Uda Akmal,
dek kito samo2 penonton.. ambo dapek ciek lai link sarupo dibawah.
Dari babarapo link nan ambo dapek sepertinya Bu Dina ko bukanlah " seorang
ibu rumah tangga " biaso dan juo ("mungkin") inyo adolah seorang penganut
Syiah..
dan juo mungkin Uda Akmal bisa mancerahkan tentang asal-usul keMinangan
Dina ko ... karano ambo hanyo tahu info inyo pernah sekolah di SMA 1 sasuai
jo email dari Fitr dan jo jadi Dosen di IAIN IB.....
http://lulualkanina.blogspot.com/2013/06/siapa-dina-y-sulaeman-2.html
ado nan menarik dari ulasan blog lulu ko:
*Tapi, usut punya usut, ini ternyata memang kebiasaannya, ia tak segan akan
memblokir seseorang dalam friendlistnya di FB jika tak sepaham dengannya
(menyatakan ketidaksepahamannya). Sebab ini pun pernah terjadi pada
beberapa teman saya lainnya. Seorang di antaranya adalah bu Erma. Saya
masih ingat, ketika itu, sebelum saya berteman dengan Dina Y. Sulaeman di
facebook (apa setelah berteman sebentar ya? saya lupa, pokoknya gitu deh)
Bu Erma pernah mengeluhkan dirinya diblock Dina dari friendlistnya hanya
karena tak sepaham pandang soal konflik Suriah. Jika Bu Erma ‘secara
kebetulan’ sepandang dengan media mainstream barat (begitu juga media-media
Islam Indonesia lainnya), Dina ‘tetap konsisten’ menunjukkan
ketakberpihakannya pada Israel, dan tentu sejurus dengan itu Dina mengambil
sikap ‘anti barat’ dan ‘anti media barat’. Dina dalam berbagai tulisannya
mengampanyekan bahwa (apa yang disebutnya sebagai) konflik antarmadzhab
(antarmadzhab yee :P) sengaja secara kompak diblow-up oleh media mainstream
Barat ‘didukung’ oleh media mainstream Islam Indonesia itu untuk
mengalihkan perhatian dari konflik sebenarnya, yaitu konflik
Israel-Palestina. ooyeeaaaahh!!!*
wassalam
yansen
On Wednesday, February 18, 2015 at 11:10:39 AM UTC+8, Akmal Nasery Basral
wrote:
> Wa'alaikumussalam sanak Yansen,
> dek awak-awak hanyo sebagai penonton dalam email "gayung bersambut" topik
> ko, ambo forward jawaban Dina Y. Sulaeman terhadap tanggapan Wildan Hasan.
>
> Pertimbangan ambo: (1) DYS adalah perempuan Minang sehingga termasuk
> "stakeholders" palanta ko, dan (2) Isinyo relevan dengan kondisi sekarang.
>
> Sumber dari blogpress DYS yang muncul otomatis di newsfeed tablet ambo:
>
>
> https://dinasulaeman.wordpress.com/2015/02/17/balada-republika-dan-piyungan/
>
> Balada Republika dan Piyungan :)
>
> Tanpa saya duga, surat terbuka saya
> <https://dinasulaeman.wordpress.com/2015/02/16/surat-terbuka-untuk-ustadz-arifin-ilham/#more-2248>yang
>
> saya tulis dengan penuh rasa hormat pada Ust Arifin Ilham (karena saya suka
> pada amalan-amalan dzikir), menyebar cukup luas di media sosial & online.
> Dari blog ini saja dalam 2 hari sudah dishare 10.000 kali lebih via FB.
> Setelah itu, barulah muncul info-info, bahwa memang ada ‘perubahan’ pada
> diri beliau. Di antaranya, ada yang kasih liat video beliau berteriak
> “jihaaad!!” dengan mimik wajah yang membuat saya kaget. Lebih kaget
> dibanding saat membaca berita ini
> <http://geotimes.co.id/kebijakan/hukum/14914-ini-suasana-pertemuan-setelah-insiden-pencopotan-spanduk-anti-syiah.html>
> (yang
> jadi referensi utama saya saat nulis surat terbuka itu).* Laa hawlaa wa
> laa quwwata illa billah*… semoga Allah menjaga negeri ini supaya tetap
> damai.
>
> Dari sekian banyak komentar, tanggapan, baik yang mendukung maupun
> mencaci-maki saya, yang ingin saya komentari cuma dua hal: *Republika dan
> PKS Piyungan*.
>
> *Pertama, Republika.* Menarik sekali, tanpa saya minta (lha emang siapa
> saya sampai bisa ‘meminta’), Republika memuat utuh surat saya itu. Link-nya
> juga sudah tersebar, saya sempat SS salah satu yang diposting teman:[image:
> Capture-republika]
> <https://dinasulaeman.files.wordpress.com/2015/02/capture-republika.jpg>
>
> Kemarin, surat itu seharian bertengger di deretan teratas top-five
> (artinya, terbanyak dibaca). Pagi ini saya mendapat informasi, isi surat
> itu sudah dihapus oleh Republika. Silahkan saja coba klik
> http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/02/17/njvnlg-soal-syiah-ini-surat-terbuka-untuk-ustaz-arifin-ilham
>
> *Pertanyaannya: mengapa dihapus?*
>
> *Pembungkaman suara? Pemberangusan kritik? Hegemoni kuasa dalam
> pembentukan narasi?*
>
> *Jawab saja sendiri, ini pertanyaan yang sangat mudah dijawab.*
>
>
>
> *Kedua,* *PKS Piyungan* memuat artikel jawaban surat saya itu dengan
> judul “Surat Terbuka untuk Ibu Rumah Tangga Dina Y. Sulaeman”
>
> [image: capture-PKS]
> <https://dinasulaeman.files.wordpress.com/2015/02/capture-pks.jpg>
>
> Saya tidak merasa perlu repot-repot membalasnya. Saya sudah sangat sering
> diserang dengan model tulisan begini. Awalnya dia bilang A, saya jawab B,
> dia jawab lagi dengan A2, muter, tak ada argumen valid untuk membantah B,
> hanya mengulang A dengan variasi. Tidak ada gunanya dijawab lagi. Soal
> tuduhan-tuduhan keji terhadap saya pribadi, saya berusaha sabar. Allah
> tidak tidur dan ada akhirat tempat itung-itungan.
>
> Tapi saya pagi ini mendapati ada dua tanggapan di sosmed yang menarik
> sekali. Sayang kalau tidak dimuat di sini untuk kenang-kenangan. Yang
> pertama ditulis Ahmed Zain-Oul Mottaqin
> <https://www.facebook.com/ahmed.mottaqin?fref=nf&pnref=story>, yang
> kedua, Mukti Ali Azis.
>
> *Ini saya copas utuh tanpa perubahan apapun:*
>
> Simpatisan pkspiyungan bernama Wildan Hasan yang mengaku sebagai bapak
> rumah tangga numpang tenar dengan membuat surat balasan buat bu Dina Y.
> Sulaeman.Isinya sangat tendensius, khususnya ketika (nekad) berbicara
> tentang konflik Suriah dan Libya. Buat bu Dina ga usah repot-repot
> ngebantah lah, ni orang levelnya jauh sekali dari ibu. Ibu cukup duduk
> manis dan biar saya yang membantah isinya dengan ringkas.1. Tulisannya
> tanpa prinsip ‘cover both side’. Fatwa-fatwa ulama yang dicopasnya hanya
> dari golongannya sendiri yaitu Ibnu Taimiyah & Hamud bin ‘Uqla
> Asy-Syu’aibi. Seharusnya dia membawa sumber-sumber netral langsung dari
> ‘Ulama-ulama besar Suriah sendiri seperti Syaikh Al Buthi, Syaikh Ahmad
> Hassoun, Syaikh Wahbah Zuhaili, mereka semua adalah ‘Ulama Sunni Aswaja
> cinta negerinya dan pro-pemerintahnya.2. Yang lucu, si penulis ga berani
> mengangkat isu-isu aktual di Suriah. Yang dia berani (seperti biasa) cuma
> teriak-teriak Syi’ah sesat, Syi’ah membantai Sunni dll, persis kayak gw
> lagi baca arrahmah.(on)com & voaislam.3. Dia bilang pemerintah Syi’ah
> Suriah membantai Sunni. Apa dia lupa atau (pura-pura) tidak tahu, hasil
> pemilu Juni kemarin Assad terpilih kembali dengan perolehan 88.7% suara
> rakyat. Itu artinya mayoritas mutlak rakyat Suriah apapun latarnya masih
> mencintai Assad. Itu yang selalu ditutupi media-media Takfiri.4. Dan (lagi)
> fakta yang selalu ditutupi mereka, para pemberontak di Suriah mayoritas
> bukanlah rakyat Suriah, tapi para militan takfiri asing yang datang dari 83
> negara (termasuk Indonesia), korban cuci otak sektarian yang rame-rame
> menginvasi Suriah dengan kedok “jihad”.
>
> 5. Fitnah-fitnah Assad membantai Sunni baru ditebar 4 tahun terakhir sejak
> invasi para takfiri asing ke Suriah. Faktanya sebelum itu tidak pernah ada
> isu-isu tersebut. Assad sudah menjadi Presiden sejak tahun 2000 dan sampai
> hari ini Sunni masih mayoritas di Suriah (74%). Kalo Assad benar-benar
> membantai Sunni, harusnya sudah habis semua Sunni di Suriah, wong dia sudah
> berkuasa 15 tahun.
>
> 6. Lalu bagaimana dengan Libya? Disana bahkan tidak ada Syi’ah, tapi
> nyatanya terjadi perang selama 4 tahun disana. Para pemberontak takfiri
> kawanannya si Abu Jibril akhirnya berhasil membunuh Mu’ammar Qaddafi secara
> keji dengan bantuan NATO & AS.
>
> 7. Lalu siapa yang paling kena dampak dengan kematian Qaddafi ? Tidak lain
> adalah Yayasan Qaddafi Islamic Center pimpinan Arifin Ilham sendiri. Suplai
> dana operasional Rp 128 juta/bulan dari pemerintah Qaddafi ke yayasan
> tersebut terhenti, hingga belakangan nama Masjid yang dibangun dengan biaya
> penuh dari Qaddafi itu kini berganti nama dari ‘Masjid Mu’ammar Qaddafi’
> menjadi ‘Masjid Az-Zikra’.
>
> 8. Yang paling konyol si penulis berkata Syiah adalah pembuat makar &
> ancaman bagi NKRI. Tapi faktanya yang selalu teriak-teriak Bubarkan NKRI,
> tegakkan Khilafah, Pancasila berhala thogut, demokrasi kafir, haram hormat
> bendera & menyanyikan Indonesia Raya itu golongan mereka sendiri. Bahkan
> yang selalu kena tangkap Densus 88 ya mereka juga, bukan Syiah tuh. *pacman
> emoticon*
>
> Sekian & Terima kasih. Kalo ada yg mau nambahin silahkan. *smile emoticon*
> —-
> memang beda tulisan intelektual asli dengan yang bukan, coba cek deh:
>
> Hasil analisis terhadap tulisan Wildan Hasan, Koordinator MIUMI (Majelis
> Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) Kota Bekasi :
>
> Total karakter tulisan : 2.374 karakter, dengan rincian :
> · ide sendiri : 501 karakter
> · copy paste : 1.873 karakter
>
> jadi hanya 20% ide sendiri, 80% jiplak tanpa dianalisis, divalidasi
> ataupun dituliskan sumbernya.
>
> cek cek cek…
>
> untung memang ngakunya cuman Bapak rumah tangga biasa (kasihan anaknya ;P
> punya bapak kayak gitu)
> :D :D
> —–
>
> *Katakanlah kebenaran walaupun pahit*, sabda Rasulullah SAW. Yup, saya
> sudah merasakan kok, pahitnya mengatakan semua ini, sejak 2012 sampai
> sekarang dan entah kapan. Semoga menjadi inspirasi buat para pembaca. Kalau
> saya saja yang emak-emak sanggup menahan kepahitan ini, tentu harusnya
> kalian yang lebih hebat dari saya juga bisa. Tidak cuma isu sektarian saja
> lho. Ada banyak sekali kebenaran di luar sana yang tertutupi, mulai dari
> masalah politik, lingkungan, agraria, pertanian, kesehatan, migas, dll.
> Perubahan sosial hanya akan terjadi bila diawali dengan upaya-upaya
> pencerahan publik, di berbagai sektor dan isu.
> Terakhir, dengan penuh kerendahan hati dan rasa sayang, saya ucapkan
> terimakasih kepada mereka (baik yang saya kenal maupun tidak) yang bersedia
> share tulisan saya itu. Saya baca sekilas, mereka yang men-share ada yang
> malah dibully oleh takfiri. Ada pula teman-teman yang diganggu melalui
> inbox. Proud of you guys… Anda berani sekali.Untuk Indonesia Damai.
> *Update:*
> sebuah situs berita terkemuka ternyata juga memuat utuh surat terbuka itu,
> inilah.com
> <http://m.inilah.com/news/detail/2179348/surat-terbuka-untuk-ustadz-arifin-ilham>,
>
> terimakasih utk redaktur situs ini :)
>
> * * *
>
>
> Pada 18 Februari 2015 08.29, Sri Yansen Tanjung <[email protected]
> <javascript:>> menulis:
>
> Assalamualaikum,
>
> .........................
> Bismillah. Salaamun ‘alaa manit taba’al hudaa
>
> Perkenalkan, saya Wildan Hasan, seorang bapak rumah tangga biasa, yang
> senang belajar dan menulis. Kecintaan saya untuk menuntut ilmu mendorong
> saya untuk kuliah lagi di berbagai majelis ta’lim *smile emoticon*, sama
> sekali tak ada karir yang menuntut saya untuk itu. Tulisan-tulisan saya
> selama ini, kelihatannya cukup banyak diapresiasi orang; dalam arti, bukan
> tulisan ngawur. Bahkan ada tulisan saya yang terkumpul dalam buku berjudul
> Bawalah Facebookmu ke Surga yang pasti belum ibu baca.
>
> Ibu mungkin hanya ke GR an saja. Tepatnya mungkin ibu dipandang sebagai
> orang yang patut diwaspadai karena pandangan-pandangan ibu terkait konflik
> Suriah ngawur dan tak berimbang. Ibu menyebut kelompok-kelompok pro jihad
> Suriah sebagai radikal. Maksudnya apa bu? Kategorisasinya apa? Tujuannya
> apa menyebut seperti itu? Kemudian, ibu menyebut media-media pro jihad
> Suriah sebagai teman ust Arifin Ilham. Jadi, ibu bukan teman media pro
> jihad Suriah? Ibu pro mana? Maaf bila saya dianggap lancang menyurati tokoh
> sebesar ibu.
>
> Ada pesan penting yang ingin saya sampaikan kepada ibu. Tolong, jangan
> kaitkan sebuah konflik dengan urusan pribadi. Apalagi urusan keuangan.
> Karena siapa yang tidak tahu bahwa program Syiahisasi dunia Islam dibiayai
> besar-besaran oleh Republik Syiah Iran. Ibu Dina yang mengaku ibu rumah
> tangga biasa, tentu tidak senang kan apabila urusan dapurnya
> diungkit-ungkit. Saya yakin ust Arifin Ilham punya penjelasan terkait
> urusan dapurnya itu.
>
> Awal konflik Suriah
>
> awal mula perang suriah adalah dilatar belakangi oleh kekecewaan rakyat
> Suriah terhadap rezim Bashar Asaad yang otoriter dan sewenang-wenang
> terhadap rakyatnya. Rakyat Suriah kemudian melakukan aksi damai menuntut
> keadilan. Akan tetapi rezim Bashar malah menanggapi aksi damai tersebut
> dengan kekerasan.
>
> Puncaknya adalah ketika ada anak Suriah menuliskan kata-kata di tembok
> tentang Bashar Asaad, kemudian anak ini di bawa oleh tentara Assad setelah
> di intrograsi anak kecil ini dikelupas kulitnya, lalu ditumpahkan cairan ke
> tubuh yang mengelupas, sehingga sakitnya tiada terperikan. Tentara Bashar
> sambil berteriak menuhankan Bashar Al-Assad. Penduduk protes tapi mereka
> ditangkapi. Siksaan demi siksaan dilakukan terhadap para tawanan yang
> dituduh menentang rezim Bashar Asad, padahal orang-orang ini hanyalah
> penduduk kampung.
>
> Konflik Suriah yang dimulai sejak demonstrasi di kota Dharaa, 11 Maret
> 2011 lalu sampai detik ini tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan
> berakhir. Akibat dari konflik itu, anak-anak kehilangan orang tuanya,
> wanita kehilangan suami dan keluarganya, dan keluarga kehilangan harta
> benda mereka. Rakyat Suriah terancam kehilangan masa depan.
>
> Belum lagi jumlah korban meninggal yang sudah mencapai lebih dari 110 ribu
> jiwa, ditambah jutaan lainnya yang kehilangan tempat tinggal dan harus
> menjadi pengungsi di luar negaranya. Sungguh hal itu sebuah keadaan yang
> memilukan. Tragedi ini hendaknya membuka rezin Syiah Suriah agar
> menghentikan pembantaian terhadap rakyatnya sendiri.
>
> Lantas, apa penyebabnya sehingga hal itu terjadi dan menyebabkan jutaan
> manusia menjadi korbannya? Penyebabnya adalah nafsu Syiah untuk berkuasa
> dan menumpas selain Syiah.
>
> Tidak banyak kaum muslimin yang mengetahui hakekat peristiwa yang tengah
> terjadi di Suriah. Banyak di antara kaum muslimin yang menyangka kebiadaban
> rezim Suriah tersebut semata-mata didasari oleh kepentingan politik untuk
> menyelamatkan kekuasaan rezim Partai Baath, partai sosialis yang telah
> mencengkeram rakyat Suriah selama puluhan tahun dengan kekuatan senjata.
> Belum banyak yang tahu bahwa kebiadaban rezim partai Baath dilatar
> belakangi oleh faktor ideologi dan agama. Ya, partai Baath telah didominasi
> oleh kelompok Nushairiyah sejak era Hafizh Asad. Kelompok Nushairiyah
> merupakan bagian dari sekte Syi’ah esktrim yang telah dihukumi murtad dari
> Islam oleh seluruh ulama kaum muslimin. Jadi, rezim Syi’ah esktrim tengah
> mempertontonkan kebiadannya kepada mayoritas rakyat yang beragama Islam,
> ahlus sunnah wal jama’ah. Demonstrasi damai versus kebiadaban militer di
> Suriah sejatinya adalah pertaarungan dua agama: Islam versus Nushairiyah.
>
> Tidak heran bila Iran yang beragama Syi’ah Imamiyah (biasa juga disebut
> Syi’ah Itsna Atsariyah atau Syi’ah Ja’fariyah) getol memberikan dukungan
> militer, politik, dan ekonomi kepada rezim Syi’ah Suriah. Dua aliran Syi’ah
> ekstrim telah bertemu untuk menghabisi musuh bersama; mayoritas rakyat
> Suriah yang beragama Islam aliran Ahlus Sunnah. Bila ditambah kekuatan
> Syi’ah Lebanon (dengan milisi Hizbul Laata —plesetan dari nama sebenarnya,
> Hizbullah), kekuatan Israel, dan Kristen Libanon yang juga memusuhi Ahlus
> Sunnah; maka rakyat muslim sunni Suriah tengah terkepung dari seluruh
> penjuru. Umat Islam sedunia sudah seharusnya terus memberikan dukungan
> kepada perjuangan rakyat Suriah, sebagaimana dukungan mereka kepada
> perjuangan rakyat muslim Mesir, Tunisia, dan Palestina. Para ulama dan
> tokoh umat Islam wajib membongkar kedok rezim Nushairiyah Suriah, sehingga
> wala’ dan bara’ kaum muslimin jelas. Berikut ini sebagian fatwa ulama Islam
> yang menjelaskan hakekat kelompok Nushairiyah dan partai Baath.
>
> Fatwa tentang Sekte Nushairiyah
>
> Fadhilah syaikh Hamud bin ‘Uqla Asy-Syu’aibi hafizhahullah
>
>
> As salaamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh
>
> Siapa sebenarnya kelompok Nushairiyah itu? Kepada siapa mereka menisbahkan
> diri? Kapan kelompok ini muncul? Di negeri mana saja keberadaannya?
> Bagaimana ajaran agama mereka? Bagaiamana pendapat para ulama tentang
> mereka? Bolehkah memberikan ucapan selamat atas hari-hari kebahagiaan
> mereka dan memberikan ucapan bela sungkawa atas musibah yang menimpa
> mereka? Bolehkah menshalatkan jenazah mereka?
>
> Jawab:
> Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam semoga
> senantiasa dilimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh
> shahabatnya. Amma ba’du…
>
> Jawaban atas beberapa pertanyaan di atas membutuhkan satu jilid buku
> tersendiri. Untuk itu, kami akan menjawab secara ringkas saja:
>
> Nushairiyah adalah salah satu kelompok Syi’ah ekstrim yang muncul pada
> abad ketiga Hijriyah. Berbagai aliran keagamaan yang kafir seperti
> Bathiniyah, Ismailiyah, Budha, dan sekte-sekte kafir yang berasal dari
> agama Majusi masuk bergabung ke dalam kelompok Nushairiyah. Nushairiyah
> banyak terdapat di Suriah dan negara-negara yang bertetangga dengan Suriah.
>
> Nushairiyah menisbahkan kelompoknya kepada seorang yang bernama Muhammad
> bin Nushair An-Numair, yang mengklaim dirinya sebagai nabi dan menyatakan
> bahwa Abul Hasan Al-Askari —-imam ke-11 kelompok Syi’ah— adalah Tuhan yang
> telah mengutus dirinya sebagai nabi.
>
> Ajaran agama Nushairiyah tegak di atas dasar akidah yang rusak dan
> ritual-ritual ibadah yang usang hasil pencampur-adukkan dari ajaran Yahudi,
> Nashrani, Budha, dan Islam. Di antara akidah sesat kelompok Nushairiyah
> adalah:
>
> 1. Kultus individu yang esktrim terhadap diri sahabat Ali bin Abi Thaib
> dengan meyakini beliau adalah Rabb (Tuhan Yang Maha Menciptakan, Maha
> Mematikan, Maha Memberi rizki, Maha Mengatur alam), Ilah (Tuhan yang berhak
> disembah—edt), dan Pencipta langit, bumi, dan seluruh makhluk. Di antara
> bentuk penyembahan mereka kepada Ali bin Abi Thalib adalah semboyan agama
> mereka:
>
> ( لا إله إلا حيدرة الانزع البطين ، ولا حجاب عليه إلا محمد الصادق الأمين ،
> ولا طريق إليه إلا سلمان ذو القوة المتين ..)
>
> “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Haidarah (Singa betina,
> julukan Ali—edt) ksatria yang terpercaya, Tiada hijab (penghalang) atasnya
> kecuali Muhammad Ash-Shadiq Al-Amin (yang jujur lagi terpercaya), Dan tiada
> jalan menujunya kecuali Salman Dzul Quwwatil Matin (pemilik kekuatan yang
> perkasa).“
>
> Dari semboyan mereka ini nampak jelas bahwa kelompok Nushairiyah lebih
> kafir dari kaum Yahudi, Nasrani, dan kaum musyrik sekalipun karena dengan
> ucapan ini mereka menyandarkan penciptaan dan pengaturan seuruh makhluk
> kepada Ali bin Abi Thalib. Sedangkan kaum Yahudi, Nasrani, dan musyrik
> mengakui bahwa Allah SWT adalah Sang Pencipta dan Sang Pengatur urusan
> seluruh makhluk.
>
> 2. Mereka meyakini reinkarnasi, yaitu meyakini bahwa jika seorang manusia
> meninggal dunia maka ruhnya berpisah dengan jasadnya dan memasuki jasad
> makhluk lain. Baik jasad manusia maupun jasad hewan, sesuai jenis amal
> perbuatannya saat ia masih hidup. Jika amal perbuatannya baik, maka ruhnya
> akan menempati jasad manusia atau hewan yang mulia. Adapun jika amal
> perbuatannya buruk, maka ruhnya akan menempati jasad hewan yang hina,
> seperti anjing dan lain sebagainya. Hakekat dari keyakinan ini adalah
> meyakini bahwa dunia ini tidak akan rusak, tidak akan pernah berakhir,
> tidak ada kebangkitan setelah mati, tidak ada surga, tidak ada neraka…ruh
> akan senantiasa berpindah dari satu jasad ke jasad lainnya sampai suatu
> saat yang tidak akan pernah berakhir. Keyakinan yang rusak ini mereka ambil
> dari agama Budha, karena keyakinan reinkarnasi adalah salah satu pokok
> ajaran agama Budha.
>
> 3. Di antara pokok ajaran akidah mereka yang sangat mengakar kuat adalah
> kebencian dan permusuhan yang sangat keras terhadap Islam dan kaum
> muslimin. Sebagai bentuk permusuhan dan kebenciaan mereka kepada Islam,
> mereka menjuluki shahabat Umar bin Khatab dengan julukan ‘Iblisul Abalisah’
> (rajanya para iblis). Adapun tingkatan iblis setelah Umar menurut keyakinan
> mereka adalah Abu Bakar kemudian Utsman.
>
> 4. Mereka mengharamkan ziarah ke kuburan Nabi Muhammad SAW karena di
> samping makam beliau SAW terdapat makam shahabat Abu Bakar Ash-Shidiq dan
> Umar bin Khathab.
>
> Pada zaman dahulu keberadaan agama sesat Nushairiyah ini terbatas pada
> sebuah tempat di negeri Syam dan mereka tidak diberi peluang untuk memegang
> posisi dalam bidang pemerintahan maupun bidang pengajaran, berdasar fatwa
> syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Keadaan itu terus berlanjut sampai akhirnya
> penjajah Perancis menduduki negeri Syam. Perancis memberi mereka julukan
> baru ‘Al-Alawiyyin’ (keturunan atau pendukung Ali bin Abi Thalib), memberi
> mereka kesempatan mendiami seantero negeri Syam, dan mengangkat mereka
> sebagai pemegang jabatan-jabatan penting dalam pemerintahan penjajah
> Perancis di Syam.
>
> Adapun pendapat para ulama Islam tentang kelompok Nushairiyah…sesungguhnya
> para ulama Islam telah menyatakan Nushairiyah adalah kelompok yang telah
> keluar dari agama Islam (kelompok murtad), karena agama mereka tegak di
> atas dasar syirik, keyakinan reinkarnasi, pengingkaran terhadap kehidupan
> setelah mati, surga, dan neraka.
>
> Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah telah ditanya tentang status
> kelompok Nushairiyah, maka beliau menjawab:
>
> الحمد لله رب العالمين .. هؤلاء القوم المسمون بالنصيرية هم وسائر أصناف
> القرامطة الباطنية اكفر من اليهود والنصارى بل اكفر بكثير من المشركين ،
> وضررهم على أمة محمد صلى الله عليه وسلم أعظم من ضرر الكفار المحاربين فإن
> هؤلاء يتظاهرون عند جهال المسلمين بالتشيع وموالاة أهل البيت وهم في الحقيقة
> لا يؤمنون بالله ولا برسوله ولا بكتابه ولا بأمر ولا بنهي ولا ثواب ولا عقاب
> ولا بجنة ولا بنار ولا بأحد من المرسلين قبل محمد صلى الله عليه وسلم ولا بملة
> من الملل ولا بدين من الأديان السالفة بل يأخذون من كلام الله ورسوله المعروف
> عند علماء المسلمين ويتأولونه على أمور يفترونها ويدعون أنها علم الباطن من
> جنس ما ذكره السائل …)
>
> “Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Kelompok yang dinamakan
> Nushairiyah tersebut dan seluruh kelompok Qaramithah Bathiniyah (salah satu
> sekte Syi’ah yang ekstrim) yang lain adalah orang-orang yang kekafirannya
> lebih parah dari kekafiran kaum Yahudi dan Nashrani, bahkan kekafirannya
> lebih berat dari kekafiran kebanyakan kaum musyrik. Bahaya mereka (kelompok
> Nushairiyah dan Qaramithah Bathiniyah) terhadap kaum muslimin lebih besar
> dari bahaya kaum kafir yang memerangi Islam, karena mereka menampakkan
> dirinya sebagai orang-orang Syi’ah yang loyal kepada ahlul bait di hadapan
> kaum muslimin yang bodoh. Padahal sejatinya mereka tidak beriman kepada
> Allah, rasul-Nya, kitab-Nya, perintah, larangan, pahala, siksa, surga,
> neraka, maupun seorang rasul pun sebelum Muhammad SAW. Mereka juga tidak
> mengimani adanya ajaran rasul dan agama samawi terdahulu apapun. Mereka
> hanya mengambil sebagian firman Allah dan sabda rasul-Nya yang dikenal di
> kalangan ulama Islam, lantas mereka melakukan ta’wil sesat yang mereka
> ada-adakan dan mereka klaim sebagai ilmu bathin semisal yang telah
> disebutkan oleh penanya di atas…”
>
> Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah melanjutkan jawabannya sampai pada perkataan
> beliau: “Sudah diketahui bersama bahwa pesisir pantai negeri-negeri Syam
> jatuh ke tangan pasukan Nasrani (tentara Salib) dari arah mereka (kelompok
> Nushairiyah). Mereka selalu membantu setiap musuh Islam. Menurut mereka, di
> antara musibah terbesar yang menimpa mereka adalah kemenangan kaum muslimin
> atas pasukan Tartar…”
>
> Kenapa rezim Syiah Suriah begitu kejam?
> Dikarenakan itu adalah perintah para imam mereka untuk membunuh ahlu
> Sunnah, yaitu umat Islam selain Syi’ah. Abu Abdillah, salah seorang imam
> Syi’ah, pernah mengatakan, “Ambillah harta para nashib –ahlu sunnah-
> dimanapun kalian mendapatinya, dan bayarkan kepada kami seperlima-nya.”
> (Jami’ul Ahadits Syi’ah, 8/532)
>
> Sangat mungkin jika kesulitan mendapatkan harta umat Islam dengan jalan
> mencuri, tidak segan-segannya mereka merampok atau membunuh muslimin tadi.
> Toh, dalam keyakinan mereka, darah umat Islam halal.
>
> Hal ini juga dianjurkan dalam hadits Syi’ah yang diriwayatkan oleh Husain
> al-Bahrani, dalam kitabnya, alMahasin an-Nafsaniyah (hal. 166). Ia
> meriwayatkan dari salah seorang imam Syi’ah, bahwa imam itu berkata,
> “Sebenarnya kami para imam hendak memerintahkan kalian untuk membunuh
> mereka –umat Islam. Namun kami mengkhawatirkan kalian, kami khawatir salah
> seorang dari kalian terbunuh disebabkan membunuh mereka. Karena satu nyawa
> kalian, sungguh lebih berharga daripada seribu nyawa mereka.”
>
> Dan ada cukup banyak doktrin-doktrin pengkafiran Syiah terhadap kaum
> muslimin yang memungkinkan mereka termotivasi untuk membunuh kaum muslimin.
>
> Siapakah yang jadi korban terbesar, ibu? Tepat seperti yang ibu katakan.
> Tak lain, kaum Ahlussunnah (Umat islam) atau 74% rakyat Suriah.
>
> Ibu Dina yang semoga hidayah Allah segera menyapa anda,
>
> Atas semua kejadian di Suriah itu, saya menjadi sangat khawatir dan sedih
> saat membaca pernyataan ibu yang ahistoris dan penuh distorsi sejarah, pula
> tidak faham akan kesesatan Syiah. Tak mungkin ibu rumah tangga seluar biasa
> ibu yang mengaku sedang menempuh doktoral, ingin negeri ini juga hancur
> lebur Suriah karena membela Syiah.
>
> Alhamdulillah banyak majelis dan da’i yang menjelaskan betapa berbahayanya
> Syiah. Bukan karena kebencian ngawur tapi kebencian terhadap kesesatannya.
> Sangat berbeda dengan kebencian Syiah terhadap umat Islam seperti tercantum
> dalam doktrin-doktrin radikal Syiah di atas. Terkait dana, saya dan kami
> kaum muslimin tahu betul bahwa gerakan ini murni muncul dari kesadaran umat
> Islam Indonesia untuk mempertahankan aqidahnya dan membela agamanya.
> Mungkin ibu ingin menunjuk Saudi Arabia sebagai donatur proyek anti Syiah.
> Maka bila pun benar, itu tidaklah berbeda dengan yang dilakukan Republik
> Syiah Iran untuk program Syiahisasi dunia Islam. Justru hal ini menunjukkan
> bahwa ibu berada di pihak Syiah sekalipun ibu mengaku bukan Syiah.
>
> Saya mohon, ibu, cobalah Anti melihat lagi peta ideopolitiknya. Dalam
> konflik di Suriah, ada peran Syiah Iran. Dan yang turun ke lapangan untuk
> bertempur adalah muslimin yang sedang berjihad melawan rezim Syiah kafir
> Nushairiyah yang didukung penuh oleh Iran. Lalu, setelah kaum muslimin
> habis mereka akan terus mengekspor iedologi kebencian ini sehingga
> pembantaian kembali terjadi di negara-negara lain termasuk di Indonesia.
> Tidakkah ini puncak kejahatan?
>
> Anti adalah intelekual dan akademisi. Anti juga seorang ibu. Dan saya
> adalah seorang bapak rumah tangga biasa. Saya mohon, Anti sejenak
> membayangkan bila anak-anak kita harus sengsara dan menjadi pengungsi,
> seperti jutaan anak-anak Suriah hari ini. Dan ini pun dalam skala kecil
> sudah terjadi, ibu. Ada 40-an orang Syiah, yang menyerang secara anarkis
> dan radikal kepada warga perumahan muslim Bukit Az-Zikra di Sentul, Bogor,
> Jawa Barat. Ada kelompok-kelompok anarkis Syiah yang selalu menganggu
> ibadah dan kajian umat Islam di berbagai daerah. Tidakkah kasih sayang
> seorang ibu yang anti bangga-banggakan, melingkupi mereka, ibu?
>
> Ibu menyampaikan kasus sampang sebagai contoh intolerannya umat Islam
> terhadap Syiah, menunjukkan bahwa ibu tidak tahu apa yang sebenarnya
> terjadi di sana. Sebagai akademisi dan intelektual sudah selayaknya ibu
> membaca suatu peristiwa dengan timbangan yang patut dipertanggungjawabkan.
>
> Ibu, ingatlah ungkapan Buya Hamka tokoh besar Islam Nusantara ini:
>
> “Ketika saya di Iran, datang empat orang pemuda ke kamar hotel saya, dan
> dengan bersemangat mereka mengajari saya tentang revolusi dan menyatakan
> kenginannya untuk datang ke Indonesia guna mengajarkan revolusi Syiah itu
> di Indonesia. Boleh datang sebagai tamu, tapi ingat kami adalah bangsa yang
> merdeka dan tidak menganut Syiah!” Ujar Buya
>
> Salaamun ‘Alaa manit taba’al hudaa
>
> Bekasi, 17/2/2015,
>
> Wildan Hasan
>
>
> On Tuesday, February 17, 2015 at 11:05:44 PM UTC+8, Fitr Tanjuang wrote:
>
> AslmWrWb
>
> Ambo indak kenal sacaro pribadi, tapi Dina Sulaiman ko seangkatan jo ambo
> di SMA 1 Padang thn 90-93.
> Ambo di fissatu, kalau indak salah inyo di fisduo.
> Salamo SMA indahk pernah rasonyo kontak2an doh, tapi sejak sekitar 2006,
> kami jadi kontak di multiply.com wakatu DYS di Iran.
> Suami istri inyo sakolah di situ dan jadi penyiar radio pulo indak salah.
>
> Banyak menulis tentang Iran dan Ahmadinejad nan sadang jadi primadona
> wakatu itu.
> Sapulang dari Iran, ambo mandanga inyo disabuik salah satu
> pendukung/pentolan syiah, nan ambo indah tau manahu tentang itu.
>
> Di Padang akhir bulan ko, mungkin bisa ambo tanyokan ka kawan seangkatan
> SMA1 nan jadi dosen IAIN Imam Bonjol kini.
>
> Wassalam
> fitr
> lk/40/albany NY
>
> 2015-02-17 5:43 GMT-05:00 Akmal Nasery Basral <[email protected]>:
>
> Sanak Ahmad Ridha n.a.h,
> terima kasih atas informasinya.
>
> ...
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.