Assalammualaikum Wr Wb Bapak Maturidi Yml

Mudah-mudahan tulisan Bapak dibaca oleh Bapak Andrinof dan Da Nofrins.

Hanifah tidak punya ilmu untuk menjawab pertanyaan Bapak.

Disatu sisi mungkin Bapak benar, namun disisi lain tujuan dari pariwisata
untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat juga tidak salah.

Jadi yang perlu difikirkan bagaimana caranya agar tujuan pariwisata
tercapai tanpa mengorbankan ajaran agama islam,  adat istiadat dan budaya
Ranahminang.

Mohon maaf atas jawaban singkat hanifah

Salam

Hanifah


Pada 2 Juni 2015 18.16, Maturidi Donsan <[email protected]> menulis:

> Bu Ifah dan sanak dipalanta n.a.h
>
>
>
> Ambo ambiak saketek puisi ibu:
>
>
>
> Semoga pesta yang baru saja digelar
>
> Telah membuka mata dan matahati warga masyarakat
>
> Tentang keelokkan nagari yang mereka huni
>
> Tentang para tamu yang akan mengunjungi
>
> Tentang peranan masyarakat yang menanti
>
> Tentang sikap masyarakat yang harus dimiliki
>
> Sehingga para tamu nyaman, bahagia dan mau kembali lagi
>
>
>
> Ambo mungkin terlalu kolot barangkali, satiok tadanga/tabaco kato-kato
> pariwisata,  pelisiran bahaso awaknyo,  tabayang berkeliarannyo doly jo
> gigolo.
>
> Tapi kebanyakan generasi nan lahir 60-80-an sangek bersumangek  menggelorakan
> pariwisata gunung/maritim untuk meningkatkan PAD termasuk pimpinan
> tertinggi negara ini.
>
> Malayang-layang pikiran ambo ka BALI.
>
> Suatu ciri parawisata, dimanapun di dunia ini, kalau tak ada wanita
> sewaannya tak akan ramai. Pada  milenium ke 3 ini terang-terangan tapil
> lagi laki-laki sewaan yang dikenal dengan gigolo, ini sudah populer di Bali
>
>
>
> Menurut pendapek ambo nan singkek, untuk daerah lain mungkin cocok, tapi
> untuk minang, saya kuatir akan lebih banyak kerugiannya dari keuntungannya.
>
> Kekawatiran ambo adolah membanjirnyo kedatangan tamu ex Doly Surabaya,dan
> Doly-Doly lainya baik dalam negeri maupun luar negeri.
>
> Kalau pintu parwisata (kasarnya pelisiran) sudah dibuka semua akan
> terbuka.
>
> Kita tak akan bisa membendung, karena itu mata pencaharian dan kita ingat
> Wali-wali kota di Sumbar bukan Trisma Rini.
>
> Trisma Rini disamping keberaniannya dari dalam dirinya, keberanian ini tak
> surut karena pejabat lain yang dihadapi dari suku yang sama, Gubenur,
> Panglima, Kapolda, Kejati, Korem, Kapolres dst kebawah dari suku yang sama.
>
> Wakot / Bupati, sampai Gubenur di Sumbar, apa berani, masih tanda tannya.
>
>
>
> Penertiban tenda-tenda  ceper dari Bungus di Padang  alangkah susahnya,
> sampai sekarang apakah sudah bersih atau pindah tempat tak tahulah.
>
> Begitu juga kehidupan malam di Bikittinggi dan Padang yang banyak
> doly-dolynya  (http://www.nagari.or.id/?moda=palanta&no=112).
>
> Kalau kita membuka pintu pariwisata/pelisiran, kita harus bersedia juga
> menerima doly, kecuali kalau pariwisatanya jalan, doly tak boleh datang
> tapi siapa yang mau mengontrol, apa UU daerahnya.
>
> Apalagi bagi pengelola yang penting uang masuk, apa yang terjadi di
> diarena wisata bukan urusan prioritas. Lebih lagi kalau keyakinan yang
> dianut  pengelolanya memang esek-esek itu adalah hak individu seperti
> yang kebanyakan diteriakan corong HAM sekarang ini. keadaan akan lebih
> merusak kebudayaan minang.
>
> Maafkan ambo kalau berpekiran terlalu kuno.
>
> Wass,
>
> Maturidi (L/76) Talang Solok, Kutianyia, Duri Riau
>
>
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke