Dari Harian Singgalang kito baco:
http://hariansinggalang.co.id/kunjungan-wisatawan-mancanegara-tertinggi-dalam-10-tahun/


On Tuesday, June 2, 2015 at 6:49:07 AM UTC-7, Akmal Nasery Basral wrote:
>
> Sejak awal 2014 sebenarnya sudah ditetapkan 9 Destinasi Wisata Syariah di 
> Indonesia, di mana Sumbar merupakan salah satu di antaranya. Potensinya 
> revenuenya besar.
>
> Ini paradigma baru untuk menggusur paradigma lama bahwa pariwisata harus 
> 3S: sun, sand, s*x.
>
>
> http://travel.kompas.com/read/2014/01/07/1717322/Inilah.9.Destinasi.Wisata.Syariah.di.Indonesia
>
> Wassalam,
>
> ANB
>
>  
>
> Pada 2 Juni 2015 20.29, Hanifah Damanhuri <[email protected] <javascript:>> 
> menulis:
>
>> Assalammualaikum Wr Wb Bapak Maturidi Yml
>>
>> Mudah-mudahan tulisan Bapak dibaca oleh Bapak Andrinof dan Da Nofrins. 
>>
>> Hanifah tidak punya ilmu untuk menjawab pertanyaan Bapak.
>>
>> Disatu sisi mungkin Bapak benar, namun disisi lain tujuan dari pariwisata 
>> untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat juga tidak salah. 
>>
>> Jadi yang perlu difikirkan bagaimana caranya agar tujuan pariwisata 
>> tercapai tanpa mengorbankan ajaran agama islam,  adat istiadat dan budaya 
>> Ranahminang.
>>
>> Mohon maaf atas jawaban singkat hanifah
>>
>> Salam
>>
>> Hanifah
>>
>>
>> Pada 2 Juni 2015 18.16, Maturidi Donsan <[email protected] <javascript:>
>> > menulis:
>>
>>> Bu Ifah dan sanak dipalanta n.a.h
>>>
>>>  
>>>
>>> Ambo ambiak saketek puisi ibu:
>>>
>>  

>  
>>>
>>> Semoga pesta yang baru saja digelar
>>>
>>> Telah membuka mata dan matahati warga masyarakat
>>>
>>> Tentang keelokkan nagari yang mereka huni
>>>
>>> Tentang para tamu yang akan mengunjungi
>>>
>>> Tentang peranan masyarakat yang menanti
>>>
>>> Tentang sikap masyarakat yang harus dimiliki
>>>
>>> Sehingga para tamu nyaman, bahagia dan mau kembali lagi
>>>
>>>  
>>>
>>> Ambo mungkin terlalu kolot barangkali, satiok tadanga/tabaco kato-kato 
>>> pariwisata,  pelisiran bahaso awaknyo,  tabayang berkeliarannyo doly jo 
>>> gigolo.
>>>
>>> Tapi kebanyakan generasi nan lahir 60-80-an sangek bersumangek  
>>> menggelorakan 
>>> pariwisata gunung/maritim untuk meningkatkan PAD termasuk pimpinan 
>>> tertinggi negara ini.
>>>
>>> Malayang-layang pikiran ambo ka BALI.
>>>
>>> Suatu ciri parawisata, dimanapun di dunia ini, kalau tak ada wanita 
>>> sewaannya tak akan ramai. Pada  milenium ke 3 ini terang-terangan tapil 
>>> lagi laki-laki sewaan yang dikenal dengan gigolo, ini sudah populer di Bali
>>>
>>>  
>>>
>>> Menurut pendapek ambo nan singkek, untuk daerah lain mungkin cocok, tapi 
>>> untuk minang, saya kuatir akan lebih banyak kerugiannya dari keuntungannya. 
>>>
>>> Kekawatiran ambo adolah membanjirnyo kedatangan tamu ex Doly 
>>> Surabaya,dan Doly-Doly lainya baik dalam negeri maupun luar negeri.
>>>
>>> Kalau pintu parwisata (kasarnya pelisiran) sudah dibuka semua akan 
>>> terbuka. 
>>>
>>> Kita tak akan bisa membendung, karena itu mata pencaharian dan kita 
>>> ingat Wali-wali kota di Sumbar bukan Trisma Rini.
>>>
>>> Trisma Rini disamping keberaniannya dari dalam dirinya, keberanian ini 
>>> tak surut karena pejabat lain yang dihadapi dari suku yang sama, Gubenur, 
>>> Panglima, Kapolda, Kejati, Korem, Kapolres dst kebawah dari suku yang sama.
>>>
>>> Wakot / Bupati, sampai Gubenur di Sumbar, apa berani, masih tanda tannya.
>>>
>>>  
>>>
>>> Penertiban tenda-tenda  ceper dari Bungus di Padang  alangkah susahnya, 
>>> sampai sekarang apakah sudah bersih atau pindah tempat tak tahulah.
>>>
>>> Begitu juga kehidupan malam di Bikittinggi dan Padang yang banyak 
>>> doly-dolynya  (http://www.nagari.or.id/?moda=palanta&no=112).
>>>
>>> Kalau kita membuka pintu pariwisata/pelisiran, kita harus bersedia juga 
>>> menerima doly, kecuali kalau pariwisatanya jalan, doly tak boleh datang 
>>> tapi siapa yang mau mengontrol, apa UU daerahnya.
>>>
>>> Apalagi bagi pengelola yang penting uang masuk, apa yang terjadi di 
>>> diarena wisata bukan urusan prioritas. Lebih lagi kalau keyakinan yang 
>>> dianut  pengelolanya memang esek-esek itu adalah hak individu seperti 
>>> yang kebanyakan diteriakan corong HAM sekarang ini. keadaan akan lebih 
>>> merusak kebudayaan minang.
>>>
>>> Maafkan ambo kalau berpekiran terlalu kuno.
>>>
>>> Wass, 
>>>
>>> Maturidi (L/76) Talang Solok, Kutianyia, Duri Riau 
>>>
>>>  
>>>
>>>  
>>>  
>>> -- 
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat 
>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>>> * DILARANG:
>>> 1. Email besar dari 200KB;
>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>>> 3. Email One Liner.
>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>>> mengirimkan biodata!
>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan 
>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>> --- 
>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google 
>>> Grup.
>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
>>> kirim email ke [email protected] <javascript:>.
>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>>
>>
>>  -- 
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat 
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>> 1. Email besar dari 200KB;
>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
>> 3. Email One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & 
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> --- 
>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google 
>> Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
>> kirim email ke [email protected] <javascript:>.
>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke