Tarimo kasih, Sanak


2014-07-20 6:06 GMT+07:00 S St Sulaiman <[email protected]>:

> Maaf sanak Andrinof, postingan ambo dibawah tidak sdg membahas Persepi,
> baik ttg kurenah anggotanyo maupun legalitas Persepi tu sendiri. Tapi ttg
> tabel atau matrix plus delta masiang2 capres, seperti nan sanak tulih tu.
> Walaupun pilpres lah lewat, masih bamanfaat rasonyo utk dibahas, utk
> manjago hal2 negatif yg disangkakan ke kedua capres, TIDAK AKAN
> dijalankannya di NKRI ini.
> Kalau lai ado wakatu, sila baca ulang dan jawek postingan ambo tsb.
> Kok indak, ndak apo-apo juo :-)
> Tarimo kasih.
>
> *
>
> Wassalam,
> Than Lehman L/52-/Chaniago/Agam/Duri
>
>
> Sent from my handheld
>
> Andrinof A Chaniago <[email protected]> wrote:
>
>
> Pak Sutan ysh;
> Siapa saja, tanpa kecuali, boleh membuat dugaan thdp sesuatu yg
> dikhawatirkan merugikan orang banyak atau pihak tertentu. Dugaan lebih
> menempatkan orang tidak bersalah sebelum benar-benar dibuktikan.
> Untuk quick count ataupun survei, boleh menduga kemungkinan  tidak baik
> oleh pihak manapun. Syaratnya, pertama, harus ada fakta indikatif. Kedua,
> harus ada tanggungjawab untuk mencari bukti atau menguji.
> Dalam kasus quick count pilpres 2014 ini, proses pengujian telah berjalan
> buat seluruh lembaga yg bernaung di bawah Perhimpunan Survei Opini Publik
> (Persepi). Dari proses yg sudah berjalan itu, dari semua anggota yang
> menyelenggarakan quick count, hanya 2 (dua) lembaga yang tidak bersedia
> ikut proses audit, yakni Jaringan Survei Indonesia (JSI) dan Puskaptis.
> Khususnya Puskaptis hingga saat ini menghindar sambil menyebarkan berbagai
> tuduhan terhadap Persepi. Tetapi, apakah itu dugaan atau tuduhan, hal itu
> harus diuji dan dibuktikan.
> Masalahnya pada Puskaptis, lembaga ini tidak mamu membuka ruang untuk
> diuji. Sebaliknya, lembaga-lembaga yg lain sudah menjalani proses uji bukan
> hanya oleh Dewan Etik Persepi, tetapi juga oleh 3 orang yg punya kompetensi
> dan kredibilitas di bidang penelitian. Kalaupun masih ada pihak tidak puas,
> pihak itu bisa menyenggarakan pengujian itu asalkan sesuai kaidah-kaidah
> pengujian dan dilakukan oleh orang-orang yang berkompeten.
> Cara pengujian itu tidak begitu sulit: 1. Lembaga yang mau diuji diminta
> membawa data-data TPS sampel terpilih, Daftar Nama  Petugas Lapangan
> berikut nomor telpon yg digunakan untuk pengiriman data; 2. Menjelaskan
> proses penarikan sampel dan metodologinya. Untuk tahap awal ini saja cukup.
> Kalau ditemukan kejanggalan, akan dilanjutkan dengan audit lapangan.
> Lewat pengujian tahap awal, semua anggota yg bersedia diaudit dinyatakan
> tidak bermasalah oleh Dewan Etik maupun tim independen. Lalu, apa lagi yang
> mau dituduhkan kepada Persepi da beberapa anggotanya?
> Sekarang, bagaimana dengan Puskaptis? Apakah kita masih terus memenuhi
> tuntutan Puskaptis atau menerima sikap Puskaptis yang terus menebarkan
> tuduhan sementara dia sendiri tidak ada niat dan kesediaan untuk diuji?
> Apakah fair kalau ada yang masih ingin fokus menuduh Persepi dan
> lembaga-lembaga yg hasil quick countnya menyatakan pasangan Jokowi-JK
> unggul?
> Belum lagi kita bicara kredibilitas lembaga. Sebagai lembaga survei,
> ternyata Puskaptis TIDAK PUNYA KANTOR, jelas sebuah keajaiban. Mana mungkin
> para peneliti tidak punya kantor..???
> Silahkan membuka hati terhadap fakta ini.
> Terima kasih.
> Salam hormat,
>
> Andrinof A Chaniago
> Mantan Ketua Umum Persepi
> Pendiri CIRUS Surveyors Group
>
>
>
> 2014-07-19 20:01 GMT+07:00 S St Sulaiman <[email protected]>:
>
>> Sanak Andrinof, baa caro validasi datanyo ?
>> Sado tudingan negatif ka pihak Jokowi apokah indak valid ?
>> Manuruik sanak, nan ma nan valid, nan ma nan ndak valid ? Apokah awak
>> bisa manyabuikkan valid jiko tidak ada bantahan dari ybs atau tangan
>> kanannyo nan penerus lidah Jokowi ?
>> Apo2 se tudingan tu, kan lah samo tau juo sanak Andrinof..
>>
>> *
>>
>> Wassalam,
>> Than Lehman L/52-/Chaniago/Agam/Duri
>>
>>
>> Sent from my handheld
>>
>>
>> Andrinof A Chaniago <[email protected]> wrote:
>>
>> Kalau menyimaknya dari jauh, dari benua Amerika, tentu tidak bisa
>> menangkap apa alasan orang memilih atau tidak memilih itu. Kalau dilihat di
>> lapangan, dari suara-suara warga, jelas sekali banyak info yang berasal
>> dari kampanye hitam yg dipercayai masyarakat. Termasuk, fakta yang
>> diplintir dan digiring. Awalnya, isu Jokowi menaikkan orang Kristen
>> (maksudnya, Ahok). Padahal, yang menaikan Ahok adalah Prabowo. Itu akhirnya
>> diakhui Prabowo saat debat. Lalu, isu Jokowi capres Boneka, dikendalikan
>> asing dan cukong James Riady, dsb.
>> Kalau mau benar-benar obyektif, kita buat saja tabel atau matrik,
>> kelebihan dan kekurangan masing-masing berdasarkan data yg valid. Dari
>> situ, saya yakin, Jokowi akan tampak jauh lebih baik dari segi kemampuan
>> maupun kepribadian.
>> Dasar yang obyektif dan terukur lebih baik kita angkat dan diskusikan
>> daripada yg tidak jelas sebagian tolak ukurnya.
>> Terima kasih.
>>
>> Andrinof
>>
>>
>>
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke