Menarik apo nan dilewakan pak Darwin Chalidi


Timbul pertanyaan Ambo…

1). Apo arti Ranah bagi…

Kalau generasi ke 2 dan ke 3 ini, masih ada harta pusakanya sekecil apapun,
(pusako - hutan tanah dan sako-gelar kebesaran )  dikampung, ranah baginya
adalah tetap kampung sindiri sama perlakuannya dengan apa yang dia tempati
di rantau.

Berzakat, korban,  sedekah, gotong royong, membayar beban adat walaupun
keberadaannya  dirantau , disaru atau tidak kesemuanya ini juga mengalir ke
kampung hanya mungkin bergilir.

Pusako dan Sako  mengikat secara kultural bagi pribumi minang.

Kalau pusako dan sako ini tak ada, ranah adalah tempat wisata saja bagi
perantau.

Kalau toh masih ada sanak family di ranah, sama saja dengan famili di
Medan, Jakarta, Surabaya dsb.



2) . Ikatan apa…

Pertama memang ikatan harta pusaka.

Kedua cinta tanah asal (leluhur).

Kalau yang dua ini tak ada, sama saja dengan Arab, India ,Tioghoa dan Indo
Eropa lainnya.



3). Apa yang bisa…



1).  Jatah harta pusaka (ganggan bauntuak) bagi perantau ini jangan
dihilangkan atau dihabiskan oleh yang tinggal di ranah, ini tugas mamak
dalam kaum mengawasinya.

Tugas bapak, kalau ada jatah pusaka untuk anak, jangan lengah (diabai
nagari alah), jatah itu tetap dipelihara, yang menggarap bisa orang lain,
hasilnya dapat tiap panen, berapapun kecilnya, dikirim kerantau, inilah
yang mengikat ranah dan rantau atau sebaliknya.

2). Bagi yang dirantau,  diirumah dalam keluarga harus dibiasakan berbahasa
minang, agar rasa minang itu tetap ada pada generasi penerus.

3), Rasakan adat minang sekecil apapun kepada anak yang  dirantau.

4). Didik anak hidup dengan agama islam dari kecil. Didik shalat, walaupun
shalat unyil saja dulu.

5). Jangan lupa menyimak/mengikuti setiap kegiatan yang ada dikampung
masing-masing

Jika 1-5 ini bisa  berjalan serentak, insyallah ranah dan rantau akan
terikat selamanya.

Apalagi sudah banyak yang menyadari bahwa tanah harta pusaka (tak boleh
pindah tangan ) di Minangkabau  itu adalah  Jaminan Hidup Abadi bagi
pribuminya (Permanent Life Insurance) yang tidak dipunyai daerah lain di
NKRI ini.



Sakitu dulu,  kalau salah batuakan ambo.

Wass,

Maturidi (L/76) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke