Terima kasih masukan Pak Dunil Zaid n.a.h.

Ambo coba komentari beberapa poin sbb:

1/
DZ: … Ternyata pangsa pasarnya setelah lebih dari 3o tahun sejak dimulainya
sampai
saat ini …

ANB: Umumnya bank syariah di Indonesia dihitung baru berusia dua dekade
(sekitar 20 tahun) dihitung dari berdirinya Bank Muamalat pada 1992. Yang
sudah 30 tahun adalah bank syariah di Malaysia dihitung dari bank Islam
pertama mereka yang berdiri pada 1983.

2/
DZ: … Dengan kata lain Bank Konvensional yang kita anggap produknya haram
itu menguasai 95 % pangsa perbankan tanah air Indonesia ...

ANB: Sependek pengetahuan ambo, haramnya bunga bank konvensional sudah
dinyatakan banyak organisasi Islam internasional, termasuk ormas Islam di
dalam negeri, a.l:


ORGANISASI ISLAM INTERNASIONAL

2.1. Dewan Studi Islam Al Azhar Cairo (Muharram 1385 H/Mei 1965)
mengumumkan bahwa "bunga dalam segala bentuk pinjaman adalah riba yang
diharamkan."

2.2. Majma' Fiqh Islamiy, Organisasi Konferensi Islam, dalam Keputusan No.
10 Konferensi ke II, 10-16 Rabi'ul Tsani 1406 (22-28 Desember 1985),
memutuskan bahwa:

"Seluruh tambahan dan bunga atas pinjaman yang jatuh tempo dan nasabah
tidak mampu membayarnya, demikian pula tambahan (atau bunga) atas pinjaman
dari dua permulaan perjanjian adalah dua gambaran dari riba yang diharamkan
syariah."

2.3. Rabithah Alam Islamy dalam Keputusan No. 6 Sidang ke-9 (Makkah, 12-19
Rajab 1406 (1985), menyatakan bahwa "bunga bank yang berlaku dalam
perbankan konvensional adalah riba yang diharamkan."

ORGANISASI ISLAM NASIONAL/ORMAS ISLAM

2.4. Nahdhatul 'Ulama pada Bahtsul Masail (Munas Bandar Lampung, 1992)
mengeluarkan rekomendasi agar PB NU mendirikan bank Islam tanpa bunga.

2.5. Muhammadiyah pada Lajnah Tarjih Sidoarjo (1968) memutuskan bunga bank
termasuk perkara mutasyabihat.

Akan tetapi dalam Rakernas Majelis Ekonomi Muhammadiyah yang dituangkan
dalam Fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah No. 8, Juni 2006, memutuskan bahwa
"bunga bank haram" (sudah tidak lagi syubhat/mutasyabihat).

2.6. Lajnah Ulama Komisi Fatwa MUI pada Silaknas MUI, 16 Desember 2003,
memutuskan bahwa "bunga bank sama dengan riba" (dan karena riba diharamkan,
maka status bunga bank adalah haram).

Dari 6 poin di atas, ambo kira kalimat Pak DZ bahwa "… bank konvensional
yang kita anggap produknya haram itu …" menjadi kurang pas, karena sudah
menjadi kajian organisasi-organisasi Islam nasional dan internasional
dengan hasil yang jelas (bukan hanya "kita anggap haram"). Sebab umumnya
fatwa-fatwa itu lahir dari kajian yang menelusuri dalil-dalil antarmazhab
dengan menerapkan sistem penggalian hukum/istinbath yang berjenjang mulai
dari nash Al Qur'an, hadits Nabi, ijma ulama, dan qiyas.

Adapu perkara kita mau menerima dan menaati, atau tidak mau menerima dan
tidak menaati fatwa-fatwa di atas adalah hal lain.

*6 poin di atas ambo kutip dari buku "Akad dan Produk Bank Syariah" (Dr.
Ascarya, cetakan ke-4 Januari 2012)

3/
DZ: … Dengan kata lain Bank Konvensional yang kita anggap produknya haram
itu menguasai 95 % pangsa perbankan tanah air Indonesia …

ANB: Betul sekali Pak, bahwa tahun 2014, perbankan konvensional menguasai
95% pangsa pasar. Akan tetapi haru kita lihat trend penurunannya selama 20
tahun itu sbb:

Des 1992 (tahun berdiri Bank Muamalat)
- Pangsa pasar bank konvensional: 99,999 %
- Pangsa pasar bank syariah: 0,001 %

Des 2003
- Bank konvensional: 99,94 %
- Bank syariah: 0,6 %

Des 2007
- Bank konvensional: 98,2 %
- Bank syariah: 1,8 %

Des 2012
- Bank konvensional: 95,2 %
- Bank syariah: 4,8 %

(Sumber: "Dua Dekade Ekonomi Syariah: Menuju Kiblat Ekonomi Islam", hal.
90, Anif Punto Utama et. all, 2014)

Dari data di atas terlihat penurunan pangsa pasar bank konvensional dan
kenaikan pangsa bank syariah secara ajek.

4/
DZ: Malaysia yang mulai lebih awal dari kita, sampai sekarang pangsa pasar
Bank Islam disana juga baru sekitar 10 %, padahal negara itu Dasar
Negaranya adalah Islam.

ANB: Mohon dicek lagi data Pak DZ. Ambo kira yang 10% itu adalah pangsa
pasar Malaysia pada bank Islam global, bukan market share bank Islam
Malaysia dalam perbankan setempat. Untuk global share, hampir separuhnya
memang masih dikuasai Iran, lalu Saudi Arabia, dan kemudian Malaysia dengan
10% itu.

Adapun untuk share bank Islam Malaysia di negerinya sendiri (dibandingkan
bank konvensional) sudah sekitar 25 %. Data per Desember 2012 adalah sbb:

- Jumlah aset dari total banking system: 23,8 %
- Financing (market share): 25,8 %
- Liabilities/deposits (market share): 25,6%

(Sumber:
http://www.bankislam.com.my/en/Documents/cinfo/UiTMCaptainofIndustriesIslamicBanking.pdf
)

               Dan 25 % market share itu dari negara yang persentase
populasi penduduk muslimnya 60 %, jauh di bawah persentase populasi
penduduk muslim Indonesia yang lebih dari 80 %.

Intinya, sangat jauh sekali kondisi bank Islam di Malaysia dengan di
Indonesia. (Belum lagi jika dilihat dari pasar sukuk mereka yang
mendominasi global sukuk jauh di atas Iran dan negara-negara teluk lainnya,
apalagi Indonesia. Malaysia menguasai pasar sukuk dunia sekitar 62 %).

Lebih hebat lagi target pangsa pasar bank Islam di Malaysia pada 2020
adalah 40 % dari total banking assets, dan mereka yakini bisa dicapai
seperti disebutkan salah seorang tokoh perbankan Islam di sana, Datuk Abdul
Halim Ismail, yang juga penerima Royal Award for Islamic Finance 2014.

http://www.bankislam.com.my/en/Documents/cinfo/UiTMCaptainofIndustriesIslamicBanking.pdf

4/
DZ: ...Karena itu dalam  menjaga kewajibannya untuk membayar hutang di Luar
Negeri , dia mengamankan  kewajibannya untuk membayar hutang yang dalam
dollar itu dengan cara Hedging … Bisakah itu di lakukan di Bank Syariah ?.
Jelas tidak bisa , karena trasaksi seperti itu tergolong Maysir (Mengandung
spekulasi) dan
tergolong Haram di Bank Syariah.

ANB:
MUI baru saja mengeluarkan fatwa tentang hedging ini, pak. Fatwa transaksi
hedging syariah yang MEMBOLEHKAN mekanisme hedging dengan empat syarat dan
batasan seperti diterangkan berikut ini:

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt551d2d0e8585d/mui-keluarkan-fatwa-transaksi-hedging-syariah

Jadi hedging TIDAK HARAM dalam praktik bank syariah, hanya dengan
menyandarkan pada Fatwa no. 28 tentang jual beli mata uang (sharf), ada
sejumlah kondisi yang perlu diperhatikan.

5/
DZ: … Kesimpulan saya, komentar  Pak JK sebagian  mungkin benar tapi beliau
belum melihat kalau ada permasalahan struktural yang membuat bank
Syariah sulit berkompetisi dengan Bank Konvensional ...

ANB: Kalau poin 1-4 di atas menyangkut masalah akurasi data dan fatwa,
untuk no. 5 ini karena menyangkut opini, tentu boleh saja Pak JK, atau pak
DZ berpendapat seperti yang ambo stabilo kuning.

Namun karena opini pula, pendapat ambo sederhana saja: pangsa pasar bank
syariah di Indonesia tidak akan berkembang cepat, jika masyarakat (muslim)
sendiri mendukungnya hanya setengah hati.

Kalau saja muslim Indonesia punya semangat menggunakan produk bank syariah
seperti muslim Malaysia, maka dengan persentase jumlah penduduk yang lebih
banyak (80 % dibanding 60 %), maka pangsa pasar di Indonesia SEHARUSNYA
sudah di atas 25 % saat ini, bukan?

Adapun menyangkut persoalan teknis seperti kelambanan kerja,
ketidakpraktisan, dll, saya kira kurang adil juga jika membandingkan bank
syariah yang baru berkiprah 20 tahun dengan bank konvensional yang sudah
beroperasi lebih dari setengah abad (atau bahkan lebih satu abad?).

Ini sama seperti membandingkan mengapa harga pada -- ambillah contoh --
AhadMart yang dikelola orang Minang juga dan pakar IT sanak Harry Sufehmi
dengan Alfamart/Hypermart/Giant. Tentu saja harga di AhadMart -- atau
outlet mini market sejenis -- akan lebih mahal dibandingkan chain
minimarket yang dikelola jor-joran dan bahkan banyak terindikasi "menabrak"
sejumlah aturan.

Tetapi kalau semua muslim memilih belanja di Alfamart/Hypermart, siapa yang
mau membesarkan minimart alternatif yang lebih syar'i seperti AhadMart
(karena mereka tak jual miras atau hal lain yang diharamkan syar'i)?

Allahu a'lam.

Wassalam,

ANB



Pada 1 Mei 2015 00.04, Zaid Dunil <[email protected]> menulis:

> Sanak Ahmad Ridha, Sanak Akmal, Pak MM serta sanak sapalanta RN  n a h
>
> Ass ww
>
> Masalah awal yang dibahas adalah komentar pak JK yang mengatakan ,
> istilah  Arab menghambat sistem keuangan Syariah di Indonesia. Pak JK
> boleh saja ngomong seperti  itu, karena kenyataannya istilah di bank
> syariah itu memang banyak istilah dalam bahasa Arab baik dalam menamai
> produk maupun transaksi yang bagi awam  kadang sulit dibahami. Lebih
> lebih bagi mereka yang terbiasa dengan istilah di Bank Konvensional.
> Sebenarnya masalahnya tidak di istilah saja. Rata rata Bank Syariah
> itu trasaksinya masih  sedikit , banknya kecil, dan kegiatannya
> terbatas (dibandingkan Bank Konvensional). Bisnis yang besar , yang
> memerlukan dana triliunan dan transaksi lintas negara belum mampu atau
> kalau ada belum nbanyak yang ditangani oleh Bank Syariah. Transkasi
> import  dan eksport belum berkembang. Hampir semua bank besar di
> Indonesia mempunyai Unit Syariah . Lihatlah berapa besar saham bank
> itu dalam membentuk Unit Syariah yang dinamakan Bank Syariah tersebut.
> Umumnya tidak sampai 10 % dari Modal Bank induknya.  Dan karena Bank
> Syariah adalah anak anak perusahaan dari Bank Besar (kecuali Bank
> Muamalat) , maka bisnis bisnis besar sudah otomatis ditangani oleh
> induknya yaitu Bank Konvensional .
>
> Pemerintah dengan meminjam tangan BI selama ini sudah berusaha , untuk
> mengembangkan perbankan syariah , dan nampak outlet Perbankan syriah
> itu bertebaran di mana mana. Tapi bagaimana dengan omzetnya ? Ternyata
> pangsa pasarnya setelah lebih dari 3o tahun sejak dimulainya sampai
> saat ini pangsa pasarnya baru sekitar 5 % dari pangsa Perbankan
> Nasional. Dengan kata lain Bank Konvensional yang kita anggap
> produknya haram itu menguasai 95 % pangsa perbankan tanah air
> Indonesia. Malaysia yang mulai lebih awal dari kita, sampai sekarang
> pangsa pasar Bank Islam disana juga baru sekitar 10 %, padahal negara
> itu Dasar Negaranya adalah Islam.
>
> Lalu dimana letak masalahnya .
>
>  Nampaknya mensyariahkan bisnis itu tidak gampang. Apa yang dalam
> bisnis dianggap hal biasa , kalau dihadapkan pada syariah dia
> tergolong haram.
>
> Contoh : Dalam siuasi sekarang, jelas kalau  perrtumbuhan ekonomi
> sedang menurun. Tanda tandanya adalah, ekonomi Cina yang selama ini
> selalu tumbuh sekitar 10 % saat belakang an ini hanya tumbuh sekitar 7
> %. Indonesia yang beberapa tahun belakanagn tumbuh sekitar 6 % mulia
> melambat menjadi 5 % dan diprediksi bakal lebih rendah dari itu. Hal
> ini bisa berakibat luas. Investor (termasuk asing) yang pinjam di Luar
> dalam bentuk dollar dan kemudian menanam investasi di Indonesia (tentu
> sebagian besar ) dalam rupiah, melihat bahwa ke depan ekonomi akan
> menurun, penjualannya akan menurun, laba akan menurun dan nilai
> investasinya juga akan menurun. Logis saja kalau dia berusaha agar
> tidak semakin merugi . Karena itu dalam  menjaga kewajibannya untuk
> membayar hutang di Luar Negeri , dia mengamankan  kewajibannya untuk
> membayar hutang yang dalam dollar itu dengan cara Hedging, artinya dia
> membeli dollar dengan  harga sekarang namun dia menerima dollarnya
> diwaktu yang akan datang sesuai dengan jatuh tempo hutangnya. Artinya
> dia mengamankan dirinya agar tidak membeli dolar untuk bayar hutang
> diwaktu yang akan datang pada saat dollar harganya sudah tinggi.
> Bisakah itu di lakukan di Bank Syariah ?. Jelas tidak bisa , karena
> trasaksi seperti itu tergolong Maysir (Mengandung spekulasi) dan
> tergolong Haram di Bank Syariah. Transaksi itu jamak saja di Bank
> Konvensional, dan nilai transasinya besar. Jadi di Bank syariah,
> transaksi import eksport sulit untuk berkemvang, karena transaksi
> Valas itu sebagian besarnya mengandung unsur Maysir itu.
>
> Hal lain yang tergolong mendasar adalah. Bank syariah tidak boleh
> menetapkan nominal keuntungan termasuk persetase pembagian keuntungan
> kepada penabung, deposan atau pemilik dana dimuka. Artinya pembagian
> keuntungan atas dana yang disimpan di Bank Syariah ditetapkan setelah
> perhitunganLaba Rugi bank. Bagi sebagian kalangan tertentu (Pengusaha)
> hal ini dianggap sebagai ketidak pastian, karena kalau Bank Rugi,
> pemilik dana itu tidak memperoleh apa apa. Padahal cara itu sesuaI
> syariah, Bank dalam bertransaksi  tidak boleh menetapkan keuntungan
> atau balas jasa di awal. Karena itu mendahului  ketetapan Yang Maha
> Kuasa (Allah SWT) .
>
> Bagaimanapun Bank Syariah harus tunduk pada ketentuan Syariah yang
> ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional yang kemudiann di jabarkan oleh
> Bank Indonesia dengan Peraturan bank Indonesia serta Surat Edaran Bank
> Indonesia.
>
> Kesimpulan saya, komentar  Pak JK sebagian  mungkin benar tapi beliau
> belum melihat kalau ada permasalahan struktural yang membuat bank
> Syariah sulit berkompetisi dengan Bank Konvensional
>
> Wass
> Dunil Zaid, 72. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. Tingga di Jkt
>
> 2015-04-30 20:32 GMT+07:00 Ahmad Ridha <[email protected]>:
> > Mak MM***, memang perbankan syariah di Indonesia belum sempurna karena
> > pelakunya banyak dan ditambah pula permasalahan ekonomi cukup kompleks
> > sehingga ada poin-poin perbedaan pendapat. Namun, dengan segala
> kekurangan
> > tersebut, saya pribadi berharap bahwa penggunaan rekening di bank syariah
> > dapat dicatat sebagai upaya untuk menghindari riba. Upaya lain saya
> termasuk
> > saya berupaya untuk selalu membayar penuh tagihan Hasanah Card yang saya
> > gunakan.
> >
> > Allahu a'lam.
> >
> > 2015-04-30 20:14 GMT+07:00 Muchwardi Muchtar <[email protected]>:
> >>
> >> Kutiko ambo manulih di laptop ko, alah anam baleh komentar nan mancigok
> di
> >> palanta ko saputa "bank syariah". Kasadonyo sabana mantap dan
> mancerahkan
> >> buek komunitas r@ntaunet  nan "lai tapanggia kalbunyo".
> >>
> >> Cuma ciek sajo tanyo ambo bake sia sajo di palanta ko nan namuah
> mambantu
> >> ambo manjawaok basarato manjalehkan lika liku parmainan perbankan di
> nagari
> >> pancasila nan BUKAN BERDASARKANSYARIAH  ISLAM ko.
> >>
> >> Apokoh kasadonyo "bank islami" (samacam bank syariah, bank muamalat) di
> >> nagari awak ko, ujuang-ujuangnyo diatur dek "aturan main" Bank
> Indonesia?
> >> Soalnyo ketentaun perundang-undangan di nagari awak ko engahruskan
> kasado
> >> bank di nagari awak tunduak ka BI, kan?
> >>
> >> Kalau iyo BI nan manjadi iduak angkang sagalo bank (syariah & muamalat)
> di
> >> nagari awak ko, kan samo sajo ujuang-ujuangnyo balaku sistem riba atau
> bungo
> >> babungo ateh  pitih awak nan disimpan di bank (anak jawi BI tu?
> >>
> >> Saaik ko ----taruih tarang---- ambo iyo baru ciek bank syariah nan ambo
> >> pakai manyimpan (deposito). Insha Allah awal Mei'15 bisuak ambo
> kamamindahan
> >> sagalo bantuak rekening / tabuangan nan alah puluahan tahun tampaik
> gaji/
> >> upah/ pensiun/ honor parkir.
> >>
> >> Tarimo kasih Dunsanak kasadonyo, nan sacaro indak Sanak singajo alah
> >> bahasia (saketek banyaknyo) mambari pancerahan bake kami nan salamo ko
> >> tabuai di kalamakan dan kaharaman bungo simpanan kami tabuangan bank
> >> konvensional.
> >>
> >> Salam.........................,
> >> mm***
> >>
> >> Pada 30 April 2015 19.28, Ronald P Putra <[email protected]>
> menulis:
> >>>
> >>> Batua Da Akmal, yg di ambo Hasanah Card..
> >>>
> >>> Wassalam
> >>> Ronad
> >>>
> >>> On Apr 30, 2015 5:39 PM, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]>
> >>> wrote:
> >>>>
> >>>> typo: … dan Hasanah Card (BNI Card) … mukasuiknyo: … dan Hasanah Card
> >>>> (BNI Syariah).
> >>>>
> >>>> Pada 30 April 2015 17.38, Akmal Nasery Basral <[email protected]>
> >>>> menulis:
> >>>>>
> >>>>> Bu Isna,
> >>>>> satau ambo ado Syariah Gold Card (CIMB Niaga Syariah) dan Hasanah
> Card
> >>>>> (BNI Card). Mungkin ado pulo nan lainnyo. Barangkali sanak Ronald
> nan karajo
> >>>>> di bank bisa menambahkan.
> >>>>>
> >>>>>
> >>>>> Wassalam,
> >>>>>
> >>>>> ANB
> >>>>>
> >>>>>
> >>>>> Pada 30 April 2015 17.35, Isna Huriati <[email protected]> menulis:
> >>>>>>
> >>>>>> Batanyo lo ciek,
> >>>>>> Adokah bank Syariah nan mangaluakan kartu kredit Syariah, Syariah
> >>>>>> Mandiri dan Muamalat indak mangaluakan, antahkok dalam waktu nan
> sabulanko.
> >>>>>>
> >>>>>> wassalam
> >>>>>> Isna
> >>>>>>
> >>>>>> On 4/30/2015 4:44 PM, Ronald P Putra wrote:
> >>>>>>
> >>>>>> Menyambut sanak Ahmad Ridha :-)
> >>>>>>
> >>>>>> Saya punya dua rekening aktif di dua bank syariah, satu kartu kredit
> >>>>>> syariah, satu di bank konvensional krn utk keperluan payroll.
> >>>>>>
> >>>>>> Wassalam
> >>>>>> Ronald
> >>>>>>
> >>>>>> On Apr 30, 2015 4:17 PM, "Ahmad Ridha" <[email protected]>
> wrote:
> >>>>>>>
> >>>>>>> 2015-04-30 13:41 GMT+07:00 Akmal Nasery Basral <
> [email protected]>:
> >>>>>>>
> >>>>>>>> Coba intip dompet masing-masing (terutama yang kaya dan banyak
> pakai
> >>>>>>>> kartu debit dan kredit). Dari setumpuk rekening yang dimiliki,
> berapa
> >>>>>>>> rekening bank syariah yang dimiliki?
> >>>>>>>>
> >>>>>>>> Ada yang mau menjawab dengan sukarela, sekadar sebagai ilustrasi
> >>>>>>>> bersama?
> >>>>>>>>
> >>>>>>>
> >>>>>>> Pak Akmal, berhubung belum ada yang menyambut, saya coba memulai.
> >>>>>>> Saat ini semua rekening aktif saya ada di bank syariah.
> Kemungkinan bulan
> >>>>>>> depan akan ada satu rekening bank konvensional yang otomatis
> dibuatkan bagi
> >>>>>>> semua pagawai untuk keperluan transfer gaji. Rencananya nanti akan
> >>>>>>> difasilitasi opsi untuk kliring otomatis tiap bulan. Saya tidak
> berencana
> >>>>>>> mengendapkan uang di rekening bank konvensional.
> >>>>>>>
> >>>>>>> Wassalaam,
> >>>>>>> --
> >>>>>>> Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
> >>>>>>> (l. 1400 H/1980 M)
> >>>>>>> --
> >>>>>>> .
> >>>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
> tempat
> >>>>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> >>>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> >>>>>>> ===========================================================
> >>>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> >>>>>>> * DILARANG:
> >>>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
> >>>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> >>>>>>> 3. Email One Liner.
> >>>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
> >>>>>>> serta mengirimkan biodata!
> >>>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> >>>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> >>>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> >>>>>>> mengganti subjeknya.
> >>>>>>> ===========================================================
> >>>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
> keanggotaan
> >>>>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
> >>>>>>> ---
> >>>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
> >>>>>>> Google Grup.
> >>>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
> >>>>>>> ini, kirim email ke [email protected].
> >>>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
> https://groups.google.com/d/optout.
> >>>>>>
> >>>>>> --
> >>>>>> .
> >>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
> tempat
> >>>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> >>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> >>>>>> ===========================================================
> >>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> >>>>>> * DILARANG:
> >>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
> >>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> >>>>>> 3. Email One Liner.
> >>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
> >>>>>> serta mengirimkan biodata!
> >>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> >>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> >>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> >>>>>> mengganti subjeknya.
> >>>>>> ===========================================================
> >>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
> keanggotaan
> >>>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
> >>>>>> ---
> >>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
> Google
> >>>>>> Grup.
> >>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
> ini,
> >>>>>> kirim email ke [email protected].
> >>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
> https://groups.google.com/d/optout.
> >>>>>>
> >>>>>>
> >>>>>> --
> >>>>>> .
> >>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
> tempat
> >>>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> >>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> >>>>>> ===========================================================
> >>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> >>>>>> * DILARANG:
> >>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
> >>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> >>>>>> 3. Email One Liner.
> >>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
> >>>>>> serta mengirimkan biodata!
> >>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> >>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> >>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> >>>>>> mengganti subjeknya.
> >>>>>> ===========================================================
> >>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
> keanggotaan
> >>>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
> >>>>>> ---
> >>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
> Google
> >>>>>> Grup.
> >>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
> ini,
> >>>>>> kirim email ke [email protected].
> >>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
> https://groups.google.com/d/optout.
> >>>>>
> >>>>>
> >>>>
> >>>> --
> >>>> .
> >>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
> >>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> >>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> >>>> ===========================================================
> >>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> >>>> * DILARANG:
> >>>> 1. Email besar dari 200KB;
> >>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> >>>> 3. Email One Liner.
> >>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
> serta
> >>>> mengirimkan biodata!
> >>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> >>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> >>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> >>>> mengganti subjeknya.
> >>>> ===========================================================
> >>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
> >>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
> >>>> ---
> >>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> >>>> Grup.
> >>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> >>>> kirim email ke [email protected].
> >>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
> >>>
> >>> --
> >>> .
> >>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
> >>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> >>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> >>> ===========================================================
> >>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> >>> * DILARANG:
> >>> 1. Email besar dari 200KB;
> >>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> >>> 3. Email One Liner.
> >>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
> serta
> >>> mengirimkan biodata!
> >>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> >>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> >>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> >>> mengganti subjeknya.
> >>> ===========================================================
> >>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
> di:
> >>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> >>> ---
> >>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> >>> Grup.
> >>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> >>> kirim email ke [email protected].
> >>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
> >>
> >>
> >> --
> >> .
> >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
> lain
> >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> >> ===========================================================
> >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> >> * DILARANG:
> >> 1. Email besar dari 200KB;
> >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> >> 3. Email One Liner.
> >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> >> mengirimkan biodata!
> >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> >> mengganti subjeknya.
> >> ===========================================================
> >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
> di:
> >> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> >> ---
> >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> >> Grup.
> >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> >> kirim email ke [email protected].
> >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
> >
> >
> >
> >
> > --
> > Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
> > (l. 1400 H/1980 M)
> >
> > --
> > .
> > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
> lain
> > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> > ===========================================================
> > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> > * DILARANG:
> > 1. Email besar dari 200KB;
> > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> > 3. Email One Liner.
> > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> > mengirimkan biodata!
> > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> > mengganti subjeknya.
> > ===========================================================
> > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> > http://groups.google.com/group/RantauNet/
> > ---
> > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim
> > email ke [email protected].
> > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke