Alhamdulillah lai batambah dan tabuka juo pemngetahuan kami. Salam, Darwin Chalidi, Tangsel
2015-02-18 8:29 GMT+07:00 Sri Yansen Tanjung <[email protected]>: > Assalamualaikum, > > ambo batamu link iko... mungkin ado nan bisa mangoreksi kalau ado nan > salah... minta maaf kalau berita di link ko indak batua... > > wassalam > yansen > > > http://www.nahimunkar.com/propagandis-syiah-bermunculan-dukung-bashar-al-assad/ > > > > Dalam kasus Suriah, propagandis Syi’ah di Indonesia jelas memposisikan > diri mendukung Bashar al-Assad. Para pejuang Muslim, para mujahid di Suriah > yang melawan rezim syi’ah Bashar al-Assad, mereka sebut sebagai > pemberontak. Penggunaan istilah yang sama dengan yang dilakukan AS dan > sekutunya ketika menilai pejuang Palestina. > > Para propagandis syi’ah tersebut, antara lain Jose Rizal Jurnalis > (Jakarta), Ustadz Mudzakir (Solo), dan Dina Y. Sulaeman. > > Jose Rizal Jurnalis adalah presidium Mer-C yang juga narasumber Radio > Syi’ah RASIL AM720. Menurut Jose, di bawah kepemimpinan *Bashar al-Assad* > <http://www.islamtimes.org/vdcb9gb58rhbs5p.qnur.html> Suriah termasuk > donatur dan pemasok utama dana dan persenjataan bagi Hamas, Jihad Islam, > Hizbullah, dan berbagai faksi perlawanan terhadap Israel di Palestina. > > Menurut Jose, upaya menggulingkan Bashar al-Assad bukan karena ia rezim > syi’ah yang membantai Muslim, bukan karena Bashar al-Assad anti demokrasi, > tetapi karena Israel menginginkan Bashar turun dengan memperalat Amerika > Serikat melalui kebijakan luar negerinya. Agar lebih hot, menurut Jose, > upaya penggulingan itu dikaitkan dengan isu Sunni-Syi’ah. > > Pendapat batil Jose seperti bersahutan dan saling dukung dengan pendapat > batil ustadz Mudzakir, yang pada sebuah kesempatan mengatakan bahwa > *pemberontak > di Suriah* > <http://www.arrahmah.com/news/2013/05/31/ceramah-mudzakir-soal-suriah-dan-rohingya-digugat-ahlus-sunnah.html> > dibiayai Amerika Serikat. > > Berkenaan dengan Al-Buthi, ustadz Mudazkir mengatakan bahwa sikap Al-Buthi > yang tidak memihak rezim Bashar al-Assad namun juga tidak memihak > ‘pemberontak’ sehingga dinilai munafik dan dibantai oleh para ‘pemberontak’ > tadi. > > Yang dimaksud ustadz Mudzakir dengan ‘pemberontak’ di sini adalah para > mujahid yang sedang membela akidahnya dari jajahan syi’ah sejak kawasan itu > direbut oleh Hafiz al-Assad melalui kudeta militer 13 November 1970. Hafiz > al-Assad saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan Suriah, dan ia > merupakan bapak kandung Bashar al-Assad. > > Dalam kasus al-Buthi, ustadz Mudzakir sudah memposisikan secara tegas, > bahwa al-Buthi dibunuh oleh ‘pemberontak’ melalui upaya bom bunuh diri. > Padahal, karena al-Buthi juga tidak berpihak kepada rezim Bashar, tetap > punya kemungkinan dibunuh oleh sang rezim. > > Suriah adalah kawasan Muslim (Sunni) yang kemudian berusaha direbut oleh > kaum syi’ah melalui kudeta bersenjata. Kudeta militer sebelumnya terjadi > pada 28 September 1961, namun belum berhasil. Barulah pada 1970, berhasil. > Siapa pendukung kudeta? Ternyata adalah Negara-negara Barat yang > berkepentingan, termasuk Amerika Serikat. > > Kini, mereka pulalah yang menginginkan rezim Bashar al-Assad yang anti > demokrasi itu bubar. Bagi Barat (dan Amerika termasuk di dalamnya), > demokrasi adalah tuhan. Sehingga ketika sebuah rezim di sebuah kawasan > dinilai tidak demokratis, cenderung tiran, maka rezim itu harus digulingkan. > > Berbeda dengan itu, kaum mujahidin yang berperang melawan rezim Bashar > al-Assad, adalah dalam rangka membela akidah, menggulingkan pemerintahan > syi’ah yang tiran, sehingga akidah Muslim di kawasan itu terjaga. Jadi, > tidak benar penilaian yang mengatakan bahwa para pejuang itu dibiayai atau > menjalani agenda Barat. Mereka punya agenda sendiri-sendiri: yang satu demi > demokrasi, yang satu demi akidah. > > Lagi pula, yang menghendaki rezim Bashar al-Assad tetap eksis juga dari > kalangan kafirin komunis, yaitu Rusia dan Cina, serta Venezuela, sebuah > negara di ujung utara Amerika Selatan yang mayoritas penduduknya non Muslim. > > Salah satu tokoh syi’ah yang juga getol membela rezim syi’ah laknatullah > Bashar al-Assad adalah Dina Y. Sulaeman, kelahiran Semarang 30 Juli 1974. > Lulusan Fakultas Sastra Arab Universitas Padjadjaran tahun 1997 ini, pada > 1999 memperoleh beasiswa S2 dari pemerintah Iran untuk belajar di Faculty > of Teology, Tehran University. > > Jadi, jelas doktrin syi’ah sudah merasuk ke dalam diri Dina. Apalagi, > selama lima tahun (2002-2007), Dina bekerja sebagai jurnalis di Islamic > Republic of Iran Broadcasting (IRIB). Kekentalan doktrin syi’ah semakin > menyatu dengan akidah Dina, ketika ia berjodoh dengan Otong Sulaeman, > lulusan Qom yang juga bekerja di IRIB. > > Kini, Dina berkiprah sebagai Research Associate di The Global Future > Institute (GFI), yang berdiri sejak 11 Oktober 2007. Salah seorang > pendirinya, Hendrajit, adalah sosok kelahiran Jakarta 8 September 1963, > alumnus Fakultas Sosial-Politik Universitas Nasional, yang pernah bekerja > sebagai wartawan Tabloid Detik (1992-1994) pimpinan Eros Djarot. > Mudah-mudahan bukan propagandis syi’ah. > > Militansi Dina terhadap paham sesat syi’ah laknatullah tetap terjaga meski > ia tidak lagi bekerja untuk media yang secara resmi menyuarakan > pembelaannya terhadap syi’ah dan rezim syi’ah yang sedang berkuasa di > sebuah negara. > > Di GFI, Dina memanfaatkan betul posisinya untuk menyuarakan lebih lantang > visi dan misinya sebagai propagandis syi’ah laknatullah. Apalagi, GFI > merupakan media online berbahasa Inggris, sehingga dapat lebih efektif > menjangkau sasaran masyarakat berbahasa Inggris, yang negaranya secara > resmi menghendaki rezim Bashar al-Assad tumbang. > > Salah satu upaya Dina adalah *mewawancarai Agus Nizami* > <http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=12178&type=13#.UblFSueW_ZM>, > yang selama ini menolak disebut berpaham syi’ah namun selalu mendukung > syi’ah. Agus Nizami, yang bukan ulama ini, oleh Dina dikesankan sebagai > tokoh Islam yang layak kutip untuk mendukung visi misinya mempropagandakan > syi’ah, mendukung rezim syi’ah laknatullah Bashar al-Assad. > > Sebelumnya, Dina *mewawancarai jurnalis senior Syria* > <http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=12083&type=13#.Ubv0_dhqYop> > yang mendukung rezim syi’ah laknatullah Bashar al-Assad. Dina mengaku > merasa beruntung bisa mewawancarai sosok yang bernama samaran As-Souri ini. > Namun ketika ia ditawarkan untuk diperkenalkan dengan sosok aktivis atau > jurnalis yang berseberangan dengan rezim syi’ah laknatullah, Dina menolak. > “… *ngapain* saya repot-repot wawancara jurnalis pro-pemberontak?” > > Nah, semakin jelas posisi Dina. Ia memang propagandis syi’ah laknatullah, > ia membela Bashar al-Assad, seraya menyebut lawannya sebagai pemberontak. > Ini barangkali sebuah indikasi, bahwa propagandis syi’ah di Indonesia > semakin terbuka, berani, kurang ajar, dan *ngelunjak*. (haji/tede/ > nahimunkar.com) > > http://www.islamedia.co/2015/02/surat-terbuka-untuk-wanita-syiah-dina-y.html > > > Surat Terbuka untuk wanita Syiah, Dina Y Sulaeman > > <http://4.bp.blogspot.com/-r0XHAq6aInI/VOLyf6nBWII/AAAAAAAAUC4/m-rFJN8cIkY/s1600/dina-sulaiman.jpg> > *Dina > Y. Sulaiman**Islamedia.co -* Dina Y Sulaeman Perempuan yang lahir di > Semarang pada 30 Juli 1974. Penerima summer session scholarship dari JAL > Foundation untuk kuliah musim panas di Sophia University Tokyo ini lulus > dari Fak. Sastra Arab Universitas Padjdjaran tahun 1997. Ia sempat menjadi > staf pengajar di IAIN Imam Bonjol Padang. > > Tahun 1999 meraih beasiswa S2 dari pemerintah Iran untuk belajar di > Faculty of Teology, Tehran University. Tahun 2011, ia menyelesaikan studi > magister Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran. Tahun 2002-2007 ia > berkarir sebagai jurnalis di Islamic Republic of Iran Broadcasting. > > Dina penulis yang produktif, banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa > dia adalah seorang syiah sejati. Berikut ini sejumlah buku yang telah > ditulisnya, antara lain, Oh Baby Blues, Mukjizat Abad 20: Doktor Cilik > Hafal dan Paham Al Quran, Pelangi di Persia, Ahmadinejad on Palestine, > Obama Revealed, Bintang-Bintang Penerus Doktor Cilik, Princess Nadeera, > Prahara Suriah dan Journey to Iran. > > Aktif menulis artikel opini politik Timur Tengah yang dimuat di media > massa dan berbagai website. Otong Sualeman suami Dina, juga syiah, dia > adalah mahasiswa Qom yang menulis novel Dari Jendela Hauzah, terbitan grup > Mizan. Keduanya pernah bekerja sebagai jurnalis di IRIB (Radio Iran > Indonesia) selama tujuh tahun di Iran. > > ......................... > Bismillah. Salaamun ‘alaa manit taba’al hudaa > > Perkenalkan, saya Wildan Hasan, seorang bapak rumah tangga biasa, yang > senang belajar dan menulis. Kecintaan saya untuk menuntut ilmu mendorong > saya untuk kuliah lagi di berbagai majelis ta’lim *smile emoticon*, sama > sekali tak ada karir yang menuntut saya untuk itu. Tulisan-tulisan saya > selama ini, kelihatannya cukup banyak diapresiasi orang; dalam arti, bukan > tulisan ngawur. Bahkan ada tulisan saya yang terkumpul dalam buku berjudul > Bawalah Facebookmu ke Surga yang pasti belum ibu baca. > > Ibu mungkin hanya ke GR an saja. Tepatnya mungkin ibu dipandang sebagai > orang yang patut diwaspadai karena pandangan-pandangan ibu terkait konflik > Suriah ngawur dan tak berimbang. Ibu menyebut kelompok-kelompok pro jihad > Suriah sebagai radikal. Maksudnya apa bu? Kategorisasinya apa? Tujuannya > apa menyebut seperti itu? Kemudian, ibu menyebut media-media pro jihad > Suriah sebagai teman ust Arifin Ilham. Jadi, ibu bukan teman media pro > jihad Suriah? Ibu pro mana? Maaf bila saya dianggap lancang menyurati tokoh > sebesar ibu. > > Ada pesan penting yang ingin saya sampaikan kepada ibu. Tolong, jangan > kaitkan sebuah konflik dengan urusan pribadi. Apalagi urusan keuangan. > Karena siapa yang tidak tahu bahwa program Syiahisasi dunia Islam dibiayai > besar-besaran oleh Republik Syiah Iran. Ibu Dina yang mengaku ibu rumah > tangga biasa, tentu tidak senang kan apabila urusan dapurnya > diungkit-ungkit. Saya yakin ust Arifin Ilham punya penjelasan terkait > urusan dapurnya itu. > > Awal konflik Suriah > > awal mula perang suriah adalah dilatar belakangi oleh kekecewaan rakyat > Suriah terhadap rezim Bashar Asaad yang otoriter dan sewenang-wenang > terhadap rakyatnya. Rakyat Suriah kemudian melakukan aksi damai menuntut > keadilan. Akan tetapi rezim Bashar malah menanggapi aksi damai tersebut > dengan kekerasan. > > Puncaknya adalah ketika ada anak Suriah menuliskan kata-kata di tembok > tentang Bashar Asaad, kemudian anak ini di bawa oleh tentara Assad setelah > di intrograsi anak kecil ini dikelupas kulitnya, lalu ditumpahkan cairan ke > tubuh yang mengelupas, sehingga sakitnya tiada terperikan. Tentara Bashar > sambil berteriak menuhankan Bashar Al-Assad. Penduduk protes tapi mereka > ditangkapi. Siksaan demi siksaan dilakukan terhadap para tawanan yang > dituduh menentang rezim Bashar Asad, padahal orang-orang ini hanyalah > penduduk kampung. > > Konflik Suriah yang dimulai sejak demonstrasi di kota Dharaa, 11 Maret > 2011 lalu sampai detik ini tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan > berakhir. Akibat dari konflik itu, anak-anak kehilangan orang tuanya, > wanita kehilangan suami dan keluarganya, dan keluarga kehilangan harta > benda mereka. Rakyat Suriah terancam kehilangan masa depan. > > Belum lagi jumlah korban meninggal yang sudah mencapai lebih dari 110 ribu > jiwa, ditambah jutaan lainnya yang kehilangan tempat tinggal dan harus > menjadi pengungsi di luar negaranya. Sungguh hal itu sebuah keadaan yang > memilukan. Tragedi ini hendaknya membuka rezin Syiah Suriah agar > menghentikan pembantaian terhadap rakyatnya sendiri. > > Lantas, apa penyebabnya sehingga hal itu terjadi dan menyebabkan jutaan > manusia menjadi korbannya? Penyebabnya adalah nafsu Syiah untuk berkuasa > dan menumpas selain Syiah. > > Tidak banyak kaum muslimin yang mengetahui hakekat peristiwa yang tengah > terjadi di Suriah. Banyak di antara kaum muslimin yang menyangka kebiadaban > rezim Suriah tersebut semata-mata didasari oleh kepentingan politik untuk > menyelamatkan kekuasaan rezim Partai Baath, partai sosialis yang telah > mencengkeram rakyat Suriah selama puluhan tahun dengan kekuatan senjata. > Belum banyak yang tahu bahwa kebiadaban rezim partai Baath dilatar > belakangi oleh faktor ideologi dan agama. Ya, partai Baath telah didominasi > oleh kelompok Nushairiyah sejak era Hafizh Asad. Kelompok Nushairiyah > merupakan bagian dari sekte Syi’ah esktrim yang telah dihukumi murtad dari > Islam oleh seluruh ulama kaum muslimin. Jadi, rezim Syi’ah esktrim tengah > mempertontonkan kebiadannya kepada mayoritas rakyat yang beragama Islam, > ahlus sunnah wal jama’ah. Demonstrasi damai versus kebiadaban militer di > Suriah sejatinya adalah pertaarungan dua agama: Islam versus Nushairiyah. > > Tidak heran bila Iran yang beragama Syi’ah Imamiyah (biasa juga disebut > Syi’ah Itsna Atsariyah atau Syi’ah Ja’fariyah) getol memberikan dukungan > militer, politik, dan ekonomi kepada rezim Syi’ah Suriah. Dua aliran Syi’ah > ekstrim telah bertemu untuk menghabisi musuh bersama; mayoritas rakyat > Suriah yang beragama Islam aliran Ahlus Sunnah. Bila ditambah kekuatan > Syi’ah Lebanon (dengan milisi Hizbul Laata —plesetan dari nama sebenarnya, > Hizbullah), kekuatan Israel, dan Kristen Libanon yang juga memusuhi Ahlus > Sunnah; maka rakyat muslim sunni Suriah tengah terkepung dari seluruh > penjuru. Umat Islam sedunia sudah seharusnya terus memberikan dukungan > kepada perjuangan rakyat Suriah, sebagaimana dukungan mereka kepada > perjuangan rakyat muslim Mesir, Tunisia, dan Palestina. Para ulama dan > tokoh umat Islam wajib membongkar kedok rezim Nushairiyah Suriah, sehingga > wala’ dan bara’ kaum muslimin jelas. Berikut ini sebagian fatwa ulama Islam > yang menjelaskan hakekat kelompok Nushairiyah dan partai Baath. > > Fatwa tentang Sekte Nushairiyah > > Fadhilah syaikh Hamud bin ‘Uqla Asy-Syu’aibi hafizhahullah > > > As salaamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh > > Siapa sebenarnya kelompok Nushairiyah itu? Kepada siapa mereka menisbahkan > diri? Kapan kelompok ini muncul? Di negeri mana saja keberadaannya? > Bagaimana ajaran agama mereka? Bagaiamana pendapat para ulama tentang > mereka? Bolehkah memberikan ucapan selamat atas hari-hari kebahagiaan > mereka dan memberikan ucapan bela sungkawa atas musibah yang menimpa > mereka? Bolehkah menshalatkan jenazah mereka? > > Jawab: > Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam semoga > senantiasa dilimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh > shahabatnya. Amma ba’du… > > Jawaban atas beberapa pertanyaan di atas membutuhkan satu jilid buku > tersendiri. Untuk itu, kami akan menjawab secara ringkas saja: > > Nushairiyah adalah salah satu kelompok Syi’ah ekstrim yang muncul pada > abad ketiga Hijriyah. Berbagai aliran keagamaan yang kafir seperti > Bathiniyah, Ismailiyah, Budha, dan sekte-sekte kafir yang berasal dari > agama Majusi masuk bergabung ke dalam kelompok Nushairiyah. Nushairiyah > banyak terdapat di Suriah dan negara-negara yang bertetangga dengan Suriah. > > Nushairiyah menisbahkan kelompoknya kepada seorang yang bernama Muhammad > bin Nushair An-Numair, yang mengklaim dirinya sebagai nabi dan menyatakan > bahwa Abul Hasan Al-Askari —-imam ke-11 kelompok Syi’ah— adalah Tuhan yang > telah mengutus dirinya sebagai nabi. > > Ajaran agama Nushairiyah tegak di atas dasar akidah yang rusak dan > ritual-ritual ibadah yang usang hasil pencampur-adukkan dari ajaran Yahudi, > Nashrani, Budha, dan Islam. Di antara akidah sesat kelompok Nushairiyah > adalah: > > 1. Kultus individu yang esktrim terhadap diri sahabat Ali bin Abi Thaib > dengan meyakini beliau adalah Rabb (Tuhan Yang Maha Menciptakan, Maha > Mematikan, Maha Memberi rizki, Maha Mengatur alam), Ilah (Tuhan yang berhak > disembah—edt), dan Pencipta langit, bumi, dan seluruh makhluk. Di antara > bentuk penyembahan mereka kepada Ali bin Abi Thalib adalah semboyan agama > mereka: > > ( لا إله إلا حيدرة الانزع البطين ، ولا حجاب عليه إلا محمد الصادق الأمين ، > ولا طريق إليه إلا سلمان ذو القوة المتين ..) > > “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Haidarah (Singa betina, > julukan Ali—edt) ksatria yang terpercaya, Tiada hijab (penghalang) atasnya > kecuali Muhammad Ash-Shadiq Al-Amin (yang jujur lagi terpercaya), Dan tiada > jalan menujunya kecuali Salman Dzul Quwwatil Matin (pemilik kekuatan yang > perkasa).“ > > Dari semboyan mereka ini nampak jelas bahwa kelompok Nushairiyah lebih > kafir dari kaum Yahudi, Nasrani, dan kaum musyrik sekalipun karena dengan > ucapan ini mereka menyandarkan penciptaan dan pengaturan seuruh makhluk > kepada Ali bin Abi Thalib. Sedangkan kaum Yahudi, Nasrani, dan musyrik > mengakui bahwa Allah SWT adalah Sang Pencipta dan Sang Pengatur urusan > seluruh makhluk. > > 2. Mereka meyakini reinkarnasi, yaitu meyakini bahwa jika seorang manusia > meninggal dunia maka ruhnya berpisah dengan jasadnya dan memasuki jasad > makhluk lain. Baik jasad manusia maupun jasad hewan, sesuai jenis amal > perbuatannya saat ia masih hidup. Jika amal perbuatannya baik, maka ruhnya > akan menempati jasad manusia atau hewan yang mulia. Adapun jika amal > perbuatannya buruk, maka ruhnya akan menempati jasad hewan yang hina, > seperti anjing dan lain sebagainya. Hakekat dari keyakinan ini adalah > meyakini bahwa dunia ini tidak akan rusak, tidak akan pernah berakhir, > tidak ada kebangkitan setelah mati, tidak ada surga, tidak ada neraka…ruh > akan senantiasa berpindah dari satu jasad ke jasad lainnya sampai suatu > saat yang tidak akan pernah berakhir. Keyakinan yang rusak ini mereka ambil > dari agama Budha, karena keyakinan reinkarnasi adalah salah satu pokok > ajaran agama Budha. > > 3. Di antara pokok ajaran akidah mereka yang sangat mengakar kuat adalah > kebencian dan permusuhan yang sangat keras terhadap Islam dan kaum > muslimin. Sebagai bentuk permusuhan dan kebenciaan mereka kepada Islam, > mereka menjuluki shahabat Umar bin Khatab dengan julukan ‘Iblisul Abalisah’ > (rajanya para iblis). Adapun tingkatan iblis setelah Umar menurut keyakinan > mereka adalah Abu Bakar kemudian Utsman. > > 4. Mereka mengharamkan ziarah ke kuburan Nabi Muhammad SAW karena di > samping makam beliau SAW terdapat makam shahabat Abu Bakar Ash-Shidiq dan > Umar bin Khathab. > > Pada zaman dahulu keberadaan agama sesat Nushairiyah ini terbatas pada > sebuah tempat di negeri Syam dan mereka tidak diberi peluang untuk memegang > posisi dalam bidang pemerintahan maupun bidang pengajaran, berdasar fatwa > syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Keadaan itu terus berlanjut sampai akhirnya > penjajah Perancis menduduki negeri Syam. Perancis memberi mereka julukan > baru ‘Al-Alawiyyin’ (keturunan atau pendukung Ali bin Abi Thalib), memberi > mereka kesempatan mendiami seantero negeri Syam, dan mengangkat mereka > sebagai pemegang jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan penjajah > Perancis di Syam. > > Adapun pendapat para ulama Islam tentang kelompok Nushairiyah…sesungguhnya > para ulama Islam telah menyatakan Nushairiyah adalah kelompok yang telah > keluar dari agama Islam (kelompok murtad), karena agama mereka tegak di > atas dasar syirik, keyakinan reinkarnasi, pengingkaran terhadap kehidupan > setelah mati, surga, dan neraka. > > Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah telah ditanya tentang status > kelompok Nushairiyah, maka beliau menjawab: > > الحمد لله رب العالمين .. هؤلاء القوم المسمون بالنصيرية هم وسائر أصناف > القرامطة الباطنية اكفر من اليهود والنصارى بل اكفر بكثير من المشركين ، > وضررهم على أمة محمد صلى الله عليه وسلم أعظم من ضرر الكفار المحاربين فإن > هؤلاء يتظاهرون عند جهال المسلمين بالتشيع وموالاة أهل البيت وهم في الحقيقة > لا يؤمنون بالله ولا برسوله ولا بكتابه ولا بأمر ولا بنهي ولا ثواب ولا عقاب > ولا بجنة ولا بنار ولا بأحد من المرسلين قبل محمد صلى الله عليه وسلم ولا بملة > من الملل ولا بدين من الأديان السالفة بل يأخذون من كلام الله ورسوله المعروف > عند علماء المسلمين ويتأولونه على أمور يفترونها ويدعون أنها علم الباطن من > جنس ما ذكره السائل …) > > “Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Kelompok yang dinamakan > Nushairiyah tersebut dan seluruh kelompok Qaramithah Bathiniyah (salah satu > sekte Syi’ah yang ekstrim) yang lain adalah orang-orang yang kekafirannya > lebih parah dari kekafiran kaum Yahudi dan Nashrani, bahkan kekafirannya > lebih berat dari kekafiran kebanyakan kaum musyrik. Bahaya mereka (kelompok > Nushairiyah dan Qaramithah Bathiniyah) terhadap kaum muslimin lebih besar > dari bahaya kaum kafir yang memerangi Islam, karena mereka menampakkan > dirinya sebagai orang-orang Syi’ah yang loyal kepada ahlul bait di hadapan > kaum muslimin yang bodoh. Padahal sejatinya mereka tidak beriman kepada > Allah, rasul-Nya, kitab-Nya, perintah, larangan, pahala, siksa, surga, > neraka, maupun seorang rasul pun sebelum Muhammad SAW. Mereka juga tidak > mengimani adanya ajaran rasul dan agama samawi terdahulu apapun. Mereka > hanya mengambil sebagian firman Allah dan sabda rasul-Nya yang dikenal di > kalangan ulama Islam, lantas mereka melakukan ta’wil sesat yang mereka > ada-adakan dan mereka klaim sebagai ilmu bathin semisal yang telah > disebutkan oleh penanya di atas…” > > Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah melanjutkan jawabannya sampai pada perkataan > beliau: “Sudah diketahui bersama bahwa pesisir pantai negeri-negeri Syam > jatuh ke tangan pasukan Nasrani (tentara Salib) dari arah mereka (kelompok > Nushairiyah). Mereka selalu membantu setiap musuh Islam. Menurut mereka, di > antara musibah terbesar yang menimpa mereka adalah kemenangan kaum muslimin > atas pasukan Tartar…” > > Kenapa rezim Syiah Suriah begitu kejam? > Dikarenakan itu adalah perintah para imam mereka untuk membunuh ahlu > Sunnah, yaitu umat Islam selain Syi’ah. Abu Abdillah, salah seorang imam > Syi’ah, pernah mengatakan, “Ambillah harta para nashib –ahlu sunnah- > dimanapun kalian mendapatinya, dan bayarkan kepada kami seperlima-nya.” > (Jami’ul Ahadits Syi’ah, 8/532) > > Sangat mungkin jika kesulitan mendapatkan harta umat Islam dengan jalan > mencuri, tidak segan-segannya mereka merampok atau membunuh muslimin tadi. > Toh, dalam keyakinan mereka, darah umat Islam halal. > > Hal ini juga dianjurkan dalam hadits Syi’ah yang diriwayatkan oleh Husain > al-Bahrani, dalam kitabnya, alMahasin an-Nafsaniyah (hal. 166). Ia > meriwayatkan dari salah seorang imam Syi’ah, bahwa imam itu berkata, > “Sebenarnya kami para imam hendak memerintahkan kalian untuk membunuh > mereka –umat Islam. Namun kami mengkhawatirkan kalian, kami khawatir salah > seorang dari kalian terbunuh disebabkan membunuh mereka. Karena satu nyawa > kalian, sungguh lebih berharga daripada seribu nyawa mereka.” > > Dan ada cukup banyak doktrin-doktrin pengkafiran Syiah terhadap kaum > muslimin yang memungkinkan mereka termotivasi untuk membunuh kaum muslimin. > > Siapakah yang jadi korban terbesar, ibu? Tepat seperti yang ibu katakan. > Tak lain, kaum Ahlussunnah (Umat islam) atau 74% rakyat Suriah. > > Ibu Dina yang semoga hidayah Allah segera menyapa anda, > > Atas semua kejadian di Suriah itu, saya menjadi sangat khawatir dan sedih > saat membaca pernyataan ibu yang ahistoris dan penuh distorsi sejarah, pula > tidak faham akan kesesatan Syiah. Tak mungkin ibu rumah tangga seluar biasa > ibu yang mengaku sedang menempuh doktoral, ingin negeri ini juga hancur > lebur Suriah karena membela Syiah. > > Alhamdulillah banyak majelis dan da’i yang menjelaskan betapa berbahayanya > Syiah. Bukan karena kebencian ngawur tapi kebencian terhadap kesesatannya. > Sangat berbeda dengan kebencian Syiah terhadap umat Islam seperti tercantum > dalam doktrin-doktrin radikal Syiah di atas. Terkait dana, saya dan kami > kaum muslimin tahu betul bahwa gerakan ini murni muncul dari kesadaran umat > Islam Indonesia untuk mempertahankan aqidahnya dan membela agamanya. > Mungkin ibu ingin menunjuk Saudi Arabia sebagai donatur proyek anti Syiah. > Maka bila pun benar, itu tidaklah berbeda dengan yang dilakukan Republik > Syiah Iran untuk program Syiahisasi dunia Islam. Justru hal ini menunjukkan > bahwa ibu berada di pihak Syiah sekalipun ibu mengaku bukan Syiah. > > Saya mohon, ibu, cobalah Anti melihat lagi peta ideopolitiknya. Dalam > konflik di Suriah, ada peran Syiah Iran. Dan yang turun ke lapangan untuk > bertempur adalah muslimin yang sedang berjihad melawan rezim Syiah kafir > Nushairiyah yang didukung penuh oleh Iran. Lalu, setelah kaum muslimin > habis mereka akan terus mengekspor iedologi kebencian ini sehingga > pembantaian kembali terjadi di negara-negara lain termasuk di Indonesia. > Tidakkah ini puncak kejahatan? > > Anti adalah intelekual dan akademisi. Anti juga seorang ibu. Dan saya > adalah seorang bapak rumah tangga biasa. Saya mohon, Anti sejenak > membayangkan bila anak-anak kita harus sengsara dan menjadi pengungsi, > seperti jutaan anak-anak Suriah hari ini. Dan ini pun dalam skala kecil > sudah terjadi, ibu. Ada 40-an orang Syiah, yang menyerang secara anarkis > dan radikal kepada warga perumahan muslim Bukit Az-Zikra di Sentul, Bogor, > Jawa Barat. Ada kelompok-kelompok anarkis Syiah yang selalu menganggu > ibadah dan kajian umat Islam di berbagai daerah. Tidakkah kasih sayang > seorang ibu yang anti bangga-banggakan, melingkupi mereka, ibu? > > Ibu menyampaikan kasus sampang sebagai contoh intolerannya umat Islam > terhadap Syiah, menunjukkan bahwa ibu tidak tahu apa yang sebenarnya > terjadi di sana. Sebagai akademisi dan intelektual sudah selayaknya ibu > membaca suatu peristiwa dengan timbangan yang patut dipertanggungjawabkan. > > Ibu, ingatlah ungkapan Buya Hamka tokoh besar Islam Nusantara ini: > > “Ketika saya di Iran, datang empat orang pemuda ke kamar hotel saya, dan > dengan bersemangat mereka mengajari saya tentang revolusi dan menyatakan > kenginannya untuk datang ke Indonesia guna mengajarkan revolusi Syiah itu > di Indonesia. Boleh datang sebagai tamu, tapi ingat kami adalah bangsa yang > merdeka dan tidak menganut Syiah!” Ujar Buya > > Salaamun ‘Alaa manit taba’al hudaa > > Bekasi, 17/2/2015, > > Wildan Hasan > > > On Tuesday, February 17, 2015 at 11:05:44 PM UTC+8, Fitr Tanjuang wrote: > >> AslmWrWb >> >> Ambo indak kenal sacaro pribadi, tapi Dina Sulaiman ko seangkatan jo ambo >> di SMA 1 Padang thn 90-93. >> Ambo di fissatu, kalau indak salah inyo di fisduo. >> Salamo SMA indahk pernah rasonyo kontak2an doh, tapi sejak sekitar 2006, >> kami jadi kontak di multiply.com wakatu DYS di Iran. >> Suami istri inyo sakolah di situ dan jadi penyiar radio pulo indak salah. >> >> Banyak menulis tentang Iran dan Ahmadinejad nan sadang jadi primadona >> wakatu itu. >> Sapulang dari Iran, ambo mandanga inyo disabuik salah satu >> pendukung/pentolan syiah, nan ambo indah tau manahu tentang itu. >> >> Di Padang akhir bulan ko, mungkin bisa ambo tanyokan ka kawan seangkatan >> SMA1 nan jadi dosen IAIN Imam Bonjol kini. >> >> Wassalam >> fitr >> lk/40/albany NY >> >> 2015-02-17 5:43 GMT-05:00 Akmal Nasery Basral <[email protected]>: >> >>> Sanak Ahmad Ridha n.a.h, >>> terima kasih atas informasinya. >>> >>> Memang surat DYS yang sejak kemarin beredar luas di media sosial ambo >>> lewakan di RN agar dapat masukan seperti ini, selain kabarnya DYS juga >>> pernah mengajar di IAIN Imam Bonjol Padang (dengar-dengar ybs juga berdarah >>> Minang meski lahir di Semarang). Barangkali juga ada yang kenal pribadi >>> dengan ybs. >>> >>> Wassalam, >>> >>> ANB >>> >>> Pada 17 Februari 2015 10.50, Ahmad Ridha <[email protected]> menulis: >>> >>> Pak Akmal yang saya hormati, >>>> >>>> Sedikit komentar terhadap surat tersebut. Di rentang tahun 2006 - 2008 >>>> saya punya beberapa teman (sesama mahasiswa) asal Suriah. Mereka cukup >>>> konsisten menjelaskan bahwa Sunni di Suriah sudah lama tertindas. Setiap >>>> laki-laki wajib militer kecuali memenuhi syarat tertentu. Sebagian teman >>>> asal Suriah tersebut telah menjalani wajib militer tersebut. Selama wajib >>>> militer, mereka tidak boleh shalat berjama'ah. Membaca al-Qur'an pun >>>> menjadi sesuatu yang terlarang. Sudah lumrah pula lelucon bahwa jika ada >>>> dua orang Suriah, salah satunya adalah mata-mata. >>>> >>>> Teman-teman saya bukanlah al-Qaida. >>>> >>>> Wassalaam, >>>> -- >>>> Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim >>>> (l. 1400 H/1980 M) >>>> >>>> -- >>> >>> >>> >> -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
