Sanak ANB , zanak ZA serta sanak sapalanta RN  n a h

Ass ww

Memang dalam memberikan pendapat teradap sesuatu masalah, akurasi
waktu  begitu juga angka pertumbuhan seharusnya merrujuk pada data
pendukung  yang benar. Dalam pokok masalah yang dibahas ini saya
menulis spontan, dan berdasarkan ingatan saya saja dan ternyata tidak
tepat Teentang pangsa Bank Syariah Malaysua yang saya kemukakan
sebesar 10 % itu cukup signifikan perbedaana karena angka seharusnya
20 %.  Namun kesimpulan saya diakhir uraian tetap tidak berubah,
karena yang dibahas itu adalah konteksnya Indonesia. Pertumbuhan Bank
Syariah Malaysia  hanya sebagai ilustrasi dan ilustrasi yang saya
gambarkan itu menjadi kurang  relevan.

Kalimat :” .... yang kita anggap produknya haram .... “  Sebenarnya
penekanannya bukan kepada objek  bahwa bunga itu sungguh sungguh
haram. Fatwa  fatwa yang sanak Akmal kemukakan itu benar semua.
Rujukannya bahwa bunga itu haram tidak diragukan lagi. Tapi itu bagi
mereka yang kadar imannya tebal. Mereka patuh pada fatwa MUI dan fatwa
 fatwa lainnya. Berapa banyak mereka yang patuh itu ? Cerminan yang
mendekati barangkali  adalah mereka yang memindahkan dananya dari bank
konvensional ke perbankan syariah setelah mengetahui fatwa tersebut.
Berapa banyak ?  Menurut saya jumlah nya tidak signifikan dibandingkan
dengan mereka yang tetap ber bank di bank konvensional itu walaupun
tahu bahwa ada fatwa tentang  bunga itu haram. Karena mereka yang
tetap menympan dana dan menyalurkan keuangannya di bank konvensional
masih menilai fatwa iru sebagai “ anggapan”. Dalam pandangan mereka
masalah bunga haram itu masih debatable. Karenanya  komentar miring
mereka tentang fatwa bahwa  bunga bank itu haram : “ Itu kan menurut
MUI”  Dalam konteks itulah saya menggunakan kalimat itu. Tipisnya iman
yang didasarkan kepentingan keuangan/keuntungan bisnis  mungkin
menjadi alasan (pribadi) mengabaikan fatwa fatwa yang benar itu.
Realita saat ini seperti itu.

Tentang Fatwa DKN  Yang membolehkan Hedging di bank syariah, saya kira
perwujudannya tidak akan dengan serta merta. Teknis nya perlu
dipersiapkan, Bank Syariah belum siap dengan transaksi itu.
Melaksanakan transaksi itu perlu pengetahuan dan pelatihan. Membentuk
unit kerjanya , dan  Juga apakah ada nasabahnya. Ingat bahwa bank itu
bersaing dalam segala hal, dan bisakah bank syariah menggaet nasabah
yang sudah biasa menyalurkan transaksi Hedgingnya di Bank Konvensional
kemudian pindah ke Bank Syariah  ?  Saya perkirakan belum akan
terlaksana  dalam 2  ke depan . Tapi baguslah kalau DKN sudah lebihn ”
maju “ dalam melihat persoalan Maysir ini. Namun  saya masih khawatir
akan ada kontra terhadap fatwa itu. Bukankan syariah tidak boleh di
“perjual belikan “ ? Atau disesuaikan dengan suatu kepentingan
tertentu ?

Soal pertumbuhan pangsa bank syariah dari tahun ke tahun. Pertumbuhan
itu nampak signifikan kalau dilihat sejak dari NOL (awal pendirian
Bank Muamalat) , tapi kalau diperhatikan kurun waktu 5 tahun
terakhir(2007 s/d 2012) hanya meningkat 3 % selama lima tahun atau
rata rata hanya 0,6 % pertahun. Pertumbuhan pangsa yang  0,6 % per
tahun itu relatif  belum mamadai. Sebenarnya BI sadar bahwa perbankan
syariah perlu ada usaha  ekstra untuk meningkatkan peranan  (pangsa
pasar)  sehingga kebijakan yang dibuat BI terakhir  untuk tidak lagi
mengeluarkan izin  bagi bank baru kecuali bank syariah. Kebijakan yang
menguntungkan bank syariah ini ternyata tidak efektif juga karena
peminat bisnis perbankan dari luar bisa menerobosnya  dengan cara
membeli bank kecil yang sudah ada dan membesarkannya. Akibatnya pangsa
bank Syariah tetap keteter dalam memperbesar perannya dalam perbankan
nasional.

Wass
Dunil Zaid, 72.Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia Pdg. Tingga di Jkt.

2015-05-02 6:05 GMT+07:00 Akmal Nasery Basral <[email protected]>:
> Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pak Zorion,
>
> Betul bahwa saat ini BS hanya pelengkap sistem keuangan di negara kita, baru
> sekitar 5% dari bisnis perbankan nasional. Yang 95% masih dipegang bank
> konvensional (BK). Tetapi seperti dalam jawaban saya untuk Pak Dunil Zaid,
> terlihat ada pertumbuhan signifikan. Jika Desember 2007, pangsa BS baru 1,8
> % (BK 98,2 %), maka akhir tahun lalu pangsa BK mengecil menjadi 95% karena
> ada kenaikan pangsa BS menjadi 5%. Tren ini akan terus naik karena bisnis
> keuangan syariah global juga akan terus naik. Jika tahun lalu menembus USD 2
> triliun, tahun ini diprediksi bisa mencapai USD 2,5 triliun, yang imbasnya
> tentu juga akan terjadi di Indonesia sebagai salah satu negara QISMUT
> (Qatar, Indonesia, Saudi  Arabia, Malaysia, Uni Emirat Arab, Turki) selain
> Iran yang saat ini memiliki pangsa pasar terbesar.
>
> http://mysharing.co/2015-aset-keuangan-syariah-global-lampaui-25-triliun-dolar/
>
> BS hanya merupakan salah satu instrumen dari Lembaga Keuangan Syariah (LKS),
> selain asuransi syariah, reksadana syariah, dsb. Sementara sisi lain yang
> dari keuangan syariah yang lebih memiliki bisnis riil adalah Lembaga Bisnis
> Syariah (LKS) seperti hotel syariah, restoran halal, RS syariah, salon
> syariah muslimah, MLM syariah, destinasi wisata syariah (di mana Sumbar
> termasuk 1 dari 9 provinsi tujuan wisata syariah yang ditetapkan
> Kemenparekraf tahun lalu). Semua ini akan mendorong makin luasnya
> produk-produk BS digunakan sehingga pangsa BS di Indonesia pun diprediksi
> akan melebihi 5%.
>
> Apalagi kalau kita melihat pasar sukuk (Islamic bond) dunia yang kini mulai
> banyak diterapkan oleh negara-negara non-muslim (negara bagian Saxony-Anhalt
> di Jerman sudah memulainya pada 2004). Tahun lalu Inggris dan Luxemburg
> bersaing untuk menjadi pusat keuangan syariah di Eropa. Di AS, bank kelima
> terbesar Goldman Sach juga sudah menerbitkan sukuk perdana senilai US$ 500
> juta pada September 2014. Di Asia, Hongkong, Tokyo dan terakhir Seoul pada
> mid-2014 sudah mengumumkan diri sebagai "international hub of Islamic
> economics in Asia". Bayangkan! Mereka non-muslim tapi bersemangat sekali
> menjadi pemain utama keuangan syariah dunia.
>
> Awal April lalu selama dua pekan, para mahasiswa S1 kampus ambo (Tazkia
> University College of Islamic Economics di Sentul City) mengadakan
> kunjungan/study tour ke Manchester dan Glasgow melihat aktivitas perkuliah
> ekonomi Islam di sana, yang semakin banyak diikuti mahasiswa non-muslim.
>
> Ambo sendiri memperkirakan Islamic economics ini, bukan hanya BS, akan
> menjadi "The Fourth Wave", setelah "Three Waves" sebelumnya yang disebutkan
> Alvin Toffler menguasai dunia: era pertanian, era industri, dan era
> informasi/digitalisasi. Arus keempat yang sedang terbentuk dan akan menjadi
> arus utama dunia adalah ekonomi Islam. Bahkan Gereja Katolik melalui Paus
> Benediktus secara terbuka menyatakan ekonomi Islam memiliki landasan moral
> yang jauh lebih baik dari kapitalisme Barat, dan karena itu tak goyah
> terkena dampak krisis 2008:
>
> http://www.worldfinance.com/home/news/vatican-praises-ethical-sharia-banking
>
> Arus ini akan kian membesar, terlepas apakah muslim Indonesia akan bersedia
> ikut di dalamnya atau tidak.
>
> Kalau muslim Indonesia setengah hati dalam mempraktikkan bank syariah,
> jangan kaget jika 5-10 tahun lagi pusat keuangan syariah di Asia selain
> Malaysia, bukan Indonesia melainkan Korea Selatan.
>
> Padahal kalau kita menengok sejarah, apa yang diinisiasi HOS Tjokroaminoto
> lewat Serikat Dagang Islam seabad silam adalah apa yang terjadi sekarang
> melalui geliat keuangan syariah.
>
> Gharar, riba dan maysir bukanlah -- meminjam istilah Pak Zorion -- sebagai
> "keterbatasan prinsip" yang membuat BS tak berkembang. Justru ketiga hal itu
> yang membuat usaha menjadi berkah, karena dalam ajaran Islam manusia bukan
> hanya mengejar profit seperti dalam ekonomi konvensional, melainkan falah =
> profit + berkah.
>
> Kejayaan Islam kembali (ada yang menyebut "Hukum 7 Abad" yakni 7 abad
> pertama Islam berjaya, 7 abad kedua mundur, dan 7 abad ketiga yang dimulai
> saat ini kembali berjaya) menurut saya bukan datang dari khilafah, melainkan
> dari menguatnya peran ekonomi Islam.
>
> Wassalam,
>
> ANB
>
>
>
> Pada 1 Mei 2015 00.48, Zorion Anas <[email protected]> menulis:
>>
>> Aslkm ww pak ZD,
>> Menarik uraian bapak. Bank Syariah (BS) hanya pelengkap sistem keuangan di
>> negara kita, Tidak bisa diharapkan memainkan peran utama dalam sistem
>> keuangan negara karena keterbatasan prinsip tadi. Karena unsur2
>>
>> Perniagaan atas barang-barang yang haram,
>> Bunga (ربا riba),
>> Perjudian dan spekulasi yang disengaja (ميسر maisir), serta
>> Ketidakjelasan dan manipulatif (غرر gharar)
>>
>> Laba bank syariah sekitar 3000-400 milyar setahun. Bandingkan dengan laba
>> bank konvensional 2000 triliun. Andaikata seluruh unit syariah bank
>> konvensional dimerger, mungkin hanya bisa membuat sebuah bank syariah
>> sebesar BTN. Jadi bank syariah cukup sebagai pelengkap pelaku keuangan
>> dengan segmen tertentu khususnya warga muslim dan non muslim yg mau dgn
>> sistem bagi hasil.
>>
>> Saya sendiri dulu punya 2 rekening  tabungan bank syariah. Akhirnya saya
>> tutup karena biaya bulanan yang signifikan. Sekarang hanya punya 1 rekening
>> bank konvensional. Ternyata kenaikan biaya rekening bank mempengaruhi unsur
>> inflasi yang cukup berwujud. Salam
>>
>>
>> 2015-05-01 0:04 GMT+07:00 Zaid Dunil <[email protected]>:
>>>
>>> Sanak Ahmad Ridha, Sanak Akmal, Pak MM serta sanak sapalanta RN  n a h
>>>
>>> Ass ww
>>>
>>> Masalah awal yang dibahas adalah komentar pak JK yang mengatakan ,
>>> istilah  Arab menghambat sistem keuangan Syariah di Indonesia. Pak JK
>>> boleh saja ngomong seperti  itu, karena kenyataannya istilah di bank
>>> syariah itu memang banyak istilah dalam bahasa Arab baik dalam menamai
>>> produk maupun transaksi yang bagi awam  kadang sulit dibahami. Lebih
>>> lebih bagi mereka yang terbiasa dengan istilah di Bank Konvensional.
>>> Sebenarnya masalahnya tidak di istilah saja. Rata rata Bank Syariah
>>> itu trasaksinya masih  sedikit , banknya kecil, dan kegiatannya
>>> terbatas (dibandingkan Bank Konvensional). Bisnis yang besar , yang
>>> memerlukan dana triliunan dan transaksi lintas negara belum mampu atau
>>> kalau ada belum nbanyak yang ditangani oleh Bank Syariah. Transkasi
>>> import  dan eksport belum berkembang. Hampir semua bank besar di
>>> Indonesia mempunyai Unit Syariah . Lihatlah berapa besar saham bank
>>> itu dalam membentuk Unit Syariah yang dinamakan Bank Syariah tersebut.
>>> Umumnya tidak sampai 10 % dari Modal Bank induknya.  Dan karena Bank
>>> Syariah adalah anak anak perusahaan dari Bank Besar (kecuali Bank
>>> Muamalat) , maka bisnis bisnis besar sudah otomatis ditangani oleh
>>> induknya yaitu Bank Konvensional .
>>>
>>> Pemerintah dengan meminjam tangan BI selama ini sudah berusaha , untuk
>>> mengembangkan perbankan syariah , dan nampak outlet Perbankan syriah
>>> itu bertebaran di mana mana. Tapi bagaimana dengan omzetnya ? Ternyata
>>> pangsa pasarnya setelah lebih dari 3o tahun sejak dimulainya sampai
>>> saat ini pangsa pasarnya baru sekitar 5 % dari pangsa Perbankan
>>> Nasional. Dengan kata lain Bank Konvensional yang kita anggap
>>> produknya haram itu menguasai 95 % pangsa perbankan tanah air
>>> Indonesia. Malaysia yang mulai lebih awal dari kita, sampai sekarang
>>> pangsa pasar Bank Islam disana juga baru sekitar 10 %, padahal negara
>>> itu Dasar Negaranya adalah Islam.
>>>
>>> Lalu dimana letak masalahnya .
>>>
>>>  Nampaknya mensyariahkan bisnis itu tidak gampang. Apa yang dalam
>>> bisnis dianggap hal biasa , kalau dihadapkan pada syariah dia
>>> tergolong haram.
>>>
>>> Contoh : Dalam siuasi sekarang, jelas kalau  perrtumbuhan ekonomi
>>> sedang menurun. Tanda tandanya adalah, ekonomi Cina yang selama ini
>>> selalu tumbuh sekitar 10 % saat belakang an ini hanya tumbuh sekitar 7
>>> %. Indonesia yang beberapa tahun belakanagn tumbuh sekitar 6 % mulia
>>> melambat menjadi 5 % dan diprediksi bakal lebih rendah dari itu. Hal
>>> ini bisa berakibat luas. Investor (termasuk asing) yang pinjam di Luar
>>> dalam bentuk dollar dan kemudian menanam investasi di Indonesia (tentu
>>> sebagian besar ) dalam rupiah, melihat bahwa ke depan ekonomi akan
>>> menurun, penjualannya akan menurun, laba akan menurun dan nilai
>>> investasinya juga akan menurun. Logis saja kalau dia berusaha agar
>>> tidak semakin merugi . Karena itu dalam  menjaga kewajibannya untuk
>>> membayar hutang di Luar Negeri , dia mengamankan  kewajibannya untuk
>>> membayar hutang yang dalam dollar itu dengan cara Hedging, artinya dia
>>> membeli dollar dengan  harga sekarang namun dia menerima dollarnya
>>> diwaktu yang akan datang sesuai dengan jatuh tempo hutangnya. Artinya
>>> dia mengamankan dirinya agar tidak membeli dolar untuk bayar hutang
>>> diwaktu yang akan datang pada saat dollar harganya sudah tinggi.
>>> Bisakah itu di lakukan di Bank Syariah ?. Jelas tidak bisa , karena
>>> trasaksi seperti itu tergolong Maysir (Mengandung spekulasi) dan
>>> tergolong Haram di Bank Syariah. Transaksi itu jamak saja di Bank
>>> Konvensional, dan nilai transasinya besar. Jadi di Bank syariah,
>>> transaksi import eksport sulit untuk berkemvang, karena transaksi
>>> Valas itu sebagian besarnya mengandung unsur Maysir itu.
>>>
>>> Hal lain yang tergolong mendasar adalah. Bank syariah tidak boleh
>>> menetapkan nominal keuntungan termasuk persetase pembagian keuntungan
>>> kepada penabung, deposan atau pemilik dana dimuka. Artinya pembagian
>>> keuntungan atas dana yang disimpan di Bank Syariah ditetapkan setelah
>>> perhitunganLaba Rugi bank. Bagi sebagian kalangan tertentu (Pengusaha)
>>> hal ini dianggap sebagai ketidak pastian, karena kalau Bank Rugi,
>>> pemilik dana itu tidak memperoleh apa apa. Padahal cara itu sesuaI
>>> syariah, Bank dalam bertransaksi  tidak boleh menetapkan keuntungan
>>> atau balas jasa di awal. Karena itu mendahului  ketetapan Yang Maha
>>> Kuasa (Allah SWT) .
>>>
>>> Bagaimanapun Bank Syariah harus tunduk pada ketentuan Syariah yang
>>> ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional yang kemudiann di jabarkan oleh
>>> Bank Indonesia dengan Peraturan bank Indonesia serta Surat Edaran Bank
>>> Indonesia.
>>>
>>> Kesimpulan saya, komentar  Pak JK sebagian  mungkin benar tapi beliau
>>> belum melihat kalau ada permasalahan struktural yang membuat bank
>>> Syariah sulit berkompetisi dengan Bank Konvensional
>>>
>>> Wass
>>> Dunil Zaid, 72. Kpg Ujuang Pandan Parak Karambia, Pdg. Tingga di Jkt
>>>
>>> 2015-04-30 20:32 GMT+07:00 Ahmad Ridha <[email protected]>:
>>> > Mak MM***, memang perbankan syariah di Indonesia belum sempurna karena
>>> > pelakunya banyak dan ditambah pula permasalahan ekonomi cukup kompleks
>>> > sehingga ada poin-poin perbedaan pendapat. Namun, dengan segala
>>> > kekurangan
>>> > tersebut, saya pribadi berharap bahwa penggunaan rekening di bank
>>> > syariah
>>> > dapat dicatat sebagai upaya untuk menghindari riba. Upaya lain saya
>>> > termasuk
>>> > saya berupaya untuk selalu membayar penuh tagihan Hasanah Card yang
>>> > saya
>>> > gunakan.
>>> >
>>> > Allahu a'lam.
>>> >
>>> > 2015-04-30 20:14 GMT+07:00 Muchwardi Muchtar <[email protected]>:
>>> >>
>>> >> Kutiko ambo manulih di laptop ko, alah anam baleh komentar nan
>>> >> mancigok di
>>> >> palanta ko saputa "bank syariah". Kasadonyo sabana mantap dan
>>> >> mancerahkan
>>> >> buek komunitas r@ntaunet  nan "lai tapanggia kalbunyo".
>>> >>
>>> >> Cuma ciek sajo tanyo ambo bake sia sajo di palanta ko nan namuah
>>> >> mambantu
>>> >> ambo manjawaok basarato manjalehkan lika liku parmainan perbankan di
>>> >> nagari
>>> >> pancasila nan BUKAN BERDASARKANSYARIAH  ISLAM ko.
>>> >>
>>> >> Apokoh kasadonyo "bank islami" (samacam bank syariah, bank muamalat)
>>> >> di
>>> >> nagari awak ko, ujuang-ujuangnyo diatur dek "aturan main" Bank
>>> >> Indonesia?
>>> >> Soalnyo ketentaun perundang-undangan di nagari awak ko engahruskan
>>> >> kasado
>>> >> bank di nagari awak tunduak ka BI, kan?
>>> >>
>>> >> Kalau iyo BI nan manjadi iduak angkang sagalo bank (syariah &
>>> >> muamalat) di
>>> >> nagari awak ko, kan samo sajo ujuang-ujuangnyo balaku sistem riba atau
>>> >> bungo
>>> >> babungo ateh  pitih awak nan disimpan di bank (anak jawi BI tu?
>>> >>
>>> >> Saaik ko ----taruih tarang---- ambo iyo baru ciek bank syariah nan
>>> >> ambo
>>> >> pakai manyimpan (deposito). Insha Allah awal Mei'15 bisuak ambo
>>> >> kamamindahan
>>> >> sagalo bantuak rekening / tabuangan nan alah puluahan tahun tampaik
>>> >> gaji/
>>> >> upah/ pensiun/ honor parkir.
>>> >>
>>> >> Tarimo kasih Dunsanak kasadonyo, nan sacaro indak Sanak singajo alah
>>> >> bahasia (saketek banyaknyo) mambari pancerahan bake kami nan salamo ko
>>> >> tabuai di kalamakan dan kaharaman bungo simpanan kami tabuangan bank
>>> >> konvensional.
>>> >>
>>> >> Salam.........................,
>>> >> mm***
>>> >>
>>> >> Pada 30 April 2015 19.28, Ronald P Putra <[email protected]>
>>> >> menulis:
>>> >>>
>>> >>> Batua Da Akmal, yg di ambo Hasanah Card..
>>> >>>
>>> >>> Wassalam
>>> >>> Ronad
>>> >>>
>>> >>> On Apr 30, 2015 5:39 PM, "Akmal Nasery Basral" <[email protected]>
>>> >>> wrote:
>>> >>>>
>>> >>>> typo: … dan Hasanah Card (BNI Card) … mukasuiknyo: … dan Hasanah
>>> >>>> Card
>>> >>>> (BNI Syariah).
>>> >>>>
>>> >>>> Pada 30 April 2015 17.38, Akmal Nasery Basral <[email protected]>
>>> >>>> menulis:
>>> >>>>>
>>> >>>>> Bu Isna,
>>> >>>>> satau ambo ado Syariah Gold Card (CIMB Niaga Syariah) dan Hasanah
>>> >>>>> Card
>>> >>>>> (BNI Card). Mungkin ado pulo nan lainnyo. Barangkali sanak Ronald
>>> >>>>> nan karajo
>>> >>>>> di bank bisa menambahkan.
>>> >>>>>
>>> >>>>>
>>> >>>>> Wassalam,
>>> >>>>>
>>> >>>>> ANB
>>> >>>>>
>>> >>>>>
>>> >>>>> Pada 30 April 2015 17.35, Isna Huriati <[email protected]>
>>> >>>>> menulis:
>>> >>>>>>
>>> >>>>>> Batanyo lo ciek,
>>> >>>>>> Adokah bank Syariah nan mangaluakan kartu kredit Syariah, Syariah
>>> >>>>>> Mandiri dan Muamalat indak mangaluakan, antahkok dalam waktu nan
>>> >>>>>> sabulanko.
>>> >>>>>>
>>> >>>>>> wassalam
>>> >>>>>> Isna
>>> >>>>>>
>>> >>>>>> On 4/30/2015 4:44 PM, Ronald P Putra wrote:
>>> >>>>>>
>>> >>>>>> Menyambut sanak Ahmad Ridha :-)
>>> >>>>>>
>>> >>>>>> Saya punya dua rekening aktif di dua bank syariah, satu kartu
>>> >>>>>> kredit
>>> >>>>>> syariah, satu di bank konvensional krn utk keperluan payroll.
>>> >>>>>>
>>> >>>>>> Wassalam
>>> >>>>>> Ronald
>>> >>>>>>
>>> >>>>>> On Apr 30, 2015 4:17 PM, "Ahmad Ridha" <[email protected]>
>>> >>>>>> wrote:
>>> >>>>>>>
>>> >>>>>>> 2015-04-30 13:41 GMT+07:00 Akmal Nasery Basral
>>> >>>>>>> <[email protected]>:
>>> >>>>>>>
>>> >>>>>>>> Coba intip dompet masing-masing (terutama yang kaya dan banyak
>>> >>>>>>>> pakai
>>> >>>>>>>> kartu debit dan kredit). Dari setumpuk rekening yang dimiliki,
>>> >>>>>>>> berapa
>>> >>>>>>>> rekening bank syariah yang dimiliki?
>>> >>>>>>>>
>>> >>>>>>>> Ada yang mau menjawab dengan sukarela, sekadar sebagai ilustrasi
>>> >>>>>>>> bersama?
>>> >>>>>>>>
>>> >>>>>>>
>>> >>>>>>> Pak Akmal, berhubung belum ada yang menyambut, saya coba memulai.
>>> >>>>>>> Saat ini semua rekening aktif saya ada di bank syariah.
>>> >>>>>>> Kemungkinan bulan
>>> >>>>>>> depan akan ada satu rekening bank konvensional yang otomatis
>>> >>>>>>> dibuatkan bagi
>>> >>>>>>> semua pagawai untuk keperluan transfer gaji. Rencananya nanti
>>> >>>>>>> akan
>>> >>>>>>> difasilitasi opsi untuk kliring otomatis tiap bulan. Saya tidak
>>> >>>>>>> berencana
>>> >>>>>>> mengendapkan uang di rekening bank konvensional.
>>> >>>>>>>
>>> >>>>>>> Wassalaam,
>>> >>>>>>> --
>>> >>>>>>> Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad
>>> >>>>>>> Hamim
>>> >>>>>>> (l. 1400 H/1980 M)
>>> >>>>>>> --
>>> >>>>>>> .
>>> >>>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
>>> >>>>>>> tempat
>>> >>>>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> >>>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> >>>>>>> ===========================================================
>>> >>>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> >>>>>>> * DILARANG:
>>> >>>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> >>>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> >>>>>>> 3. Email One Liner.
>>> >>>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>> >>>>>>> serta mengirimkan biodata!
>>> >>>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> >>>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> >>>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama
>>> >>>>>>> &
>>> >>>>>>> mengganti subjeknya.
>>> >>>>>>> ===========================================================
>>> >>>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
>>> >>>>>>> keanggotaan
>>> >>>>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> >>>>>>> ---
>>> >>>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
>>> >>>>>>> Google Grup.
>>> >>>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
>>> >>>>>>> ini, kirim email ke [email protected].
>>> >>>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
>>> >>>>>>> https://groups.google.com/d/optout.
>>> >>>>>>
>>> >>>>>> --
>>> >>>>>> .
>>> >>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
>>> >>>>>> tempat
>>> >>>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> >>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> >>>>>> ===========================================================
>>> >>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> >>>>>> * DILARANG:
>>> >>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> >>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> >>>>>> 3. Email One Liner.
>>> >>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>> >>>>>> serta mengirimkan biodata!
>>> >>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> >>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> >>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama
>>> >>>>>> &
>>> >>>>>> mengganti subjeknya.
>>> >>>>>> ===========================================================
>>> >>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
>>> >>>>>> keanggotaan
>>> >>>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> >>>>>> ---
>>> >>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
>>> >>>>>> Google
>>> >>>>>> Grup.
>>> >>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
>>> >>>>>> ini,
>>> >>>>>> kirim email ke [email protected].
>>> >>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
>>> >>>>>> https://groups.google.com/d/optout.
>>> >>>>>>
>>> >>>>>>
>>> >>>>>> --
>>> >>>>>> .
>>> >>>>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
>>> >>>>>> tempat
>>> >>>>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> >>>>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> >>>>>> ===========================================================
>>> >>>>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> >>>>>> * DILARANG:
>>> >>>>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> >>>>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> >>>>>> 3. Email One Liner.
>>> >>>>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>> >>>>>> serta mengirimkan biodata!
>>> >>>>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> >>>>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> >>>>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama
>>> >>>>>> &
>>> >>>>>> mengganti subjeknya.
>>> >>>>>> ===========================================================
>>> >>>>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
>>> >>>>>> keanggotaan
>>> >>>>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> >>>>>> ---
>>> >>>>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
>>> >>>>>> Google
>>> >>>>>> Grup.
>>> >>>>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
>>> >>>>>> ini,
>>> >>>>>> kirim email ke [email protected].
>>> >>>>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
>>> >>>>>> https://groups.google.com/d/optout.
>>> >>>>>
>>> >>>>>
>>> >>>>
>>> >>>> --
>>> >>>> .
>>> >>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di
>>> >>>> tempat
>>> >>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> >>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> >>>> ===========================================================
>>> >>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> >>>> * DILARANG:
>>> >>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> >>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> >>>> 3. Email One Liner.
>>> >>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>> >>>> serta
>>> >>>> mengirimkan biodata!
>>> >>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> >>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> >>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> >>>> mengganti subjeknya.
>>> >>>> ===========================================================
>>> >>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
>>> >>>> keanggotaan
>>> >>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> >>>> ---
>>> >>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
>>> >>>> Google
>>> >>>> Grup.
>>> >>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
>>> >>>> ini,
>>> >>>> kirim email ke [email protected].
>>> >>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi
>>> >>>> https://groups.google.com/d/optout.
>>> >>>
>>> >>> --
>>> >>> .
>>> >>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> >>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> >>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> >>> ===========================================================
>>> >>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> >>> * DILARANG:
>>> >>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> >>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> >>> 3. Email One Liner.
>>> >>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>> >>> serta
>>> >>> mengirimkan biodata!
>>> >>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> >>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> >>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> >>> mengganti subjeknya.
>>> >>> ===========================================================
>>> >>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> >>> di:
>>> >>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> >>> ---
>>> >>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di
>>> >>> Google
>>> >>> Grup.
>>> >>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup
>>> >>> ini,
>>> >>> kirim email ke [email protected].
>>> >>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>> >>
>>> >>
>>> >> --
>>> >> .
>>> >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> >> lain
>>> >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> >> ===========================================================
>>> >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> >> * DILARANG:
>>> >> 1. Email besar dari 200KB;
>>> >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> >> 3. Email One Liner.
>>> >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7)
>>> >> serta
>>> >> mengirimkan biodata!
>>> >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> >> mengganti subjeknya.
>>> >> ===========================================================
>>> >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> >> di:
>>> >> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> >> ---
>>> >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>> >> Grup.
>>> >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> >> kirim email ke [email protected].
>>> >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>> >
>>> >
>>> >
>>> >
>>> > --
>>> > Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
>>> > (l. 1400 H/1980 M)
>>> >
>>> > --
>>> > .
>>> > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> > lain
>>> > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> > ===========================================================
>>> > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> > * DILARANG:
>>> > 1. Email besar dari 200KB;
>>> > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>> > 3. Email One Liner.
>>> > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> > mengirimkan biodata!
>>> > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> > mengganti subjeknya.
>>> > ===========================================================
>>> > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan
>>> > di:
>>> > http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> > ---
>>> > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>>> > Grup.
>>> > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> > kirim
>>> > email ke [email protected].
>>> > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>>   1. Email besar dari 200KB;
>>>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>>>   3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> ---
>>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>>> Google Grup.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>>> kirim email ke [email protected].
>>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>>
>>
>>
>> --
>> Zorion Anas
>> (+62)085811292236
>> [email protected], [email protected]
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke