Pak Sutan ysh; Siapa saja, tanpa kecuali, boleh membuat dugaan thdp sesuatu yg dikhawatirkan merugikan orang banyak atau pihak tertentu. Dugaan lebih menempatkan orang tidak bersalah sebelum benar-benar dibuktikan. Untuk quick count ataupun survei, boleh menduga kemungkinan tidak baik oleh pihak manapun. Syaratnya, pertama, harus ada fakta indikatif. Kedua, harus ada tanggungjawab untuk mencari bukti atau menguji. Dalam kasus quick count pilpres 2014 ini, proses pengujian telah berjalan buat seluruh lembaga yg bernaung di bawah Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi). Dari proses yg sudah berjalan itu, dari semua anggota yang menyelenggarakan quick count, hanya 2 (dua) lembaga yang tidak bersedia ikut proses audit, yakni Jaringan Survei Indonesia (JSI) dan Puskaptis. Khususnya Puskaptis hingga saat ini menghindar sambil menyebarkan berbagai tuduhan terhadap Persepi. Tetapi, apakah itu dugaan atau tuduhan, hal itu harus diuji dan dibuktikan. Masalahnya pada Puskaptis, lembaga ini tidak mamu membuka ruang untuk diuji. Sebaliknya, lembaga-lembaga yg lain sudah menjalani proses uji bukan hanya oleh Dewan Etik Persepi, tetapi juga oleh 3 orang yg punya kompetensi dan kredibilitas di bidang penelitian. Kalaupun masih ada pihak tidak puas, pihak itu bisa menyenggarakan pengujian itu asalkan sesuai kaidah-kaidah pengujian dan dilakukan oleh orang-orang yang berkompeten. Cara pengujian itu tidak begitu sulit: 1. Lembaga yang mau diuji diminta membawa data-data TPS sampel terpilih, Daftar Nama Petugas Lapangan berikut nomor telpon yg digunakan untuk pengiriman data; 2. Menjelaskan proses penarikan sampel dan metodologinya. Untuk tahap awal ini saja cukup. Kalau ditemukan kejanggalan, akan dilanjutkan dengan audit lapangan. Lewat pengujian tahap awal, semua anggota yg bersedia diaudit dinyatakan tidak bermasalah oleh Dewan Etik maupun tim independen. Lalu, apa lagi yang mau dituduhkan kepada Persepi da beberapa anggotanya? Sekarang, bagaimana dengan Puskaptis? Apakah kita masih terus memenuhi tuntutan Puskaptis atau menerima sikap Puskaptis yang terus menebarkan tuduhan sementara dia sendiri tidak ada niat dan kesediaan untuk diuji? Apakah fair kalau ada yang masih ingin fokus menuduh Persepi dan lembaga-lembaga yg hasil quick countnya menyatakan pasangan Jokowi-JK unggul? Belum lagi kita bicara kredibilitas lembaga. Sebagai lembaga survei, ternyata Puskaptis TIDAK PUNYA KANTOR, jelas sebuah keajaiban. Mana mungkin para peneliti tidak punya kantor..??? Silahkan membuka hati terhadap fakta ini. Terima kasih. Salam hormat,
Andrinof A Chaniago Mantan Ketua Umum Persepi Pendiri CIRUS Surveyors Group 2014-07-19 20:01 GMT+07:00 S St Sulaiman <[email protected]>: > Sanak Andrinof, baa caro validasi datanyo ? > Sado tudingan negatif ka pihak Jokowi apokah indak valid ? > Manuruik sanak, nan ma nan valid, nan ma nan ndak valid ? Apokah awak bisa > manyabuikkan valid jiko tidak ada bantahan dari ybs atau tangan kanannyo > nan penerus lidah Jokowi ? > Apo2 se tudingan tu, kan lah samo tau juo sanak Andrinof.. > > * > > Wassalam, > Than Lehman L/52-/Chaniago/Agam/Duri > > > Sent from my handheld > > > Andrinof A Chaniago <[email protected]> wrote: > > Kalau menyimaknya dari jauh, dari benua Amerika, tentu tidak bisa > menangkap apa alasan orang memilih atau tidak memilih itu. Kalau dilihat di > lapangan, dari suara-suara warga, jelas sekali banyak info yang berasal > dari kampanye hitam yg dipercayai masyarakat. Termasuk, fakta yang > diplintir dan digiring. Awalnya, isu Jokowi menaikkan orang Kristen > (maksudnya, Ahok). Padahal, yang menaikan Ahok adalah Prabowo. Itu akhirnya > diakhui Prabowo saat debat. Lalu, isu Jokowi capres Boneka, dikendalikan > asing dan cukong James Riady, dsb. > Kalau mau benar-benar obyektif, kita buat saja tabel atau matrik, > kelebihan dan kekurangan masing-masing berdasarkan data yg valid. Dari > situ, saya yakin, Jokowi akan tampak jauh lebih baik dari segi kemampuan > maupun kepribadian. > Dasar yang obyektif dan terukur lebih baik kita angkat dan diskusikan > daripada yg tidak jelas sebagian tolak ukurnya. > Terima kasih. > > Andrinof > > > > 2014-07-18 22:31 GMT+07:00 ajoduta <[email protected]>: > >> Dr. Syafii Maarif mangecekan urang awak tamakan black campaign thd >> Jokowi. >> >> Sebaliknyo ambo bapandapek justru urang awak indak tamakan kampanye >> pencitraan nan begitu masif ttg Jokowi. >> >> Kearifan urang awak dgn filosofi "alun bakilek alah bakalam, ikan dilauik >> tahu nan jantan batinonyo". >> >> Baa gak ati? >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlanggana > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
