Kanda Zultan: Kisah yang sama sudah ditayangkan tiga minggu  menjelang
penyelenggaraan BDT masa itu, sehingga pengulangan kisah tak memberi warna
baru bagi saya.

ANB: O, baitu yo kanda. Maaf ambo indak tahu. Waktu mambaco soal Griya Buah
itu (baru ambo baco pulo di palanta ko), mendadak muncul di kepala kisah
lelaki tua di pantai itu, secara spontan.

Dan seandainya pun kisah klasik itu "tak memberi warna baru bagi saya
(menurut kanda Zultan)" dek karano di siko palanta dengan ratusan (ribuan?)
pembaca, mudah-mudahan ado pulo 1-2 "bintang" laut yang mendapat manfaat
dari cerita itu.

Taringek pulo di ambo, kalau kanda alah mandanga langsung kisah tu dari
Robert Kiyosaki (penulis "Cashflow Quadrant"?), bukankah selama ini
Kiyosaki dikenal sebagai penganjur "pindah quadrant" bagi para pembaca
buku/hadirin seminarnya? Agar publik jangan selamanya menjadi -- misalnya
orang gajian bulanan -- tapi pindah menjadi entrepreneur.

Saketek tanyo: apakah kanda ZulTan alah ado rencana pulo untuk pindah
quadrant?  Kalau dilihat dari penjelasan sampai menghadiri seminar
Kiyosaki, mestinya minimal semangat untuk itu alah sabana berkobar yo,
kanda ZulTan?

Salam,

ANB

Pada 10 November 2014 21.10, 'ZulTan' via RantauNet <
[email protected]> menulis:

>
>
> Kisah yang sama sudah ditayangkan tiga minggu  menjelang penyelenggaraan
> BDT masa itu, sehingga pengulangan kisah tak memberi warna baru bagi saya.
> Jika tiga tahun kemudian saya ingin mendengar *success story* peserta BDT
> RN tentu bukan kisah yang sama yang saya harapkan.  Boleh jadi sukses itu
> ada, tapi belum diungkap karena segan, malu, takut dibilang sombong atau
> ria dan takabur.  Atau memang tak ingin diketahui mengingat usaha adalah
> kompetisi.  Atau karena tak ada yang menanyakan.  Atau (maaf) memang
> benar-benar belum ada.
>
>  Saya tidak meragukan BDT, justru sebaliknya, saya sangat berharap
> program sejenis tetap digalakkan setelah mendapat masukan maupun keluaran
> dari siapa pun termasuk kendala-kendala yang dihadapi peserta di lapangan,
> agar efektivitas BDT dalam melahirkan Pengusaha Minang Baru makin dapat
> diandalkan.  Saya sama sekali tidak ragu akan kemampuan pemateri atau
> fasilitator yang jelas-jelas sangat berpengalaman namun lebih kepada
> motivasi peserta ketika memutuskan untuk  ikut BDT.  Apakah benar-benar
> sudah sangat “birahi” ingin memiliki usaha sendiri atau kesertaan hanya
> sekadar penambah-nambah wawasan, pengisi waktu luang, mana tahu..., siapa
> tahu kelak diperlukan, minimal untuk silaturahim apalagi nyaris cuma-cuma
> tanpa bayar dan alasan-alasan semisalnya yang jauh dari analogi ikan laut
> yang terdampar menjelang ajal yang disajikan Akmal yang kebetulan sudah
> saya dengar di beberapa ajang bahkan versi globalnya saya dengar secara *Live
> *dari Robert T. Kiyosaki ketika beliau datang ke Jakarta.
>
> Lebih dari sekali saya mendengar bahwa pelatihan-pelatihan bisnis
> berbayar mahal cenderung lebih sukses dalam mencetak hasil dibandingkan
> yang lebih murah bukan karena trainer, metode atau bonafiditas fasilitasnya
> tetapi karena pesertanya orang-orang yang memiliki *passion*; BERHASIL
> atau BERHASIL, kecuali kesertaannya mandatori kantor.
>
> "*Nothing great in the world has been ever accomplished without passion*,"
> kata mendiang Georg WF Hegel, seorang filsuf Jerman dua abad yang lalu.
>
> Banyak maaf.
>
> Salam
> ZulTan
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke