Dunsanak dilapuau NAH,
Satolo senek. kok diambo iyo sapandapek jo carito Snowden. Pokoknyo
nagari Islam atau nan banyak panduduaknyo muslim indak buliah aman,
indak buliah maju, nan bakuaso yo musti Zionis, sadang nagari paliang
gadang diduniakose, lai bak kecek inyo, lah dibantainyo urang
sabanyaktu, indak bakutik si presidennyo doh. Jadi hati hati selah awak
jan amuah di adu domba jo caro apo sajo. Kiniko inyo sadang siap siap
untuak manerkam awak mah. Samakin heboh awak samakin galaknyo.
Laikokolah sadar nan manyabuik dirinyo pamimpin dinagari tacintoko?
Selamat Hari Raya Idul fitri 1435 H, mohon maaf lahir
dan bathin, semoga kita diizinkah Allah swt bertemu lagi dengan bulan
yang istemewa ini di tahun yang akan datang dalam keadaan sehat walafiat .
Wassalam , Isna Huriati
On 8/2/2014 3:12 PM, Akmal Nasery Basral wrote:
vows-to-destroy-kaaba-in-mecca-6337
<http://www.khaama.com/reported-isis-member-vows-to-destroy-kaaba-in-mecca-6337>
Jika rencana ISIS itu benar, betapa anehnya cara mereka melihat Ka'bah
dan ibadah haji, seakan-akan sama sekali tak pernah membaca sejarah
keberadaan Ka'bah sejak dibangun Nabi Ibrahim a.s.
Mungkin dunsanak palanta yang punya akses informasi ke komunitas
berbahasa Arab bisa memberikan sumber informasi alternatif? Silakan
Buya Zulharbi Salim, dinda Ahmad Ridha, sanak Hendra Messa, pak Ali
Akbar, atau yang lain?
Wass,
ANB
Pada 2 Agustus 2014 13.37, Muchwardi Muchtar <[email protected]
<mailto:[email protected]>> menulis:
Siapa Yang Membiayai ISIS?
Setelah merebut kota Mosul di utara Irak, ISIS didaulat sebagai
kelompok teroris paling kaya di dunia dengan dana jihad
diperkirakan sekitar 2 miliar US Dollar. Dari mana uang tersebut
berasal?
ISIS ISIL Shakir Waheib Terror Irak
<http://www.dw.de/siapa-yang-membiayai-isis/a-17720358#>
Sekitar 500 miliar Dinar atau setara dengan 5 Triliyun Rupiah
lenyap dari Bank Sentral Irak cabang Mosul ketika gerilyawan ISIS
merebut kota di utara tersebut. Pengamat meyakini, kelompok Islam
militan itu kini mengantongi dana jihad sebesar dua miliar US
Dollar. Dari mana uang sebesar itu berasal, hingga kini belum jelas.
Pemerintah Irak menuding Arab Saudi mendukung perang yang
dilancarkan ISIS. "Kami menanggap Arab Saudi bertanggungjawab,"
atas dukungan finansial dan moral yang didapat ISIS, kata Perdana
Menteri Nuri al-Maliki, Selasa (17/6).
Amerika Serikat yang juga sekutu dekat Riyadh menepis tudingan
sang perdana menteri. Ucapannya itu "tidak tepat dan menghina,"
kata Jen Psaki, Jurubicara Kementrian Luar Negeri AS di Washington.
*Duit dari Teluk?*
"Tidak ada bukti kuat yang melandaskan keterlibatan pemerintahan
sebuah negara dalam pembentukan dan pendanaan ISIS sebagai
organisasi," kata Charles Lister, Peneliti di Brookings Doha Centre.
Sebaliknya Günter Meyer yang memimpin Pusat Kajian Arab di
Universitas Mainz, Jerman, tidak meragukan adanya kucuran uang
dari negeri jiran. "Sumber keuangan terbesar sejauh ini adalah
negara-negara di Teluk, terutama Arab Saudi, tapi juga Qatar,
Kuwait dan Uni Emirat Arab," kata Meyer.
*Kepentingan negara-negara teluk bermazhab Sunni pada keberadaan
ISIS sejatinya untuk meruntuhkan kekuasaan Presiden Basyar Assad
di Suriah, lanjut Meyer. Sepertiga penduduk Suriah termasuk
golongan Sunni. Sementara negeri di tepi Golan itu dipimpin oleh
minoritas Syiah Alawiyah.
*
*Peran Arab Saudi*
Saat ini pemerintah Arab Saudi pun menyadari bahaya yang ia tuai.
"Penduduk Arab Saudi mewakili kelompok terbesar di antara
gerilyawan ISIS. Jika mereka pulang, akan muncul ancaman bahwa
mereka lantas merongrong pemerintah di Riyadh," kata Meyer.
ENG Map ISIS in Iraq and Syria
<http://www.dw.de/siapa-yang-membiayai-isis/a-17720358#>
Peta wilayah yang dikuasai ISIS di Irak dan Suriah
Menurutnya aman untuk berasumsi bahwa kucuran dana dari Arab Saudi
akan terus berlanjut, "bukan dari pemerintah, tapi dari penduduk
yang kaya."
Sumber dana kedua buat ISIS adalah ladang minyak di utara Suriah.
"ISIS memahami untuk segera menguasai sumber rejeki ini. Mereka
membawa minyak mentah ke perbatasan Turki untuk kemudian dijual,"
ujar Meyer.
*Senjata Berkualitas dari Pasar Internasional*
Serupa dengan pendapat Charles Listeri dari Brookings Doha Center.
Menurutnya ISIS mampu membiayai sendiri operasi militernya. "ISIS
berupaya membangun jaringan di antara penduduk untuk mengamankan
kucuran dana sumbangan." Sebagai contoh ia menyebut pemerasan
sistematis di Mosul.
"Yang dijadikan sasaran adalah pengusaha kecil atau juga
perusahaan besar, dan jika isunya benar bahkan pemerintah
setempat," kata Lister. "Selain itu diduga organisasi ini
mengambil uang pajak di kawasan yang dikuasainya, misalnya di
Raqqa, timur laut Suriah.
ISIS, menurut Meyer, akan menggunakan uang tersebut untuk membeli
persenjataan. Ketika merebut kota Mosul, kelompok teror itu juga
menyita senjata dan kendaraan lapis baja buatan Amerika Serikat.
"Dengan uang yang ada, mereka akan mudah membeli senjata
berkualitas di pasar internasional."
Pada 2 Agustus 2014 11.17, Akmal Nasery Basral
<[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:
Assalamu'alaikum Wr. Wb sanak palanta RN,
Edward Snowden mengatakan bahwa Abu Bakr Al Baghdadi sang
Khalifah ISIS adalah produk kolaborasi dinas intelijen AS,
Inggris, Israel.
http://goingglobaleastmeetswest.blogspot.com/2014/07/snowden-isis-leader-al-baghdadi-is.html
Artikel di atas mengacu pada berita awal di Al Sumaria News
yang terbit di Baghdad (lihat "Original Source" di bagian
bawah tautan).
Ada yang punya sumber berita lain untuk memperkuat atau
sebaliknya membantah klaim Snowden?
Wassalam,
ANB
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di
http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email
lama & mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet"
di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari
grup ini, kirim email ke
[email protected]
<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama
& mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
ini, kirim email ke [email protected]
<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
serta mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
kirim email ke [email protected]
<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.