Kalau menyimaknya dari jauh, dari benua Amerika, tentu tidak bisa menangkap
apa alasan orang memilih atau tidak memilih itu. Kalau dilihat di lapangan,
dari suara-suara warga, jelas sekali banyak info yang berasal dari kampanye
hitam yg dipercayai masyarakat. Termasuk, fakta yang diplintir dan
digiring. Awalnya, isu Jokowi menaikkan orang Kristen (maksudnya, Ahok).
Padahal, yang menaikan Ahok adalah Prabowo. Itu akhirnya diakhui Prabowo
saat debat. Lalu, isu Jokowi capres Boneka, dikendalikan asing dan cukong
James Riady, dsb.
Kalau mau benar-benar obyektif, kita buat saja tabel atau matrik, kelebihan
dan kekurangan masing-masing berdasarkan data yg valid. Dari situ, saya
yakin, Jokowi akan tampak jauh lebih baik dari segi kemampuan maupun
kepribadian.
Dasar yang obyektif dan terukur lebih baik kita angkat dan diskusikan
daripada yg tidak jelas sebagian tolak ukurnya.
Terima kasih.

Andrinof



2014-07-18 22:31 GMT+07:00 ajoduta <[email protected]>:

> Dr. Syafii Maarif mangecekan urang awak tamakan black campaign thd Jokowi.
>
> Sebaliknyo ambo bapandapek justru urang awak indak tamakan kampanye
> pencitraan nan begitu masif ttg Jokowi.
>
> Kearifan urang awak dgn filosofi "alun bakilek alah bakalam, ikan dilauik
> tahu nan jantan batinonyo".
>
> Baa gak ati?
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke