Soal Jin ko iyo masih banyak carito nan lucu lucu. Carito dari mak ngah nampaknyo masih digantuang. Mudah mudahan Mak Ngah lai basadio malanjuitkan carito tu...
Kembali ka soal redenominasi ... Rupiah kita itu di sebagian negara terutama di negara tetangga Singapura dan Malaysia, dianggap “uang sampah” dan ada pula yang mneyebutnya “Toilet paper Money”’karena nilainya sangat rendah. Kita sudah tahu Rp.1000,- uang kita itu saat ini dapat dikatakan tidak bernilai lagi untuk membeli sesuatu, kecuali hanya untuk membeli sebatang rokok. Tidak cukup untuk membeli sebuah kue seperti kue mangkok atau pisang goreng. Kita akan merasa sama sekali tidakpunya uang walau didompet kita ada Rp 1.000- Dan bandingkan kalau di dompet itu bukan seribu Rupiah melainkan 1000, US Dollar. Kita mungkin bangga ada uang seribu Dollar dalam dompet. Sebenarnya niat redenominasi itu terkait ‘pride’ bangsa. Kita dipandang sebagai bangsa yang gak mampu menjaga nilai mata uangnya . Hal ini menjadi pemicu utama BI untuk melakukan redenominasi itu. Aspek lain yang ingin diraih adalah , efisiensi , volume uang lebih kecil dan dengan demikian tempat penyimpanannyapun tidak perlu terlalu besar (misalnya kluis atau brankas di bank) dan dari segi administrasi lebih praktis. Digit dalam komputer dan kalkulator saat ini sudah tidak mampu lagi menampung angka dalam mencatat keuangan dalam nilai rupiah secara penuh. Redenominasi itu bukan pekerjaan sederhana. BI harus mempersiapkan Uang Rupiah Baru sebagai pengganti uang lama yang akan ditarik. Biaya pencetakan dan pendistribusiannya akan besar dan harus di diperhitungkan secara cermat. Denominasinya juga harus mampu menampung kebutuhan. masyarakat. Di pedesaan umpamanya, harga sepotong kerupuk mungkin masih Rp.500,- Pecahan Rupiah baru juga harus bisa dipakai untuk membeli kerupuk seharga Rp.500,- Kalau Rp.1 Baru sama dengan Rp.1.000,- Lama, maka harus ada uang logan bernilai 50 sen. Dan berapa macam denominasi dalam uang logam itu juga harus disesuaikan. Jadi aspek teknis dalam menentukan denominasi itu juga tidak mudah. Kalau uang 50 sen tidak tersedia, katakan hanya tersedia sampai Rp.1, maka harga kerupuk itu akan naik jadi Rp 1,- sehingga di pedesaan akan terjadi kenaikan harga barang tertentu sampai 100 %. Hal seperti ini juga harus diperhitungkan dalam melakukan redenominasi. Tidak bisa dihindari, bagaimanapun setelah redenoiminasi itu tingkat inflasi akan meningkat lebih tinggi dibandingkan sebelum redenominasi. Sulit dihindarkan bahwa sebagian masyarakat akan mengalihkan uang Rupiah lama itu pada aset tertentu (tanah /properti) menjelang redenominasi itu diberlakukan, karena faktor inflasi itu. Wass Dunil Zaid, 72, Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia Pdg. Tingga di Jkt. 2015-03-24 19:24 GMT+07:00 Fitrianto <[email protected]>: > Pak FMNS, > > Iyo, Pak, bana tu. Makonyo ambo pakai "seandainyo". > Jin nan dicaritokan tu kan lai tau diri pulo baso inyo indak akan punyo > kemampuan mengubah sesuatu nan harus lewat proses, sacaro instan. > > Mamindahkan istana Balqis ka Jerussalem dalam wakatu singkek tantu inyo > bisa, dek istana tu lah adoh, dan nan yg dibutuhkan adolah kekuatan dan > kecepatan. > Tapi untuak mambangun istana baru, jin ko tapaso pulo jadi tulang batu > salamo maso nabi Sulaiman tu. > Tuk mancari permata jo mutiara, jin ko harus pulo baranang mancari ka dalam > lawik. > > Jadi jin pun punyo keterbatasan dan indak tau masalah ghaib. > Kalau adoh kesempatan diagiah 3 permintaan dek jin ko, indak usah lah > dimintak ka inyo....;) > > > Wassalam > fitr > > > > > 2015-03-23 23:54 GMT-04:00 Fashridjal M. Noor <[email protected]>: >> >> Sanak Fitrianto dan sanak2 sa palanta n.a.h. >> >> Mukasuik sanak Fitrianto tantu bagarah....tapi paralu ambo koreksi bahaso >> sebagai Muslim awak tau perkataan "Kun fa yakun" (Jadilah...maka terjadilah) >> hanya berlaku untuk Allah SWT. >> Untuak jin/genie menurut dongeng anak biasa dipakai kata: "Abracadabra" >> atau "Sim salabim" >> >> Tentang kurs US dolar bisa jadi 2.500 rupiah alah dijalehkan oleh p >> Zaid...hanya dg redenominasi rupiah ....bahkan kl sekarang dilakukan bisa >> skt 1.300 rupiah per dolar. >> Tentang bagaimana dampaknya tolong p Zaid menerangkan. >> >> Sebetulnya pada awalnya satu dolar hanya 3.8 rupiah pada tahun 1949. >> Lihat: >> Sejarah Nilai tukar Rupiah dari tahun ke tahun » Berilmu - >> http://berilmu.com/blog/sejarah-nilai-tukar-rupiah-dari-tahun-ke-tahun/ >> >> Salam, FMNS, bdg >> >> On Mar 24, 2015 7:59 AM, "Fitrianto" <[email protected]> wrote: > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
