Salut kepada pak Gub Awang Gub. Kaltim.
Baiknya pak IP gub Sumbar, barengan sekalian untuk DIM ke DPRD
.
Ada lebih kurang 100 tokoh Sumbar disurati pak MN, mudah-mudahan memberi
masukan ke pak Gubenur.
Pribumi Sumbar sebenarnya merindukan hidup nyaman dengan tatanan adat dan
agama islam yang mereka anut.
Pemeliharaan Adat dan agama itu yang sekarang ini terganggu di Sumbar.
Ini bisa diamati bagi yang selalu ada kontak kekampung/nagari.
A). DI BIDANG ADAT
Begitu mudahnya oknum /aparat campur tangan
Contoh ringan :
1). Sekitar 60 tahun silam pada pesta perkawinan,
Malam sebelum hari H pada malam hiburan/keramaian dengan permainan tidak
berjudi/bertaruh, karena laporan negative aparat langsung bertindak.
Semua yang dalam permainan diangkat, ikut penanggung jawab kenduri/alek
yaitu penghulu/ninik mamak yang punya rumah, ditidurkan dikerangkeng kayu
samalam. Besoknya dilepas setelah datang wali nagari dan tetua kampung
menjeput.
Bayangkan bagaimana jatuhnya wibawa penghulu didepan anak kemenakan dan di
Nagari.
Dengan berbagai versi keadaan mudahnya aparat campur tangan diatas masih
berlajut sampai sekarang.
2) Sekitar tahun 2000-an, ada salah paham antara mamak bukan berfungsi
penghulu dengan kemenakan soal tanaman keras/tua. karena laporan kemenakan
ke aparat, aparat langsung bertindak, simamak ditahan, jauh dari TKP,
sedangkan polseknya di TKP. Si mamak dikenai wajib lapor tiap hari 15 km
dari TKP.
.
3) Dunia pengadilan.
Ada tanah wakaf berupa pasar dikelola oleh Nagari seluas l/k 2 ha,
sejak 1920-an, pemberi wakaf punah.
Sekarang diperebutkan oleh “putuih nan mauleh” ke pengadilan,
Oleh yang menang, pada tahun 2000-an (setelah pasar ini berjalan selama 80
tahun) pasar diatas dituntut ke Nagari oleh pihak pemenang dengan alasan
mana surat wakafnya.
Sampai ke Mahkamah Agung (MA), Nagari kalah.
Kalau adat Minang diakui / dihargai, pasar yang berjalan selama 80 tahun
itulah surat sahnya wakaf itu. Tapi MA berkata lain.
Apa kebetulan atau memang by design sengaja adat minang itu dihancurkan tak
tahulah.
Bagaimana menegakkan adat kalau wibawa pemangku adat dipecundangi seperti
ini.
Akhirnya para penghulu / mamak dari pada menghuni bui, lebih baik cari
selamat, akibatnya amburadulla adat.
Pengamat menimpakan kesalahan ini semua kepada pemangngku adat, kurang
fair.
Karena disini tidak etis dibuka semua, kalau ada yang ingin autentiknya
silakan hubungi saya di japri , saya akan berikan, karena saya mengalami
dan menyaksikan.
B. DIBIDANG MORAL YANG ERAT DENGAN PENGAMALAN AGAMA.
Ini contohnya cukup banyak
-mudahnya bertumbuh tempat-tempat maksiat yang dipertontonkan telanjang ke
generasi muda kita.
-Yang dibidik tampaknya memang anak muda minang.
-Yang tidak senang kepada agama yang dianut orang minang, memang generasi
muda minang ini yang jadi obyek untuk dihancurkan.
Media penghancur tersedia di negeri ini baik melalui narkotika dan Sosmed baik
elektronik maupun cetak yang berisi macam-macam pesan yang bisa langsung
kedalam saku generasi muda Minang.
Memang dengan resep apa saja semua keadaan ini tak akan bisa dirubah
seperti membalik telapak tangan termasuk dengan DIM.
Hanya bersama DIM sambil jalan semua keamburadulan ini diharapkan dibenai
beangsur-angsur.
Usaha yang mungkin bijak dari semua kita, baik mendukung maupun menolak
DIM, beri masukan langsung ke pak Gub Sumbar.
Untuk renungan bagi kita semua.
Wass,
Maturidi (L/76) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.