Kisah
yang sama sudah ditayangkan tiga minggu menjelang penyelenggaraan BDT
masa itu, sehingga pengulangan kisah tak memberi warna baru bagi
saya. Jika tiga tahun kemudian saya ingin mendengar success story peserta BDT
RN
tentu bukan kisah yang sama yang saya harapkan. Boleh jadi sukses itu
ada, tapi belum diungkap karena segan, malu, takut dibilang sombong atau ria
dan takabur. Atau memang tak ingin diketahui mengingat usaha adalah
kompetisi. Atau karena tak ada yang menanyakan. Atau (maaf) memang
benar-benar belum ada.
Saya
tidak meragukan BDT, justru sebaliknya, saya sangat berharap program sejenis
tetap digalakkan setelah mendapat masukanmaupun keluaran dari
siapa pun termasuk kendala-kendala yang dihadapi peserta di lapangan, agar
efektivitas BDT dalam melahirkan Pengusaha Minang Baru makin
dapat diandalkan. Saya sama sekali tidak ragu akan kemampuan pemateri
atau fasilitator yang jelas-jelas sangat berpengalaman namun lebih kepada
motivasi peserta ketika memutuskan untuk ikut BDT. Apakah benar-benar sudah
sangat “birahi” ingin
memiliki usaha sendiri atau kesertaan hanya sekadar penambah-nambah wawasan,
pengisi waktu luang, mana tahu..., siapa tahu kelak diperlukan, minimal untuk
silaturahim
apalagi nyaris cuma-cuma tanpa bayar dan alasan-alasan semisalnya yang jauh
dari analogi ikan laut yang terdampar menjelang ajal yang disajikan Akmal yang
kebetulan sudah saya dengar di
beberapa ajang bahkan versi globalnya saya dengar secara Live dari Robert T.
Kiyosaki ketika beliau datang ke Jakarta.
Lebih dari sekali saya mendengar bahwa pelatihan-pelatihan bisnis berbayar
mahal cenderung lebih
sukses dalam mencetak hasil dibandingkan yang lebih murah bukan karena trainer,
metode atau bonafiditas
fasilitasnya tetapi karena pesertanya orang-orang yang memiliki passion;
BERHASIL atau BERHASIL, kecuali kesertaannya mandatori kantor.
"Nothing great in the world has been
ever accomplished without passion," kata mendiang Georg WF Hegel,
seorang filsuf Jerman dua abad yang lalu.
Banyak maaf.
Salam
ZulTan
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.