Sanak Fitrianto , Sanak Ahmad Ridha , dan sanak sapalanta RN n a h Ass ww
Presiden Jokowi, sebelum berangkat ke China dan Jepang beberapa hari lalu mengemukakan bahwa ‘penurunan nilai rupiah’ itu sebagai rahmat, karena dengan nilai rupiah yang lebih rendah maka eksport kita berpeluang untuk meningkat. Apa yang dikemukakan Presiden Jokowi itu benar, dengan catatan komoditi yang dieksport itu adalah komoditi asli Indonesia, dalam arti untuk komoditi eksport barang manufaktur, bahan bakunya bukan import . Kalau bahan bakunya berasal dari import, maka eksportir tidak akan diuntungkan oleh melemahnya nilai tukar rupiah. Kemudian , harus juga diingat bahwa peningkatan eksport yang terjadi sebagai akibat eksportir mengambil momentum melemahnya nilai tukar rupiah itu, sifatnya hanya sementara. Pelemahan nilai tukar itu secara pasti akan menaikkan harga harga, dan pasar akan membentuk keseimbangan baru, dan dalam situasi keseimbangan baru itu keuntungan ekportiri akan normal kembali. Jadi meningkatnya eksport karena pelemahan rupiah itu hanya sementara sifatnya . Bagaimanapun penurunan nilai rupiah itu tetap akan merugikan masyarakat, karena kenaikan harga barang pasti akan berlangsung, dipicu dengan kenaikan barang barang yang berasal dari import, dan seterusnya kenaikan itu akan memicu kenaikan hampir semua barang kebutuhan masyarakat. Menjaga nilai tukar rupiah itu agar tetap stabil (relatif) adalah tugas pokok BI. Dan nampaknya BI kurang tanggap dalam mengantisipasi situasi perkembangan nilai tukar rupiah itu , sehingga respons Gub BI yang disampaikan ke masyarakat hanya, “Tidak perlu kuatir dengan kenaikan harga USD karena itu semata mata disebabkan karena ekonomi Amerika yang menguat. Negara tetangga kita nilai mata uang mereka juga terdepresiasi , bahkan lebih parah dari kita”. Namun menurut saya , Pemerintah cukup “cemas” dengan situasi ini. Karenanya dikeluarkan kebijakan kebijakan yang dimaksudkan untuk meredam semakin anjloknya nilai rupiah, walau belum tentu berhasil. Banyak faktor yang ikut menentukan nilai tukar itu, antara lain ; yang cukup dominan adalah defisit berjalan dan “ekspektasi” masyarakat yang didasarkan atas kepercayaan terhadap kebijakan kebijakan pemerintah. Keberangkatan Presiden Jokowi ke China dan Jepang untuk mengajak China dan Jepang meningkatkan investasi di Indonesia, kalau itu berhasil maka realisasinya akan menambah supply valuta asing di pasar domestik kita yang secara tidak langsung akan dapat meredam penurunan nilai tukar rupiah lebih lanjut. Soal kegagalan “Abenomics” banyak faktor penyebabnya. Persaingan barang manufaktur produk produk jepang semakin ketat, terutama dari Korea Selatan dan Cina. Penurunan harga minyak yang begitu mendadak ikut membuat Jepang kelimpungan, karena harga produk harus diturunkan sementara yang sudah diproduksi semakin sulit penjualannya . Karena itu pula penurunan nilai Yen tidak berpengaruh pada ekspor mereka, eksport tidak meningkat. Mengatur ekonomi dan keuangan memang ‘complicated’ setiap kebijakan yang diambil akan ada antisipasinya oleh pengusaha dan partner dagang di LN dan mungkin saja kebijakan yang diambil tidak tepat sasaran dan tidak mencapai tujuannya. Wass Dunil Zaid. 72. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. Tingga di Jkt. 2015-03-23 7:22 GMT+07:00 Ahmad Ridha <[email protected]>: > Pak Fitrianto, > > Apakah situasi Indonesia dapat dipadankan dengan situasi Jepang? > Jepang mengalami deflasi berkepanjangan, sedangkan Indonesia mengalami > inflasi terus. > > Masalah ekspor, Jepang sudah punya volume ekspor yang lebih tinggi dan > industrinya tidak banyak bergantung pada bahan baku dan alat impor. > Urutannya: perkuat industri dalam negeri, tingkatkan ekspor, barulah > mengarahkan nilai tukar ke tingkat yang menguntungkan. Namun, apakah > Abenomics benar menaikkan ekspor Jepang? > > Bagaimana dengan Indonesia? Tempe, tahu, dan terigu saja masih banyak pakai > bahan baku impor, Pak. Kata Pak Menteri Pertanian konsumsi mie instan > meningkat, berarti kebutuhan impor naik pula. > > Ada infografis menarik tentang hubungan nilai tukar dan ekspor > > http://katadata.co.id/infografik/2015/03/05/rupiah-lemah-tak-pacu-ekspor > > Kembali ke Jepang, apakah Abenomics berhasil? > > http://m.ibtimes.com/japan-recession-2014-why-abenomics-isnt-working-1743270 > > http://en.m.wikipedia.org/wiki/Abenomics#Results > > Allahu a'lam. > > Semoga keadaan negeri kita akan membaik. Aamiiin. > > Wassalaam, > --- > Ahmad Ridha > > Pak Zaid. > > Japang sajak PM Abe Shinzo ko, sangajo manurunkan nilai yen dari 80 yen per > dolar sajak 2011, kini lah jadi 120. > > Baa kok Inyo sangajo tu dan indak banyak nan maratok dgn yen turun, malah > eksportir bagadang hati? > > Was salaam > Fitr > Lk/40/albany > > Sent from my iPad > >> On Mar 22, 2015, at 6:40 AM, Zaid Dunil <[email protected]> wrote: >> >> Ha ha ha ha.......pak FMNS ado ado sajo nan jadi Joke. >> Soal nilai tukar rupiah , kurs bisa dijadikan Rp.2.500 per US $ hanyo >> dengan redenominasi mata uang rupiah .Sagalo macam perbaikan ekonomi >> ,meningkatkan eksport, meniadakan defisit berjalan , meningkatkan >> investasi masuk, meningkatkan pemakaian rupiah dalam bertransaksi di >> Indonesia yang selama ini banyak yang menggunakan US$, mungkin bisa >> menurunkan nilai tukar dari posisi sekarang yang sekitar Rp, 13.000,- >> namun akan sulit mencapai dibawah Rp.10.000,- per USD. >> Mengembalikan uang yang dikorupsi kepada rakyat, nampaknyo iyo sampai >> hari kiamat indak kan mungkin..... >> Satantang penegakkan hukum. Kito harus barusaho taruih . Salalu >> basuaro dan menentang setiap ketidak adilan dalam penegakkan hukum . >> Selalu memberikan kritik dan komentar kalau ado nan diraso indak >> adil..... Sos med kini samakin berperan dan nampaknya cukup efektif >> dalam membentuk opini . Wakatunyo tantu indak dalam makatu dakek... >> tapi ambo masih optimis penegakkan hukum akan semakin baik. >> >> Wass >> Dunil Zaid. 72. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. Tingga di Jkt. >> >> 2015-03-22 15:18 GMT+07:00 Fashridjal M. Noor <[email protected]>: >>> REHAT SEJENAK: >>> >>> Seorang pengusaha yg menghabiskan akhir pekannya dg memancing pakai >>> perahu >>> di sebuah danau, menemukan sebuah botol yg terapung dan tertutup. >>> Si Pengusaha membuka tutup botol, tiba2 keluar asap yang selanjutnya >>> menebal >>> dan mejadi Jin raksasa “Terimakasih tuan, tuan telah membebaskan saya, >>> untuk >>> ini tuan silahkan meminta tiga permintaan, saya akan mengabulkannya” kata >>> Jin >>> >>> Setelah kagetnya reda, si pengusaha itu terdiam sejenak lalu dia berkata, >>> “Baiklah Jin saya ingin tahun ini tiga kejadian besar terjadi di negeri >>> saya >>> Indonesia ini; pertama saya ingin nilai tukar rupiah di negeri saya ini >>> kembali menjadi Rp. 2500 per 1 dollar US nya, kedua saya mau semua uang >>> hasil korupsi baik oleh swasta ataupun pejabat pemerintah dikembalikan >>> kepada rakyat dan semua pelakunya dipenjarakan, ketiga saya ingin hukum >>> benar2 bisa ditegakkan di negeri saya ini.” >>> >>> Sang Jin berpikir sejenak (kelihatannya agak bingung) kemudian, >>> menggeleng-gelengkan kepala, pelan2 jasadnya kembali menjadi asap lalu >>> berkumpul masuk kedalam botol itu kembali. >>> Dari dalam botol si Jin berseru, >>> “Tuan, tolong botolnya ditutup kembali saja…!!!!!.” >>> >>> Jin aja ngga sanggup... >>> Apalagi J... >>> >>> Salam, FMNS, bdg >>> >>> -- >>> . >>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>> lain >>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>> =========================================================== >>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>> * DILARANG: >>> 1. Email besar dari 200KB; >>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>> 3. Email One Liner. >>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >>> mengirimkan biodata! >>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>> mengganti subjeknya. >>> =========================================================== >>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >>> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>> --- >>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >>> Grup. >>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>> kirim >>> email ke [email protected]. >>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Google Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke [email protected]. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
