Surat Terbuka Dari Ust. Wildan Hasan Menjawab Dina Y Sulaeman

Redaksi – Selasa, 28 Rabiul Akhir 1436 H / 17 Februari 2015 19:23
WIBEramuslim.com – Dina Y Sulaeman, seorang penulis dan pemerhati Dunia
Arab, kemarin telah menulis sebuah surat terbuka kepada KH. Arifin Ilham
yang mendapat banyak perhatian dari umat Islam. Sayangnya, jika posisi Dina
netral,seharusnya dia juga menulis surat terbuka kepada gerombolan syiah
yang telah menyerang Majlis Az Zikra beberapa waktu lalu. Namun hal itu
tidak atau belum dilakukannya.
Akhirya, Ustadz Wildan Hasan, Koordinator MIUMI (Majelis Intelektual dan
Ulama Muda Indonesia) Kota Bekasi membalas surat terbuka Dina dan diuat
dalam laman PKS Piyungan  (17/2/2015).Inilah suratnya:
Bismillah. Salaamun ‘alaa manit taba’al hudaaPerkenalkan, saya Wildan
Hasan, seorang bapak rumah tangga biasa, yang senang belajar dan menulis.
Kecintaan saya untuk menuntut ilmu mendorong saya untuk kuliah lagi di
berbagai majelis ta’lim (^.^) .
Sama sekali tak ada karir yang menuntut saya untuk itu. Tulisan-tulisan
saya selama ini, kelihatannya cukup banyak diapresiasi orang; dalam arti,
bukan tulisan ngawur. Bahkan ada tulisan saya yang terkumpul dalam buku
berjudul
“Bawalah Facebookmu ke Surga” yang pasti belum ibu baca he..Ibu mungkin
hanya ke-GR-an saja. Tepatnya mungkin ibu dipandang sebagai orang yang
patut diwaspadai karena pandangan-pandangan ibu terkait konflik Suriah
ngawur dan tak berimbang. Ibu menyebut kelompok-kelompok pro jihad Suriah
sebagai radikal. Maksudnya apa, Bu? Kategorisasinya apa? Tujuannya apa
menyebut seperti itu? Kemudian, ibu menyebut media-media pro jihad Suriah
sebagai teman ust Arifin Ilham. Jadi, ibu bukan teman media pro jihad
Suriah? Ibu pro mana? Maaf bila saya dianggap lancang menyurati tokoh
sebesar ibu.

Ada pesan penting yang ingin saya sampaikan kepada ibu. Tolong, jangan
kaitkan sebuah konflik dengan urusan pribadi. Apalagi urusan keuangan.
Karena siapa yang tidak tahu bahwa program Syiahisasi dunia Islam dibiayai
besar-besaran oleh Republik Syiah Iran. Ibu Dina yang mengaku ibu rumah
tangga biasa, tentu tidak senang kan apabila urusan dapurnya
diungkit-ungkit. Saya yakin ust Arifin Ilham punya penjelasan terkait
urusan dapurnya itu.Awal konflik Suriah
Awal mula perang Suriah adalah dilatarbelakangi oleh kekecewaan rakyat
Suriah terhadap rezim Bashar Asaad yang otoriter dan sewenang-wenang
terhadap rakyatnya. Rakyat Suriah kemudian melakukan aksi damai menuntut
keadilan. Akan tetapi rezim Bashar malah menanggapi aksi damai tersebut
dengan kekerasan.
Puncaknya adalah ketika ada anak Suriah menuliskan kata-kata di tembok
tentang Bashar Asaad, kemudian anak ini di bawa oleh tentara Assad setelah
di intrograsi anak kecil ini dikelupas kulitnya, lalu ditumpahkan cairan ke
tubuh yang mengelupas, sehingga sakitnya tiada terperikan. Tentara Bashar
sambil berteriak menuhankan Bashar Al-Assad. Penduduk protes tapi mereka
ditangkapi. Siksaan demi siksaan dilakukan terhadap para tawanan yang
dituduh menentang rezim Bashar Asad, padahal orang-orang ini hanyalah
penduduk kampung.
Konflik Suriah yang dimulai sejak demonstrasi di kota Dharaa, 11 Maret 2011
lalu sampai detik ini tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Akibat dari konflik itu, anak-anak kehilangan orang tuanya, wanita
kehilangan suami dan keluarganya, dan keluarga kehilangan harta benda
mereka. Rakyat Suriah terancam kehilangan masa depan.
Belum lagi jumlah korban meninggal yang sudah mencapai lebih dari 110 ribu
jiwa, ditambah jutaan lainnya yang kehilangan tempat tinggal dan harus
menjadi pengungsi di luar negaranya. Sungguh hal itu sebuah keadaan yang
memilukan. Tragedi ini hendaknya membuka rezim Syiah Suriah agar
menghentikan pembantaian terhadap rakyatnya sendiri.
Lantas, apa penyebabnya sehingga hal itu terjadi dan menyebabkan jutaan
manusia menjadi korbannya? Penyebabnya adalah nafsu Syiah untuk berkuasa
dan menumpas selain Syiah.Tidak banyak kaum muslimin yang mengetahui
hakikat peristiwa yang tengah terjadi di Suriah. Banyak di antara kaum
muslimin yang menyangka kebiadaban rezim Suriah tersebut semata-mata
didasari oleh kepentingan politik untuk menyelamatkan kekuasaan rezim
Partai Baath, partai sosialis yang telah mencengkeram rakyat Suriah selama
puluhan tahun dengan kekuatan senjata. Belum banyak yang tahu bahwa
kebiadaban rezim partai Baath dilatar belakangi oleh faktor ideologi dan
agama. Ya, partai Baath telah didominasi oleh kelompok Nushairiyah sejak
era Hafizh Asad. Kelompok Nushairiyah merupakan bagian dari sekte Syi’ah
esktrim yang telah dihukumi murtad dari Islam oleh seluruh ulama kaum
muslimin. Jadi, rezim Syi’ah ekstrim tengah mempertontonkan kebiadabannya
kepada mayoritas rakyat yang beragama Islam, ahlus sunnah wal jama’ah.
Demonstrasi damai versus kebiadaban militer di Suriah sejatinya adalah
pertaarungan dua agama: Islam versus Nushairiyah.Tidak heran bila Iran yang
beragama Syi’ah Imamiyah (biasa juga disebut Syi’ah Itsna Atsariyah atau
Syi’ah Ja’fariyah) getol memberikan dukungan militer, politik, dan ekonomi
kepada rezim Syi’ah Suriah. Dua aliran Syi’ah ekstrim telah bertemu untuk
menghabisi musuh bersama; mayoritas rakyat Suriah yang beragama Islam
aliran Ahlus Sunnah. Bila ditambah kekuatan Syi’ah Lebanon (dengan milisi
Hizbul Laata —plesetan dari nama sebenarnya, Hizbullah), kekuatan Israel,
dan Kristen Libanon yang juga memusuhi Ahlus Sunnah; maka rakyat muslim
sunni Suriah tengah terkepung dari seluruh penjuru. Umat Islam sedunia
sudah seharusnya terus memberikan dukungan kepada perjuangan rakyat Suriah,
sebagaimana dukungan mereka kepada perjuangan rakyat muslim Mesir, Tunisia,
dan Palestina. Para ulama dan tokoh umat Islam wajib membongkar kedok rezim
Nushairiyah Suriah, sehingga wala’ dan bara’ kaum muslimin jelas. Berikut
ini sebagian fatwa ulama Islam yang menjelaskan hakekat kelompok
Nushairiyah dan partai Baath.Fatwa tentang Sekte NushairiyahFadhilah Syaikh
Hamud bin ‘Uqla Asy-Syu’aibihafizhahullah
Siapa sebenarnya kelompok Nushairiyah itu? Kepada siapa mereka menisbahkan
diri? Kapan kelompok ini muncul?
Di negeri mana saja keberadaannya? Bagaimana ajaran agama mereka?
Bagaiamana pendapat para ulama tentang mereka?
Bolehkah memberikan ucapan selamat atas hari-hari kebahagiaan mereka dan
memberikan ucapan bela sungkawa atas musibah yang menimpa mereka?
Bolehkah menshalatkan jenazah mereka?
Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam semoga
senantiasa dilimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh
shahabatnya. Amma ba’du…Jawaban atas beberapa pertanyaan di atas
membutuhkan satu jilid buku tersendiri. Untuk itu, kami akan menjawab
secara ringkas saja:

Nushairiyah adalah salah satu kelompok Syi’ah ekstrim yang muncul pada abad
ketiga Hijriyah. Berbagai aliran keagamaan yang kafir seperti Bathiniyah,
Ismailiyah, Budha, dan sekte-sekte kafir yang berasal dari agama Majusi
masuk bergabung ke dalam kelompok Nushairiyah. Nushairiyah banyak terdapat
di Suriah dan negara-negara yang bertetangga dengan Suriah.

Nushairiyah menisbahkan kelompoknya kepada seorang yang bernama Muhammad
bin Nushair An-Numair, yang mengklaim dirinya sebagai nabi dan menyatakan
bahwa Abul Hasan Al-Askari —-imam ke-11 kelompok Syi’ah— adalah Tuhan yang
telah mengutus dirinya sebagai nabi.Ajaran agama Nushairiyah tegak di atas
dasar akidah yang rusak dan ritual-ritual ibadah yang usang hasil
pencampur-adukkan dari ajaran Yahudi, Nashrani, Budha, dan Islam. Di antara
akidah sesat kelompok Nushairiyah adalah:

1. Kultus individu yang esktrim terhadap diri sahabat Ali bin Abi Thaib
dengan meyakini beliau adalah Rabb (Tuhan Yang Maha Menciptakan, Maha
Mematikan, Maha Memberi rizki, Maha Mengatur alam), Ilah (Tuhan yang berhak
disembah—edt), dan Pencipta langit, bumi, dan seluruh makhluk. Di antara
bentuk penyembahan mereka kepada Ali bin Abi Thalib adalah semboyan agama
mereka:( لا إله إلا حيدرة الانزع البطين ، ولا حجاب عليه إلا محمد الصادق
الأمين ، ولا طريق إليه إلا سلمان ذو القوة المتين ..) “Tidak ada Tuhan yang
berhak disembah selain Haidarah (Singa betina, julukan Ali—edt) ksatria
yang terpercaya .Tiada hijab (penghalang) atasnya kecuali Muhammad
Ash-Shadiq Al-Amin (yang jujur lagi terpercaya) Dan tiada jalan menujunya
kecuali Salman Dzul Quwwatil Matin (pemilik kekuatan yang perkasa).”Dari
semboyan mereka ini nampak jelas bahwa kelompok Nushairiyah lebih kafir
dari kaum Yahudi, Nasrani, dan kaum musyrik sekalipun karena dengan ucapan
ini mereka menyandarkan penciptaan dan pengaturan seuruh makhluk kepada Ali
bin Abi Thalib. Sedangkan kaum Yahudi, Nasrani, dan musyrik mengakui bahwa
Allah SWT adalah Sang Pencipta dan Sang Pengatur urusan seluruh makhluk.
2. Mereka meyakini reinkarnasi, yaitu meyakini bahwa jika seorang manusia
meninggal dunia maka ruhnya berpisah dengan jasadnya dan memasuki jasad
makhluk lain. Baik jasad manusia maupun jasad hewan, sesuai jenis amal
perbuatannya saat ia masih hidup. Jika amal perbuatannya baik, maka ruhnya
akan menempati jasad manusia atau hewan yang mulia. Adapun jika amal
perbuatannya buruk, maka ruhnya akan menempati jasad hewan yang hina,
seperti anjing dan lain sebagainya. Hakekat dari keyakinan ini adalah
meyakini bahwa dunia ini tidak akan rusak, tidak akan pernah berakhir,
tidak ada kebangkitan setelah mati, tidak ada surga, tidak ada neraka…ruh
akan senantiasa berpindah dari satu jasad ke jasad lainnya sampai suatu
saat yang tidak akan pernah berakhir. Keyakinan yang rusak ini mereka ambil
dari agama Budha, karena keyakinan reinkarnasi adalah salah satu pokok
ajaran agama Budha.
3. Di antara pokok ajaran akidah mereka yang sangat mengakar kuat adalah
kebencian dan permusuhan yang sangat keras terhadap Islam dan kaum
muslimin. Sebagai bentuk permusuhan dan kebenciaan mereka kepada Islam,
mereka menjuluki shahabat Umar bin Khatab dengan julukan ‘Iblisul Abalisah’
(rajanya para iblis). Adapun tingkatan iblis setelah Umar menurut keyakinan
mereka adalah Abu Bakar kemudian Utsman.
4. Mereka mengharamkan ziarah ke kuburan Nabi Muhammad SAW karena di
samping makam beliau SAW terdapat makam shahabat Abu Bakar Ash-Shidiq dan
Umar bin Khathab.

Pada zaman dahulu keberadaan agama sesat Nushairiyah ini terbatas pada
sebuah tempat di negeri Syam dan mereka tidak diberi peluang untuk memegang
posisi dalam bidang pemerintahan maupun bidang pengajaran, berdasar fatwa
syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Keadaan itu terus berlanjut sampai akhirnya
penjajah Perancis menduduki negeri Syam. Perancis memberi mereka julukan
baru ‘Al-Alawiyyin’ (keturunan atau pendukung Ali bin Abi Thalib), memberi
mereka kesempatan mendiami seantero negeri Syam, dan mengangkat mereka
sebagai pemegang jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan penjajah
Perancis di Syam.

Adapun pendapat para ulama Islam tentang kelompok Nushairiyah…sesungguhnya
para ulama Islam telah menyatakan Nushairiyah adalah kelompok yang telah
keluar dari agama Islam (kelompok murtad), karena agama mereka tegak di
atas dasar syirik, keyakinan reinkarnasi, pengingkaran terhadap kehidupan
setelah mati, surga, dan neraka.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
telah ditanya tentang status kelompok Nushairiyah, maka beliau
menjawab:الحمد لله رب العالمين .. هؤلاء القوم المسمون بالنصيرية هم وسائر
أصناف القرامطة الباطنية اكفر من اليهود والنصارى بل اكفر بكثير من المشركين ،
وضررهم على أمة محمد صلى الله عليه وسلم أعظم من ضرر الكفار المحاربين فإن
هؤلاء يتظاهرون عند جهال المسلمين بالتشيع وموالاة أهل البيت وهم في الحقيقة
لا يؤمنون بالله ولا برسوله ولا بكتابه ولا بأمر ولا بنهي ولا ثواب ولا عقاب
ولا بجنة ولا بنار ولا بأحد من المرسلين قبل محمد صلى الله عليه وسلم ولا بملة
من الملل ولا بدين من الأديان السالفة بل يأخذون من كلام الله ورسوله المعروف
عند علماء المسلمين ويتأولونه على أمور يفترونها ويدعون أنها علم الباطن من
جنس ما ذكره السائل …)

“Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Kelompok yang dinamakan
Nushairiyah tersebut dan seluruh kelompok Qaramithah Bathiniyah (salah satu
sekte Syi’ah yang ekstrim) yang lain adalah orang-orang yang kekafirannya
lebih parah dari kekafiran kaum Yahudi dan Nashrani, bahkan kekafirannya
lebih berat dari kekafiran kebanyakan kaum musyrik. Bahaya mereka (kelompok
Nushairiyah dan Qaramithah Bathiniyah) terhadap kaum muslimin lebih besar
dari bahaya kaum kafir yang memerangi Islam, karena mereka menampakkan
dirinya sebagai orang-orang Syi’ah yang loyal kepada ahlul bait di hadapan
kaum muslimin yang bodoh. Padahal sejatinya mereka tidak beriman kepada
Allah, rasul-Nya, kitab-Nya, perintah, larangan, pahala, siksa, surga,
neraka, maupun seorang rasul pun sebelum Muhammad SAW. Mereka juga tidak
mengimani adanya ajaran rasul dan agama samawi terdahulu apapun. Mereka
hanya mengambil sebagian firman Allah dan sabda rasul-Nya yang dikenal di
kalangan ulama Islam, lantas mereka melakukan ta’wil sesat yang mereka
ada-adakan dan mereka klaim sebagai ilmu bathin semisal yang telah
disebutkan oleh penanya di atas…”Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah melanjutkan
jawabannya sampai pada perkataan beliau: “Sudah diketahui bersama bahwa
pesisir pantai negeri-negeri Syam jatuh ke tangan pasukan Nasrani (tentara
Salib) dari arah mereka (kelompok Nushairiyah). Mereka selalu membantu
setiap musuh Islam. Menurut mereka, di antara musibah terbesar yang menimpa
mereka adalah kemenangan kaum muslimin atas pasukan Tartar…”Kenapa rezim
Syiah Suriah begitu kejam?

Dikarenakan itu adalah perintah para imam mereka untuk membunuh ahlu
Sunnah, yaitu umat Islam selain Syi’ah. Abu Abdillah, salah seorang imam
Syi’ah, pernah mengatakan, “Ambillah harta para nashib –ahlu sunnah-
dimanapun kalian mendapatinya, dan bayarkan kepada kami seperlima-nya.”
(Jami’ul Ahadits Syi’ah, 8/532)Sangat mungkin jika kesulitan mendapatkan
harta umat Islam dengan jalan mencuri, tidak segan-segannya mereka merampok
atau membunuh muslimin tadi. Toh, dalam keyakinan mereka, darah umat Islam
halal.

Hal ini juga dianjurkan dalam hadits Syi’ah yang diriwayatkan oleh Husain
al-Bahrani, dalam kitabnya, alMahasin an-Nafsaniyah (hal. 166). Ia
meriwayatkan dari salah seorang imam Syi’ah, bahwa imam itu berkata,
“Sebenarnya kami para imam hendak memerintahkan kalian untuk membunuh
mereka –umat Islam. Namun kami mengkhawatirkan kalian, kami khawatir salah
seorang dari kalian terbunuh disebabkan membunuh mereka. Karena satu nyawa
kalian, sungguh lebih berharga daripada seribu nyawa mereka.”Dan ada cukup
banyak doktrin-doktrin pengkafiran Syiah terhadap kaum muslimin yang
memungkinkan mereka termotivasi untuk membunuh kaum muslimin.

Siapakah yang jadi korban terbesar, ibu? Tepat seperti yang ibu katakan.
Tak lain, kaum Ahlussunnah (Umat islam) atau 74% rakyat Suriah.

Ibu Dina yang semoga hidayah Allah segera menyapa Anda,
Atas semua kejadian di Suriah itu, saya menjadi sangat khawatir dan sedih
saat membaca pernyataan ibu yang ahistoris dan penuh distorsi sejarah, pula
tidak faham akan kesesatan Syiah. Tak mungkin ibu rumah tangga seluar biasa
ibu yang mengaku sedang menempuh doktoral, ingin negeri ini juga hancur
lebur Suriah karena membela Syiah.Alhamdulillah banyak majelis dan da’i
yang menjelaskan betapa berbahayanya Syiah. Bukan karena kebencian ngawur
tapi kebencian terhadap kesesatannya.

Sangat berbeda dengan kebencian Syiah terhadap umat Islam seperti tercantum
dalam doktrin-doktrin radikal Syiah di atas. Terkait dana, saya dan kami
kaum muslimin tahu betul bahwa gerakan ini murni muncul dari kesadaran umat
Islam Indonesia untuk mempertahankan aqidahnya dan membela agamanya.
Mungkin ibu ingin menunjuk Saudi Arabia sebagai donatur proyek anti Syiah.
Maka bila pun benar, itu tidaklah berbeda dengan yang dilakukan Republik
Syiah Iran untuk program Syiahisasi dunia Islam. Justru hal ini menunjukkan
bahwa ibu berada di pihak Syiah sekalipun ibu mengaku bukan Syiah.Saya
mohon, ibu, cobalah Anti melihat lagi peta ideopolitiknya. Dalam konflik di
Suriah, ada peran Syiah Iran. Dan yang turun ke lapangan untuk bertempur
adalah muslimin yang sedang berjihad melawan rezim Syiah kafir Nushairiyah
yang didukung penuh oleh Iran. Lalu, setelah kaum muslimin habis mereka
akan terus mengekspor ideologi kebencian ini sehingga pembantaian kembali
terjadi di negara-negara lain termasuk di Indonesia. Tidakkah ini puncak
kejahatan?
Anti adalah intelekual dan akademisi. Anti juga seorang ibu. Dan saya
adalah seorang bapak rumah tangga biasa. Saya mohon, Anti sejenak
membayangkan bila anak-anak kita harus sengsara dan menjadi pengungsi,
seperti jutaan anak-anak Suriah hari ini. Dan ini pun dalam skala kecil
sudah terjadi, ibu. Ada 40-an orang Syiah, yang menyerang secara anarkis
dan radikal kepada warga perumahan muslim Bukit Az-Zikra di Sentul, Bogor,
Jawa Barat. Ada kelompok-kelompok anarkis Syiah yang selalu menganggu
ibadah dan kajian umat Islam di berbagai daerah. Tidakkah kasih sayang
seorang ibu yang anti bangga-banggakan, melingkupi mereka, ibu?
Ibu menyampaikan kasus Sampang sebagai contoh intolerannya umat Islam
terhadap Syiah, menunjukkan bahwa ibu tidak tahu apa yang sebenarnya
terjadi di sana. Sebagai akademisi dan intelektual sudah selayaknya ibu
membaca suatu peristiwa dengan timbangan yang patut dipertanggung jawabkan.
Ibu, ingatlah ungkapan Buya Hamka tokoh besar Islam Nusantara ini:“Ketika
saya di Iran, datang empat orang pemuda ke kamar hotel saya, dan dengan
bersemangat mereka mengajari saya tentang revolusi dan menyatakan
kenginannya untuk datang ke Indonesia guna mengajarkan revolusi Syiah itu
di Indonesia. Boleh datang sebagai tamu, tapi ingat kami adalah bangsa yang
merdeka dan tidak menganut Syiah!” Ujar saya.
Salaamun ‘Alaa manit taba’al hudaaBekasi, 17/2/2015,Wildan Hasan
On Feb 19, 2015 12:02 AM, "Fitrianto" <[email protected]> wrote:

> Satau ambo, Syiah Iran lai diizinkan dek Saudi Wahabi masuak ke tanah
> haram tuk naik haji.
>
> Wassalam
> fitr
>
> 2015-02-18 2:12 GMT-05:00 <[email protected]>:
>
>> Nan ka diranuangkan andaikato jadulah kerjasama kota pariaman jo salah
>> satu kota di Iran sebagai kota kembar dan diberikannyo beasiswa untuak
>> oelajar minang ujtuak baraja di Iran tarutamo Qom. Salasailah sudah. Akan
>> muncul kader kader syiah di ranah Minang. Nan jaleh satiok acara tabuik,
>> dubes dan perwakilan iran selalu hadir.
>>
>> Kalau ndak salah satiok tahun Iran ma agiah beasiswa untuak pelajar
>> Indonesia baraja di qoms sekitar 400 urang. Kalau lah batua info iko. Bisa
>> dibayangkan Indonesia baa jadinyo.
>>
>> Urang syiah ko kareh  kapalo dan kalau badiskusi cendrung ‎ menghalalkan
>> sagalo caro. Tamasuak baduto.
>>
>> Banyak juo mahasiswa awak nan kuliah di Bandung kanai pengaruh syiah ko.
>>
>>
>> Iko sekedar kerisauan nan paralu kito pikia an basamo.
>>
>>
>> Wassalam,
>>
>>
>> Ibnu Kamang
>> Dari Pakanbaru
>>
>>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke