target yang ditetapkan tim konsultan pencitraan Jokowi.
>
> Berdasarkan pengamatan kami yang sudah lama mencurigai adanya maksud jahat
> terselubung dari pihak tertentu terkait pengorbitan Jokowi sebagai ‘tokoh
> nasional, tokoh terpopuler, calon presiden terbaik’ dan seterusnya,
> terlihat jelas rekayasa pencitraan Jokowi dilakukan melalui cara – cara
> sebagai berikut :
>
>    1. Ratusan media nasional dan lokal (koran, majalah, TV, radio, media
>    online dll) dikontrak dan dibayar untuk setiap hari memuat berita positif
>    tentang Jokowi. Pada media cetak yang dikontrak dan dibayar tersebut,
>    disediakan halaman atau kolom khusus yang memuat berita positif tentang
>    Jokowi. Pada media online, ditargetkan pemuatan berita Jokowi sampai
>    sebanyak – banyaknya. Detik online misalnya, memuat berita tentang Jokowi
>    bisa sampai 50 kali atau 50 judul per hari dan selalu ditayangkan setiap
>    saat. Begitu tingginya target frekwensi menaikan berita tentang Jokowi,
>    sampai – sampai semua aktifitas Jokowi dimuat dan diberitakan media.
>
> Jokowi akan naik sepeda ke kantor, jokowi lari maraton, jokowi akan mudik
> ke Solo, Jokowi akan ke Pluit, Jokowi nonton film, Jokowi nonton wayang,
> jokowi makan banyak sebelum nonton, Jokowi antar makanan ke Megawati,
> Jokowi bertemu si anu, Jokowi hebat, Jokowi luar biasa, Jokowi berniat,
> Jokowi tertawa, jokowi dikawal, Jokowi bersedih, Jokowi disambut warga,
> Jokowi bagi – bagi uang, Jokowi blusukan, Jokowi bermimpi, dan seterusnya…
>
> Mungkin hanya ketika Jokowi buang angin, Jokowi buang hajat, Jokowi mimpi
> basah atau Jokowi sedang cebok, yang tidak dimuat oleh media massa – media
> massa bayaran dan kontraktor pencitraan Jokowi tersebut.
>
>    1. Sejumlah pengamat dan akademisi kampus disewa oleh sutradara
>    dibalik pencitraan Jokowi untuk memberikan pendapat, penilaian dan kesan
>    baik tentang Jokowi. Sesuai informasi yang diterima banyak staf pengajar
>    dari Fisip UI Depok yang dibayar untuk mendukung pencitraan Jokowi. Mereka
>    ini rutin memberikan pendapat atau komentar positif terhadao sosok Jokowi.
>    Perilaku akademisi seperti ini dulu kami juluki ‘pelacur intelektual’.
>    Menggadaikan rasionalitas dan keilmuannya demi rupiah.
>    2.
>
>    Jaringan internasional digunakan untuk memberikan ‘legitimasi’
>    pencitraan positif tentang Jokowi. Bayangkan saja, seorang gubernur di
>    Indonesia yang belum membuktikan kemampuannya sebagai pemimpin, belum ada
>    prestasi kerjanya, tetapi sudah dipuja puji melalui pemberitaan berbagai
>    media di luar negeri. Informasi yang kami terima, pemuatan berita tentang
>    jokowi ini adalah hasil dari rekayasa James Riady, Stan Greenberg cs dan
>    jaringan Arkansas Connection yang diduga sebagai otak dari semua rekayasa
>    pencitraan diri Jokowi.
>
> James Riady adalah tokoh konglomerat pemilik grup Lippo yang merupakan
> teman baik mantan presiden AS Bill Clinton selama puluhan tahun, sejak 1986
> sampai sekarang. James memiliki banyak catatan buruk mengenai sepak
> terjangnya di dunia bisnis dan politik, baik di Indonesia atau pun di dunia
> internasional.
>
> Sejak menganut agama kristen evangelis, kedekatan James dengan tokoh
> evangelis AS Pat Robertson sudah menjadi pengetahuan umum. Hal tersebut
> menempatkan James sebagai sosok yang selalu dicurigai umat Islam mengingat
> Pat Robertson, Menton James Riady dikenal sebagai tokoh fanatik dan sangat
> membenci Islam/anti Islam.
>
> Sementara itu Stan Greenberg adalah seorang yahudi zionist. Partner
> sekaligus pemilik konsultan politik terkemuka AS, Greenberg Quinlan Rosner,
> konsultan politik yang selalu digunakan Partai Demokrat AS dan
> berpengalaman menjadi konsultan ratusan politisi terkenal di dunia. James
> dan Greenberg keduanya adalah anggota utama Arkansas Connection.
>
>    1. Ratusan orang baik tenaga honor mau pun karyawan organik yang
>    dipekerjakan di perusahaan – perusahaan Lippo Grup dan perusahaan para
>    konglomerat tionghoa yang menjadi pendukung pencitraan Jokowi, dikerahkan
>    untuk membentuk citra palsu Jokowi melalui sosial media (socmed). Ribuan
>    akun di berbagai socmed (twitter, facebook, dll) dikerahkan untuk
>    mendongkrak popularitas dan kesan positif tentang sosok Jokowi. Mereka juga
>    bertugas melindungi Jokowi dari segala bentuk kritik, termasuk pengungkapan
>    kebenaran tentang siapa sebenarnya Jokowi.
>
>
>    -
>
>    Rekayasa pencitraan Jokowi tidak hanya didukung oleh James Riady,
>    Stangreeberg dan Arkansas Connection, melainkan juga oleh mayoritas
>    konglomerat tionghoa Indonesia, jaringan etnis China dunia/internasional,
>    segelintir tokoh dan konglomerat pribumi serta dari berbagai kalangan
>    /lembaga / insititusi non muslim, gereja, mayoritas komunitas tionghoa
>    Indonesia dan seterusnya. Benar – benar sebuah konspirasi tingkat tinggi
>    yang dibentuk dan dijalankan dalam rangka mensukseskan Jokowi sebagai
>    presiden boneka di Indonesia.
>    -
>
>    Pencitraan Jokowi yang luar biasa, menghabiskan sumber daya uang,
>    waktu dan tenaga yang sangat besar itu, juga berhasil menutupi fakta –
>    fakta yang sebenarnya tentang karakter, kinerja dan track record Jokowi.
>    Masyarakat tidak lagi berfikir logis dan tidak skeptis dalam menilai sosok
>    Jokowi. Begitu banyak catatan buruk tentang Jokowi yang diabaikan atau
>    terlindas oleh tsunami informasi dan opini yang dijejalkan konspirasi
>    tingkat tinggi ini. Fakta bahwa Jokowi sesuai data Badan Pusat Statistik
>    (BPS) atau penilaian kinerja Kemendagri yang membuktikan prestasi Jokowi
>    biasa – biasa saja, malah lebih buruk dibanding kinerja rata – rata kepala
>    daerah se – Indonesia, tidak menjadi perhatian rakyat.
>
> Fakta bahwa Jokowi patut diduga terlibat korupsi pelepasan aset pemda Solo
> (Hotel Maliyawan), korupsi dana KONI Solo sebesar Rp. 5 miliar, korupsi
> hibah dana rehabilitasi pasar dari Pemda Jawa Tengah Rp. 1 miliar, korupsi
> dana bantuan siswa miskin Solo, korupsi proyek pengadaan videotron Manahan
> Solo, korupsi renovasi THR Sriwedari Solo, dan lain – lain, diabaikan
> begitu saja oleh rakyat Indonesia. Belum lagi dugaan korupsi Jokowi sebagai
> Gubernur DKI Jakarta pada Program KJS dan KJP, KKN pada penunjukan pemenang
> dan pelaksana proyek MRT/Monorail Jakarta, korupsi pengadaan sumur resapan
> dan lain – lain.
>
> [image: 20131222-215858.jpg]
> <http://yudisamara.files.wordpress.com/2013/12/20131222-215858.jpg>
>
> Setiap jaman baik dalam kondisi normal atau pun dalam krisis politik,
> selalu menghasilkan dua alternatif: kehancuran dan kebangkitan. Setiap
> krisis politik akan melahirkan pahlawan dan bajingan. Bagi mereka yang
> berpandangan fatalis, krisis melulu dianggap sebagai malapetaka.
> Sebaliknya, bagi mereka yang penuh harapan, krisis bukan berarti celaka.
>
> Krisis bisa berarti proses berat penuh tantangan yang harus dilalui
> sebelum “melahirkan”. sesuatu. Krisis ibarat perjuangan seorang ibu sebelum
> melahirkan “bayikebahagiaan” yang segera mengganti semua tangis menjadi
> derai tawa.
>
> Krisis kepemimpinan bisa secara alamiah namun bisa juga dengan rekayasa
> penciptaan opini palsu melalui media – media seperti yang terjadi di
> Indonesia saat ini.
>
> Sekelompok konglomerat cina bersatu padu, bergabung dengan jaringan
> internasional seperti Arkansas Connection dan Jaringan China dunia yang
> didukung penuh pemerintah China melalui China Military Intellegence (CMI)
> atau dukungan dana tak terbatas dari perusahaan kedok / samaran bernama
> China Resources Corporation Ltd yang selama puluhan tahun memberikan
> bantuan finansial ke kelompok Lippo Grup di seluruh dunia.
>
> Dengan anggaran tidak terbatas, jaringan dan penguasaan media yang
> mayoritas, kemampuan teknis rekayasa komunikasi politik dan opini, kelompok
> ini mampu menghancurkan semua tokoh yang potensial mengalahkan Jokowi dan
> mengantarkan Jokowi menjadi primadona tunggal di media – media dan ruang
> publik.
>
> Untuk mencapai prestasi ini, tidak tanggung – tanggung, turut bergabung
> sebagai pemain utama di balik Jokowi, pakar konsultan politik terkemuka
> Stan Greenberg, yang terbukti sukses mengantarkan Bill Clinton menjadi
> presiden AS untuk dua periode dan 11 pemimpin (presiden dan perdana
> menteri) lainnya di negara masing – masing
>
> Memang tidak pernah terjadi dalam sejarah sebelumnya, bisa hadir sosok
> seorang James Riady yang dalam dirinya bisa menyatu dua kekuatan utama
> dunia yakni China dan Amerika Serikat yang dalam hal ini diwakili oleh
> Arkansas Connection.
>
> Meski bukan organisasi resmi negara AS, Arkansas Connnetion, dimana James
> Riady sebagai salah satu elitnya, adalah organisasi yang sangat berpengaruh
> terhadap kebijakan pemerintahan Obama, presiden AS yang sangat menghormati
> dan mendengar saran – saran Arkansas Connection.
>
> Krisis, karenanya, juga selalu menghasilkan pecundang dan pahlawan. Para
> pecundang adalah mereka yang mau melakukan apa saja, terutama dengan
> imbalan bayaran sebagaimana terjadi pada tokoh – tokoh dan selebriti
> Indonesia.
>
> Mereka rela melacurkan pendapat dan hati nurani mereka, ikut – ikutan
> memuja seorang anak manusia yang bernama Jokowi, meski sadar sepenuhya
> bahwa Jokowi itu belum layak dan tidak semestinya mendapat apreasiasi luar
> biasa seperti itu karena kapasitas, integritas, kapabilitas dan kredibiltas
> Jokowi yang sebenarnya jauh dari memadai untuk dapat disebut pemimpin yang
> berhasil.
>
> Mereka yang berdiri di belakang Jokowi dengan menggadaikan akal sehat dan
> hati nuraninya itu adalah para pecundang, pelacur intelektual.
>
> Mereka termasuk para oportunis politik yang mau mengambil keuntungan di
> tengah-tengah luka bangsa yang menganga, dominasi kebodohan pada mayoritas
> rakyat Indonesia yang seharusnya mereka bimbing dengan memberikan penilaian
> atau pendapat yang rasional dan objektif.
>
> Mereka malah memainkan peran sebagai penjerumus mayoritas rakyat Indonesia
> yang menaruh kepercayaan kepada mereka.
>
> Mereka menjadi pencundang bukan karena kalah dalam pertarungan. Tapi,
> karena mereka memilih untuk takluk pada kepentingan pribadinya, di kala
> bangsa dan negara masih membutuhkan pengorbanan, kejujuran dan contoh
> teladan.
>
> Sementara itu, para pahlawan adalah mereka yang rela menanggung derita,
> kecewa, bahkan kesempatan untuk menjadi populer karena berani berbeda
> pendapat dengan opini arus utama (mainstream). Para pahlawan adalah mereka
> yang berani bersikap tegas dan konsisten membela kebenaran dan menempatkan
> kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadinya.
>
> Sejatinya mereka yang berani bersikap tegas dan menjunjung tinggi
> objektifitas ini adalah para pemenang, bukan untuk dirinya sendiri, tapi
> untuk rakyat banyak meski konsekwensinya mereka diserang oleh pasukan
> khusus pembentuk opini yang berjumlah ribuan orang banyaknya.
>
> Pasukan khusus nasi kotak ini bersiaga 24 jam sehari, 7 jam seminggu dan
> 30 hari sebulan, siap membully siapa saja yang berani berpendapat berbeda
> apalagi mengecam sang tokoh boneka bernama Jokowi yang diagung – agungkan
> laksana santo atau nabi.
>
> Para pecundang adalah mereka yang mandi kekayaan dari uang bayaran yang
> diterimanya dari para cukong penyandang dana pencapresan Jokowi. Begitu
> banyak uang yang digunakan penyandang dana Jokowi untuk mendukung
> kesuksesan rencana mereka menjadikan Jokowi sebagai presiden boneka yang di
> bawah kendali mereka.
>
> Tujuan akhirnya, tentu saja keuntungan yang berlipat ganda yang akan
> mereka peroleh, ekonomi dan politik, jika nanti Jokowi berhasil mereka
> dudukan sebagai presiden boneka.
>
> Para pecundang adalah mereka yang terdiam meski banyak korupsi besar gila
> – gilaan di depan mata. Misalnya dalam kasus PLN dan Pertamina yang coba
> dirampok habis Dahlan Iskan dengan cara licik dan memakai perisai opini
> media sebagai pelindungnya.
>
> Bukan itu saja, para pecundang adalah yang memanfaatkan konspirasi media
> untuk menjatuhkan citra para tokoh lawan potensial jagoan mereka dengan
> menyebar fitnah – fitnah keji. Mereka tak segan-segan gunakan segala macam
> isu untuk menghantam lawannya.
>
> Mula dari isu SARA hingga tuduhan korupsi. Mereka melakukan pemutarbalikan
> fakta yang didukung oleh media – media dan strategi komunikasi politik
> canggih yang disusun secara masif, sistematis, terencana dengan baik dan
> didukung dana yang luar biasa besar.
>
> Kita semua bisa menjadi pecundang. Bisa pula menjadi pahlawan. Sebab
> predikat demikian sangat situasional dan tergantung siapa yang memberikan.
> Seorang pahlawan hari kemarin, bisa menjadi pecundang hari ini. Begitu pula
> sebaliknya.
>
> Celakalah mereka yang terus-menerus memainkan peran pencundang dari hari
> kemarin hingga kini.
>
> Sebab itu kita perlu memberikan penghargaan yang tulus bagi Megawati
> Soekarnoputri yang dengan gigih melindungi partainya dari tekanan dahysat
> langsung atau tidak langsung dari para konglomerat hitam yang ingin
> memaksakan Jokowi Si Boneka Glembuk menjadi calon presiden dari PDIP.
>
> Upaya Megawati melindungi partainya dari infiltrasi para konglomerat cina
> yang ingin menguasai PDIP dan Indonesia dengan bantuan kader – kader PDIP
> pengkhianat patut diapresiasi dan didukung oleh seluruh rakyat Indonesia.
>
> Upaya Megawati menyelamatkan partainya, sesungguhnya juga mengandung makna
> telah menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia dari penguasaan para
> konglomerat cina hitam, sebagian tokoh mantan jendaral yang ambisius dan
> buta mata hatinya dan para politisi pengkhianat bangsa yang tega melihat
> negara ini hancur demi memuaskan syahwat kekuasaan dan kekayaan pribadi.
> [jabir/rn/tm2r/voa-islam.com]
> - See more at:
> http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/02/09/28782/mafiawar-18-stanley-greenberg-konsultan-yahudi-jokowitainment/#sthash.q8XUbaKm.dpuf
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke