Ass.w.w
Misi iko manuruik ambo ado manempel di masiang-masiang 2 kandidat, namun dek 
ado JK sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia nan Lugas dan Tangkas jadi Balance.

salam diskusi,
Tbunsu
  ----- Original Message ----- 
  From: Z Chaniago 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, June 05, 2014 9:05 AM
  Subject: Re: [R@ntau-Net] Stanley Greenberg, Konsultan Yahudi Jokowitainment


  Pada 4 Jun 2014 15.44, "Muchwardi Muchtar" <[email protected]> menulis:

    
http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/02/09/28782/mafiawar-18-stanley-greenberg-konsultan-yahudi-jokowitainment

    MafiaWar (18): Stanley Greenberg, Konsultan Yahudi Jokowitainment
    JAKARTA (voa-islam.com) - Luar biasa hebat konspirasi James Riady cs dalam 
mengorbitkan Jokowi ke puncak popularitas demi terwujudnya mimpi mereka untuk 
memiliki seorang presiden Indonesia yang berada di bawah kendali dan pengaruh 
mereka. 

    Tapi, disisi lain betapa bodohnya negeri ini, tulis Raden Nuh. Pertanyaan 
seperti judul di atas selalu mengganggu pikiran Raden Nuh jika melihat fenomena 
yang terjadi di tengah–tengah masyarakat kita yang latah memuja memuji tokoh 
tertentu padahal sosok tokoh itu tidak layak diberikan puja puji.

    Begitu bodohkan bangsa kita ini yang terlalu mudah terkecoh dengan 
pencitraan dan opini sesat yang direkayasa oleh pihak tertentu untuk memberikan 
kesan baik terhadap figur yang sesungguhnya tidak baik.

    Begitu bodohkah bangsa Indonesia yang tidak pernah mau belajar dari 
pengalaman pahit ditipu para penjahat bertopeng malaikat. Banyak tokoh yang 
semula disanjung dan diteladani, kemudian terbukti tidak lebih dari seorang 
penipu. Ketika mereka kabur, tinggalah rakyat korban penipuannya menangis 
menderita meratapi kerugiannya.

    Begitu bodohkah rakyat Indonesia hingga terlalu mudah percaya berita dan 
opini yang dibentuk pemberitaan media mengenai karakter, integritas dan 
kredibiltas seorang tokoh. Tidak adakah mekanisme check and recheck yang 
semestinya dilakukan sebelum memberi kepercayaan besar atas sebuah amanah yang 
sangat menentukan nasib dan masa depan seluruh rakyat Indonesia.

    Tidakkah sesuatu pencitraan yang berlebihan semestinya membuat kita lebih 
hati – hati dalam menilai figur tersebut. Bagaimana mungkin kita mempercayai 
bahwa tidak ada udang di balik batu dari sebuah realitas pencitraan sedemikian 
banyak media terhadap seseorang tanpa terlebih dahulu kita menganalisa apa 
sebenarnya tujuan pencitraan tersebut dan siapa pelaku atau sutradaranya.

    Begitu kasat mata rekayasa pencitraan yang dibangun secara sistmatis, 
masif, terencana dan pasti menghabiskan uang yang sangat besar untuk pencitraan 
Joko Widodo atau Dahlan Iskan. Bahkan untuk Jokowi, nama akrab Joko Widodo, 
rekayasa pencitraan dirinya perlu diwaspadai.

    Pencitraan terhadap Jokowi dilakukan oleh sebuah tim pencitraan yang 
lengkap, berpengalaman, terdiri dari berbagai kelompok yang bertugas dan 
bertanggungjawab untuk membentuk citra diri Jokowi sesuai dengan keinginan 
rakyat atau target yang ditetapkan tim konsultan pencitraan Jokowi.

    Berdasarkan pengamatan kami yang sudah lama mencurigai adanya maksud jahat 
terselubung dari pihak tertentu terkait pengorbitan Jokowi sebagai ‘tokoh 
nasional, tokoh terpopuler, calon presiden terbaik’ dan seterusnya, terlihat 
jelas rekayasa pencitraan Jokowi dilakukan melalui cara – cara sebagai berikut :

      1.. Ratusan media nasional dan lokal (koran, majalah, TV, radio, media 
online dll) dikontrak dan dibayar untuk setiap hari memuat berita positif 
tentang Jokowi. Pada media cetak yang dikontrak dan dibayar tersebut, 
disediakan halaman atau kolom khusus yang memuat berita positif tentang Jokowi. 
Pada media online, ditargetkan pemuatan berita Jokowi sampai sebanyak – 
banyaknya. Detik online misalnya, memuat berita tentang Jokowi bisa sampai 50 
kali atau 50 judul per hari dan selalu ditayangkan setiap saat. Begitu 
tingginya target frekwensi menaikan berita tentang Jokowi, sampai – sampai 
semua aktifitas Jokowi dimuat dan diberitakan media.
    Jokowi akan naik sepeda ke kantor, jokowi lari maraton, jokowi akan mudik 
ke Solo, Jokowi akan ke Pluit, Jokowi nonton film, Jokowi nonton wayang, jokowi 
makan banyak sebelum nonton, Jokowi antar makanan ke Megawati, Jokowi bertemu 
si anu, Jokowi hebat, Jokowi luar biasa, Jokowi berniat, Jokowi tertawa, jokowi 
dikawal, Jokowi bersedih, Jokowi disambut warga, Jokowi bagi – bagi uang, 
Jokowi blusukan, Jokowi bermimpi, dan seterusnya…

    Mungkin hanya ketika Jokowi buang angin, Jokowi buang hajat, Jokowi mimpi 
basah atau Jokowi sedang cebok, yang tidak dimuat oleh media massa – media 
massa bayaran dan kontraktor pencitraan Jokowi tersebut.

      1.. Sejumlah pengamat dan akademisi kampus disewa oleh sutradara dibalik 
pencitraan Jokowi untuk memberikan pendapat, penilaian dan kesan baik tentang 
Jokowi. Sesuai informasi yang diterima banyak staf pengajar dari Fisip UI Depok 
yang dibayar untuk mendukung pencitraan Jokowi. Mereka ini rutin memberikan 
pendapat atau komentar positif terhadao sosok Jokowi. Perilaku akademisi 
seperti ini dulu kami juluki ‘pelacur intelektual’. Menggadaikan rasionalitas 
dan keilmuannya demi rupiah.
      2.. Jaringan internasional digunakan untuk memberikan ‘legitimasi’ 
pencitraan positif tentang Jokowi. Bayangkan saja, seorang gubernur di 
Indonesia yang belum membuktikan kemampuannya sebagai pemimpin, belum ada 
prestasi kerjanya, tetapi sudah dipuja puji melalui pemberitaan berbagai media 
di luar negeri. Informasi yang kami terima, pemuatan berita tentang jokowi ini 
adalah hasil dari rekayasa James Riady, Stan Greenberg cs dan jaringan Arkansas 
Connection yang diduga sebagai otak dari semua rekayasa pencitraan diri Jokowi.

    James Riady adalah tokoh konglomerat pemilik grup Lippo yang merupakan 
teman baik mantan presiden AS Bill Clinton selama puluhan tahun, sejak 1986 
sampai sekarang. James memiliki banyak catatan buruk mengenai sepak terjangnya 
di dunia bisnis dan politik, baik di Indonesia atau pun di dunia internasional.

    Sejak menganut agama kristen evangelis, kedekatan James dengan tokoh 
evangelis AS Pat Robertson sudah menjadi pengetahuan umum. Hal tersebut 
menempatkan James sebagai sosok yang selalu dicurigai umat Islam mengingat Pat 
Robertson, Menton James Riady dikenal sebagai tokoh fanatik dan sangat membenci 
Islam/anti Islam.

    Sementara itu Stan Greenberg adalah seorang yahudi zionist. Partner 
sekaligus pemilik konsultan politik terkemuka AS, Greenberg Quinlan Rosner, 
konsultan politik yang selalu digunakan Partai Demokrat AS dan berpengalaman 
menjadi konsultan ratusan politisi terkenal di dunia. James dan Greenberg 
keduanya adalah anggota utama Arkansas Connection.

      1.. Ratusan orang baik tenaga honor mau pun karyawan organik yang 
dipekerjakan di perusahaan – perusahaan Lippo Grup dan perusahaan para 
konglomerat tionghoa yang menjadi pendukung pencitraan Jokowi, dikerahkan untuk 
membentuk citra palsu Jokowi melalui sosial media (socmed). Ribuan akun di 
berbagai socmed (twitter, facebook, dll) dikerahkan untuk mendongkrak 
popularitas dan kesan positif tentang sosok Jokowi. Mereka juga bertugas 
melindungi Jokowi dari segala bentuk kritik, termasuk pengungkapan kebenaran 
tentang siapa sebenarnya Jokowi.
      a.. Rekayasa pencitraan Jokowi tidak hanya didukung oleh James Riady, 
Stangreeberg dan Arkansas Connection, melainkan juga oleh mayoritas konglomerat 
tionghoa Indonesia, jaringan etnis China dunia/internasional, segelintir tokoh 
dan konglomerat pribumi serta dari berbagai kalangan /lembaga / insititusi non 
muslim, gereja, mayoritas komunitas tionghoa Indonesia dan seterusnya. Benar – 
benar sebuah konspirasi tingkat tinggi yang dibentuk dan dijalankan dalam 
rangka mensukseskan Jokowi sebagai presiden boneka di Indonesia.

      b.. Pencitraan Jokowi yang luar biasa, menghabiskan sumber daya uang, 
waktu dan tenaga yang sangat besar itu, juga berhasil menutupi fakta – fakta 
yang sebenarnya tentang karakter, kinerja dan track record Jokowi. Masyarakat 
tidak lagi berfikir logis dan tidak skeptis dalam menilai sosok Jokowi. Begitu 
banyak catatan buruk tentang Jokowi yang diabaikan atau terlindas oleh tsunami 
informasi dan opini yang dijejalkan konspirasi tingkat tinggi ini. Fakta bahwa 
Jokowi sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) atau penilaian kinerja 
Kemendagri yang membuktikan prestasi Jokowi biasa – biasa saja, malah lebih 
buruk dibanding kinerja rata – rata kepala daerah se – Indonesia, tidak menjadi 
perhatian rakyat.

    Fakta bahwa Jokowi patut diduga terlibat korupsi pelepasan aset pemda Solo 
(Hotel Maliyawan), korupsi dana KONI Solo sebesar Rp. 5 miliar, korupsi hibah 
dana rehabilitasi pasar dari Pemda Jawa Tengah Rp. 1 miliar, korupsi dana 
bantuan siswa miskin Solo, korupsi proyek pengadaan videotron Manahan Solo, 
korupsi renovasi THR Sriwedari Solo, dan lain – lain, diabaikan begitu saja 
oleh rakyat Indonesia. Belum lagi dugaan korupsi Jokowi sebagai Gubernur DKI 
Jakarta pada Program KJS dan KJP, KKN pada penunjukan pemenang dan pelaksana 
proyek MRT/Monorail Jakarta, korupsi pengadaan sumur resapan dan lain – lain.



    Setiap jaman baik dalam kondisi normal atau pun dalam krisis politik, 
selalu menghasilkan dua alternatif: kehancuran dan kebangkitan. Setiap krisis 
politik akan melahirkan pahlawan dan bajingan. Bagi mereka yang berpandangan 
fatalis, krisis melulu dianggap sebagai malapetaka. Sebaliknya, bagi mereka 
yang penuh harapan, krisis bukan berarti celaka.

    Krisis bisa berarti proses berat penuh tantangan yang harus dilalui sebelum 
“melahirkan”. sesuatu. Krisis ibarat perjuangan seorang ibu sebelum melahirkan 
“bayikebahagiaan” yang segera mengganti semua tangis menjadi derai tawa.

    Krisis kepemimpinan bisa secara alamiah namun bisa juga dengan rekayasa 
penciptaan opini palsu melalui media – media seperti yang terjadi di Indonesia 
saat ini.

    Sekelompok konglomerat cina bersatu padu, bergabung dengan jaringan 
internasional seperti Arkansas Connection dan Jaringan China dunia yang 
didukung penuh pemerintah China melalui China Military Intellegence (CMI) atau 
dukungan dana tak terbatas dari perusahaan kedok / samaran bernama China 
Resources Corporation Ltd yang selama puluhan tahun memberikan bantuan 
finansial ke kelompok Lippo Grup di seluruh dunia.

    Dengan anggaran tidak terbatas, jaringan dan penguasaan media yang 
mayoritas, kemampuan teknis rekayasa komunikasi politik dan opini, kelompok ini 
mampu menghancurkan semua tokoh yang potensial mengalahkan Jokowi dan 
mengantarkan Jokowi menjadi primadona tunggal di media – media dan ruang publik.

    Untuk mencapai prestasi ini, tidak tanggung – tanggung, turut bergabung 
sebagai pemain utama di balik Jokowi, pakar konsultan politik terkemuka Stan 
Greenberg, yang terbukti sukses mengantarkan Bill Clinton menjadi presiden AS 
untuk dua periode dan 11 pemimpin (presiden dan perdana menteri) lainnya di 
negara masing – masing

    Memang tidak pernah terjadi dalam sejarah sebelumnya, bisa hadir sosok 
seorang James Riady yang dalam dirinya bisa menyatu dua kekuatan utama dunia 
yakni China dan Amerika Serikat yang dalam hal ini diwakili oleh Arkansas 
Connection.

    Meski bukan organisasi resmi negara AS, Arkansas Connnetion, dimana James 
Riady sebagai salah satu elitnya, adalah organisasi yang sangat berpengaruh 
terhadap kebijakan pemerintahan Obama, presiden AS yang sangat menghormati dan 
mendengar saran – saran Arkansas Connection.

    Krisis, karenanya, juga selalu menghasilkan pecundang dan pahlawan. Para 
pecundang adalah mereka yang mau melakukan apa saja, terutama dengan imbalan 
bayaran sebagaimana terjadi pada tokoh – tokoh dan selebriti Indonesia.

    Mereka rela melacurkan pendapat dan hati nurani mereka, ikut – ikutan 
memuja seorang anak manusia yang bernama Jokowi, meski sadar sepenuhya bahwa 
Jokowi itu belum layak dan tidak semestinya mendapat apreasiasi luar biasa 
seperti itu karena kapasitas, integritas, kapabilitas dan kredibiltas Jokowi 
yang sebenarnya jauh dari memadai untuk dapat disebut pemimpin yang berhasil.

    Mereka yang berdiri di belakang Jokowi dengan menggadaikan akal sehat dan 
hati nuraninya itu adalah para pecundang, pelacur intelektual.

    Mereka termasuk para oportunis politik yang mau mengambil keuntungan di 
tengah-tengah luka bangsa yang menganga, dominasi kebodohan pada mayoritas 
rakyat Indonesia yang seharusnya mereka bimbing dengan memberikan penilaian 
atau pendapat yang rasional dan objektif.

    Mereka malah memainkan peran sebagai penjerumus mayoritas rakyat Indonesia 
yang menaruh kepercayaan kepada mereka.

    Mereka menjadi pencundang bukan karena kalah dalam pertarungan. Tapi, 
karena mereka memilih untuk takluk pada kepentingan pribadinya, di kala bangsa 
dan negara masih membutuhkan pengorbanan, kejujuran dan contoh teladan.

    Sementara itu, para pahlawan adalah mereka yang rela menanggung derita, 
kecewa, bahkan kesempatan untuk menjadi populer karena berani berbeda pendapat 
dengan opini arus utama (mainstream). Para pahlawan adalah mereka yang berani 
bersikap tegas dan konsisten membela kebenaran dan menempatkan kepentingan 
bangsa dan negara di atas kepentingan pribadinya.

    Sejatinya mereka yang berani bersikap tegas dan menjunjung tinggi 
objektifitas ini adalah para pemenang, bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk 
rakyat banyak meski konsekwensinya mereka diserang oleh pasukan khusus 
pembentuk opini yang berjumlah ribuan orang banyaknya.

    Pasukan khusus nasi kotak ini bersiaga 24 jam sehari, 7 jam seminggu dan 30 
hari sebulan, siap membully siapa saja yang berani berpendapat berbeda apalagi 
mengecam sang tokoh boneka bernama Jokowi yang diagung – agungkan laksana santo 
atau nabi.

    Para pecundang adalah mereka yang mandi kekayaan dari uang bayaran yang 
diterimanya dari para cukong penyandang dana pencapresan Jokowi. Begitu banyak 
uang yang digunakan penyandang dana Jokowi untuk mendukung kesuksesan rencana 
mereka menjadikan Jokowi sebagai presiden boneka yang di bawah kendali mereka.

    Tujuan akhirnya, tentu saja keuntungan yang berlipat ganda yang akan mereka 
peroleh, ekonomi dan politik, jika nanti Jokowi berhasil mereka dudukan sebagai 
presiden boneka.

    Para pecundang adalah mereka yang terdiam meski banyak korupsi besar gila – 
gilaan di depan mata. Misalnya dalam kasus PLN dan Pertamina yang coba dirampok 
habis Dahlan Iskan dengan cara licik dan memakai perisai opini media sebagai 
pelindungnya.

    Bukan itu saja, para pecundang adalah yang memanfaatkan konspirasi media 
untuk menjatuhkan citra para tokoh lawan potensial jagoan mereka dengan 
menyebar fitnah – fitnah keji. Mereka tak segan-segan gunakan segala macam isu 
untuk menghantam lawannya.

    Mula dari isu SARA hingga tuduhan korupsi. Mereka melakukan pemutarbalikan 
fakta yang didukung oleh media – media dan strategi komunikasi politik canggih 
yang disusun secara masif, sistematis, terencana dengan baik dan didukung dana 
yang luar biasa besar.

    Kita semua bisa menjadi pecundang. Bisa pula menjadi pahlawan. Sebab 
predikat demikian sangat situasional dan tergantung siapa yang memberikan. 
Seorang pahlawan hari kemarin, bisa menjadi pecundang hari ini. Begitu pula 
sebaliknya.

    Celakalah mereka yang terus-menerus memainkan peran pencundang dari hari 
kemarin hingga kini.

    Sebab itu kita perlu memberikan penghargaan yang tulus bagi Megawati 
Soekarnoputri yang dengan gigih melindungi partainya dari tekanan dahysat 
langsung atau tidak langsung dari para konglomerat hitam yang ingin memaksakan 
Jokowi Si Boneka Glembuk menjadi calon presiden dari PDIP.

    Upaya Megawati melindungi partainya dari infiltrasi para konglomerat cina 
yang ingin menguasai PDIP dan Indonesia dengan bantuan kader – kader PDIP 
pengkhianat patut diapresiasi dan didukung oleh seluruh rakyat Indonesia.

    Upaya Megawati menyelamatkan partainya, sesungguhnya juga mengandung makna 
telah menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia dari penguasaan para 
konglomerat cina hitam, sebagian tokoh mantan jendaral yang ambisius dan buta 
mata hatinya dan para politisi pengkhianat bangsa yang tega melihat negara ini 
hancur demi memuaskan syahwat kekuasaan dan kekayaan pribadi. 
[jabir/rn/tm2r/voa-islam.com]

    - See more at: 
http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/02/09/28782/mafiawar-18-stanley-greenberg-konsultan-yahudi-jokowitainment/#sthash.q8XUbaKm.dpuf

    -- 
    .
    * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
    * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
    ===========================================================
    UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
    * DILARANG:
    1. Email besar dari 200KB;
    2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
    3. Email One Liner.
    * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
    * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
    * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
    * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
mengganti subjeknya.
    ===========================================================
    Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
    --- 
    Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
kirim email ke [email protected].
    Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


  -- 
  .
  * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
  * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
  ===========================================================
  UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
  * DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
  * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
  * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
  * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
  * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
  ===========================================================
  Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
  --- 
  Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
  Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
  Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke