Nakan Nofend, Irwan, dan sanak dipalanta n.a.h
Posting Nofend mengenai perzinaan di Pemkab Tanah datar ko agak mangigit karena dilakukan, mungkin oleh eselen 1 nyo Tanah datar. Ambo satuju dengan Irwan, katokan sajola nan sabananyo sasuai jo ABS - SBK, tak usah pakai istilah lain jo. Sangat disayangkan para PNS apalagi yang sudah mau pensiun tertangkap CCTV ruangan kantor. Seperti yang diposting Nofend: “Kepala Inspektorat Pemkab Tanah Datar AU yang segera memasuki masa pensiun terekam CCTV kantor tengah melakukan perbuatan tercela di ruangannya…” Melihat jabatannya, pelaku ini termasuk orang kedua dijajaran PEMKAB. Akibat perbuatan ini, malu anak, cucu, sudara, istri mungkin juga orang sekampung, sekantor ikut malu. Apalagi kalau beliau orang asli minang, bisa saja beliau penghulu, kalau penghulu di kampung, tangga deta /kupiah (dicopot jabatan penghulunya oleh KAN – kerapatan adat nagari). Karena ini terjadi sudah dihari senja, kemungkinan istri sudah tak mampu lagi(menopause ?) seperti masa mudanya. Kalau ini berlaku sejak muda kemungkinan pelaku ini termasuk pribadi yang dianugrahi Allah yang maha kuasa dengan kelebihan hormone reproduksi (maaf kalau saya salah tolong dibetulkan) yang berlimpah istilah lainnya mungkin hypersex, yang mempunyai siklus, begitu datang siklusnya melebihi daya tampung maka harus ada penampung tambahan. Masalah timbul dalam menyediakan penampung tambahan ini. Jalan lurus ada, baik agama maupun UU menyediakan ruang untuk itu. Terus terang baik-baik pada istri apa beratnya, kalau memang pasangan sudah kewalahan, minta izin ingin mencari penyaluran tambahan yang sah menurut tuntunan agama alias kawin lagi. Pihak istri harus bersedia kalau memang sama meyakini islam penyelamat kita dinia akhirat. Begitu juga bagi wanita yang kebetulan dapat laki-laki voltase tinggi (hypersex), harus dengan rela memberi jalan keluar kepada suaminya jika memang dirinya tidak bisa mengimbangi kebutuhan suaminya.. Dari pada suami berzina, yang merupakan perbuatan terlarang dalam agama dengan ancaman berat diakhirat, di dunia dicabut berkah hidupnya, dimata masyarakat kalau haji rontok hajinya, cendekiawan rontok cendekiawannya, penghulu rontok penghulunya begitulah seterusnya. Lebih cilaka lagi, tidak tertutup kemungkinan, jika suami dibiarkan berzina berarti suami disuruh menjeput HIV dan sipilis untuk dihantarkan ke rahim si istri yang akibatnya sangat fatal bagi keturunan. Ini bagi laki-laki yang memang voltasenya tinggi. Allah,yang menciptakan manusia lebih tahu akan hal ini dan mencarikan jalan keluarnya.Tinggal mau mengikuti apa tidak. Bagi umat islam yang meyakini agama Islam, maka pasutri dengan bijak akan mematuhi perintah agama. Bagi umat muslim yang tidak meyakini agama islam sulit terlaksana. Ini yang merusak, yang menyebabkan kawin cerai, anak terlantar dsb. Hanya mungkin bagi sebagian istri dari pada di 2, 3, 4 kan lebih baik pisah. Atau membiarkan suami jajan diluar terserah sesukanya. Semuanya kembali lagi kepada keyakinan kepada agama islam yang dianutnya. Bagi yang bijak dan mengetahui dirinya dianugrahi kelebihan hormone reproduksi, dia akan mencari penampung tambahan dengan penuh tanggung jawab. Ini banyak dilakukan oleh orang yang mengerti dirinya dan melaksanakan mencari penampung tambahan itu dengan penuh tanggung jawab dan semua berjalan baik. Contoh banyak, mulai dari tokoh politik, agama, masyarakat. Hanya mengenai kawin tambah ini, hukum perkawinan, sedikit mempersulit pribadi-pribadi yang kelebihan hormone dan bisa bertanggung jawab dan tidak dimungkiri pembatasan perkawinan itu memang berguna bagi yang hanya melepas syahwat dengan tidak bertanggung jawab. Bagi yang mendapat anugrah kelebihan dari Allah yang maha kuasa dalam reproduksi ini tapi tidak bijak, disinilah rusaknya. Timbul kawin cerai-kawin cerai, merugikan diri sendiri dan pasangannya. Kalau dari pihak perempuan walaupun ada, jarang didengar, meskipun ada terdegar tante girang dsb. Namun demikian mungkin ada riset ilmiah bahwa banyak juga perempuan/ibu-ibu, diberi Allah yang maha kuasa hormone perangsang sex yang melebihi galaknya dari laki-laki, entahlah saya belum pernah baca. Tarakhir, bagi pribadi yang dianugrahi yang maha kuasa dengan kelebihan hormone reproduksi yang berlimpah ikuti sajalah perintah agama islam, laksanakan dengan penuh tanggung jawab, selamat dunia akhirat. Di palanta ada pak Prof Dr HilmanMahyddin dan Dr Rahayus Salim mohon beliau memberi pencerahan agar generasi kedepan tidak salah jalan mencari jalan keluar seandainya diberi kelebihan hormone reproduksi dari Allah swt. Mohon maaf tulisan ini jauh dari cukup, apalagi kalau ada yang kurang berkenan. Wass, Maturidi (L-76) Talang,Solok, Kutianyia, Duri Riau -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
