Assalamualaikum w.w.

Buya HMA. Mak ngah, Mak adyan tarimo kasi penjelasannyo.
Mungkin kamuko paralu dibuek penjelasan arati kato nan lamo lamoko, bia 
ndak hilang digiliang wakatu.
Sarupo nan dilakukan sanak Yusrizal KW di kolom "sari kata padang ekpress" 
dan di blog baliau http://yusrizalkw.wordpress.com
Contoh ambo ambiak dari padang ekpress dulu adolah kato "CO", ambo copy 
paste dibawah.

Salam 
Is St Marajo 39+
www.cimbuak.net
Kampuang nan jauah dimato dakek dijari

C O 
Minggu, 03 Februari 2008 
Oleh : Yusrizal KW 
Ternyata, kalau diperhatikan, kata "co" yang dipakai orang Minang dalam 
menyampaikan sesuatu (komunikasi), menarik juga untuk kita perhatikan, 
setidaknya ditafsir-tafsir sekreatif mungkin. Ia memiliki arti sama dengan 
"seperti" atau "seakan". Kata "co" ini disampaikan dengan enteng, kecuali 
untuk penekanan kata yang mengandung emosi. "Co iko bana nasib kini, piti 
banyak badan marasai dek panyakik."
(Seperti ini betul nasib sekarang, uang banyak badan menderita oleh 
penyakit). Satu suku kata, dua huruf, kata "co" ternyata bisa mewakili 
untuk penyepadanan arti atau makna untuk banyak hal. Kadang kita, 
mengangguk-angguk sendiri, ketika misalnya, bertemu dengan kata yang 
sesungguhnya sering kita gunakan dalam berkomunikasi atau bertengkar 
maupun bergunjing dengan seseorang. Kata co misalnya, yang lebih terasa 
sebagai suku kata, membuat tafsir kita bisa saja jadi liar, tapi tetap 
tanpa kehilangan makna. Atau, setidaknya, bisa liar sembari memainkan 
makna, mungkin saja ke plesetan. 
Dua huruf saja: co, sesungguhnya bagi kita orang Minang sering digunakan 
untuk hal nyelekit atau rada cemooh. Misalnya: co baruak (seperti baruak), 
co maliang (seperti maliang), co rimau lapa (seperti harimau lapar), co 
ayam batalua (seperti ayam bertelur), co baluik (seperti belut), co 
kantuik (seperti kantuik), dan banyak co lainnya.  Kata co, seperti 
pengayun untuk melontar sesuatu (kata) yang bernergi. Ia diungkapkan, 
untuk menegaskan, bahwa kalimat yang diawali "co" tentu, mengajak melirik 
atau mengingat hal-hal yang di"co"kannya. Misalnya, co maliang, artinya 
dia bertingkah seperti maling. Kita bayangkan, mungkin, dia masuk rumah 
(walau rumahnya sendiri) tak mengucapkan salam pada orang yang ada di 
dalam. Diam-diam saja, langsung nyelonong ke kamar. Kalau ada yang bilang, 
co baruak, kita juga bisa ingat perangai beruk. Nah seperti apa perangai 
beruk yang kita ingat, seperti itulah perumpamaannya. 
Hidup memang (ini terasa lebih indah) membutuh perumpamaan. Hal ini, juga 
untuk menumbuhkan kontrol moral atau motivasi bagi manusia. Jika ada orang 
di depan kita mengumpamakan (men"co"kan) seseorang dengan ular kepala dua, 
artinya secara tersirat kita juga diingatkan jangan sampai kita 
berperangai "co ular". Begitu pula kalau ada orang memisalkan seseorang di 
depan kita co banalu (seperti benalu), kita diingatkan, jangan jadi 
penumpang yang merusak kenyamanan dan kehidupan orang lain.  Co, memiliki 
kekuatan sebagai kata. Co membantu imajinasi deskriptif kita tentang 
sesuatu yang barangkali dikiaskan, diamsalkan atau diumpamakan. Karena 
itu, ketika kita ada yang bilang co urang bagak baladiang, artinya, 
penggambarannya memberikan deskripsi kepada kita, tentang seseorang yang 
ketika ada golok di tangannya, percaya dirinya untuk menggertak orang lain 
tumbuh. Tapi, kalau goloknya tak ada, dia bisa saja, murah senyum, atau 
malah co kucing kena lecut dengan lidi.  Lalu, ada pertanyaan, kira-kira 
co apa yang ungkapannya indah dan membahagiakan hati. Ya co pinang di 
belah dua salah satunya. Yang tidak enak didengar co apa? Co pan.... 
(ehem) deka mabuak (pendekar mabuk!). Ihik!n
 





"Adyan Anwar" <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
27/03/2008 21:05
Please respond to
[email protected]


To
<[email protected]>
cc

Subject
[EMAIL PROTECTED] Re: Arti kato.







Assalamualaikum w.w.

Ruponya banyak namo tumbuh-tumbuahan asli Minangkabau nan tarekam dalam
kato-kato puasako, di awak nan mudo-mudo kini lah kurang jaleh pulo
bantuak tanamannyo...

Jadi, takana lo, mungkinkah asal namo nagari Sungai Pua maambiak namo
tanaman ko? Baitu juo Nagari Salo?


Tarimokasih,

-adyan


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Mas'oed Abidin
Sent: Thursday, March 27, 2008 7:09 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Arti kato.



1.  pua; puar; sejenis kapulaga (banyak variasinya), di beberapa 
nagari disebut salo. 








--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke