Siapa Yang Membiayai ISIS?

Setelah merebut kota Mosul di utara Irak, ISIS didaulat sebagai kelompok
teroris paling kaya di dunia dengan dana jihad diperkirakan sekitar 2
miliar US Dollar. Dari mana uang tersebut berasal?
 [image: ISIS ISIL Shakir Waheib Terror Irak]
<http://www.dw.de/siapa-yang-membiayai-isis/a-17720358#>

Sekitar 500 miliar Dinar atau setara dengan 5 Triliyun Rupiah lenyap dari
Bank Sentral Irak cabang Mosul ketika gerilyawan ISIS merebut kota di utara
tersebut. Pengamat meyakini, kelompok Islam militan itu kini mengantongi
dana jihad sebesar dua miliar US Dollar. Dari mana uang sebesar itu
berasal, hingga kini belum jelas.

Pemerintah Irak menuding Arab Saudi mendukung perang yang dilancarkan ISIS.
"Kami menanggap Arab Saudi bertanggungjawab," atas dukungan finansial dan
moral yang didapat ISIS, kata Perdana Menteri Nuri al-Maliki, Selasa (17/6).

Amerika Serikat yang juga sekutu dekat Riyadh menepis tudingan sang perdana
menteri. Ucapannya itu "tidak tepat dan menghina," kata Jen Psaki,
Jurubicara Kementrian Luar Negeri AS di Washington.

*Duit dari Teluk?*

"Tidak ada bukti kuat yang melandaskan keterlibatan pemerintahan sebuah
negara dalam pembentukan dan pendanaan ISIS sebagai organisasi," kata
Charles Lister, Peneliti di Brookings Doha Centre.

Sebaliknya Günter Meyer yang memimpin Pusat Kajian Arab di Universitas
Mainz, Jerman, tidak meragukan adanya kucuran uang dari negeri jiran.
"Sumber keuangan terbesar sejauh ini adalah negara-negara di Teluk,
terutama Arab Saudi, tapi juga Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab," kata
Meyer.


*Kepentingan negara-negara teluk bermazhab Sunni pada keberadaan ISIS
sejatinya untuk meruntuhkan kekuasaan Presiden Basyar Assad di Suriah,
lanjut Meyer. Sepertiga penduduk Suriah termasuk golongan Sunni. Sementara
negeri di tepi Golan itu dipimpin oleh minoritas Syiah Alawiyah. *
*Peran Arab Saudi*

Saat ini pemerintah Arab Saudi pun menyadari bahaya yang ia tuai. "Penduduk
Arab Saudi mewakili kelompok terbesar di antara gerilyawan ISIS. Jika
mereka pulang, akan muncul ancaman bahwa mereka lantas merongrong
pemerintah di Riyadh," kata Meyer.

  [image: ENG Map ISIS in Iraq and Syria]
<http://www.dw.de/siapa-yang-membiayai-isis/a-17720358#>

Peta wilayah yang dikuasai ISIS di Irak dan Suriah

Menurutnya aman untuk berasumsi bahwa kucuran dana dari Arab Saudi akan
terus berlanjut, "bukan dari pemerintah, tapi dari penduduk yang kaya."

Sumber dana kedua buat ISIS adalah ladang minyak di utara Suriah. "ISIS
memahami untuk segera menguasai sumber rejeki ini. Mereka membawa minyak
mentah ke perbatasan Turki untuk kemudian dijual," ujar Meyer.

*Senjata Berkualitas dari Pasar Internasional*

Serupa dengan pendapat Charles Listeri dari Brookings Doha Center.
Menurutnya ISIS mampu membiayai sendiri operasi militernya. "ISIS berupaya
membangun jaringan di antara penduduk untuk mengamankan kucuran dana
sumbangan." Sebagai contoh ia menyebut pemerasan sistematis di Mosul.

"Yang dijadikan sasaran adalah pengusaha kecil atau juga perusahaan besar,
dan jika isunya benar bahkan pemerintah setempat," kata Lister. "Selain itu
diduga organisasi ini mengambil uang pajak di kawasan yang dikuasainya,
misalnya di Raqqa, timur laut Suriah.

ISIS, menurut Meyer, akan menggunakan uang tersebut untuk membeli
persenjataan. Ketika merebut kota Mosul, kelompok teror itu juga menyita
senjata dan kendaraan lapis baja buatan Amerika Serikat. "Dengan uang yang
ada, mereka akan mudah membeli senjata berkualitas di pasar internasional."


Pada 2 Agustus 2014 11.17, Akmal Nasery Basral <[email protected]>
menulis:

> Assalamu'alaikum Wr. Wb sanak palanta RN,
>
> Edward Snowden mengatakan bahwa Abu Bakr Al Baghdadi sang Khalifah ISIS
> adalah produk kolaborasi dinas intelijen AS, Inggris, Israel.
>
>
> http://goingglobaleastmeetswest.blogspot.com/2014/07/snowden-isis-leader-al-baghdadi-is.html
>
> Artikel di atas mengacu pada berita awal di Al Sumaria News yang terbit di
> Baghdad (lihat "Original Source" di bagian bawah tautan).
>
> Ada yang punya sumber berita lain untuk memperkuat atau sebaliknya
> membantah klaim Snowden?
>
> Wassalam,
>
> ANB
>
>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke